Mozaik Peradaban Islam

Studi Islam

Spiritualitas, Minoritas Kreatif, dan Peradaban Islam Klasik (2): Madinah al-Nabi

  Oleh Mi’raj Dodi Kurniawan[1] “Kebudayaan Islam Klasik disusun oleh sistem gagasan, sistem sosial, dan benda fisik hasil olahan masyarakatnya yang berpedoman kepada Wahyu.” –O– Jika Kebudayaan Islam Klasik dibentuk oleh masyarakat Muslim klasik yang sedang melakukan proses menjadi (it becomes), maka Peradaban Islam Klasik dibentuk oleh masyarakat Muslim klasik yang sudah mapan, sudah selesai… Teruskan Membaca

Sejarah

Pemberontakan Zanj (3): Anarki di Samarra (2)

“Lebih dari separuh abad kota Samarra menjadi ibu kota kekhalifaan Abbasiyah (221 H/836 M – 276 H/889). Terdapat sekurangnya tujuh khalifah Abbasiyah yang sempat naik tahta. Dalam kurun waktu tersebut, anak-anak bani Abbas seperti keluar dari rumahnya (Baghdad) untuk sekedar dihinakan di Samarra.” —Ο— Pasukan Baghar, meski sudah menguasai Ibu Kota, tapi sepenuhnya menyadari bahwa… Teruskan Membaca

Studi Islam

Spiritualitas, Minoritas Kreatif, dan Peradaban Islam Klasik (1): Jazirah Arab

  Oleh Mi’raj Dodi Kurniawan[1] “Jazirah Arab bukan hanya dinilai jahiliyah (bodoh), tak terlalu penting, dan tak berpengaruh di dunia, tetapi juga sangat terisolasi dan berada di pojok kultural yang mematikan. Namun Nabi Muhammad mengubahnya, menyita perhatian masyarakat jazirah Arab, dan bahkan dunia.” –O– Faktor penyebab utama – akan tetapi tersembunyi – di balik megahnya… Teruskan Membaca

Sejarah

Pemberontakan Zanj (2): Anarki di Samarra (1)

“Anarki di Samarra merupakan istilah yang digunakan oleh para sejarawan untuk mengindentifikasi periode tidak lazim selama rentang waktu antara 861–870 M dalam istana Abbasiyah di Samarra. Dimana para khalifah Abbasiyah diperlakukan layaknya boneka oleh budak-budak mereka.” —Ο—   Al-Mu’tashim mendatangkan arsitek pilihan dari berbagai negeri Islam untuk membangun ibu kota baru Dinasti Abbasiyah di Samarra… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (5): Istanbul dan Perubahan Gelombang Sejarah

“Konstantinopel berganti nama menjadi Istanbul dan dijadikan ibu kota. Mengetahui Ustmaniyah berjaya, kekuatan-kekuatan Eropa mengubah rute perdagangannya ke Atlantik. Sebuah babak baru kolonialisme Eropa dimulai.” –O– Sultan Mehmed II mengubah nama Konstantinopel menjadi Istanbul, dan untuk pembangunannya kembali setelah penaklukan, Mehmed memandang bahwa jejak-jejak masa lalu kota ini tidak perlu dihancurkan. Sebaliknya, dia berusaha menjadikan… Teruskan Membaca

Sejarah

Pemberontakan Zanj (1)

“Dalam sejarah Islam yang sudah berlangsung selama lebih dari 14 abad, telah terjadi serangkaian titik balik yang berhasil membelokkan dan mengubah arah sejarah. Salah satu titik balik tersebut, adalah pemberontakan Zanj, yang terjadi pada 869-883 M di jantung wilayah kekhalifahan Dinasti Abbasiyah.” —Ο— Dinasti Abbasiyah merupakan imperium yang paling masyhur dalam sejarah Islam. Para sejarawan, baik… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (4): Jatuhnya Konstantinopel

“Shalat Jumat pertama setelah penaklukan dilakukan di Katedral Hagia Sophia. Untuk mengubahnya menjadi masjid, Ustmaniyah hanya perlu menyingkirkan lonceng dan salib. Namanya pun tidak diubah, hanya penyebutannya saja menjadi ‘Ayasofya,’ supaya terdengar lebih Turki.” –O– Di tengah jalannya pertempuran antara Kesultanan Ustmaniyah (Ottoman) dan Kekaisaran Bizantium, terdapat satu sosok di balik layar yang juga memainkan… Teruskan Membaca

Negara Islam

Bosnia Herzegovina, Keajaiban Eropa : Mengenal Bosnia (5)

“Selain di negaranya, orang-orang Bosnia atau dikenal sebagai etnis Bosniak, juga memiliki andil besar dalam penyebaran Islam di negara sekitarnya.Salah satunya adalah Kroasia.” —Ο—   Orang-orang Bosnia dan Herzegovina berjasa dalam menyebarkan Islam di Semenanjung Balkan Eropa khususnya Kroasia. Corak Islam yang mereka tularkan khas Bosnia. Orang-orang Bosnia dan Herzegovina atau disebut Bosniak,[1] melakukan perjalanan… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (3): Bantuan dari Eropa

“Konstantinus XI meminta bantuan terhadap Gereja Roma. Paus Nicholas V berjanji akan memberikan bantuan dengan syarat Konstantinopel nantinya harus berada di bawah otoritasnya. Namun ketika perang pecah, bantuan tidak kunjung tiba.” –O– Di balik benteng pertahanan Konstantinopel yang kokoh, Kaisar Bizantium Konstantinus XI memiliki firasat bahwa pertempuran kali ini akan berbeda —Konstantinopel sedang berada dalam… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara; Studi Kiprah Keturunan Arab Meracik NKRI (16)

“Kepemimpinan keturunan Alawiyin dalam Perang Jawa dan Perang Padri, berhasil melahirkan paranoia bangsa kolonial terhadap Islam dan juga para keturunan Alawiyin.” —Ο—   Munculnya kebijakan pemerintah kolonial untuk membuat klasifikasi rasial di Nusantara tidak datang tiba-tiba. Ide ini bermula ketika terjadi perlawanan rakyat di sejumlah daerah yang dimotori oleh para keturunan kaum Alawiyin. Meski mengusung… Teruskan Membaca

Pilihan

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut … Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah