Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam - page 24

Studi Islam

Memahami Zionisme (2): Tanah yang Dijanjikan

“Dalam situasi yang tertindas, maka muncullah sebuah ide untuk pergi keluar, ke suatu tempat di mana mereka dapat hidup aman. Mereka memimpikan sebuah tempat yang eksklusif yang hanya dihuni hanya oleh orang-orang Yahudi saja. Tapi ke mana?” –O– Pada artikel sebelumnya kita telah membahas bahwasanya orang-orang Yahudi di Eropa merupakan kaum yang tertindas karena gelombang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memahami Zionisme (1): Awal Mula Konflik Israel-Palestina

“Jika anda bersikap netral dalam situasi ketidakadilan, anda harus melihat dari sisi si penindas. Jika seekor gajah menginjak ekor seekor tikus dan anda mengatakan bahwa anda netral, si tikus tidak akan menghargai netralitas anda.”[1] ~Desmond Tutu –O– Untuk memahami konflik Israel-Palestina, yang sekilas terlihat begitu rumit dengan segala dinamikanya, misal: runutan peristiwa, pihak-pihak yang terlibat,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kematian Manusia: Sebuah Karikatur (6)

   “Dengan menyingkirkan realitas Ilahi sebagai Pemelihara dan Pencipta alam raya, maka perspektif menyeluruh (holistic) itupun mengaus dan menyusut habis. Atomisme, determinisme, dan objektivisme adalah anak-cucu dari perselingkuhan antara materialisme dan humanisme yang merontokkan perspektif tersebut.”  —Ο— Khulasah: Deklarasi Kematian Manusia Sejenak setelah pikiran modern membunuh kesadaran akan Kehadiran Ilahi dari struktur kehidupan, manusia dan kemanusiaan binasa bersamanya. Yang terus hidup… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kematian Manusia: Sebuah Karikatur  (5)

“Dalam kebudayaan massa manusia menjadi objek. Mereka kehilangan gugus makna, sehingga tidak mampu memahami konteks umum dari kehidupan ini. Mereka teralienasi, kehilangan identitas sebagai pribadi (person). Tercekik oleh sistem yang dibuatnya sendiri, identitas pribadi itu mengering secara eksistensial.” —Ο— Kelahiran Massa dan Kematian Manusia Di dalam rahim materialisme, humanisme, dan kapitalisme modern, terkandung kebudayaan massa. Ciri-ciri utama… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kematian Manusia: Sebuah Karikatur (4)

“Humanisme Renaisans adalah “ibu kandung” darwinisme, kapitalisme, dan kolonialisme. Nalar pemikiran-pemikiran inilah, yang memantik impuls orang Eropa untuk menggelar perbudakan dan mengobarkan kekerasan di jagat raya.” —Ο— Ekses-ekses Penuhanan manusia meniscayakan kekuasaan dan kekayaan dan kehancuran manusia itu sendiri. Yang berlaku adalah hukum: lebih besar kekuasaan dan kekayaan, lebih layak manusia untuk hidup (baca: teori evolusi).… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kematian Manusia: Sebuah Karikatur (3)

 “Ketika sisi kualitatif dinegasikan, kehidupan menjadi DNA dan partikel-partikel kuantitatif atau gumpalan energi yang terkurung dalam penjara molekular-molekular yang memilukan. Saintisme menggantikan agama, dan fungsi-fungsi kependetaan beralih ke bahu para ilmuwan.” —Ο— Pendekatan kuantitatif terhadap alam menafikan sisi kualitatif kehidupan, sehingga ajaran benar-salah dan baik-buruk digantikan mencekik semua orang yang tinggal di pusat-pusat perkotaan adalah… Teruskan Membaca

Studi Islam

Astrolab: GPS Pertama Hasil Inovasi Seorang Muslimah Abad 10

“Astrolab adalah instrumen utama astronomi kuno. Berfungsi persis seperti GPS di era modern. Alat ini pertama kali dikembangkan oleh bangsa Yunani. Pada Abad ke-10, seorang cendekiawan muslimah menyempurnakannya…” —Ο—   Salah satu elemen penting dari infrastruktur informasi global, adalah Global Positioning System atau lazim disebut GPS. Teknologi ini merupakan alat yang membantu manusia dalam menentukan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kematian Manusia : Sebuah Karikatur (2)

“Humanisme Renaisans memicu terjadinya pemujaan tak terkendali pada individu. Alam dieksploitasi untuk memuaskan syahwat manusia. Posisi sakral kebijaksanaan digantikan oleh matematika, dan nalar kuantitatif mengeliminir makna-makna kualitatif.” —Ο— Renaisans Menurut Jostein Gaarder, Renaisans menyuguhkan pandangan baru ihwal manusia: humanisme. Berbeda dengan humanisme Abad Pertengahan yang memberi tekanan pada hakikat manusia sebagai pendosa, humanisme Renaisans menganggap manusia… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kematian Manusia: Sebuah Karikatur (1)

“Istilah “kematian manusia” mengacu pada problem filosofis-eksistensial. Ketika identitas-diri perlahan-lahan  meleleh, dan tak ada “nama” yang bisa menandai (signify) eksistensi mereka. Dalam ngarai anonimitas yang menakutkan itu, mereka karam dan lenyap.” —Ο— Pengantar Alih-alih merupakan sesuatu yang stagnan dan statis, istilah “kematian manusia” ini justru mengacu pada proses yang terus berlangsung. Karena itu, gejala “kematian manusia” ini adalah… Teruskan Membaca

Studi Islam

Al-Tahtawi; Islam dan Patriotisme (3)

Hukum Alam dan Syariat-Syariat Kegiatan-kegiatan manusia harus menyesuaikan diri dengan penyebab-penyebab yang disebutkan tadi di atas; artinya manusia harus melakukan penelitian terhadapnya; jika tidak maka ia akan menerima hukuman Tuhan lantaran melakukan hal-hal yang bertentangan dengan sang Pencipta penyebab-penyebab itu. Sekedar contoh dapat dikemukakan, jika orang ingin melihat di kegelapan malam dia harus melakukan serangkaian… Teruskan Membaca