Mozaik Peradaban Islam

Tag archive

Riwayat

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (12): Keragaman Perawi (6)

in Tokoh

Hubungan guru dan murid di antara mazhan Syiah dan Sunni, dan sebaliknya, dalam pengumpulan hadis, adalah suatu bukti yang tidak terbantahkan bahwa ulama-ulama pada masa Bukhari dan sebelumnya, meskipun berbeda mereka dapat hidup harmonis. Demikianlah kita telah memaparkan bahwasanya Bukhari terbukti memasukkan riwayat dari periwayat yang berlainan mazhab ke dalam sahihnya. Di antara mazhab-mazhab yang…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (11): Keragaman Perawi (5)

in Tokoh

Di dalam Sahih al-Bukhari, ditemukan banyak sekali hadis yang diriwayatkan oleh orang-orang Syiah. Keberadaan mereka dikonfirmasi baik oleh ulama Sunni maupun Syiah sendiri. Berikut ini adalah beberapa contohnya. Dalam seri artikel kali ini kita akan menampilkan hadis-hadis dari periwayat yang bermazhab Syiah yang riwayatnya dimuat dalam Sahih Bukhari. Adapun mengenai pembuktian bahwa mereka adalah seorang…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (10): Keragaman Perawi (4)

in Tokoh

Seorang murid Bukhari mempertanyakan mazhab Syiah yang dianut oleh Abu Ghassan, salah satu guru Bukhari. Bukhari malah menjawab, bahwa guru-guru dia lainnya yang berasal dari Kufah juga bermazhab Syiah. Kita akan kembali ke pembahasan tentang keragaman mazhab para periwayat yang riwayatnya dicatat ke dalam Sahih Bukhari. Di antara hal yang mesti dicermati, di masa Bukhari…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (9): Keragaman Perawi (3)

in Tokoh

Dalam hal pertemuan antara penyampai dan penerima hadis, Bukhari menambahkan kriteria pengetat lainnya, yaitu hubungan mereka harus guru dan murid, bukan sekadar pertemuan sambil lalu. Demikianlah kita telah mengulas tentang syarat-syarat ketat untuk diterimanya seorang perawi oleh Bukhari, termasuk ditambahkannya syarat liqa (mesti bertemunya orang yang menyampaikan hadis ke penerima hadis), yang mana tidak ditemukan…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (8): Keragaman Perawi (2)

in Tokoh

Berbeda dengan Imam Muslim yang hanya mensyaratkan bahwa penyampai dan penerima hadis mesti hidup sezaman, Bukhari mensyaratkan bahwa mereka mesti bertemu dan mendengar langsung. Di dalam kitab hadis, jumlah rantai transmisi (sanad) dalam sebuah riwayat paling sedikit adalah sebanyak lima orang. Jika di dalam kitab hadis terdapat 3.000 hadis misalnya, maka ini berarti dibutuhkan penyelidikan…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (7): Keragaman Perawi (1)

in Tokoh

Mengingat ketelitian Bukhari, maka mustahil jika dimasukkannya orang-orang Syiah sebagai perawi semata karena kebetulan, ketidaksengajaan, atau kealpaan. Dalam artikel seri kali ini kita akan mengulas keterbukaan Bukhari terhadap para perawi dari berbagai golongan. Kita tahu, bahwa hadis Bukhari secara luas diterima oleh para ulama Sunni sebagai kitab yang sahih. Namun jarang diketahui, ternyata dalam rantai…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (6): Standar Baru Ala Bukhari (2)

in Tokoh

Bukhari membuat standar baru yang belum pernah diterapkan pada kitab-kitab hadis mana pun yang dibuat oleh orang lain sebelum masanya, yaitu penyusunan hadis secara tematis. Tempat kelahiran Bukhari adalah salah satu lokasi terpenting di Jalur Sutra kuno, yaitu jaringan rute perdagangan yang, sejak sekitar 100 SM, menghubungkan Cina (dan ekspor sutranya) ke berbagai negara seperti…

Teruskan Membaca

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari (5): Standar Baru Ala Bukhari (1)

in Tokoh

Meskipun Bukhari dikatakan terlambat dalam penyusunan sahihnya, yakni dua abad setelah masa Nabi, namun dia berhasil menciptakan standar baru dalam ilmu hadis. Meskipun dikatakan bahwa tradisi menulis atau sekadar mencatat hadis telah berlangsung sejak awal (awa’il dan isnad—lihat penjelasannya pada artikel sebelum ini), namun Bukhari lah (wafat 256 H/870 M) orang pertama yang dianggap telah…

Teruskan Membaca