Mozaik Peradaban Islam

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (5): Dipenjarakan

Di dalam penjara, Ayuba menjadi terkenal karena memiliki kemampuan menulis dalam bahasa Arab dan berasal dari garis keturunan bangsawan Afrika. Berita ini menyebar hingga keluar, hingga menarik perhatian seorang pengacara. “Allah. Muhammad,” hanya inilah kata-kata yang diucapkan oleh Ayuba Suleiman Diallo ketika dia berada di dalam penahanan oleh keamanan setempat di Kent County, Pennsylvania, tidak… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (4): “Allah. Muhammad.”

“Allah. Muhammad,” hanya dengan mengulang kata-kata inilah Ayuba menjawab pertanyaan ketika ditangkap setelah melarikan diri di Amerika. Ayuba melarikan diri dari perbudakan karena ketika sedang salat dia diejek dan wajahnya dilempari kotoran. Setelah Ayuba Suleiman Diallo dan penerjemahnya, Loumein Yoas, ditangkap dan digunduli oleh orang-orang suku Mandingo, membuat seolah-olah mereka adalah tawanan perang, mereka dijual… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Sains Modern: Perspektif Muthahhari (5): Tauhid dan Evolusi (2)

Tuhan yang terusir dari alam, bersama munculnya Darwin, bukanlah model Tuhan yang cukup canggih, meski amat populer. Dia adalah Tuhan yang, bagaikan tukang jam, menciptakan sesuatu di suatu saat tertentu, dan kemudian absen dari alam semesta. Oleh Zainal Abidin Bagir[1] Muthahhari menunjukkan bahwa “sistem penciptaan” yang diacu Alquran di banyak tempat mencakup segala macam proses… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (3): Perbudakan dan Hukum Islam di Afrika

Budak diperlakukan dengan sangat baik, makan dengan tuan mereka, bekerja bersama mereka, dan begitu juga cara berpakaian…. sehingga tidak mungkin untuk membedakan mereka (para budak) dengan orang-orang yang merdeka. Pada artikel sebelumnya, telah disebutkan bahwa Ayuba Suleiman Diallo ditangkap untuk dijadikan budak, justru setelah dia sendiri menjual dua orang budak. Sekilas, kisah ini tampak seperti… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (2): Hafiz Alquran

Pada usia 15, Ayuba telah hafal seluruh isi Alquran dan menguasai fikih mazhab Maliki. Suatu waktu, dalam misi perjalanan dagang, Ayuba ditangkap dan dijual sebagai budak. Orang terhormat ini direndahkan. Di Afrika Barat, terdapat sebuah suku Muslim terbesar yang bernama Fulani, mereka juga kadang disebut sebagai suku Peul atau Fulbe. Orang-orang ini, tersebar di banyak… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Sains Modern: Perspektif Muthahhari (4): Tauhid dan Evolusi (1)

Muthahhari mengkritik “logika kaum beragama”, yang ketika menemui kebuntuan, ujung-ujungnya menyatakan bahwa kehidupan merupakan hasil intervensi Tuhan terhadap alam. Baginya, “Tuhan” ini diciptakan untuk menutupi ketidaktahuan manusia. Oleh Zainal Abidin Bagir[1] Muthahhari mengkritik keras Muslim “yang berpikir bahwa tauhid hanya bisa ditegaskan dengan menolak teori evolusi.” Dia menilai ada perbedaan krusial antara “logika Alquran” dengan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Sains Modern: Perspektif Muthahhari (3): Ilustrasi: Teori Evolusi dan Argumen Desain

Muhammad Iqbal menyatakan bahwa argumen desain hanya mampu menyimpulkan Tuhan sebagai tukang yang trampil, yang selesai mencipta di masa lalu, dan terpisah dari alam hasil karya-Nya. Bagi Iqbal, aktifitas pertukangan ini tak layak disebut “penciptaan”. Oleh Zainal Abidin Bagir[1] Mesti diakui bahwa teori evolusi merupakan tantangan yang amat serius terhadap agama. Meski demikian, bisa jadi… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (14)

Menurut laporan para pelancong yang ke nusantara sekitar abad pertengahan, orang-orang Jawa itu terlihat tangkas, berani, berstamina, dan percaya pada diri secara luar biasa. Mereka menguasai setiap jengkal dari tanahnya. Tak ada kekuatan asing yang bisa melecehkan kedaulatan tanah air mereka. Permulaan abad ke 16, masyarakat Nusantara, khususnya di Pulau Jawa – untuk pertama kalinya… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (1): Bangsawan Afrika yang Menjadi Budak di Amerika

Tahun 1730, Ayuba yang seorang bangsawan ditangkap, digunduli, dan dijual sebagai budak ke Amerika. Hidupnya berubah total. Di Amerika, ketika sedang salat dia diganggu bocah kulit putih, dan dilempari kotoran berkali-kali. Ayuba Suleiman Diallo adalah seorang bangsawan Muslim asli asal Afrika Barat. Dia berkulit hitam. Namun pada tahun 1730 atau 1731, nasib Ayuba yang waktu… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Sains Modern: Perspektif Muthahhari (2): Posisi Muthahhari

Sains terbatas karena, tak seperti agama, ia tak mampu menyalakan harapan manusia, menumbuhkan cinta, ataupun menegaskan tujuan dan maksud segala perkembangan yang dipicunya sendiri. Oleh Zainal Abidin Bagir[1] Di mana posisi Muthahhari dalam pemetaan kasar ini? Tampaknya agak sulit menemukan posisinya. Kita bisa dengan segera mengatakan bahwa Muthahhari tidak dapat dimasukkan ke kelompok (1) dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Sains Modern: Perspektif Muthahhari (1): Ragam Tanggapan Muslim terhadap Sains Modern

Banyak ilmuwan Islam yang menjustifikasi sikap mereka dengan mengatakan bahwa sains modern adalah semata-mata perkembangan lebih lanjut dari apa yang berkembang dalam peradaban Islam. Oleh Zainal Abidin Bagir[1] Ada beberapa tipologi yang menggambarkan ragam tanggapan Muslim terhadap sains modern.[2]  Di sini saya tak ingin membahasnya secara spesifik, namun sekadar secara sederhana mencoba memetakan empat kecenderungan… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (16): Pulang

Pelayan itu membicarakan Khosraw dalam bahasa Arab, yang kini berpenampilan terhormat, menyangka dia tidak akan mengerti. Khosraw berkata, “Engkau benar sekali. Kami adalah orang-orang yang memiliki karung-karung tua yang diikat ke punggung kami.” Sekarang, karena kami berutang kepada pengemudi unta sebanyak tiga puluh dinar, kami tidak memiliki jalan lain kecuali meminta pertolongan wazirnya Raja Ahwaz,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (13)

Melalui instrumen kebudayaan inilah para Wali Songo memperkenalkan ajaran Islam yang ramatan lil alamain dan menegakkan apa yang disebut Rendra sebagai “Daulat manusia”. Salah satu contoh, bila sebelum adanya Islam, lakon perwayangan berisi narasi tentang para elit, pada era Wali Songo, masyarakat diperkenalkan lebih jauh dengan lakon Punakawan, yang tokoh-tokohnya adalah rakyat jelata. Namun demikian,… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (15): Basra

Ketika Naser-e Khosraw tiba di Basra, karena perjalanan yang begitu berat, orang berilmu ini hampir telanjang dengan rambut panjang tidak terurus. Orang-orang meneriakinya sebagai orang gila, melempari batu, dan mengejarnya, sehingga dia mesti bersembunyi. Kota ini (Basra, sekarang berada di Irak-pen) memiliki tembok yang besar, kecuali pada bagian yang menghadap air, di mana tidak ada… Teruskan Membaca

Tasawuf

Menyingkap Bahasa Mistis Ibnu Arabi (2): Manusia Sempurna

Ibnu Arabi menuturkan, “Ketika aku terus-menerus mengetuk pintu Allah, aku menunggu dengan penuh waspada, tidak terganggu, hingga kemudian tampaklah oleh pandanganku kebesaran Wajah-Nya dan sebuah panggilan untukku, tidak lebih dari itu.” Ibnu Arabi terlahir di Mursia, Andalusia pada 28 Juli 1165 dan meninggal pada 10 November 1240 M. Para sufi menjulukinya sebagai Al-Syaikh Al Akbar… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (14): Lahsa (2)

Abu Said berkata kepada para putranya, “Ketika aku datang kembali kepada kalian, kalian tidak akan mengenaliku. Tandanya adalah kalian menebas leherku dengan pedangku. Jika itu aku, aku akan segera hidup kembali.” Tidak ada masjid untuk salat Jumat di Lahsa, dan khutbah dan salat berjamaah tidak diadakan. Seorang pria Persia, bernama Ali bin Ahmad, yang mana… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (13): Lahsa (1)

Penguasa kota ini adalah seorang sharif. Mereka tidak salat maupun berpuasa, tetapi mereka percaya kepada Muhammad dan misinya. Orang-orang ini pernah mengambil Hajar Aswad dan membawanya ke tanah mereka. Untuk mencapai kota Lahsa dari arah mana pun, engkau harus melintasi hamparan padang pasir yang luas. Kota Muslim terdekat ke Lahsa yang memiliki penguasa adalah Basra,… Teruskan Membaca

Tasawuf

Menyingkap Bahasa Mistis Ibnu Arabi (1): Pendahuluan

Banyak orang yang bergelut dalam ilmu pengetahuan menyangkal (adanya) ilmu gaib laduni yang dipunyai oleh para pesuluk dan ahli makrifat dengan mengatakan: “Bagaimana mungkin ada ilmu tanpa proses belajar, berpikir, dan berpandangan?” Seperti umumnya mistikus Islam,[1] Ibnu Arabi menuangkan butir-butir pemikirannya dalam bahasa yang meminjam istilah James Winston Morris “tersegel dan misterius”.[2] Bahasa yang demikian… Teruskan Membaca

Studi Islam

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (12)

Meski konsep nilai yang diusul Kesultanan Demak terbilang baru bagi masyarakat Jawa, tapi kehadirannya tidak mengubah sistem dan tatanan kehidupan masyarakat. Sebaliknya, menurut Agus Sunyoto, sistem hukum dan konsep hirarki kesultanan sebenarnya men-copy paste apa yang sebelumnya sudah ada di era Majapahit. Rendra, dalam pidato kebudayaanya yang berjudul Megatruh, menilai bahwa “daulat manusia” baru kenal… Teruskan Membaca