Mozaik Peradaban Islam

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (4)  

Kisah pelancongan Ibn Arabi menggapai Tuhan dan melenyapkan ego terlihat mudah. Tapi berdasarkan pengakuannya sendiri,  Ibn Arabi pernah mengalami masa “jâhiliyyah”, dimana perhatiannya terbelah antara hasrat duniawi dan cinta Ilahi. Masa Remaja Ibn Arabi menyimak kisah-kisah di atas sebelum beranjak dewasa. Di masa itu, Ibn Arabi masih dalam periode yang dia gambarkan sendiri sebagai jâhiliyyah… Teruskan Membaca

Sejarah

Sirah Rasul: Terobosan Besar Hijrah (5)

  Cara-cara Inovatif untuk Mendapatkan Pengikut Baru Tak ayal lagi, para pengikut yang baru masuk Islam di Madinah ini sangat bersemangat dengan keimanan baru mereka. Mereka menyadari bahwa sebagai orang yang percaya pada keesaan Allah, mereka telah memulai tahapan baru dalam sejarah mereka tatkala keimanan menjadi penggerak utama. Mereka memiliki misi yang harus dipenuhi. Tugas… Teruskan Membaca

Sejarah

Sirah Rasul: Terobosan Besar Hijrah (4)

  Merangkul Anggota Baru yang Berpengaruh Mus’ab bin Umair adalah pekerja yang berdedikasi dengan perangai yang tepat untuk berbaur dengan orang asing dan mengundang mereka untuk memeluk Islam sebagai agama dan jalan hidup. Dia juga bertugas mengamati situasi secara umum dan kelayakan bagi sebuah eksodus kaum Muslim dari Mekah ke Madinah. Mungkin, dia bakal mengemban… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Tentang Raja Islam Pertama di Nusantara (2)

Dalam hal tahun pelantikan Saiyid Abdul Aziz sebagai Raja Perlak, tidak ada kesamaan pendapat antara Prof. A. Hasjmy dengan Prof. Aboebakar Aceh. Tapi keduanya tidak ada perbedaan terkait narasi masuknya pengaruh Islam di Perlak, hingga kemudian berdiri kerajaan Perlak. Adapun pendapat tentang urutan tahun Tengku M. Yunus Jamil yang dikutip oleh Prof. Aboebakar Aceh sebenarnya… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Tentang Raja Islam Pertama di Nusantara (1)  

Masih dalam suasana bulan Muharam, kita sedikit mengenang babak sejarah Islam Nusantara. Pada bulan ini (Muharam), 1214 tahun yang lalu, atau bertepatan dengan 1 Muharam 225 Hijriah, Saiyid Abdul Aziz dilantik secara resmi menjadi Raja Kerajaan Perlak, dengan gelar Sulthan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah. Ia merupakan raja Islam pertama di Nusantara. Dengan naiknya… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perihal Doa

Oleh Musa Kazhim Doa merupakan kegiatan naluriah manusia. Sepanjang sejarah manusia, doa telah dan senantiasa hadir dalam ruang-ruang kehidupan, baik disadari ataupun tidak. Temuan-temuan arkeologis menunjukkan bahwa doa telah menjadi bagian inheren dalam sejarah peradaban manusia. Keinginan “berbicara” dengan dan mengeluh kepada Tuhan telah dan senantiasa ada. Hanya saja, seiring perkembangan manusia, keinginan ini mengemuka… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (5): Akhir Hayat

“Saya menangis untuk masalah-masalah lain. Dulu saya pernah diminta membaca sebuah sajak. Lalu ada rekan mahasiswa yang menangis, terharu. Saya pun ikut menangis. Saya juga gampang menangis kalau membaca riwayat Nabi Muhammad. Indah sekali. Membayangkan pengorbanan Nabi yang tidak mementingkan diri sendiri. Tidak ada agama Islam, kalau tidak ada Nabi. Saya juga menangis kalau mengenangkan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Mengapa Hukum-Hukum Islam Berbeda?

Prof. Dr. Sobhi Mahmassani dalam kitabnya Falsafatut Tasyri’ fil Islam, mengatakan beberapa sebab timbulnya perbedaan faham dalam menetapkan hukum-hukum Islam furu’ (cabang) sebagai berikut: “kenyataan dalam, bahwa pandangan hidup masyarakat itu berubah-ubah dengan berubah zaman dan tempatnya. Dan oleh karena syariat dan hukum Islam merupakan gambaran daripada masyarakat-masyarakat kaum muslimin, tak dapat tidak ia berbekas… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (3)

Jejak perjalanan ruhani para pendahulunya telah memahat jiwa Ibn Arabi demikian istimewa. Bakat ruhani yang dimilikinya sejak usia dini, adalah hasil perkalian yang kompleks dari jiwa-jiwa besar tersebut. Bakat Ruhani Bakat ruhani Ibn Arabi memang mengalir deras dari garis ayah dan ibunya. Paling tidak ada tiga pamannya—dua dari garis ibu dan satu dari garis ayah—yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Sirah Rasul: Terobosan Besar Hijrah (3)

Masyarakat Madinah Kota Yatsrib yang kini dikenal dengan nama Madinah (berarti ‘Kota’), pada masa Nabi dihuni oleh dua suku utama bangsa Arab, Aws dan Khazraj. Kedua suku ini mempunyai sejarah yang panjang dalam perang berdarah yang telah melemahkan kekuatan mereka masing-masing. Pertempuran terakhir yang bernama Bu’ath berlangsung selama dua tahun persis sebelum peristiwa yang akan… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (4): Penghayatan terhadap Islam

Derajat keislaman seseorang ketika sudah memeluk agama Islam tidak serta merta langsung menuju tingkatan yang kaffah. Begitu pula dengan Rendra, dia melewati fase-fase tertentu dalam perjalanan keislamannya. Untuk fase awal, sewaktu beliau belum masuk ke Islam, dengan latar belakangnya sebagai penyair, pemain teater, seniman, dan juga budayawan, beliau sudah memiliki wawasan yang luas, filosofi kehidupan… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (3): Mengucap Syahadat

Ada beberapa versi mengenai kapan persisnya WS Rendra memeluk agama Islam. Pertama, yaitu mengucapkan syahadat ketika hari perkawinannya dengan Sitoresmi, 12 Agustus 1970.[1] Kedua, surat kabar Angkatan Baru (24 November 1968) telah memberitakan bahwa “WS Rendra dan istri keluar dari agama Katolik.”[2] Ketiga, sebagaimana diungkapkan oleh Rendra sendiri dalam sebuah wawancara, bahwa beliau mengucap syahadat… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (3)

Apa yang ungkapkan oleh Preston senada dengan hasil analisis Said. Menurut Edward W. Said ada dua unsur pokok dalam hubungan Timur dan Barat. Unsur pertama, adalah pengetahuan sistematis yang terus tumbuh di Eropa mengenai dunia Timur, satu pengetahuan yang keberadaannya diperkuat dengan munculnya invasi-invasi kolonial, perhatian yang besar terhadap hal-hal yang asing dan tidak biasa,… Teruskan Membaca

Sejarah

Sirah Rasul: Terobosan Besar Hijrah (2)

Tak Mengabaikan Individu Bagaimanapun, Nabi tidak membatasi pendekatannya kepada para delegasi suku. Setiap kali beliau mendengar tentang kedatangan seseorang yang berkedudukan terhormat di antara kaumnya ke Mekah, beliau akan mendekatinya dan menjelaskan Islam kepadanya. Dalam kasus-kasus seperti ini, beliau tidak meminta perlindungan. Beliau hanya membuat permintaan itu bila menyeru kepada suatu suku secara kolektif. Seorang… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Penemuan dan Pengembangan Cendikiawan Muslim di Bidang Sains dan Ilmu Sosial (2)

Periode Mamluk, Fathimiyah, Usmani dan Safawi Dinasti Mamluk melanjutkan kemajuan ilmu pengetahuan pada era-era sebelumnya, terutama karena beberapa faktor sebagai berikut: a) cendikiawan dan ulama sangat dihormati baik oleh masyarakat maupun penguasa; b) para penguasa memuliakan ilmu dan gemar menuntut ilmu apa pun; c) perjalanan dan petualangan ilmiah dilakukan demi memperkaya khazanah intelektual umat Islam;… Teruskan Membaca

Orientalis

Orientalisme; Sebuah Pengantar (2)

Menurut Edward W. Said, relasi antara Timur dengan Barat adalah relasi kekuasaan, dominasi, dan hegemoni yang kompleks… Timur mengalami “orientalisasi” atau Timur yang ditimurkan. Timur adalah ciptaan, hasil imajinasi yang muncul dari ketidakjujuran. Struktur orientalisme merupakan struktur kebohongan atau mitos belaka. Said sendiri berkeyakinan bahwa orientalisme secara khusus lebih bermakna sebagai tanda kekuasaan Atlantik-Eropa terhadap… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (2): Mengenal Islam

Banyak kalangan menilai bahwa masuknya WS Rendra dari Katolik ke Islam adalah karena persoalan poligami. Pada usia 24 tahun, ia menemukan cinta pertamanya pada diri Sunarti Suwandi. Dia kemudian menikahinya pada 31 Maret 1959 itu, dari pernikahan tersebut Rendra mendapat lima anak: Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta.[1]… Teruskan Membaca

Mualaf

WS Rendra (1): Sang Penyair

“Kesadaran Adalah Matahari Kesabaran adalah Bumi Keberanian menjadi Cakrawala dan Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata” (WS Rendra. Depok, 22 April 1984) Itulah kutipan dari puisi WS Rendra yang begitu melegenda. Puisi tersebut begitu melekat bagi para aktivis pergerakan di zaman orde baru berkuasa. Seringkali puisi tersebut dikutip dalam mimbar-mimbar orasi pergerakan, atau dalam sebuah tulisan yang… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Penemuan dan Pengembangan Cendikiawan Muslim di Bidang Sains dan Ilmu Sosial (1)

Pengantar Sejarah intelektual Islam meliputi berbagai bidang yang luas: skolastik, humaniora dan saintifik. George A. Makdisi dalam buku yang berjudul The Rise of Colleges menyoroti secara umum perkembangan gerakan skolastik, termasuk tokoh-tokohnya, lembaga-lembaganya, akta mengajar yang dibutuhkan, gelar-gelar yang diberikan dan metode skolastik yang digunakan. Kemudian dalam bukunya yang berjudul, The Rise of Humanism in… Teruskan Membaca

Sejarah

Sirah Rasul: Terobosan Besar Hijrah (1)

Dalam kurun waktu kurang dari setahun, Nabi telah mengalami sejumlah peristiwa yang pasti mempengaruhi pemikirannya sehubungan dengan apa yang perlu beliau ikuti agar bisa menyukseskan dakwahnya. Pertama, dengan kematian isterinya Khadijah dan pamannya Abu Thalib, beliau telah kehilangan semua dukungan dan kenyamanan yang selalu beliau terima dari keduanya di dalam rumah dan di tengah masyarakat.… Teruskan Membaca