Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (23): Skema Besar Eropa

Abdul Qadir memang telah memberi warna dalam sejarah Islam dan Timur Tengah. Namun di mata Prancis dia hanya salah satu bagian kecil sandungan yang mesti dilewati untuk melaksanakan agenda terbesar mereka, yakni penaklukan dunia. Setelah Aljazair sepenuhnya dikuasai oleh para kolon (orang-orang Eropa yang menetap di Aljazair), masyarakat Muslim benar-benar terjerumus ke dalam keterbelakangan, bahkan… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (22): Kolonialisme Total

Para koloni Aljazair merancang strategi khusus untuk membuat Muslim di sana benar-benar menjadi masyarakat rendahan secara total dan permanen. Identitas Keislaman dan harga diri mereka dihancurkan, dan “Muslim” menjadi istilah baru yang berarti “masyarakat rendahan”. Setelah kerusuhan di Damaskus berakhir, Abdul Qadir tetap menepati janjinya dan tidak pernah kembali ke Aljazair. Abdul Qadir menghabiskan sisa… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (21): Abdul Qadir (18)

Semua agama dalam kitab (Islam, Kristen, dan Yahudi) bertumpu pada dua prinsip — untuk memuji Tuhan dan memiliki kasih sayang terhadap makhluk-makhluk-Nya…. Hukum Muhammad menempatkan kepentingan terbesar pada kasih sayang dan pengampunan. Bagaimana menjelaskan pecahnya kekerasan sektarian yang begitu ganas di Damaskus pada tahun 1860? Penulis buku The Compassionate Warrior: Abdul Qadir of Algeria, Elsa… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (20): Abdul Qadir (17)

Abdul Qadir telah menyelamatkan 11.000-12.000 orang Kristen dalam kerusuhan Damaskus. Sementara itu, Gubernur Ottoman, Ahmad Pasha dihukum tembak mati karena dianggap membiarkan kerusuhan. Dengan berpindahnya orang-orang Kristen ke benteng, kini sebagian besar rumah Abdul Qadir yang luas menjadi kosong. Dari benteng, Abdul Qadir segera kembali ke rumahnya untuk menyelamatkan lebih banyak orang Kristen. Kali ini… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (19): Abdul Qadir (16)

“Orang-orang Kristen ini adalah tamuku. Cobalah untuk mengambil salah satu dari mereka, dan kalian akan tahu seberapa baik prajuritku bertarung. Kami akan berjuang untuk sebuah keadilan, seperti yang telah kami lakukan sebelumnya!” seru Abdul Qadir kepada para perusuh. Pengepungan di Rumah Abdul Qadir Ketika kerusuhan di Damaskus pecah, kota ini bagaikan wilayah liar, kekuatan dan… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (18): Abdul Qadir (15)

Beberapa anak Muslim menggambar salib, lalu meludahi dan menghamburkan sampah di atasnya. Orang-orang Kristen marah, mereka dipukuli. Hal inilah yang memicu kerusuhan besar di Damaskus pada tahun 1860. Kerusuhan di Damaskus Pada hari Minggu, 8 Juli 1860, di salah satu sudut kota Damaskus, beberapa anak lelaki Muslim menggambar salib di atas trotoar di daerah pemukiman… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (17): Abdul Qadir (14)

Ketika orang Kristen di Damaskus hendak dibantai, Abdul Qadir berkata, “Aku akan berangkat ke pemukiman orang Kristen, dan di sana aku akan bertarung selama aku masih bernafas. Aku akan mati, jika diperlukan, demi kehormatan Islam, yang hukumnya melarang kejahatan seperti ini.” Konspirasi Pembantaian Kristen Orang-orang Kristen di Damaskus, sebagian besar bermadzhab Ortodoks Yunani dan Katolik… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (16): Abdul Qadir (13)

Pada musim semi tahun 1860, di Gunung Lebanon terjadi ketegangan politik yang berujung kepada kerusuhan besar. Peristiwa ini kemudian menyebar hingga ke Damaskus, dan Abdul Qadir terjebak di tengah situasi ini. Kerusuhan di Gunung Lebanon Selama berabad-abad orang-orang di wilayah pegunungan Lebanon dapat menikmati tingkat kebebasan yang besar. Mereka mampu memerintah diri mereka sendiri dengan… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (15): Abdul Qadir (12)

Di Damaskus, Abdul Qadir mengajari para ulama tentang karya Ibnu Arabi. Namun otoritas keagamaan setempat tidak menyukainya. Peristiwa yang terjadi kepada Ibnu Arabi enam abad sebelumnya terulang kembali. Guru Spiritual Di Damaskus, Abdul Qadir membeli tiga rumah yang sangat besar. Rumah-rumah itu kemudian disatukan sehingga luasnya seperti lapangan sepak bola. Rumah itu tidak hanya cukup… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Prancis ke Aljazair (14): Abdul Qadir (11)

Semasa hidupnya, di Damaskus Ibnu Arabi menentang ide-ide keagamaan ortodoks, dan dia melontarkan kritik keras terhadap para pemuka agama setempat. Setelah kematiannya, karena kesal, untuk membalas dendam mereka menimbun sampah di makamnya. Bagi Abdul Qadir, Ibnu Arabi adalah guru spiritualnya, oleh karena itulah dia ingin menetap di Damaskus. Ibnu Arabi dan Damaskus Setelah tiba di… Teruskan Membaca