Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah - page 17

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (7): Pembunuhan Begter

Temujin mengintai kakaknya dengan panah. Ketika sudah dekat, dia menembaknya tanpa ampun. Atas tindakannya, Temujin menjadi buronan bagi seluruh masyarakat padang rumput Mongolia. Setelah bertengkar dengan ibu mereka, kedua bersaudara itu, Temujin dan Khasar melihat Begter sedang duduk diam di atas bukit kecil yang menghadap padang rumput. Mereka berdua mendekatinya dengan hati-hati di balik rerumputan… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (6): Begter si Kakak Tiri

Begter, kakak tiri Temujin yang usianya tidak berbeda jauh, berdasarkan tradisi Mongol kelak akan menjadi suami Hoelun, ibu Temujin. Temujin tidak pernah menyukai ide tersebut. Setelah terbuang dari sukunya dan hidup dalam status sosial terendah dalam sistem kemasyarakatan bangsa padang rumput Mongolia, bagaimana mungkin Temujin suatu saat nanti dapat menjadi Khan terbesar bagi bangsa Mongol?… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (5): Benih-Benih Revolusi (3)

Kecintaan masyarakat Persia dan Khurasan pada keturunan Ali dan Fatimah kerap dilingkupi oleh sikap-sikap emosional, sama halnya dengan kebencian mereka pada kebijakan-kebijakan penguasa Umayyah. Sehingga meski berkali-kali mereka menyatakan kesetiaannya dan pembelaannya terhadap keturunan Ali dan Fatimah, berkali-kali itu pula mereka terjerat oleh tipu daya politik Bani Umayyah.  Sebagaimana sudah diulas pada edisi sebelumnya, dimana… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (5): Kematian Yesugei

Setelah kematian ayahnya, karena dianggap tidak berguna, Temujin yang belum berusia sepuluh tahun dibuang oleh sukunya, sehingga dia mesti hidup seperti binatang, memakan apapun yang dapat dimakan, tikus dan akar-akaran. Pada saat Temujin sampai di perkemahan keluarganya, ayahnya sudah meninggal. Yesugei, ayah Temujin, meninggalkan dua istri dan tujuh anak yang usianya di bawah sepuluh tahun.… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (4): Borte

Dalam perjalanan ke Timur bersama ayahnya, Temujin bertemu dengan orang-orang suku Onggirat. Di sana dia bertemu Borte, gadis kecil cantik yang berusia setahun lebih tua darinya. Ayah Borte berkata kepada Temujin, “Anak ini memiliki api di matanya dan cahaya di wajahnya.” Hanya sedikit yang diketahui dari masa kecil Temujin pada masa awal, dan menurut beberapa… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (3): Temujin (3)

Ketika bangsa Mongol melakukan penyerangan ke Hongaria dan Rusia, orang Eropa menyamaratakan semuanya dengan sebutan Tatar. Padahal bangsa Mongol dan Tatar berbeda. Temujin (Genghis Khan) sendiri adalah nama Tatar, padahal dia asli Mongol. Inilah penjelasannya. Bagi sebagian orang, akan cukup membingungkan untuk membedakan bangsa Mongol dan Tatar, karena dalam ekspedisi perang ke berbagai wilayah yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (4): Benih-Benih Revolusi (2)

“Wilayah Persia dan Khurasan merupakan kawasan yang kaya, posisinya demikian strategis, dan masyarakatnya sangat kreatif. Akan tetapi, masyarakat di Khurasan dan Persia tidak pernah sekalipun memantapkan kesetiaannya pada Dinasti Umayyah.”  Khurasan, berjarak ribuan mil dari ibu kota Dinasti Umayyah di Damaskus. Sehingga cukup sulit mengontrol wilayah ini secara seksama dari puncak kekuasaan. Meski demikian, dinamika politik… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (2): Temujin (2)

Ketika Temujin dilahirkan, tangan kanannya telah menggenggam gumpalan darah berwarna hitam. Sang Ibu muda, Hoelun, yang sendirian dan gugup, kebingungan. Apakah itu merupakan sebuah tanda tertentu? Kelahiran Temujin Sejarah bangsa Mongol dimulai pada sekitar pertengahan abad ke-12. Di salah satu tempat paling terpencil di bentangan bagian dalam Eurasia, di dekat perbatasan Mongolia dan Siberia yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (1): Temujin (1)

Bangsa Mongol dikenal sebagai bangsa beringas yang gemar berperang. Kekhalifahan Abbasiyah adalah salah satu korban mereka. Namun, bangsa ini dikemudian hari malah memeluk Islam dan mendirikan Dinasti Islam. Bangsa Mongol pada masanya pernah menjadi bangsa yang menguasai dunia. Padahal awal mulanya mereka hanyalah kelompok masyarakat nomaden yang tingkat peradabannya tidak semaju peradaban-peradaban lainnya yang jauh… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (3): Benih-Benih Revolusi (1)

Bibit-bibit revolusi di dunia Islam sebenarnya terbentuk secara alamiah, sebagai efek samping dari kebijakan diskriminatif para khalifah Dinasti Umayyah terhadap penduduk yang non-Arab. Semangat ashobiyah yang berkembang pesat pada masa pemerintah Dinasti Umayyah telah melahirkan diskriminasi, perbudakan, perpecahan, dan penjajahan yang tidak bisa ditoleransi.     Revolusi Abbasiyah pertama kali meletus di daerah Khurasan, atau… Teruskan Membaca