Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Imam Husein

Memaknai Revolusi Imam Husein (15): Rahasia Aspek Tempat (2)

in Studi Islam

“Setiap hari adalah Asyura, dan setiap tempat adalah Karbala.” –O– Pada hari pertama Muharam, Sayidina Husein dan rombongan tiba di wilayah Nainawa. Rombongan melanjutkan prosesi melewati Ghadiriyah menuju lokasi yang disebut dengan Karbala. Sebelum berhenti, Sayidina Husein menanyakan nama lokasi itu. Seseorang memberitahunya bahwa tempat itu bernama Karbala. Beliau lalu menjawab, “Memang, inilah tempat karb…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (14): Rahasia Aspek Tempat (1)

in Studi Islam

“Dalam perjalanan menuju Kufah, Sayidina Husein ditawari bantuan 20.000 tentara terlatih untuk melindunginya, namun beliau menolak. Jelas bahwa Sayidina Husein tidak menyiapkan strategi militer. Tujuannya adalah revolusi penyadaran.” –O– Salah satu aspek penting dalam gerakan Sayidina Husein adalah tempat-tempat yang beliau lalui menuju Karbala. Belum ada riset luas mengenai signifikansi khas masing-masing tempat, tapi jelas…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (13): Rahasia Aspek Waktu

in Studi Islam

“Bagi siapapun yang pernah membaca sejarah hijrah Nabi, maka dia akan menemui banyak sekali keserupaan alur dengan hijrahnya Sayidina Husein.” –O– Salah satu aspek penting lain dalam peristiwa Karbala adalah waktu yang dipilih oleh Sayidina Husein untuk pergi dari Madinah sampai hari kesyahidannya. Ada keistimewaan dalam pemilihan waktu yang kita bisa telaah lebih jauh untuk…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (12): Rahasia Kesucian Gerak (2)

in Studi Islam

“Sekiranya bukan karena aku membenci kecurangan, niscaya aku akan menjadi orang yang paling cerdik (memainkan kecurangan). Namun, setiap kecurangan pasti membawa pada kekejian, dan setiap kekejian pasti membawa pada kekufuran.” ~Sayidina Ali –O– Salah satu tujuan Sayidina Husein melakukan perlawanan di Karbala ialah untuk menggagalkan bergulirnya rencana Dinasti Umayyah untuk mempergunakan simbol-simbol Islam dan sentimen-sentimen…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (11): Rahasia Kesucian Gerak (1)

in Studi Islam

“Sayidina Husein menolak cara-cara yang cenderung mengaburkan perbedaan antara pihak yang benar dan pihak yang salah sejak awal. Beliau ingin membongkar manipulasi dan distorsi ‘Kekhalifahan Islam’ itu sampai akar-akarnya.” –O– Saat kita mengatakan bahwa gerakan Sayidina Husein itu bersifat suci, maka maksudnya, ia tidak berangkat dari kepentingan pribadi dan kelompok atau partai untuk menumpuk uang,…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (10): Memaknai Asyura

in Studi Islam

“Terhadap masyarakat yang mencintai Husein namun membiarkannya pergi sendirian, penyair Arab, Farazdaq, mengungkapkan, ‘Hati mereka bersamamu, tetapi pedang mereka terhunus untuk membunuhmu’.” –O– Asyura adalah hari perlawanan suci Sayidina Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, terhadap kekuasaan korup yang tumbuh di dalam tubuh umat. Drama sakral itu membawa begitu banyak renungan dan pelajaran. Ribuan buku dan…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (9): Asyura

in Studi Islam

“Singgasana yang dibangun Umayyah dengan susah payah mulai runtuh dengan perlahan setelah mereka membantai keluarga Rasulullah dalam Asyura. Yang hak dan yang batil menjadi terang benderang. Setelahnya, Umayyah tidak pernah sama lagi. Sampai berakhirnya dinasti ini, pemberontakan tidak pernah kunjung padam.” –O– Asyura Hari itu, tanggal 10 Muharram 61 H, Sayidina Husein keluar dengan mengenakan…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (8): Karbala

in Studi Islam

“Sesungguhnya aku tidak melihat kematian kecuali sebagai kebahagiaan dan kehidupan bersama orang zalim sebagai kenistaan.” ~Husein bin Ali –O– Di Mekkah, Sayidina Husein tak hentinya memperingatkan semua tokoh dan masyarakat Islam waktu itu tentang situasi yang demikian mengancam eksistensi Islam. Dia pun lugas menyatakan takkan pernah mungkin memberikan baiat kepada Yazid, yang diketahui umum sebagai…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (6): Wafatnya Hasan bin Ali

in Studi Islam

“Muawiyah berkata, ‘Ibnu Abbas, tahukah engkau Hasan sudah meninggal?’ Ibnu Abbas balik bertanya, ‘Untuk itu engkau bertakbir?’ Muawiyah menjawab dengan girang ‘Iya!’.” –O– Menurut catatan sejarah, orang pertama yang mengusulkan untuk mengangkat Yazid menjadi khalifah setelah Muawiyah adalah al-Mughira bin Syu’bah – sosok yang patut dicurigai sebagai dalang skenario pembunuhan Khalifah kedua. Hal ini terjadi…

Teruskan Membaca

Memaknai Revolusi Imam Husein (5): Dinasti Pertama Islam

in Studi Islam

“Setelah berdamai dengan Hasan, Muawiyah mendaulat dirinya sebagai Khalifah. Muawiyah kemudian menunjuk Yazid, putranya, sebagai penggantinya. Cetak biru sistem politik Islam kembali menjadi sistem ashobiyah, pertalian darah, dan kesukuan. Dinasti pertama dalam Islam telah berdiri.” –O– Tak kurang seperti ayahnya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib memiliki kecermatan yang tinggi dalam membaca situasi dan corak…

Teruskan Membaca