Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Budaya Islam - page 2

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (5): Sunan Kalijaga di Kadilangu (1)

  Oleh: Khairul Imam Sunan Kalijaga terus menjadi legenda yang tak pernah lekang ditelan zaman. Berbagai kearifan yang tersurat maupun tersirat menjadi ajaran yang terus-menerus diajarkan dan diingat. Islam yang khas, yang memiliki muatan simbolik tanpa menafikan kekhusukan dan ketundukan yang sesungguhnya kepada Allah SWT. Islam Jawa, Islam yang dihayati dan dijalankan tanpa melepaskan pakaian… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (4): Sunan Bonang di Tuban

  Oleh: Khairul Imam   Makam itu begitu tenang, berpadu riuh-lengang rapalan doa-doa dan bacaan al-Quran. Makam wali adalah makam keabadian, makam kehidupan bagi orang-orang yang mau menghidupkan. Kematiannya tak bisa diremehkan. Kematian mereka sebagai tanda kematian alam karena mereka adalah kekasih sunyi Tuhan. Jasad boleh tiada, tetapi cahaya yang dipantulkan dari Sang Sumber Cahaya… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (3): Sunan Giri di Gresik

  Oleh: Khairul Imam   Kematian adalah kewajaran insani. Setiap manusia akan mati. Tapi tidak semuanya mampu mencatat kematiannya dengan tinta ruhani yang tinggi. Sunan Giri telah menuliskan perjalanannya menjadi legenda dakwah yang tak pernah mati. Ia bersemayam dalam sanubari umat Islam. Mendatangi, mengajari, mendoakan, menirakati, memberikan teladan tanpa henti. Kini, giliran yang hidup melanjutkan… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (2): Maulana Malik Ibrahim

  Oleh: Khairul Imam Kita berhamburan menuju pemakaman para wali, seakan ingin mencuri dengar percakapan antara mereka dengan Tuhan. Kita semua berziarah mendoakan mereka yang memiliki kontak imajiner karena telah mengorbankan hidup sampai matinya untuk umat. Mengajarkan dan mencurahkan kasih sayang, berlaku sebagai penyambung lidah Rasulullah saw. yang mengasihi umatnya dari ketersesatan. Para wali adalah… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (1): Sunan Ampel

  Oleh: Khairul Imam Segala yang mengada di alam semesta mengandung makna perwujudannya. Waktu, tempat, barang-barang berharga, jejak-jejak sejarah, dan lain sebagainya. Selain wujud material, di dalamnya juga mengandung magnet spiritual. Kekuatan itu secara alamiah dihadirkan oleh Sang Mahakuasa. Segala yang ada, tampak maupun tak tampak. Pada tempat, benda, dan waktu. Sesuatu itu menjadi sakral… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Sejumlah Sumbangan Dunia Islam Bagi Peradaban Modern (10); Notasi Musik

“Musik dalam tradisi di dunia Islam, bukan hanya sebagai hiburan, tapi juga menjadi metode terapi dan pengobatan. Al Kindi misalnya, sudah menggunakan musik sebagai metode terapi untuk menyembuhkan penderita quadriplegic atau kelumpuhan total.” —Ο—   Musik, siapa yang belum pernah mendengarnya? Secara umum, musik bisa diartikan sebagai harmoni suara. Desir angin, air yang jatuh, debur ombak,… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Festival Tabuik di Pariaman (5): Delapan Prosesi dalam Tabuik (2)

“Prosesi keempat hingga kedelapan, secara berturut-turut yaitu: Maarak Jari-Jari, Maarak Saroban,  Tabuik Naiak Pangkek, Pesta Hoyak Tabuik, dan proses terakhir adalah Tabuik Dibuang ke Laut.” —Ο—   Mengarak Jari-Jari/Maarak Jari-Jari (Tanggal 7 Muharram) Maarak jari-jari atau Mengarak jari-jari dilakukan pada hari yang sama dengan maatam yakni tanggal 7 Muharram sebagai kelanjutan acara maatam. Maarak jari-jari diselenggarakan setelah… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Festival Tabuik di Pariaman (4): Delapan Prosesi dalam Tabuik (1)

Pada dasarnya segala prosesi ritual dalam Festival Tabuik merupakan reka ulang peristiwa perang Karbala menurut masyarakat Pariaman.[1] Secara keseluruhan terdapat delapan prosesi dalam Festival Tabuik Pariaman, berikut ini adalah ulasannya: Mengambil Tanah/Maambiak Tanah (Tanggal 1 Muharram) Maambiak Tanah merupakan prosesi ritual pengambilan segumpal tanah ke sungai. Aktivitas pengambilan tanah tersebut dilakukan pada sore hari tanggal… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Festival Tabuik di Pariaman (3): Peleburan Budaya, Religi, dan Pariwisata

“Sejak tahun 1982, Festival Tabuik dijadikan sebagai bagian dari agenda kalender pariwisata Kabupaten Padang Pariaman. Karena itu terjadi berbagai penyesuaian, salah satunya dalam hal waktu pelaksanaan acara puncak dari rangkaian ritual Tabuik ini. Jadi, meskipun prosesi ritual awal Tabuik tetap dimulai pada tanggal 1 Muharram, yaitu saat perayaan tahun baru Islam, tetapi pelaksanaan acara puncaknya… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Festival Tabuik di Pariaman (2): Sebuah Tinjauan Sejarah dan Perennial

“Tradisi Tabuik yang dibawa oleh orang-orang Sepoy mudah diterima oleh masyarakat Pariaman, karena sejak awal Syekh Burhanuddin sendiri memperkenalkan Islam di Pariaman melalui pendekatan budaya dan dengan toleransi yang besar terhadap adat istiadat setempat.” –O– Tradisi Tabuik di Pariaman, Sumatra Barat, pertama kalinya berlangsung sejak tahun 1831 M. Tradisi ini diperkenalkan kepada masyarakat lokal oleh… Teruskan Membaca