Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tasawuf - page 4

Tasawuf

Diskursus Sufi (3): Tasawuf sebagai Penghayatan atas Kehambaan

Puncak tasawuf sebenarnya adalah realisasi (tahaqquq) dan penghayatan terhadap kehambaan kepada Allah. Dalam mencapai kehambaan itu, sebagian sufi (seperti Al-Ghazali) menekankan ketakutan, sementara sebagian lain (seperti Jalaluddin Rumi) menekankan kecintaan. Salah satu persoalan yang senantiasa menghantui pikiran dan perasaan manusia adalah tujuan penciptaan alam semesta, terutama tujuan penciptaan manusia. Persoalan inilah yang melahirkan filsafat dan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Diskursus Sufi (2): Pengantar (2)

Dalam literatur sufi, Tuhan adalah puncak kesempurnaan. Semua yang sempurna dalam maknanya yang paling mutlak dan tak terbatas adalah esensi Tuhan. Manusia, di sisi lain, adalah replika Tuhan. Raison d’atre penciptaannya tak lain ialah menjadi manusia paripurna (insan kamil). “Quantum Being” Pada paruh kedua abad 20, sejumlah pemikir Barat seperti Max Planck, Paul Dirac, Louis… Teruskan Membaca

Tasawuf

Diskursus Sufi (1): Pengantar (1)

“Demi Allah, seandainya kau wahai dunia, adalah manusia yang tampak nyata, berjiwa berperasaan, niscaya akan kulaksanakan hukuman Allah atas dirimu, sebagai pembalasan bagi hamba-hamba yang telah kau kelabui dengan angan-angan kosong. Atau bangsa-bangsa yang kau jerumuskan ke dalam jurang-jurang kehancuran. Atau raja-raja yang kau halau ke dalam kebinasaan dan kau masukkan ke pusat-pusat bala` dan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (7): Bapak Sufi Dunia

Surat Hasan al-Basri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz: “Berhati-hatilah terhadap dunia ini dengan segala kewaspadaan; karena ia seperti seekor ular, halus saat disentuh, tetapi racunnya mematikan.” Manifestasi pertama sufisme – meskipun pada waktu itu belum ada istilah “sufi” – dapat ditemukan pada figur Nabi Muhammad SAW itu sendiri, lalu kemudian Ali bin Abi Thalib,… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (6): Wafatnya Rabiah al-Adawiyah

Munkar dan Nakir bertanya, “Siapa Tuhanmu?” Rabiah menjawab, “Aku, yang hanya memiliki-Mu di dunia, tidak akan pernah melupakan-Mu, mengapa Engkau harus mengirim utusan untuk bertanya ‘siapakah Tuhanmu?’.” Rabiah Jatuh Sakit Suatu hari Rabiah jatuh sakit. Dia ditanya apa penyebabnya. “Aku memandang Firdaus,” jawabnya, “Dan Tuhanku mendisiplinkanku.” Kemudian Hasan al-Basri pergi untuk menjenguknya. “Aku melihat salah… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (5): Melamar Rabiah al-Adawiyah

“Ikatan pernikahan hanya berlaku untuk mereka yang memiliki keakuan…. Engkau harus meminta diriku kepada-Nya, bukan kepadaku,” kata Rabiah kepada Hasan. Rabiah al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita pertama yang melegenda. Dia dilahirkan di Basra, Iraq, pada era Dinasti Abbasiyah berkuasa. Ada beberapa versi tentang tahun kelahirannya, di antaranya ada yang menyebut tahun 717 M,[1] sementara versi… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (4): Dia yang Meminum Air Nabi

Tanpa sepengetahuan Nabi Muhammad SAW, Hasan kecil meminum air miliknya. Nabi berkata anak ini akan mendapatkan pengetahuannya sebanding dengan air yang telah diminumnya. Ketika Hasan al-Basri dilahirkan, Umar bin Khattab, sahabat Nabi dan yang kelak akan menjadi khalifah kedua umat Islam, melihatnya. Umar mengatakan bahwa bayi itu tampan (Hasan). Maka semenjak itulah dia bernama Hasan.… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (3): Simeon si Pemuja Api

Hasan al-Basri memperlihatkan kepada Simeon yang hampir mati tangannya yang tidak dapat terbakar api atas izin Allah. Melihatnya Simeon tersentak. “Jadilah seorang Muslim,” kata Hasan kepadanya. Hasan al-Basri memiliki seorang tetangga yang bernama Simeon, dia adalah seorang pemuja api. Suatu hari Simeon jatuh sakit dan ajalnya hampir tiba. Sahabat-sahabat meminta Hasan untuk bersedia menjenguknya. Akhirnya… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (2): Dia yang Bertaubat

Hasan al-Basri, dikisahkan, setiap harinya shalat Ashar di Basra, Iraq. Setelahnya dia pergi ke Mekkah, dan sebelum Maghrib telah kembali ke Basra. Jarak Basra ke Mekkah adalah 1.500 km. Hasan Bertaubat Sekarang giliran para orang tua yang mulia yang datang, mereka berkata, “Wahai putra mahkota, seandainya malapetaka yang menimpa dirimu ini dapat dicegah oleh campur… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (1): Hasan si Pedagang Mutiara

Sebelum dikenal sebagai ahli agama yang termasyhur, Hasan al-Basri adalah seorang pedagang mutiara. Lalu apa yang membuatnya berubah haluan. Simak kisahnya. Abū Saʿīd b. Abi ’l-Ḥasan Yasār al-Baṣrī, atau seringkali disebut Hasan dari Basrah, atau secara singkat biasa disebut Hasan al-Basri lahir di Madinah pada 21 H/642 M. Ayahnya adalah seorang budak Persia yang ditangkap… Teruskan Membaca