Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Nabi - page 2

Hamzah bin Abdul Muthalib (14): Terbunuhnya Singa Allah

in Tokoh

Hamzah melihat pasukan pemanah meninggalkan posnya, sehingga dia bergegas untuk membantu pasukan Muslim yang terdesak. Wahsyi melihat Hamzah lengah dan melemparkan lembingnya menembus perut Hamzah. Hari menuju Perang Uhud akhirnya tiba, Wahsyi bin Harb ikut berangkat bersama pasukan Quraisy Makkah. Manakala Hindun binti Utbah berpapasan dengan Wahsyi atau dia melewatinya, dia (Hindun) akan berkata, “Ayolah,…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (13): Wahsyi bin Harb

in Tokoh

Wahsyi, seorang budak Habsyi, memiliki kemahiran istimewa dalam memainkan lembing. Hindun binti Utbah menjanjikan harta dan kemerdekaan untuknya, “Jika engkau dapat membunuh Hamzah, maka semua ini akan menjadi milikmu!” Alur cerita akan kita tarik mundur terlebih dahulu kepada peristiwa-peristiwa sebelum pecahnya Perang Uhud. Ketika kaum Quraisy masih melakukan persiapan perang di Makkah, mereka melakukan diskusi…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (12): Perang Uhud

in Tokoh

Hamzah menebas pembawa bendera pasukan Quraisy dengan sekali tebas dari pundak hingga ke pusar. Dia lalu menyeruak masuk ke tengah pasukan Quraisy tanpa kenal takut. Jagoan-jagoan terkuat musuh pun dibuatnya bagai daun kering yang berterbangan. Setelah genap satu tahun Perang Badar, dengan niat untuk membalas dendam atas kekalahan mereka, kaum Quraisy Makkah tengah bergerak untuk…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (11): Perang Badar (3)

in Tokoh

Umayyah bin Khalaf yang menjadi tawanan setelah Perang Badar memberikan kesaksian tentang Hamzah, “Dialah (yang memakai bulu burung unta di dadanya) yang paling banyak menimpakan bencana besar kepada kami.” Ayat yang Turun setelah Berakhirnya Duel Setelah terjadinya duel sebelum Perang Badar di antara tiga orang Muslim dan tiga orang musyirikin tersebut, Allah menurunkan wahyu-Nya. Diriwayatkan…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (10): Perang Badar (2): Duel Maut

in Tokoh

Utbah bin Rabi’ah (kakek Muawiyah bin Abu Sufyan) dan dua kerabatnya mengajak duel. Maka Rasulullah bersabda, “Berdirilah, wahai Ubaidah bin al-Harits! Berdirilah, wahai Hamzah! Berdirilah, wahai Ali!” Menurut adat istiadat kuno bangsa Arab, biasanya sebelum perang besar dimulai, dilakukan duel tanding terlebih dahulu.[1] Ibnu Ishaq meriwayatkan: Setelah Hamzah berhasil menghabisi al-Aswad bin Abdil Asad di…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (9): Perang Badar (1)

in Tokoh

Seorang lelaki Quraisy yang berperangai buruk melihat telaga yang dibangun pasukan Muslim. Dia bersumpah melaksanakan salah satu hal ini: meminum air dari telaga itu, menghancurkannya, atau terbunuh karenanya. Belum sampai, Hamzah menghadangnya. Hari demi hari terus berlalu, dan kini umat Islam di Madinah telah memasuki tahun kedua setelah peristiwa hijrah dari Makkah. Meski sebelumnya kaum…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (8): Komandan Militer Muslim Pertama

in Tokoh

Bendera pertama pasukan Muslim yang berwarna putih diserahkan oleh Rasulullah kepada Hamzah. Dia kemudian berangkat hanya dengan 30 orang untuk menghadapi kafilah Quraisy sebanyak 300 orang yang dipimpin Abu Jahal. Kaum Quraisy di Makkah mengirimkan utusannya ke Madinah untuk menyampaikan pernyataan ancaman. Dia berkata, “Janganlah kalian bangga terlebih dahulu karena kalian bisa meninggalkan kami pergi…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (7): Hijrah

in Tokoh

Meski sudah hijrah, kehidupan Muslim di Madinah belum aman, kaum Quraisy menulis surat, “Biarlah kami mendatangi tempat kalian dengan mengerahkan semua orang kami, hingga kami menghabisi kalian dan menawan wanita-wanita kalian.” Kaum Quraisy, selain mempersekusi secara fisik kepada kaum Muslim, meningkatkan tekanannya melalui boikot Ekonomi.  Sebuah dokumen dibuat oleh mereka yang isinya berupa larangan untuk…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (6): Berhadapan dengan Umar bin Khattab

in Tokoh

Umar mengetuk pintu Dar al-Arqam sambil membawa pedang di tangannya dan terlihat sangat marah. Dia hendak membunuh Nabi. Hamzah berkata, “Jika dia datang dengan damai, tidak masalah. Tetapi jika tidak, kita dapat dengan mudah membunuhnya dengan pedangnya sendiri.” Setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam, dia bernazar akan mengabdikan segala keperwiraan, kesehatan, dan bahkan hidup…

Teruskan Membaca

Hamzah bin Abdul Muthalib (5): Keraguan

in Tokoh

Setelah bersyahadat, hati Hamzah malah muram. Pada siang hari dia kehilangan ketenteramannya, dan pada malam hari matanya tidak dapat terpejam untuk tidur. Pada seri kali ini kita akan mengikuti alur riwayat yang digambarkan oleh sejarawan Khalid Muhammad Khalid. Sebagaimana sempat disinggung dalam artikel sebelumnya, Khalid menyatakan bahwa Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam melalui proses…

Teruskan Membaca