Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah - page 3

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (73): Abu Ishaq Al-Muktasim (4)

Al-Muktasim memilih komandan korps pasukan budak dari Turki dari kalangan mereka sendiri, diantaranya: Ashinas, Bugha, dan Al-Afshin. Ketiga budak tersebut tidak pernah menyangka, bahwa sebentar lagi, nama-nama mereka akan tercatat di panggung sejarah Islam. Mungkin pada awalnya, sejumlah keputusan politik yang dipilih Al-Muktasim didorong oleh kebutuhan strategis untuk merebut dan mempertahankan kekuasaannya. Tapi siapa sangka,… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (72): Abu Ishaq Al-Muktasim (3)

Karena terbatasannya, Al-Muktasim membangun sumber daya politiknya dari unsur yang tidak populer. Setelah mengangkat perdana menteri dari agama Kristen, dia pun membentuk satuan ketentaranya dari kalangan budak (Mamluk). Abu Ishaq Al-Muktasim bukanlah satu di antara tiga putra mahkota yang diinginkan ayahnya, Harun Al-Rasyid. Akibatnya, dia tidak memiliki sumber daya memadai untuk memegang kekuasaannya. Ini berbeda… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (71): Abu Ishaq Al-Muktasim (2)

Al-Muktasim mengangkat Fald bin Marwan sebagai wazir (perdana menteri)-nya. Menariknya, Fald adalah seorang yang beragama Kristen. Sejarah mencatat, bahwa inilah untuk pertama kalinya orang non-Muslim mampu mencapai kedudukan demikian tinggi di dalam struktur pemerintahan Islam. Al-Muktasim dilantik di wilayah Tarsus (sekarang Turki), bekas wilayah teritori Bizantium. Ketika berita tentang wafatnya Al-Makmun tersebar, sebagian pasukan yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (70): Abu Ishaq Al-Muktasim (1)

Dia dilantik sebagai khalifah kedelapan Bani Abbas menggantikan Al-Makmun pada 8 Rajab 218 H/ 8 Agustus 833 M. Di tengah semaraknya gairah intelektual Islam masa itu, Al-Muktasim justru tidak bisa membaca dan menulis. Wafatnya Al-Makmun, menandai berakhirnya fase awal perkembangan Dinasti Abbasiyah. Karena setelah ini, Anak keturunan Abbas akan melalui fase sejarah yang baru, dimana… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (69): Wafatnya Al-Makmun

Menurut Tabari, masa kekhalifahan Al-Makmun berlangsung selama 20 tahun, 5 bulan dan 13 hari. Meski sosoknya cukup kontroversial, tapi umumnya sejawaran sependapat, bahwa selama kurun pemerintahannya, Al-Makmun telah berhasil mengantarkan peradaban Islam mencapai puncak era keemasannya. Al-Makmun meninggal pada hari Kamis, 18 Rajab 218 H, di sebuah wilayah Romawi yang dikenal dengan nama Badidun. Setelah… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (68): Abdullah Al-Makmun (17)

Al-Makmun mengetahui bahwa sebagian besar ulama yang mengakui kemahlukan Alquran, bersikap pura-pura patuh. Maka dia memerintahkan Ishaq bin Ibrahim agar mengirim para ulama tersebut menghadap langsung padanya di Tarsus. Tapi ketika mereka baru mencapai Raqqah, tersiar kabar bahwa Al-Makmun sudah wafat. Sebagaimaan sudah dikisahkan sebelumnya, bahwa setelah Ishaq bin Ibrahim membacakan surat balasan dari Al-Makmun… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (67): Abdullah Al-Makmun (16)

Ishaq bin Ibrahim membacakan surat balasan dari Al-Makmun di hadapan para ulama. Setelah mendengar tanggapan Al-Makmun, satu-persatu para ulama tersebut menyatakan bahwa Alquran adalah mahluk, kecuali empat orang, yaitu: Ahmad bin Hanbal, Sajjadah, Al-Qawariri and Muhammad bin Nuh al-Madrub. Setelah Ishaq bin Ibrahim selesai menginterogasi sejumlah ulama, dia menulis semua jawaban mereka, lalu mengirimkannya kepada… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (74): Masa Akhir Genghis Khan (4): Penaklukkan Terakhir (2)

Dalam perjalanan menuju ke Tangut, Genghis Khan terjatuh dari kudanya. Dia menderita luka dalam dan demam tinggi. Meski demikian dia tetap bersikeras melanjutkan ekspedisi penaklukkannya. Pada tahun 1126, atau Tahun Anjing, Genghis Khan dan pasukannya bergerak dari tanah Mongolia menuju ke selatan, ke wilayah suku Tangut. Dia hendak menyelesaikan urusan lamanya dengan Burkhan, khan suku… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (66): Abdullah Al-Makmun (15)

Al-Makmun memanggil para ulama ahli hadis ke persidangan inkuisisi. Pada gelombang pertama, dia memanggil tujuh tokoh ulama senior. Pada gelombang selanjutnya, dia memanggil sejumlah ulama yang lebih muda dari gelombang pertama. Di antara mereka yang hadir saat itu ada Ahmad bin Hanbal, tokoh pendiri mahzab Hanbali ” Dengan keluarnya surat Al-Makmun, maka pengadilan inkuisisi pertama… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (73): Masa Akhir Genghis Khan (3): Penaklukkan Terakhir

Gadis-gadis Mongol yang bisanya menghabiskan hari-hari dengan memerah susu, kini dapat mengenakan pakaian sutra dan emas dari tanah Muslim. Mereka juga kini memiliki pelayan Muslim. Sekembalinya pasukan Mongol dari Asia Tengah pada tahun 1223, mereka memperoleh banyak sekali barang jarahan. Bagi sebagian besar orang Mongol, ini menjadi titik tertinggi perolehan kekayaan dalam kehidupan mereka. Semangat… Teruskan Membaca