Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Mualaf

Mualaf

Sean Stone (2): Tugas Setelah Masuk Islam

“Mereka membuat tuduhan bahwa saya bergabung dengan agama kekerasan. Orang-orang tidak memahami Islam. Saya memiliki pekerjaan menolong orang agar mengerti tentang ajaran (Islam) dan membantu mencerahkan sesama manusia, insya Allah.” –O– Sean Stone lahir di New York City di negara bagian New York. Ia lahir dengan nama ‘Sean Christopher Stone’ pada tanggal 29 Desember 1984.[1]… Teruskan Membaca

Mualaf

Sean Stone (1): Aktor Hollywood yang Mengucap Syahadat di Masjid Isfahan

“Saya menerima Islam karena saya secara terbuka menerima Nabi Muhammad SAW, dan itulah yang membuat saya Muslim, saya memahami Al-Quran sebagai kelanjutan dari tradisi Ibrahim…. Di dalam hati saya merasa bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan, bahwa untuk mengakui Tuhan, untuk memiliki hubungan dengan Tuhan secara langsung adalah melalui Islam. Ini adalah agama… Teruskan Membaca

Mualaf

Arnoud Van Doorn (3): Naik Haji dan Momen Penyesalan

“Saya merasa malu berdiri di hadapan makam Nabi. Saya memikirkan kesalahan besar yang telah saya buat dengan memproduksi film yang menodai kesucian itu, semoga Allah mengampuni saya dan menerima penyesalan saya.” –O– Selama 1,5 tahun dari sejak kedatangan pertamanya ke masjid, Arnoud Van Doorn terus mengalami kebimbangan tentang Islam. Dengan Al-Quran terjemahan bahasa Belanda yang… Teruskan Membaca

Mualaf

Arnoud Van Doorn (2): “Benarkah Islam itu Buruk?”

“Dalam kebingungannya setelah berkunjung ke Masjid, Doorn berkata kepada dirinya sendiri, ‘ini tidak bagus, mereka telah mengerjai saya, mereka telah memanipulasi pikiran saya, saya telah dicuci otak, sudahlah lupakan saja semua ini, saya tidak akan pernah kembali lagi ke sana.’” –O– Arnoud Van Doorn dibesarkan di lingkungan keluarga kebanyakan di Belanda. Dia merupakan anak tertua… Teruskan Membaca

Mualaf

Arnoud Van Doorn (1): Pembuat Film ‘Fitna” yang Memutuskan Masuk Islam

“Apabila Nabi Muhammad sekarang masih hidup, dia akan diburu sebagai teroris.” –O– Pada tahun 2008, sebuah film pendek dengan durasi 17 menit yang berjudul “Fitna” dipublikasikan di Internet. Film tersebut membahas hal-hal buruk tentang Islam. Di Film tersebut Islam digambarkan sebagai agama yang mempromosikan tentang kekerasan dan terorisme. Beberapa ayat di dalam Al-Quran sengaja dipilih… Teruskan Membaca

Mualaf

Mengenal Abdul Karim Oey (5): Indonesia Telah Merdeka, Perjuangan Selanjutnya adalah Dakwah

“Setelah merdeka tujuan dakwah Islam Karim Oey difokuskan kepada etnis Tionghoa di Indonesia. Pertimbangannya adalah bahwa dakwah terhadap etnis Tionghoa akan lebih efektif apabila dilakukan oleh sesama etnis Tionghoa yang muslim.” –O– Di dalam penjara, Letnan Van den Berg mendatangi Karim Oey tengah malam. Mereka berdialog berhadapan, namun Karim Oey tidak dapat melihat wajah Van… Teruskan Membaca

Mualaf

Mengenal Abdul Karim Oey (4): Pengkhianatan Masyumi Bengkulu

“Pembentukan Negara Federal Bengkulu tanpa memberi tahu pemerintah, maka itu berarti mancung pipi daripada hidung, dan sikap saudara-saudara ini termasuk pengkhianat bangsa.” ­–O– Tentara Belanda terus mendesak. Desa Tabarenah tak dapat dipertahankan sehingga mereka leluasa memasuki daerah Muara Aman. Sebentar-sebentar mereka muncul di sekitar kota kecil itu. Akhirnya Karim Oey dan kawan-kawan terpaksa mencari tempat… Teruskan Membaca

Mualaf

Mengenal Abdul Karim Oey (3): Perjuangan Kemerdekaan

“Pasca agresi militer Belanda ke-2,  Oey menjadi buronan tentara Belanda. Mengetahui hal ini, dia melarikan diri ke pedalaman Bengkulu.” –O– Tiga bulan setelah proklamasi, tepatnya pada tanggal 7 November 1945 berdiri sebuah Partai Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) di Yogyakarta. Pada tahun 1946, Masyumi didirikan juga di Bengkulu, di sana Abdul Karim Oey Tjeng Hien… Teruskan Membaca

Mualaf

Mengenal Abdul Karim Oey (2): Masuk Islam

“Oey Tiang Seng: ‘Ananda adalah orang yang mampu, orang keturunan baik-baik mengapa mau masuk suku Melayu, pakaian jorok dan serba buruk itu.'” –O– Di Bintuhan usaha Oey Tjeng Hien berkembang pesat. Dia telah menjadi pengusaha yang sukses dan kaya raya,  tapi hatinya terasa kosong dan hampa. Pegangan batin yang dia bawa dari Padang adalah kepercayaannya… Teruskan Membaca

Mualaf

Mengenal Abdul Karim Oey (1): Tionghoa Pembela Rakyat Kecil

“Van den Berg berkata, ‘orang-orang Tionghoa biasanya pedagang. Tetapi tuan menjadi orang politik. Sekarang sudah masuk penjara. Apa keuntungannya? Kalau tuan mau bekerjasama dengan Belanda, bisa saya usulkan tuan menjadi agen perusahaan-perusahaan Belanda seperti Borsumij, Internatio, Tels, atau agen Geo Wehry. Itukan suatu keuntungan besar?’ Abdul Karim Oey menjawab, ‘Saya banyak mengucap terima kasih atas… Teruskan Membaca