Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam - page 20

Studi Islam

Tafsir Tematik – Islam, Nama Generik Semua Agama Samawi (5)

Tinjauan Dari Perspektif Alquran, Bukan tinjauan Fiqih Oleh: Haydar Yahya   “Sangat terang benderang, ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan persatuan bahkan persaudaraan. Persatuan, persaudaraan itu, nyaris tidak pernah terwujud. Semua itu hanya membuktikan, telah terjadi distorsi serius dalam pemahaman ajaran “Islam”. Naif mengingkarinya.” —Ο—   Sejarah panjang, perselisihan dikarenakan perbedaan pemahaman itu, baik terhadap pemahaman Al-Qur’an dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Tafsir Tematik – Islam, Nama Generik Semua Agama Samawi (3)

  Tinjauan Dari Perspektif Alquran, Bukan tinjauan Fiqih Oleh: Haydar Yahya   “Masihkah Sebagai Ahlul-Kitab, Yahudi dan Nasrani Dewasa Ini!?” —Ο—   Seperti disebutkan di atas, Alquran mengakui kehadiran, mengimani kebenaran kitab-kitab suci terdahulu tanpa kecuali. Tidak juga membeda-bedakan kenabian, kerasulan, para Nabi, Rasul sebagai pembawa pesan Allah (Surat Al-Baqarah 2 : 136 , Al-Imran… Teruskan Membaca

Studi Islam

Tafsir Tematik – Islam, Nama Generik Semua Agama Samawi (2)

  (Tinjauan Dari Perspektif Alquran, Bukan tinjauan Fiqih) Oleh: Haydar Yahya “Nama, bukanlah substansi. Islam pada hakikatnya adalah sebuah nama generik dari semua agama samawi. Islam lebih dari sekedar nama. Islam dari perspektif Al-Qur’an, lebih merujuk pada sebuah ajaran, tuntunan jalan keselamatan kembali menuju Allah Swt.” —Ο—   Rasulullah saw adalah uswah hasanah, contoh yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Tafsir Tematik – Islam, Nama Generik Semua Agama Samawi (1)

  (Tinjauan Dari Perspektif Alquran, Bukan tinjauan Fiqih) Oleh: Haydar Yahya   (Seyogyanya para pemeluk agama Ahlul-Kitab (Yahudi, Nasrani) menyimak Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an juga untuk mereka.) —Ο—   Sebagai sebuah agama, Islam memiliki perbedaan sangat mendasar dengan berbagai agama yang dikenal dunia. Pada umumnya para pemeluk agama berpandangan, bahkan juga diantara para pemeluk agama samawi… Teruskan Membaca

Studi Islam

Nasionalisme dalam Islam: Perspektif Etika (2)

“Mukadimah Konstitusi Indonesia sesungguhnya telah meletakkan nasionalisme dalam konteks etika yang kuat dan sangat selaras dengan Islam. Nasionalisme kita didasarkan pada konsep Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” —Ο—   Soal cinta tanah air ini sebenarnya… Teruskan Membaca

Studi Islam

Nasionalisme dalam Islam: Perspektif Etika (1)

Sayidina Ali pernah menyatakan: “Sesungguhnya negara dapat makmur dengan adanya cinta pada tanah air.” Pada kesempatan lain, beliau berkata: “Salah satu tanda kemuliaan seseorang adalah tangisannya atas apa yang telah berlalu dan kerinduannya pada tanah airnya.”  —Ο—   Masalah nasionalisme dalam Islam termasuk topik musiman. Sesekali timbul terus tenggelam lagi. Istilah anak-anak remaja sekarang topik… Teruskan Membaca

Studi Islam

Mengenal Nabi Khidir AS (3)

“Pada akhirnya Khidir tetaplah kekayaan Tuhan yang tersimpan rapat. Orang tidak pernah tau di mana dia sekarang ini, di mana rumahnya, dan seperti apa kehidupaannya. Orang bahkan hanya mengenalnya dengan warna. Ya, warna. Khidir, dalam bahasa Arab, merujuk hijau, warna kehidupan.” —Ο—   Setelah Nabi Musa As bertemu dengan Khidir, terjadilah perbincangan antara keduanya, yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Mengenal Nabi Khidir AS (2)

“Dia ingin sebuah kemesraan abadi dengan Tuhan Yang Kuasa, apapun ongkosnya. Dia ingin tak ada lagi mendengar kata perpisahan. Dia mendambakan kebaktian abadi. Tuhan Yang Kaya rupanya menjawab semua keinginannya. Zat Agung menarik jiwanya ke Kerajaan-Nya, mendudukkannya di dekat Singgasana sebelum akhirnya mengambil alih seluruh dirinya…” —Ο—   Untuk memulai tulisan ini, kami ingin mengutip… Teruskan Membaca

Studi Islam

Mengenal Nabi Khidir AS (1)

“Lalu keduanya berjumpa dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.” (QS. al-Kahfi: 65) —Ο—   Namanya sangat masyhur, meski sosoknya demikian misterius. Bahkan namanya-pun bukan nama sebenarnya. Orang-orang hanya mengenalnya dengan sebutan Khidir, yang artinya hijau.… Teruskan Membaca

Studi Islam

Tafsir Tematik tentang Ruh (2)

“Allah SWT menyebut penciptaan manusia dengan peniupan ruh-Nya, dan curahan rahmat-Nya kepada nabi dan kaum mukmin juga diungkapkan sebagai penguatan dengan ruh-Nya terhadap mereka. Sedangkan dalam konteks para malaikat tidak terdapat ungkapan peniupan ataupun penguatan terhadap mereka, tapi Allah SWT menyebutnya sebagai ruh-Nya.”  —Ο—   Ruh adalah Makhluk Agung yang Bukan Malaikat Pada QS. an-Nahl:… Teruskan Membaca