Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Travel - page 2

Travel

Tarim; Kota Para Wali (1)

“Di antara sejumlah pusat studi keislaman dunia, Tarim adalah mahkotanya.”  —Ο—   Bagi sebagian kalangan di Indonesia, nama kota Tarim mungkin tidak terlalu akrab. Tapi bagi sebagian yang lain – seperti para santri dan kalangan ulama – begitu mendengar nama Tarim, hatinya mungkin langsung terguncang. Ada kerinduan, kesan spiritual, dan perhormatan yang dalam pada tempat… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (15): Bertemu Raja Persia-Mongol

“Il-khan adalah contoh bagaimana keturunan prajurit Mongol dapat berkonversi menjadi orang Persia dan Muslim.  Dia seorang Muslim sejati yang menguasai sastra, dia mampu menulis baik bahasa Arab maupun Persia. Di bidang seni, Il-Khan bisa memainkan kecapi, menulis lagu, dan juga puisi. Sementara itu, sebagai penguasa, dia dinilai dapat memerintah dengan bijak.” –O– Kedatangan Ibnu Bathuthah… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (14): Baghdad

“Ibnu Bathuthah tiba di Baghdad, di antara sekian banyak hal yang menarik bagi Ibnu Bathuthah di antaranya adalah keberadaan salah satu universitas tertua di dunia, Universitas al-Mustansiriya; Bayt Al-Hikmah (House of Wisdom/Rumah Kebijaksanaan); dan Pemandian Umum (Hamam)” –O– Ibnu Bathuthah melanjutkan perjalanan dengan teman seperjalanan lainnya dan tiba di Baghdad, ibukota satu-satunya Dinasti Abbasiyah. Tapi… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (13): Imam Mahdi

“Mereka berseru, ‘atas nama Allah, wahai sang Imam zaman, atas nama Allah, datanglah! Korupsi merajalela, dan ketidakadilan tersebar luas!’” –O– Setelah bertemu orang suci dan menziarahi makam-makam suci di Shiraz, Ibnu Bathuthah hendak melanjutkan perjalanan ke Baghdad. Namun sebelum sampai ke sana, dia harus melewati dulu beberapa kota, yaitu Kazarun, Zaydan, Huwayza, dan Kufah. Di… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (12): Syekh Majd ad-Din Ismail dan Syekh Abdallah ibnu Khafif

“Shiraz (sekarang Iran), selain sebagai kota metropolis yang memukau juga banyak melahirkan generasi orang-orang suci.” –O– Dalam bukunya yang berjudul Rihlah¸ Ibnu Bathuthah memberikan porsi yang cukup panjang mengenai kerberadaan orang-orang suci di Shiraz dan sekitarnya. Beberapa nama yang disebut oleh Ibnu Bathuthah di antaranya adalah Ahmad bin Musa Kazhim, Syekh Majd ad-Din Ismail, Syekh… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (11): Isfahan dan Shiraz

“Di seluruh Timur tidak ada kota yang mendekati Damaskus dalam keindahan pusat perdagangan, kebun buah dan sungai, dan kerupawanan penduduknya, kecuali Shiraz.” –O– Setelah beberapa hari meninggalkan kota Idhaj, Sultan Atabeg yang gemar mabuk mengirimkan beberapa Dinar untuk Ibnu Bathuthah, teman-teman seperjalanan Ibnu Bathuthah juga turut kebagian dengan jumlah yang sama. Pemberian tersebut sebagai hadiah… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (10): Persia

“Sang Sultan mabuk berat, dia berkata, ‘bicaralah’. Ibnu Bathuthah menjawab, ‘tidak ada satupun yang ingin kulakukan untuk menentangmu sebagai penguasa, tapi ini….,’ kata Ibnu Bathuthah sambil menunjuk gelas berisi anggur di hadapan Sultan.” –O– Ketika tiba di Basrah, Ibnu Bathuthah cukup kecewa, sebab Basrah yang dulunya terkenal karena keindahannya kini telah menyusut, baik dari tingkat… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (9): Tarekat Rifa’iyya

“Di Umm ‘Ubayda, Ibnu Bathuthah melihat para Darwish dari Tarekat Rifa’iyya melakukan ritual memakan bara api dan memakan ular hidup-hidup, dan karenanya mereka mencapai ekstasi” –O– Setelah mengunjungi makam Imam Ali bin Abi Thalib, kafilah melanjutkan perjalanan ke Baghdad, namun Ibnu Bathuthah tidak ikut, dia memilih ke Basrah terlebih dahulu, dia bergabung dengan pasukan Arab.… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (8): Mengenal Sufi

“Ibnu Bathuthah menempuh perjalanan dari Mekah menuju Mesopotamia selama 44 hari. Dalam perjalanan dia sempat berziarah ke makam Ali bin Abi Thalib dan bertemu dengan kaum Sufi. Ibnu Bathuthah sangat tertarik dengan gagasan-gagasan dalam Sufi.” –O– Sekitar 100 tahun sebelum penjelajahan Ibnu Bathuthah, pasukan Mongol yang dipimpin oleh cucu Genghis Khan, Hulagu, melakukan invasi ke… Teruskan Membaca

Travel

Ibnu Bathuthah, Penjelajah Terbesar Sepanjang Masa (7): Ibadah Haji

“Untuk mencapai Mekah dari kampung halamannya, Maroko, Ibnu Bathuthah telah menempuh perjalanan selama 1,5 tahun. Perjalanan haji Ibnu Bathuthah merupakan perjalanan haji terlama yang pernah tercatat di dalam sejarah.” –O– Seiring dengan beberapa pergantian penguasa di dunia Islam, maka bentuk Ka’bah pun pernah berganti beberapa kali. Ketika Ibnu Bathuthah tiba di Mekah, bentuk Ka’bah sudah… Teruskan Membaca