Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Monumental - page 3

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (4): Perang Suci

“Pada 29 Oktober 1914, kapal perang Ustmaniyah, Yavuz dan Midilli, secara tidak terduga membombardir pelabuhan kapal Rusia. Setelahnya Inggris, Prancis, dan Rusia menyatakan perang, dan sebaliknya, Ustmaniyah pun mendeklarasikan perang suci melawan kafir.” –O– Pada tahun 1914, Enver Pasha, telah menjadi orang terkuat di tubuh pemerintahan Ottoman. Itu karena Enver telah menjadi Menteri Perang, dan… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (3): Alasan Kesultanan Ustmaniyah Ikut Berperang

“Di tengah kecamuk Perang Dunia I, Ustmaniyah memutuskan untuk bergabung dengan Jerman dan Austria-Hongaria untuk melawan Rusia, Inggris, dan Prancis. Apa yang menjadi alasan Ustmaniyah sesungguhnya?” –O– Pecahnya Perang Dunia I pada bulan Agustus 1914 secara umum disambut dengan rasa percaya diri akan kemenangan dan kegembiraan oleh orang-orang Eropa, di antara mereka yang merayakannya, itu… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (2): Pembunuhan Franz Ferdinand

“Liga Balkan berhasil mengusir Ustmaniyah dari Balkan. Mabuk kemenangan, Serbia menginginkan perluasan lagi wilayahnya dengan mengusir Austria-Hongaria. Langkah pertama adalah dengan cara membunuh Franz Ferdinand, putra mahkota Austria-Hongaria. Inilah awal mula bencana Perang Dunia I.” –O– Inti dari penyebab pecahnya Perang Dunia I pada tahun 1914 adalah karena persaingan di antara kekuatan-kekuatan besar di Eropa.… Teruskan Membaca

Monumental

Islam dan Perang Dunia I (1): The Sick Man Of Europe

“Ada dua aspek utama penyebab dari melemahnya Ustmaniyah: peningkatan populasi yang sangat besar, dan penolakan terhadap modernisasi.” –O– Pada awal Perang Dunia I, sebagian besar wilayah di Timur Tengah secara politik didominasi oleh Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman). Dengan penguasaan wilayah yang sangat besar, Ottoman kemudian memutuskan untuk ikut terlibat dalam Perang Dunia I, namun apa alasan… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (5): Istanbul dan Perubahan Gelombang Sejarah

“Konstantinopel berganti nama menjadi Istanbul dan dijadikan ibu kota. Mengetahui Ustmaniyah berjaya, kekuatan-kekuatan Eropa mengubah rute perdagangannya ke Atlantik. Sebuah babak baru kolonialisme Eropa dimulai.” –O– Sultan Mehmed II mengubah nama Konstantinopel menjadi Istanbul, dan untuk pembangunannya kembali setelah penaklukan, Mehmed memandang bahwa jejak-jejak masa lalu kota ini tidak perlu dihancurkan. Sebaliknya, dia berusaha menjadikan… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (4): Jatuhnya Konstantinopel

“Shalat Jumat pertama setelah penaklukan dilakukan di Katedral Hagia Sophia. Untuk mengubahnya menjadi masjid, Ustmaniyah hanya perlu menyingkirkan lonceng dan salib. Namanya pun tidak diubah, hanya penyebutannya saja menjadi ‘Ayasofya,’ supaya terdengar lebih Turki.” –O– Di tengah jalannya pertempuran antara Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) dan Kekaisaran Bizantium, terdapat satu sosok di balik layar yang juga memainkan… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (3): Bantuan dari Eropa

“Konstantinus XI meminta bantuan terhadap Gereja Roma. Paus Nicholas V berjanji akan memberikan bantuan dengan syarat Konstantinopel nantinya harus berada di bawah otoritasnya. Namun ketika perang pecah, bantuan tidak kunjung tiba.” –O– Di balik benteng pertahanan Konstantinopel yang kokoh, Kaisar Bizantium Konstantinus XI memiliki firasat bahwa pertempuran kali ini akan berbeda —Konstantinopel sedang berada dalam… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (2): Meriam Raksasa

“Ustmaniyah membuat sebuah meriam raksasa seberat 16 ton, teknologi tercanggih pada masanya. Daya tembaknya melampaui 1,5 km. Inilah faktor kunci kemenangan mereka.” –O– Pada tahun 1953, walaupun masih menyandang nama besar Kekaisaran Romawi, namun pada dasarnya wilayah mereka yang sesungguhnya telah berkurang jauh dan tersisa hanya beberapa km persegi saja di Konstantinopel dan di Semenanjung… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (1): Alasan Strategis

“Bukan hanya karena Konstantinopel sangat kaya, tapi orang-orang Ustmaniyah sangat menyukai salah satu versi hadist Nabi yang berbunyi: ‘Suatu hari Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Seorang Amir yang baik dan pasukan yang baik akan mampu mencapai hal ini’.” –O– Dalam sejarah Eropa, Kekaisaran Romawi menikmati posisi paling unggul, kisah-kisahnya menjadi bahan pelajaran paling populer dibandingkan dengan… Teruskan Membaca

Monumental

Bai’at Aqabah (3)

“Mereka bertanya, “apakah engkau tidak akan meninggalkan kami untuk kembali pada kaum mu jika kemakmuran telah tercapai?” Rasulullah yang mulia tersenyum dan berkata, “Tidak. Tidak akan pernah. Darahmu adalah darahku. Aku milikmu dan engkau milikku. Kini, ulurkan tangan kalian”. —Ο—   Bai’at Aqabah pertama, atau sumpah pemberian dukungan masyarakat Madinah kepada Rasulullah SAW adalah terobosan yang sangat… Teruskan Membaca