Masjid Al Aqsa (1)

in Monumental

Last updated on December 15th, 2017 04:43 am

Usia Masjid Al Aqsa, hanya terpaut 40 tahun dengan Masjidil Haram. Hampir semua Nabi, pernah shalat di tempat ini. Ini adalah rumah suci bagi seluruh umat manusia.”

—Ο—

 

Masjid Al Aqsa, adalah salah satu masjid yang namanya disebutkan dalam kitab suci Al Quran, dalam Surat Al-Isra ayat pertama Allah SWT berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Artinya : “Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan tanda-tanda kekuasaan Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat“. (Q.S. Al-Isra / 17 : 1).

Belum ada kesepakatan yang bulat diantara pada sejarawan tentang kapan pastinya masjid ini didirikan. Namun dalam salah satu Hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, bahwa masjid Al Aqsa adalah masjid kedua yang didirikan di muka bumi. Hadits tersebut berbunyi sebagai berikut:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلُ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيُّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي بَيْتَ الْمَقْدِسِ قَالَ قُلْتُ كَمْ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً

Artinya : “Wahai Rasulullah, masjid apakah yang pertama diletakkan oleh Allah di muka bumi?” Beliau bersabda, “Al-Masjid Al-Haram”. Abu Dzar bertanya lagi, “Kemudian apa?”. Beliau bersabda, “Kemudian Al-Masjid Al-Aqsha”. Berkata Abu Mu’awiyah “Yakni Baitul Maqdis” . Abu Dzar bertanya lagi, “Berapa lama antara keduanya?”. Beliau menjawab, “Empat puluh tahun”. (H.R. Ahmad dari Abu Dzar).

Di kalangan sejarawan, tidak sedikit yang memperkirakan bahwa pondasi masjid Al Aqsa dibangun hanya 40 tahun setelah Masjidil Haram di Mekkah. Dengan demikian, sebagaimana Masjidil Haram dan Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Adam, demikian pula dengan masjid Al Aqsa. Namun ada juga yang beranggapan pondasi masjid ini dibangun oleh Nabi Ibrahim.[1] Terlepas dari itu, yang pasti, masjid Al Aqsa sudah mengalami berkali-kali renovasi dan pembangunan dari zaman ke zaman.

Ibnul Qayyim Al-Jauzia menyebutkan, Masjid Al-Aqsa dibangun kembali di atas pondasinya oleh cucu Nabi Ibrahim AS, yakni Nabi Ya`qub bin Ishaq bin Ibrahim AS. Keturunan berikutnya, Nabi Daud bin Ya’qub AS membangun ulang masjid itu. Bangunan Masjid Al-Aqsa diperbaharui oleh putera Nabi Dawud ‘Alaihis Salam, yakni Nabi Sulaiman AS. [2]

Masjid Al Aqsa yang kita kenal sekarang, merujuk pada dua arti. Pertama kompleks suaka yang disucikan atau dikenal sebagai al-Haram al-Sharif (The Noble Sanctuary), dan kedua menunjukkan bangunan Masjid Al Aqsa secara spesifik.

Areal Masjid Al Aqsa atau al-Haram al-Sharif. Sumber: AmmarBadawy.com

Dari gambar di atas terlihat kawasan yang disebut sebagai al-Haram al-Sharif. Luas areanya sekitar 144,000 meter persegi. Di dalam kawasan ini terdapat dua buah kubah yang berwarna emas dan perak. Masjid Al Aqsa adalah yang berwarna perak. Tempat ini kerap juga disebut sebagai al-Musalla al-Qibli atau juga dikenal sebagai al-Jami ‘al-Qibli, adalah ruang perluasan dari inti masjid Al Aqsa yang berada di bagian selatan. Tempat ini dibangun oleh khalifah Umar ibn al-Khattab pada tahun 637 M.[3]

 

Interior masjid Al Aqsa, diantaranya Mimbar dan Mihrab. Photo:islamichistoryandtravel.com

Adapun kubah satunya, yang berwarna emas, dan kerap dianggap sebagai inti atau icon dari masjid Al Aqsa adalah Masjid As-Sakhrah atau Qubbat As-Sakhrah. Masjid Kubah Batu, atau masyarakat internasional kerap menyebutnya Dome of Rock. Posisinya yang terletak di tengah-tengah areal al-Haram al-Sharif membuat bangunan ini kerap dianggap sebagai masjid Al Aqsa. Masjid Kubah Batu dibangun pada abad 72 H, oleh khalifah dinasti Umayyah yang  bernama Abdul Malik bin Marwan.[4]

 

Interior Majid Kubah Batu (Dome of Rock). Photo:islamichistoryandtravel.com

 

Mihrab yang terdapat di dalam Majid Kubah Batu. Photo:islamichistoryandtravel.com

 

Dekorasi langit-langit Majid Kubah Batu. Photo:islamichistoryandtravel.com

Selain dua situs di atas, di kawasan al-Haram al-Sharif juga terapat Musallah Marwani, atau masjid Marwan. Posisinya berada di bagian tenggara al-Haram al-Sharif, dan terletak di bawah tanah.  Pada masa pemerintahan Tentara Salib di Yerusalem, mereka menjadikan tempat ini sebagai kandang kuda, yang kemudian secara tradisional dikenal sebagai kandang kuda nabi Sulaiman (Solomon’s stables). Dibanding dengan masjid Al Aqsa dan Masjid Kubah Baru, masjid Marwan adalah yang paling muda usianya. Masjid ini dibangun oleh penduduk setempat untuk mengenang jasa-jasa Khalifah Marwan. Tempat ini baru direnovasi pada tahun 1996 oleh masyarakat Muslim Palestina menjadi sebuah masjid modern yang mampu menampung sekitar 7.000 orang.[5]

Interior Musallah Marwani (Masjid Marwan). Photo:islamichistoryandtravel.com

 

Mihrab Musallah Marwani (Masjid Marwan). Photo:islamichistoryandtravel.com

Selain itu, di wilayah ini juga terdapat salah satu tempat yang sangat monumental, yang dikenal dengan Ha’it Al Buraq atau dinding Buraq. Konon, pada waktu Rasulullah SAW melakukan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai Buraq, ketika tiba di masjid Al Aqsa, beliau mengikat Buraq nya di tempat ini. oleh sebab itu tempat ini dinamakan dinding Buraq. Di balik dinding ini, adalah tepat suci bagi ummat Yahudi. Mereka menyebutnya sebagai willing wall atau tembok ratapan. Masyarakat internasional kerap menyebutnya sebagai Tembok Barat.[6]

Areal Masjid Al Aqsa atau al-Haram al-Sharif. Posisi Musallah Marwani dan Ha’it Al Buraq atau dinding Buraq. Sumber: visitmasjidalaqsa.com

 

Tembok Ratapan (Willing Wall). Gambar yang dilingkari diperkirakan sebagai Ha’it Al Buraq. Photo: islamiclandmarks.com

 

Bersambung…

Masjid Al Aqsha (2)

 

Catatan kaki:

[1] Lihat, http://www.visitmasjidalaqsa.com/islamic-history-of-al-masjid-al-aqsa/, diakses 5 Desember 2017

[2] Lihat, http://www.mirajnews.com/2013/09/kedudukan-masjid-al-aqsha-menurut-al-qur-an-dan-al-hadits.html, diakses 5 Desember 2017

[3] Lihat, https://en.wikipedia.org/wiki/Al-Qibli_Chapel, diakses 5 Desember 2017

[4] Lihat, http://www.visitmasjidalaqsa.com/islamic-history-of-al-masjid-al-aqsa/, Op Cit

[5] Lihat, https://www.islamiclandmarks.com/palestine-masjid-al-aqsa/marwan-e-masjid, diakses 5 Desember 2017

[6] Lihat, https://www.islamiclandmarks.com/palestine-masjid-al-aqsa/buraq-wall, diakses 5 Desember 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*