Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam - page 25

Studi Islam

Al-Tahtawi; Islam dan Patriotisme (1)

Kebijaksanaan Raja dikatakan telah cocok, jika putera-puteri tanah air dipersatukan oleh bahasa mereka, oleh kesetiaan mereka kepada seorang raja yang berkuasa secara sah, oleh kepatuhan mereka kepada hukum (Syariat) Tuhan dan oleh kepatuhan mereka kepada kekuasaan politik yang memegang pemerintahan. Ini semua adalah sebagian dari ketentuan-ketentuan Tuhan yang diberikan kepada umat manusia dengan tujuan agar… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Anasir-Anasir Sosialisme (1)

Dalam faham sosialisme ada tiga anasir, yaitu: kemerdekaan (Vrijheid-liberty), persamaan (gelijkheid-equality) dan persaudaraan (broederschap-fraternity). Ketiga anasir ini banyak dimasukkan di dalam aturan Islam dan di dalam persatuan hidup bersama yang telah dijadikan oleh Nabi yang suci, Muhammad Saw.   Kemerdekaan Tiap-tiap orang Islam tidak harus takut kepada siapa atau apa pun juga, melainkan diwajibkan takut… Teruskan Membaca

Studi Islam

Sumber Emanasi (al-Isyraq) Suhrawardi (2)

Di samping sumber-sumber Yunani dan Middeteraniian Sea (lautan Mideteriana), Suhrawardi juga berpaling kepada hikmat (pemikiran) Iran kuno. Ia mencoba membangkitkan keyakinan-keyakinannya secara baru, dan memandang pemikir Iran kuno sebagai pewaris langsung hikmat yang turun sebelum (menimpanya) ‘topan’ terhadap kaum nabi Idris atau, Akhnu’ (inukh dalam bahasa Hebrew), yang pengarang-pengarang Muslim menghitung sebagai ibarat dari Hermes.… Teruskan Membaca

Studi Islam

Sumber Emanasi (al-Isyraq) Suhrawardi (1)

Kaum muslimin berbeda pendapat, baik para sejarawan maupun filsuf, mengenai bentuk ma’rifat yang dinamakan Emanasi, yang diciptakan Suhrawardi, sebagai hasil perpaduan dua cabang ma’rifat. Jurjani dalam bukunya Kitab al-Ta’rifat yang popular, yang banyak menyebutkan tokoh-tokoh emanasi (yang guru besar mereka adalah plato), ketika mneyebutkan Abdurazak Kasyani dalam mengomentari Fushus al-Hikam-nya Ibnu Arabi, adalah sebagai pengikut… Teruskan Membaca

Studi Islam

Mengapa Hukum-Hukum Islam Berbeda?

Prof. Dr. Sobhi Mahmassani dalam kitabnya Falsafatut Tasyri’ fil Islam, mengatakan beberapa sebab timbulnya perbedaan faham dalam menetapkan hukum-hukum Islam furu’ (cabang) sebagai berikut: “kenyataan dalam, bahwa pandangan hidup masyarakat itu berubah-ubah dengan berubah zaman dan tempatnya. Dan oleh karena syariat dan hukum Islam merupakan gambaran daripada masyarakat-masyarakat kaum muslimin, tak dapat tidak ia berbekas… Teruskan Membaca

Studi Islam

Istilah-istilah irfan (3)

Selanjutnya, dalam wacana ‘Irfan, kerap kita mendengar satu fase atau tahap krusial dan penting dalam memulai sebuah perjalanan ruhani, tahap itu adalah Iradah dan riyadhah. Riyadhah atau olah ruhani; merupakan tahap selanjutnya yang akan ditempuh oleh pelancong ruhani, setelah sebelumnya mampu membangkitkan iradah-nya. Menurut Abd Al Razzaq Kasyani, “Iradah ialah gejolak api cinta yang jatuh… Teruskan Membaca

Studi Islam

Istilah-istilah irfan (2)

Selanjutnya mahiyah terbagi kepada substansi dan aksiden. Substansi (jawhar) adalah apa saja yang mendasari atau melambari entitas (maujud). Dengan kata lain, “bahan” dasar setiap maujud. Pengertian ini bisa dilawankan dengan aksiden, yang bermakna sifat-sifat subtansi. Sedang aksiden (‘aradh); sifat-sifat substansi. Misalnya substansi setiap benda material adalah material (bahan)-nya. Maka, menempati ruang – yang merupakan sifat… Teruskan Membaca

Studi Islam

Istilah-Istilah irfan (1)

Tasawuf, atau Irfan (Gnostisisme) adalah pengungkapan pengalaman-pengalaman mistik (sufistik) ke dalam bahasa, yang antara lain dicirikan dengan penggunaan bahasa-bahasa analogis dan simbolik. Kadang ‘irfan disebut juga tasawuf teoritis. Mistisisme itu sendiri dipahami sebagai kepercayaan sampai batas tertentu bersifat “tersembunyi” (dari persepsi umum), hanya dapat diperoleh melalui pengalaman intuitif suprarasional, bahkan spiritual, dan bukan melalui nalar… Teruskan Membaca

Studi Islam

Siapa Para Sahabat Nabi?

Selain Al-Quran, hadis Nabi lah yang menjadi acuan hukum dalam agama Islam. Adapun sumber terpenting dalam periwayatan hadis ini, tidak lain adalah para sahabat Nabi. Kegagalan seseorang dalam mengetahui sahabat Nabi, sama dengan kegagalan menghadirkan alasan (hujjah) untuk perbuatan yang berhubungan dengan agama. Sebab kepada merekalah Nabi “mewarisi” agama ini. Kepada mereka Nabi bersabda, memberi… Teruskan Membaca

Studi Islam

Hubungan Masyarakat Arab Dan Otentitas Alquran

Al-Quran memperkenalkan dirinya dengan berbagai ciri dan sifat. Salah satu di antaranya adalah bahwa ia merupakan kitab yang keotentikannya dijamin oleh Allah, dan ia adalah kitab yang selalu dipelihara. Akan tetapi, dapatkah kepercayaan itu didukung oleh bukti-bukti lain selain penjelasan yang dikemukakan oleh Al-Quran itu sendiri? Dan, dapatkah bukti-bukti itu meyakinkan manusia termasuk mereka yang… Teruskan Membaca