Mozaik Peradaban Islam

Tokoh

H.O.S. Tjokroaminoto: Sosok Multidimensional dalam Kemajuan Bangsa dan Gerakan Islam Modern (3)

“Keberanian Tjokroaminoto yang lantang berorasi, menjadikan ia sebagai sosok yang begitu dicintai, bahkan dianggap sebagai dewa penyelamat oleh kalangan masyarakat masa itu.” Terlepas masalah internal dalam organisasi juga tuduhan keterlibatan ia dalam “kelompok radikal”, pada akhirnya tidak ada bukti yang sahih. Tjokroaminoto pun menjadi ketua beberapa periode di organisasi SI, dimana pada akhirnya SI pun… Teruskan Membaca

Tokoh

H.O.S. Tjokroaminoto: Sosok Multidimensional dalam Kemajuan Bangsa dan Gerakan Islam Modern (2)

“Tjokroaminoto pun ditahan oleh pemerintah Hindia Belanda dan dipenjara, tanpa diusut kebenarannya. Ia pun mendapat cobaan terberat lainnya, Suharsikin sang istrinya tercinta meninggal dunia.” Karena tulisannya di surat kabar, nama Tjokroaminoto dikenal oleh berbagai kalangan pada masa itu. Salah satunya H. Samanhoedi—seorang pengusaha batik dari Laweyan, yang mengirimkan utusan untuk menemui Tjokroaminoto. H. Samanhoedi hendak… Teruskan Membaca

Tokoh

H.O.S. Tjokroaminoto: Sosok Multidimensional dalam Kemajuan Bangsa dan Gerakan Islam Modern (1)

“Tjokroaminoto tidak suka dengan tradisi birokrasi terhadap orang-orang Belanda—seperti menyembah, sebagaimana lazimnya abdi negara pada saat itu.” Tidak dipungkiri bahwa kemerdekaan Indonesia, tidak lepas dari jasa para tokoh-tokoh yang memiliki jiwa nasionalisme tinggi kala itu. Kiprah dan perjuangan mereka, patut dijadikan contoh oleh generasi-generasi muda zaman sekarang. Selain sebagai sosok nasionalis, banyak tokoh yang memegang… Teruskan Membaca

Arsitektur

Masjid Al-Ghamamah: Tempat Bersimpuh di Bawah Redupnya Awan

“Masjid Al-Ghamamah dibangun sekitar 70 tahun setelah wafatnya Rasulullah, merupakan salah satu dari 4 masjid yang melingkupi Masjid Nabawi di Madinah. Terletak 300 meter sebelah barat daya Masjid Nabawi. Sama seperti masjid tertua lainnya di Madinah, Masjid Al-Ghamamah sarat akan sejarah semenjak zaman Nabi berhijrah ke Madinah. Meski pada masa itu, belum menjadi sebuah masjid… Teruskan Membaca

Monumental

Piagam Madinah (2): Peran dalam Pembentukan Civilization

“Piagam Madinah adalah salah satu cara Nabi memerangi jahiliyah, rasisme, sehingga terciptanya kedamaian dan saling hormat-menghormati dalam pluralisme di dalam sebuah umat.” Ada tantangan-tantangan yang harus dihadapi oleh Nabi dan kaumnya begitu hijrah ke Madinah. Di sana adalah tanah asing, kaum Nabi nyaris tidak memiliki apa-apa dan kembali ke titik nadir. Sehingga kaum Muslim harus… Teruskan Membaca

Monumental

Piagam Madinah (1): Konteks Sejarah dan Pemahaman Latar Belakang

“Enam orang pemuda kabilah Khazraj datang ke Mekkah, dan mereka berharap Nabi bisa meredakan peperangan.” Piagam Madinah adalah suatu konstitusi yang ditulis dan disetujui oleh beberapa kabilah yang tinggal di Yatsrib (Madinah). Karena keragaman golongan yang ada di sana, maka untuk menjembatani perbedaan-perbedaan, dibuatlah Piagam Madinah. Beberapa sumber memberi nama lain seperti charter, treaty, sedangkan… Teruskan Membaca

Tokoh

Safiyyah Binti Huyayy (7)

“Safiyyah adalah salah satu istri Nabi dengan pengetahuan luas, dan banyak mengajar wanita Muslim.” Safiyyah Ra adalah sosok minor di tengah-tengah kaum Rasulullah. Ada beberapa peristiwa yang menunjukkan “perbedaan” Safiyyah di mata kaum Nabi. Meskipun begitu, Safiyyah tetap konsisten dan menunjukkan ketakwaannya kepada Allah Swt. Rasa Cemburu dari para Istri Nabi Salah satu sumber mengisahkan… Teruskan Membaca

Monumental

Mengenang Peristiwa Hijrah (5)

“Tahun 1 hijrah adalah titik balik sejarah kenabian dan risalah yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Rangkaian peristiwa yang diterjadi di tahun ini demikian padat dan bersifat monumental yang membentuk sejarah peradaban Islam dan dunia hingga hari ini.” Akhirnya, tibalah Rasul yang mulia ke Madinah pada 16 Rabi’ul awwal 1 Hijriah. Anas bin Malik yang saat… Teruskan Membaca

Tokoh

Safiyyah Binti Huyayy (6)

“Safiyyah berusaha sebaik mungkin untuk hidup damai dengan istri-istri Nabi lainnya. Akan tetapi, karena paras Safiyyah yang cantik membuat api cemburu di hati para istri Nabi.” Menyandang status sebagai istri Rasulullah, Safiyyah Ra mendapatkan berbagai cobaan dalam hidupnya. Salah satunya, ketidaksukaan para sahabat dan istri-istri Nabi Muhammad Saw terhadap Safiyyah yang merupakan keturunan Bani an-Nadhir.… Teruskan Membaca

Monumental

Mengenang Peristiwa Hijrah (4)

Kaum kafir Mekah menggelar sayembara perburuan terhadap Sang Nabi. Di antara para pencari jejak, ada seorang bernama Karz bin ‘Alqamah. Dia adalah maestro di zamannya. Dengan kemampuannya, Karz bin ‘Alqamah mengaku telah berhasil menemukan jejak kaki Nabi Saw dan menuntun kaum Kafir Mekah sampai ke Goa Tsaur. Mendapati rencananya gagal total. Para pemimpin Mekah naik… Teruskan Membaca

Monumental

Mengenang Peristiwa Hijrah (3)

الَّذِينَ آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ “orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan”. (QS. Surat At-Taubah: 20) Mekah, 11 September 622 Masehi,… Teruskan Membaca

Tokoh

Safiyyah Binti Huyayy (5)

“Lalu Safiyyah menjawab, sebelum perang Khaybar ia mengalami sebuah mimpi, bahwa bulan jatuh ke pangkuannya.” Pasca peperangan Khaybar, dan sebelum pernikahan berlangsung, Safiyyah Ra sudah merasakan kebaikan juga kebijaksanaan Nabi Muhammad Saw terhadapnya. Alih-alih memperlakukan Safiyyah semena-mena, justru Rasulullah begitu lembut dan baik hati. Pernikahan dengan Rasulullah Safiyyah Ra ikut bersama Nabi Muhammad menuju ke… Teruskan Membaca

Monumental

Mengenang Peristiwa Hijrah (2)

Menjelang pengambilan Bai’at Aqabah, orang-orang Anshar bertanya kepada Rasulullah Saw, “apakah engkau tidak akan meninggalkan kami untuk kembali pada kaum mu jika kemakmuran telah tercapai?” Rasulullah yang mulia tersenyum dan berkata, “Tidak. Tidak akan pernah. Darahmu adalah darahku. Aku milikmu dan engkau milikku. Kini, ulurkan tangan kalian”. Dalam penanggalan tahun Kabisat, peristiwa Hijrah ini terjadi… Teruskan Membaca

Monumental

Mengenang Peristiwa Hijrah (1)

“Masyarakat Arab pra-Islam melakukan penyesuaian dengan tahun Kabisat yang digunakan oleh Negara-negara tetangganya. Caranya agar tahun Komariah ini cocok dengan tahun Kabisat, serta agar bulan-bulan itu jatuh di musim yang tepat, mereka menambahkan satu bulan tiap tiga tahun, penyisipan ini dinamakan ‘nasi’.” Menurut orang Arab kuno, satu tahun Komariah terdiri dari 354 hari, 8 jam,… Teruskan Membaca

Tokoh

Safiyyah Binti Huyayy (4)

“Safiyyah Ra telah diambil sebagai budak setelah penaklukan, dan suaminya tewas dibunuh. Bahkan jika Kinana lolos dari kematian dan penawanan, pernikahannya dengan Safiyyah Ra pun dianggap batal di bawah hukum Islam.” Ada kritik mengenai pernikahan Nabi Muhammad Saw dengan Safiyyah Ra, yang menyebutkan bahwa dalam kasus Safiyyah ia dinikahi nabi segera setelah kematian suaminya. Para… Teruskan Membaca

Tokoh

Safiyyah Binti Huyayy (3)

“Nabi Muhammad Saw pun memberikan tawaran kepada Safiyyah Ra, Safiyyah diperkenankan kembali ke kaumnya atau menerima Islam.” Sebelum menjelaskan pendapat lain perihal Safiyyah Ra menjadi tawanan, perlu dipahami bahwa pada masa itu hukuman bagi pihak yang ditaklukkan adalah para tawanan wanita mereka dijadikan budak tanpa hak. Nabi Muhammad Saw tidak pernah memelihara budak dalam konteks… Teruskan Membaca

Tokoh

Safiyyah Binti Huyayy (2)

“Safiyyah Ra menjelaskan bahwa pengkhianatan ayahnya disebabkan oleh superioritas kaum Bani an-Nadhir. Karena garis keturunan mereka (Bani Israil) yang menolak seorang nabi dari bangsa Arab.” Sejak tiba di Madinah, kabilah Bani an-Nashir di benteng Khaybar tetap menolak ajakan damai. Alih-alih meminta maaf, Huyayy melontarkan hinaan, caci maki, dan mengatakan bahwa kaumnya takkan pernah mau berdamai.… Teruskan Membaca

Tokoh

Safiyyah Binti Huyayy (1)

“Saffiyah binti Huyayy adalah satu-satunya Ummul Mukminin (Istri Rasullullah Saw) yang memiliki hubungan kekerabatan dengan beberapa nabi.” Ummul Mukminin artinya ibu orang-orang mukmin, merupakan gelar untuk 11 istri Nabi Muhammad SAW yang wajib dimuliakan. Gelar ini sebagai bentuk cinta nabi kepada keluarganya. Salah satu di antara istri nabi yang dijuluki Ummul Mukminin adalah Saffiyah binti… Teruskan Membaca

Negara Islam

Potret Maladewa Sebagai Negara Kepulauan Interkonektif (7): Menggapai Keseimbangan Syariat Islam Dalam Industri Pariwisata

“Sebagai pusat ibadah selama berabad-abad, Hukuru Miskiiy memiliki nilai budaya dan sejarah sangat penting bagi Maladewa. Masjid ini dibangun pada tahun 1658, oleh Sultan Ibrahim Iskandar I.” Terlepas dari masalah politik di Maladewa, negara ini tetap menjadi lokasi pariwisata yang diidamkan oleh para turis. Negara kecil ini dikunjungi sekitar 900 ribu turis setiap tahun. Menjadi… Teruskan Membaca

Negara Islam

Potret Maladewa Sebagai Negara Kepulauan Interkonektif (6): Polemik Dan Masa Transisi Politik Pasca Kemerdekaan (2)

“Pemerintah terus menghadapi tantangan dalam menangani korupsi dan mengatasi masalah-masalah sistemik lainnya di Maladewa, seperti ekstremisme agama dan kekerasan politik.” Transisi dari satu presiden ke presiden lain, tidak lantas menyurutkan situasi politik yang memanas di Maladewa. Pemerintahan Presiden Yameen Abdul Gayoom—yang merupakan saudara tiri dari Maumoon Abdul Gayoom—tidak berbeda secara signifikan dengan pemerintahan sebelumnya. Yang… Teruskan Membaca