Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah - page 3

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (64): Abdullah Al-Makmun (13)

Di akhir tahun 216 H, Al-Makmun tiba di Mesir untuk memadamkan pemberontakan di sana. Sebagian catatan sejarah mengatakan, bahwa Al-Makmun sempat membuka salah satu Piramida yang ada di sana. Tujuannya tidak lain untuk menyingkap lebih jauh makna-makna tulisan yang banyak terdapat di dalam Piramida. Setelah selesai melakukan penandatanganan perjanjian damai dengan Theophilus, kaisar Bizantium, Al-Makmun… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (71): Masa Akhir Genghis Khan (1): Perseteruan Jochi dan Chagatai

Untuk mendamaikan kedua putranya, Jochi dan Chagatai, Genghis Khan mengirim mereka dalam sebuah ekspedisi perang. Alih-alih sukses, keduanya malah saling bertikai dan hendak mengobarkan peperangan. Episode kehidupan pribadi Genghis Khan yang paling tidak menyenangkan terjadi pada masa-masa menjelang sisa hidupnya, terutama selama kampanye perang ke Asia Tengah. Perseteruan yang terjadi di antara putra-putranya membuatnya sangat… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (70): Para Putra Genghis Khan (4): Ogodei Khan

Tidak ada yang tahu kelak apa yang akan terjadi sebagai dampak dari pertemuan kecil keluarga ini. Faktanya, sang putra mahkota akan menorehkan sejarah yang tidak kalah dari ayahnya. Setelah mendengar usulan dari Chagatai, bahwa yang layak untuk menjadi khan selanjutnya adalah Ogodei, putra ketiga, Genghis Khan bertanya kepada Jochi, “Bagaimana menurutmu, Jochi? Bicaralah!” Dengan tanpa… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (69): Para Putra Genghis Khan (3): Sang Putra Mahkota

Dengan perseteruan di antara Jochi dan Chagatai, maka posisi putra mahkota tidak akan jatuh kepada siapapun di antara mereka, melainkan anak yang lain. Siapakah dia? Sambil menarik kerah Chagatai, Jochi menerjangnya, dia berteriak-teriak marah. Kedua pria itu lalu saling baku hantam. Orang-orang dekat Genghis Khan yang ikut dalam pertemuan tersebut berusaha melerai mereka, keduanya ditarik… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (68): Para Putra Genghis Khan (2): Kisah Tentang Perebutan Kekuasaan

Chagatai berkata kepada Jochi, “Bagaimana mungkin kita membiarkan diri kita diperintah oleh bajingan keturunan Merkid ini?” sebuah pernyataan keras, dia ingin berkata bahwa Jochi bukanlah putra Genghis Khan. Dalam tradisi Mongol, membahas atau mempersiapkan kematian adalah sebuah tabu yang sangat terlarang. Meski demikian, Genghis Khan sadar sepenuhnya, bahwa persoalan suksesi kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (67): Para Putra Genghis Khan (1): Kisah Tentang Perebutan Kekuasaan

Genghis Khan menggambarkan keturunannya bagaikan ular. Dari keempat anaknya, siapa yang akan dia tunjuk? Genghis Khan memiliki banyak sekali anak, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka adalah anak-anak dari istri-istri dan selir-selirnya. Istri pertama dan tertua adalah Borte, darinya Genghis Khan memiliki empat anak laki-laki, mereka adalah Jochi, Chagatai, Ogodei, dan Tolui. Menurut tradisi bangsa Mongol,… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (63): Abdullah Al-Makmun (12)

Dalam ekspedisi militer ke Bizantium, Al-Makmun menggunakan jasa budak-budak Turki sebagai pasukan inti. Selama pertempuran tersebut, mereka berhasil menunjukkan keberanian dan kesetiaan yang mengagumkan. Dari sini, keberadaan mereka menjadi makin penting di mata para petinggi Dinasti Abbasiyah. Setelah menikahkan putrinya yang bernama Ummu Fadl, dengan Muhammad bin Ali Ridha pada bulan Safar 215 H, Al-Makmun… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (66): Berapa Jumlah Korban Mongol di Asia Tengah?

Sejarawan mencatat, jumlah korban yang dibunuh oleh Mongol mencapai 15 juta orang. Ini artinya, dalam satu waktu tertentu di suatu kota di Asia Tengah, setiap prajurit Mongol harus membunuh 350 orang. Mungkinkah? Kisah tentang kekejian bangsa Mongol di Asia Tengah, telah banyak digambarkan oleh para sejarawan. Sementara penghancuran banyak kota di Asia Tengah memang benar-benar… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (62): Abdullah Al-Makmun (11)

Pada tahun 211 H, Al-Makmun mendeklarasikan secara terbuka bahwa manusia pilihan mulia setelah Rasululllah Saw adalah Ali bin Abi Thalib. Pada tahun 212 H, dia mengatakan bahwa Alquran adalah mahluk juga. Pada tahun 215 H, dia menikahkan putrinya yang bernama Ummu Fadl dengan salah satu tokoh terkemuka keluarga Ali bin Abi Thalib yang bernama Muhammad… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (61): Abdullah Al-Makmun (10)

Al-Makmun meyakini, bahwa kebahagiaan sejati bagi masyarakatnya, adalah ketika kehidupan mereka berdiri di atas dasar pendidikan dan kebudayaan yang baik. Baginya, dana berapapun tak pernah cukup ketika dihadapkan dengan harga ilmu pengetahuan. Di samping sukses membangun Baghdad, Al-Makmun juga sukses menjinakkan sejumlah kekuatan oposisi di seluruh wilayah kekuasaannya. Adalah Abdullah bin Tahir, putra Tahir bin… Teruskan Membaca