Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Nabi

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (21): Arab dalam Hadis-Hadis Nabi (2)

in Studi Islam

Imam Ali Zainal Abidin berpidato di hadapan Yazid pasca tragedi Karbala, “Wahai manusia sekalian, kami (Ahlul Bait) diberi enam anugerah dan tujuh keutamaan….” Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Dalam kitab-kitab sejarah seperti al-Futuh karya Ibnu A’tsam al-Kufi, Maqatil al-Thalibiyyin karya Abul Faraj al-Ishfahani, dan Maqtal al-Husein karya al-Khawarizmi, ada sebuah…

Teruskan Membaca

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (20): Arab dalam Hadis-Hadis Nabi (1)

in Studi Islam

Nabi bersabda, “Aku adalah paling fasihnya orang Arab, meski aku dari Quraisy.” Dalam hadis ini Nabi ingin menegaskan bahwa kefasihannya itu tidak ada hubungannya dengan suku tertentu. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Pada bagian sebelumnya saya telah mengutip beberapa hadis yang menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad menggunakan kosakata ‘araba (عرب) beserta…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (22): Karamah Hamzah setelah Wafatnya

in Tokoh

Ketika Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah, dia hendak membongkar kuburan Hamzah. Ketika pacul mengenai ujung kaki Hamzah, ia mengeluarkan darah, seolah dia baru saja wafat saat itu. Keberanian Hamzah bin Abdul Muthalib tercatat dalam lembaran emas sejarah Perang Islam. Paman Nabi ini adalah salah seorang Arab yang paling pemberani dan perwira Islam yang termasyhur.…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (21): Kesaksian Pembunuh Hamzah (2)

in Tokoh

Pada hari-hari terakhir kehidupan Wahsyi, dia dibenci kaum Muslim. Dia menjadi pemabuk dan namanya dihapus dari daftar tentara. Umar bin Khattab biasa mengatakan, “Pembunuh Hamzah tak pantas diberi ampun di dunia dan akhirat.” Sekarang mari kita lanjutkan riwayat yang kedua, yang menyatakan bahwa Wahsyi bin Harb masuk Islam atas undangan Rasulullah saw. Abdullah bin Abbas…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (20): Kesaksian Pembunuh Hamzah (1)

in Tokoh

(Dengan tubuh kekar yang tertutup debu) dia tampak seperti unta coklat, menghantam orang-orang dengan pedangnya dengan sangat keras sehingga tidak ada yang bisa bertahan di hadapannya. Ada dua riwayat yang mengisahkan bagaimana Wahsyi bin Harb, pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, pada akhirnya memeluk Islam. Riwayat yang pertama menggambarkan bahwa Wahsyi masuk Islam atas dasar keterpaksaan,…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (19): Syair dari Para Sahabat

in Tokoh

Hassan bin Tsabit menggubah syair untuk Hamzah: “Seorang warga Hasyim mencapai yang cemerlang / Tampil ke medan laga membela kebenaran / Gugur sebagai syahid di medan pertempuran / Di tangan Wahsyi pembunuh bayaran.” Setelah wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib, para sahabat kemudian berlomba-lomba menggubah syair untuk mengenang jasa-jasanya. Berkatalah Hassan bin Tsabit, penyair ternama pada…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (18): Di Dalam Perut Burung Hijau

in Tokoh

Rasulullah bersabda, “Allah menjadikan ruh-ruh mereka di dalam perut burung hijau yang mendatangi sunga-sungai di surga, memakan buah-buahannya dan bertengger di lentera-lentera dari emas yang tergantung di bawah naungan ‘Arsy.” Setelah wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib, Rasulullah saw bersabda, “Hamzah adalah sayyid (pemimpin) para syuhada di hari Kiamat.”[1] Menurut Syaikh Mahmud al-Mishri, hadis ini bahkan…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (17): Shafiyyah binti Abdul Muthalib

in Tokoh

Shafiyyah datang ke Uhud mencari Hamzah. Ali berkata kepada Zubair, “Katakan pada ibumu (bahwa kakaknya telah terbunuh).” Zubair menjawab, “Tidak, engkau saja yang ke sana dan katakan kepada bibimu.” Ada banyak versi yang meriwayatkan tentang bagaimana adik perempuan Hamzah bin Abdul Muthalib, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, mencari-cari kakaknya di medan Perang Uhud. Beberapa menyebutkan bahwa…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (16): Duka Rasulullah

in Tokoh

Melihat jenazah Hamzah yang dimutilasi, Ibnu Masud meriwayatkan, “Beliau (Rasulullah) memeluknya, kemudian berdiri di sampingnya. Beliau menangis lagi hingga terisak-isak.” Setelah perang usai, kaum Quraisy kemudian pergi. Nabi memerintahkan kepada Ali bin Abi Thalib untuk melihat ke arah mana mereka pergi, apakah pulang ke Makkah atau justru ke Madinah? Setelah Ali memastikan bahwa mereka pergi…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (15): Nyanyian Hindun binti Utbah

in Tokoh

Hindun memotong hidung dan telinga Hamzah, menjadikannya gelang kaki dan kalung. Dia juga merobek perut Hamzah, mengeluar hatinya dan mengunyahnya. Perang Uhud akhirnya selesai, dan kedua belah pihak pun berpisah. Pada perang kali ini kerugian kaum Muslim tiga kali lebih besar ketimbang Quraisy. Ini adalah satu-satunya perang di antara Muslim Madinah dan Quraisy Makkah di…

Teruskan Membaca