Mozaik Peradaban Islam

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (8): Penaklukkan Persia

Dalam perang melawan Persia, tentara Muslim hanya berjumlah 30.000 orang, sementara musuh 150.000 orang. Nahas, panglima Muslim tewas, dan sesuai perintah Umar bin Khattab, Hudzaifah mesti maju menjadi panglima. Selepas wafatnya Rasulullah SAW, umat Islam terlibat peperangan dengan Kekaisaran Persia, Sasaniyah, sebuah kekaisaran tua yang sudah ada dari sejak masa pra-Islam. Dalam kurun waktu sekitar… Teruskan Membaca

Mualaf

Peter Sanders: Mualaf yang Menjadi Fotografer Terkemuka Dunia (4)

Pengalaman Sanders berkeliling dunia Islam selama puluhan tahun, telah membawanya pada pemahaman, bahwa akhlak adalah inti dari kehidupan Islam. Menurutnya “Tantangan yang dihadapi Islam adalah kita harus menjadi Islam. Itulah juga cara penyebaran Islam (yang benar).” Kini, tahun 2019. Artinya perburuan Peter Sanders sudah berlangsung selama 50 tahun sejak dia memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya memotret… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (7): Perang Khandaq (Parit) [4]

Hudzaifah menyaksikan seluruh rangkaian peristiwa dalam Perang Khandaq, dan dia menjadi saksi penutup dan satu-satunya atas perang ini. Di akhir, dia juga menyaksikan turunnya Surat Al-Ahzab ayat 9-25. Setelah menerima perintah dan didoakan Rasulullah SAW, Hudzaifah bin al-Yaman berangkat menempuh jarak yang terbentang di antara dua perkemahan dan berhasil menembus kepungan, lalu secara diam-diam dia… Teruskan Membaca

Mualaf

Peter Sanders: Mualaf yang Menjadi Fotografer Terkemuka Dunia (3)

Selanjutnya, Sanders bertekad untuk menangkap semangat (peradaban) Islam (the spirit of Islam) dan menyajikannya ke dalam karya fotografi. Dia melihat peradaban Islam itu seperti sebuah struktur bangunan yang compact. Dan inti atau pusat dari struktur bangunan tersebut adalah tasawuf. Inilah yang menjadi target bidikannya. Sejak keberhasilannya mengambil gambar terbaik di Kota Makkah, Peter Sanders menemukan… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (6): Perang Khandaq (Parit) [3]

Ketika Rasulullah SAW sedang memimpin salat, banyak di antara jamaah yang ambruk karena kelaparan. Juga dilaporkan beberapa sahabat memakan dedaunan yang berjatuhan karena saking kelaparannya. Di tengah udara yang begitu dingin karena badai yang didatangkan oleh Allah SWT, dan kelaparan yang amat sangat karena Madinah dikepung dan diblokade oleh Pasukan Sekutu ketika Perang Khandaq, Rasulullah… Teruskan Membaca

Mualaf

Peter Sanders: Mualaf yang Menjadi Fotografer Terkemuka Dunia (2)

Setelah puluhah tahun berlalu, Sanders membuka rahasia mengapa dia pada akhirnya memutuskan memilih Islam. Menurutnya, bukan dia yang memilih Islam, tapi “Tuhanlah yang memilihkan (Islam) untuk saya.” Peter Sanders menghabiskan beberapa bulan di India. Menurut pengakuannya dalam salah satu wawancara dengan media, ketika dia ke India dan melakukan eksplorasi terhadap beberapa agama dan kepercayaan di… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (5): Perang Khandaq (Parit) [2]

Seseorang berkata kepada Hudzaifah, “Demi Allah! Seandainya kami hidup di zaman Rasulullah, kami tidak akan membiarkan dia berjalan di muka bumi, melainkan kita akan menggendongnya di atas bahu kita.” Hudzaifah meragukannya, seraya berkata, “Benarkah itu yang akan engkau lakukan?” “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah masuk Islam. Sementara kaumku tidak mengetahui tentang keislamanku ini. Maka perintahkanlah… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (6): Guru Bangsa (3)

Pola kepemimpinan Orde Lama dan Orde Baru yang cenderung mengkultuskan individu Presiden, yaitu Sukarno dan Suharto, ditolak oleh Cak Nur. Adalah menarik bahwa meski bukan berasal dari lingkaran kekuatan politik praktis, tetapi Nurcholish Madjid – alias Cak Nur – masuk ke dalam bursa calon Presiden RI pada awal Reformasi. Sebelum namanya santer di berbagai media… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (4): Perang Khandaq (Parit) [1]

“Wahai Rasulullah, dulu jika kami orang-orang Persia sedang dikepung musuh, maka kami membuat parit di sekitar kami,” kata Salman al-Farisi. Sebelum memasuki kisah tentang peran vital Hudzaifah bin al-Yaman dalam Perang Khandaq, penulis akan memaparkan secara singkat terlebih dahulu tentang gambaran besar peristiwa yang terjadi pada saat itu. Hal ini penting, sebab, tanpa menghadirkan konteks,… Teruskan Membaca

Mualaf

Peter Sanders: Mualaf yang Menjadi Fotografer Terkemuka Dunia (1)

Karir profesionalnya dalam fotografi dimulai pada pertengahan tahun 60-an. Ketika itu dia menjadi fotografer artis ternama dalam bisnis musik termasuk Bob Dylan, Jimi Hendrix, The Doors, The Who, the Rolling Stones, dan lain-lain. Hingga pada satu titik dia merasakan kegersangan spiritual yang mencekam. Dia memutuskan berhenti, dan memulai perjalanan spiritualnya. Bukan hal mudah bagi siapapun… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (3): Perang Uhud

Al-Yaman bin Jabir (ayah Hudzaifah), dilarang ikut perang karena sudah tua. Namun dia tetap menyusul ikut perang tanpa diketahui siapapun.  Dari kejauhan, dia melihat ayahnya sedang dihujam pedang oleh prajurit Muslim. Dia berteriak, “Ayahku! Ayahku! Jangan, dia ayahku!” Al-Tabari dalam kitabnya, Tarikh al-Rusul wa al-Muluk, mengatakan, meskipun Hudzaifah bin al-Yaman merupakan sahabat yang masuk Islam… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (69): Wafatnya Al-Makmun

Menurut Tabari, masa kekhalifahan Al-Makmun berlangsung selama 20 tahun, 5 bulan dan 13 hari. Meski sosoknya cukup kontroversial, tapi umumnya sejawaran sependapat, bahwa selama kurun pemerintahannya, Al-Makmun telah berhasil mengantarkan peradaban Islam mencapai puncak era keemasannya. Al-Makmun meninggal pada hari Kamis, 18 Rajab 218 H, di sebuah wilayah Romawi yang dikenal dengan nama Badidun. Setelah… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (2): Pemilik Rahasia Nabi Tentang Orang Munafik (2)

Hudzaifah bertanya, “Wahai Rasulullah, dulu kita berada dalam kejahiliyahan dan diliputi kejahatan, lalu Allah mendatangkan kepada kita kebaikan ini, apakah di balik kebaikan ini ada kejahatan?” Hudzaifah bin al-Yaman RA terus mendalami ajaran Islam dengan didikan Rasulullah SAW, sampai pada akhirnya dia mencapai sebuah kesimpulan: Bahwa bagi siapapun yang ingin mengetahui tentang kebaikan, hal itu… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (68): Abdullah Al-Makmun (17)

Al-Makmun mengetahui bahwa sebagian besar ulama yang mengakui kemahlukan Alquran, bersikap pura-pura patuh. Maka dia memerintahkan Ishaq bin Ibrahim agar mengirim para ulama tersebut menghadap langsung padanya di Tarsus. Tapi ketika mereka baru mencapai Raqqah, tersiar kabar bahwa Al-Makmun sudah wafat. Sebagaimaan sudah dikisahkan sebelumnya, bahwa setelah Ishaq bin Ibrahim membacakan surat balasan dari Al-Makmun… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (1): Pemilik Rahasia Nabi Tentang Orang Munafik (1)

Rasulullah memberikan nama-nama orang munafik kepada Hudzaifah. Umar bin Khattab lalu bertanya kepadanya, “Apakah aku termasuk di antara mereka?” Apa jawaban Hudzaifah? Abu Nasr as-Sarraj, dalam kitabnya yang berjudul Al-Luma’ fi At-Tashawwuf mengatakan, bahwa di antara sahabat-sahabat Rasulullah, ada beberapa orang yang mendapatkan ilmu khusus yang hanya diberikan kepadanya. Orang-orang tersebut di antaranya adalah Sayyidina… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (5): Guru Bangsa (2)

“Islam Yes, Partai Islam No” adalah jargon yang dilahirkan oleh Cak Nur. Dalam lain waktu, pada detik-detik menjelang mundurnya Presiden Suharto, Cak Nur diusulkan memimpin negara, namun dia menolak. Selain K.H. Abdurrahman Wahid, alias Gus Dur, Nurcholish Madjid pernah disebut-sebut sebagai guru bangsa. Jika Gus Dur pernah menjadi Presiden RI, Cak Nur tidak pernah sama… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (67): Abdullah Al-Makmun (16)

Ishaq bin Ibrahim membacakan surat balasan dari Al-Makmun di hadapan para ulama. Setelah mendengar tanggapan Al-Makmun, satu-persatu para ulama tersebut menyatakan bahwa Alquran adalah mahluk, kecuali empat orang, yaitu: Ahmad bin Hanbal, Sajjadah, Al-Qawariri and Muhammad bin Nuh al-Madrub. Setelah Ishaq bin Ibrahim selesai menginterogasi sejumlah ulama, dia menulis semua jawaban mereka, lalu mengirimkannya kepada… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (74): Masa Akhir Genghis Khan (4): Penaklukkan Terakhir (2)

Dalam perjalanan menuju ke Tangut, Genghis Khan terjatuh dari kudanya. Dia menderita luka dalam dan demam tinggi. Meski demikian dia tetap bersikeras melanjutkan ekspedisi penaklukkannya. Pada tahun 1126, atau Tahun Anjing, Genghis Khan dan pasukannya bergerak dari tanah Mongolia menuju ke selatan, ke wilayah suku Tangut. Dia hendak menyelesaikan urusan lamanya dengan Burkhan, khan suku… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (4): Guru Bangsa (1)

Pada Mei 1998, Cak Nur menyarankan Presiden Suharto untuk melepas jabatannya. Suharto menjawab, “Jika orang yang moderat seperti Cak Nur tak lagi mempercayai saya, maka sudah saatnya bagi saya untuk mundur.” Nurcholish Madjid – akrab dipanggil Cak Nur – adalah Guru Bangsa. Dia bukan hanya pemikir yang otentik dan pembicara yang sopan dan artikulatif, tetapi… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (66): Abdullah Al-Makmun (15)

Al-Makmun memanggil para ulama ahli hadis ke persidangan inkuisisi. Pada gelombang pertama, dia memanggil tujuh tokoh ulama senior. Pada gelombang selanjutnya, dia memanggil sejumlah ulama yang lebih muda dari gelombang pertama. Di antara mereka yang hadir saat itu ada Ahmad bin Hanbal, tokoh pendiri mahzab Hanbali ” Dengan keluarnya surat Al-Makmun, maka pengadilan inkuisisi pertama… Teruskan Membaca