Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental - page 2

Invasi Prancis ke Aljazair (19): Abdul Qadir (16)

in Monumental

“Orang-orang Kristen ini adalah tamuku. Cobalah untuk mengambil salah satu dari mereka, dan kalian akan tahu seberapa baik prajuritku bertarung. Kami akan berjuang untuk sebuah keadilan, seperti yang telah kami lakukan sebelumnya!” seru Abdul Qadir kepada para perusuh. Pengepungan di Rumah Abdul Qadir Ketika kerusuhan di Damaskus pecah, kota ini bagaikan wilayah liar, kekuatan dan…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (18): Abdul Qadir (15)

in Monumental

Beberapa anak Muslim menggambar salib, lalu meludahi dan menghamburkan sampah di atasnya. Orang-orang Kristen marah, mereka dipukuli. Hal inilah yang memicu kerusuhan besar di Damaskus pada tahun 1860. Kerusuhan di Damaskus Pada hari Minggu, 8 Juli 1860, di salah satu sudut kota Damaskus, beberapa anak lelaki Muslim menggambar salib di atas trotoar di daerah pemukiman…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (17): Abdul Qadir (14)

in Monumental

Ketika orang Kristen di Damaskus hendak dibantai, Abdul Qadir berkata, “Aku akan berangkat ke pemukiman orang Kristen, dan di sana aku akan bertarung selama aku masih bernafas. Aku akan mati, jika diperlukan, demi kehormatan Islam, yang hukumnya melarang kejahatan seperti ini.” Konspirasi Pembantaian Kristen Orang-orang Kristen di Damaskus, sebagian besar bermadzhab Ortodoks Yunani dan Katolik…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (16): Abdul Qadir (13)

in Monumental

Pada musim semi tahun 1860, di Gunung Lebanon terjadi ketegangan politik yang berujung kepada kerusuhan besar. Peristiwa ini kemudian menyebar hingga ke Damaskus, dan Abdul Qadir terjebak di tengah situasi ini. Kerusuhan di Gunung Lebanon Selama berabad-abad orang-orang di wilayah pegunungan Lebanon dapat menikmati tingkat kebebasan yang besar. Mereka mampu memerintah diri mereka sendiri dengan…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (15): Abdul Qadir (12)

in Monumental

Di Damaskus, Abdul Qadir mengajari para ulama tentang karya Ibnu Arabi. Namun otoritas keagamaan setempat tidak menyukainya. Peristiwa yang terjadi kepada Ibnu Arabi enam abad sebelumnya terulang kembali. Guru Spiritual Di Damaskus, Abdul Qadir membeli tiga rumah yang sangat besar. Rumah-rumah itu kemudian disatukan sehingga luasnya seperti lapangan sepak bola. Rumah itu tidak hanya cukup…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (14): Abdul Qadir (11)

in Monumental

Semasa hidupnya, di Damaskus Ibnu Arabi menentang ide-ide keagamaan ortodoks, dan dia melontarkan kritik keras terhadap para pemuka agama setempat. Setelah kematiannya, karena kesal, untuk membalas dendam mereka menimbun sampah di makamnya. Bagi Abdul Qadir, Ibnu Arabi adalah guru spiritualnya, oleh karena itulah dia ingin menetap di Damaskus. Ibnu Arabi dan Damaskus Setelah tiba di…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (13): Abdul Qadir (10)

in Monumental

Ketika hendak meninggalkan Prancis, salah seorang biarawati yang pernah bertemu dengannya menulis, “Tidak ada kebajikan Kristen yang tidak dipraktikkan Abdul Qadir kecuali dalam tingkat tertinggi.” Menuju Konstantinopel Sebelum meninggalkan Prancis, Abdul Qadir ingin melihat kota Paris terlebih dahulu, untuk belajar lebih banyak tentang peradaban Prancis, dan menyatakan penghargaannya atas dukungan yang ditunjukkan oleh begitu banyak…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (12): Abdul Qadir (9)

in Monumental

William Makepeace Thackeray, penyair ternama Inggris, demi membebaskan Abdul Qadir, menuliskan sebuah puisi untuknya, “Hancurkan sangkarmu, maka sayapmu yang tidak berdaya akan membentang kembali.” Bebas Di Inggris, baik jurnalis maupun penyair sama-sama mengangkat pena mereka untuk menuliskan kisah tentang pahlawan Aljazair yang mereka anggap eksotis ini. Jika sebelumnya pers Inggris senang memberitakan tentang kesulitan yang…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (11): Abdul Qadir (8)

in Monumental

Masyarakat Eropa terbelah pendapatnya tentang sosok Abdul Qadir. Satu pihak menganggap dia hanya seorang pimpinan gerombolan perampok, sementara lainnya menganggap dia seorang jenderal yang harus dihormati. Pro-Kontra di Eropa Chateau di Amboise adalah kastil terkenal di Prancis. Posisinya berada di atas tebing tinggi di atas sungai Loire, sungai utama di Prancis. Pada abad ke-16, chateau…

Teruskan Membaca

Invasi Prancis ke Aljazair (10): Abdul Qadir (7)

in Monumental

Abdul Qadir dipindahkan ke pemukiman di Pau, Prancis, menjadi tahanan rumah. Di sana dia dimusuhi dan dijuluki “Monster Gurun”. Hingga saatnya dia harus pindah ke tempat lain, ketika dia pergi penduduk Pau justru mengelu-elukannya. Apa gerangan yang terjadi selama ini? Pemerintah Prancis yang baru memutuskan tidak akan memenuhi janji Raja dan Pangeran Prancis kepada Abdul…

Teruskan Membaca