Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Arsitektur

Arsitektur

Zaha Hadid: Muslimah yang Menjadi Salah Satu Arsitek Terbesar di Era Kontemporer (4)

Meskipun pada awalnya desain karya Zaha Hadid hanya berakhir sebatas gambar, tidak pernah terealisasi ke dalam struktur bangunan. Tapi ketika akhirnya ide-ide itu dicoba, sosok Zaha Hadid langsung menjulang menjadi pioneer yang berkontribusi dalam membentuk kembali lanskap arsitektur dunia Zaha Hadid, sering disebut sebagai arsitek wanita kontemporer paling menonjol di dunia. Bukan hanya disebabkan karena… Teruskan Membaca

Arsitektur

Zaha Hadid: Muslimah yang Menjadi Salah Satu Arsitek Terbesar di Era Kontemporer (3)

Ketika ditanya mengenai kompleksitas sudut banguan yang buatnya, Hadid menjawab, “bahwa ada 360 derajat, dan dia tidak melihat alasan untuk membatasi (imajinasinya) dengan hanya satu sudut saja.” Setelah bekerja beberapa tahun di perusahaan arsitektur milik Rem Koolhaas, tahun 1980 Zaha Hadid mulai memberanikan diri membuka kantornya sendiri. Keuntungannya, Hadid bebas mengeksplorasi imajinasinya seluas mungkin. Dimana… Teruskan Membaca

Arsitektur

Zaha Hadid: Muslimah yang Menjadi Salah Satu Arsitek Terbesar di Era Kontemporer (2)

Ketertarikan Hadid pada arsitektur bermula ketika dia berusia remaja. Ketika itu dia ikut perjalanan wisata bersama keluarganya ke wilayah Sumeria kuno yang terletak di kawasan selatan Irak. Setelah itu, lanskap kota tua tersebut tak pernah surut memenuhi imajinasinya. Zaha Hadid lahir di Baghdad, Irak, pada tanggal 31 Oktober 1950. Dia tumbuh dalam keluarga Islam yang… Teruskan Membaca

Arsitektur

Zaha Hadid: Muslimah yang Menjadi Salah Satu Arsitek Terbesar di Era Kontemporer (1)

Zaha Hadid, seorang Muslimah berkebangsaan Inggris. Dalam dunia arsitektur, nama Zaha Hadid bukan hanya menjadi jaminan kualitas, tapi juga menjanjikan terobosan yang berani. Desain arsitekturnya yang visioner dan radikal, menjadikan karya-karya Zaha Zahid sebagai acuan bagi para arsitek lain untuk mengenal capaian kemajuan dunia arsitektur kontemporer. Pada 25 September 2019 lalu, Presiden China Xi Jinping… Teruskan Membaca

Arsitektur

Masjid Uqba bin Nafi: Monumen Peradaban Islam di Afrika Utara (2)

Masjid Uqba bin Nafi dinyatakan oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia yang harus dilindungi. Salah satu alasannya, karena masjid ini memiliki otentisitas karya dari abad 9 M yang nyaris tidak mengalami perubahan signifikan. Adapun menara masjid ini dinilai sebagai menara tertua yang masih berdiri di dunia. Masjid Uqba bin Nafi berdiri di atas areal seluas… Teruskan Membaca

Arsitektur

Masjid Uqba bin Nafi: Monumen Kejayaan Islam di Afrika Utara (1)

Kawasan Afrika Utara adalah salah satu wilayah yang paling awal menerima pengaruh agama Islam. Wilayah ini pertama kali ditaklukkan oleh Amr bin Ash pada tahun 639 M. Setelah itu, ekspedisi militer kaum Muslim dilanjutkan oleh Uqba bin Nafi. Pada tahun 50 H/ 670 M, Uqba berhasil menguasai Tunisia. Dia kemudian memilih Kairouan sebagai pusat pemerintahannya… Teruskan Membaca

Arsitektur

Benteng Merah Agra (4): Galeri Arsitektur Mughal

Dinasti Mughal berkuasa di India pada tahun 1526-1857. Dalam kurun waktu 300 tahun lebih, dinasti ini telah menorehkan sejarah arsitektur yang diakui dunia karena kejeniusan dan kompleksitasnya. Berikut ini adalah beberapa bangunan dan struktur yang dianggap penting di dalam Benteng Merah Agra: Jahangir Hauz. Ini adalah tangki monolitik, dibangun oleh Kaisar Jahangir. Tangki itu awalnya… Teruskan Membaca

Arsitektur

Benteng Merah Agra (3): Jalur Rahasia

Benteng Agra memiliki banyak ruangan dan bangunan rahasia di bawah tanah. Dikatakan bahwa seluruh benteng ini saling terhubung melalui terowongan dan jalur bawah tanah lainnya. Tata Letak Benteng Agra Benteng Merah Agra, jika dilihat dari atas, memiliki bentuk setengah lingkaran. Bangunan inti benteng tersebut menghadap ke tepi sungai Yamuna. Benteng Agra dikelilingi oleh dinding batu… Teruskan Membaca

Arsitektur

Masjid Agung Djenné (2): Identitas Kebudayaan dan Religiusitas Masyarakat Djenné

Bagi masyarakat Kota Djenné, Masjid Agung Djenné dengan segenap fungsi turunannya, bukan hanya tempat ibadah, tapi juga poros kebudayaan dan religiusitas yang membentuk identitas kolektif mereka di kota tersebut.   Meskipun tampak sangat megah dan solid, tapi Masjid Agung Djenne memiliki kelemahan mendasar. Dinding-dindingnya yang terbuat dari lumpur tersebut sangat mudah rusak ketika terkena hujan.… Teruskan Membaca

Arsitektur

Masjid Agung Djenné (1): Design Eco-technology Dari Abad ke-13

Meskipun tidak secanggih dan se-komprehensif design arsitektur eco-technology modern, tapi dengan struktur dan bahan baku yang dimilikinya, Masjid Agung Djenné oleh sebagian sarjana dianggap sebagai bangunan yang memenuhi standar eco-technology, karena disamping murah, juga rendah karbon dan ramah lingkungan.     Dalam beberapa tahun terakhir, para arsitek dunia marak mempromosikan konsep eco-technology dalam design arsitekturnya.… Teruskan Membaca