Mozaik Peradaban Islam

Studi Islam

Kisah Nabi Shaleh (5): Anak yang Diramalkan

Shaleh berkata kepada Kaum Tsamud, “Jika kalian tidak melukainya (si unta), seorang anak laki-laki akan dilahirkan dari kalian, yang akan melukainya. Dia adalah anak laki-laki dengan kulit putih, bermata biru, berambut coklat kemerahan, dan berkulit kemerahan.” Sekarang mari kita lanjutkan kembali riwayat dari Amr bin Kharijah, salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, sebagaimana pernah dicantumkan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (87): Abu Ishaq Al-Muktasim (18)

Setelah mematahkan rencana pemberontakan Abbas bin Al-Makmun, Al-Muktasim kembali mencium rencana makar lainnya. Kali ini pelakunya adalah Al-Afshin, jenderal perang kepercayaannya. Setelah mendapatkan kepercayaan dan kekayaan yang banyak dari Al-Muktasim, Al-Afshin ternyata sedang menyusun kekuatan dan berencana untuk membangun kembali kekaisaran leluhurnya di kawasan Asia Tengah. Masalah lain yang harus di hadapi Al-Muktasim selain rencana… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Shaleh (4): Unta Betina dari Batu (2)

“Unta ini dapat menghabiskan air dalam sumur dalam satu waktu hanya untuk dirinya sendiri. Itu adalah unta yang diberkati, dan susunya cukup untuk ribuan pria, wanita, dan anak-anak. Jika ia tidur di tempat itu, maka hewan-hewan lain akan pergi.” Allah membuktikan kebenaran Nabi Shaleh, bukan saja dengan menciptakan unta dalam bentuk jasmaninya yang terlihat bagaikan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (13): Raden Fatah (8)

Meski dianggap sebagai kerajan Islam pertama di Pulau Jawa, tapi konsep hirarki Kesultanan Demak dan sistem hukum yang diberlakukan di dalamnya, sebenarnya men-copy paste dari apa yang sebelumnya ada di era Majapahit Sebagai kerajaan Islam pertama di tanah Jawa, konsep pemerintahan Kesultanan Demak terkesan baru bila dibanding dengan Majapahit dan Singasari yang becorak Hindu-Buddha. Akan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Shaleh (3): Unta Betina dari Batu (1)

Kaum Tsamud berkata, “Mintalah kepada Tuhanmu untuk membuatkan unta betina, yang harus sepuluh bulan hamil, tinggi, dan menarik. Buatkanlah dari batu itu untuk kami.” Di tengah situasi menyimpangnya Kaum Tsamud, Allah kemudian mengutus Nabi Shales AS kepada mereka, yakni seseorang yang berasal dari kaum mereka sendiri. Silsilah lengkap Shaleh adalah: Shaleh bin Ubaid bin Asif… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (86): Abu Ishaq Al-Muktasim (17)

Rencana pemberontakan Abbas bin Al-Makmun, memaksa Al-Muktasim menumpas semua komandan pasukan inti Abbasiyah. Sehingga yang tersisa tinggalah komandan pasukan dari Turki. Tidak sampai di sana, dia juga memerintahkan agar semua saudara laki-laki Abbas di bunuh. Setelah berhasil menaklukkan Binzantium dan menundukkan kekuatan Babak Khurmi, nama khalifah Al-Muktasim kian berkibar, tak kalah menterang dari para pendahulunya.… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (12): Raden Fatah (7)

Masjid Agung Demak menjadi momentum lahirnya sistem pemerintahan Islam pertama di Pulau Jawa. Sejak itu, konsep dakwah Islam menjadi lebih terorganisir dan sistematis, sehingga penyebaran Islam lebih progresif dan massif di Pulau Jawa. Masjid Agung Demak dipercaya sebagai bangunan yang pertama dibangun pertama di Kesultanan Demak. Menariknya, masjid ini pula bangunan terakhir yang tersisa dari… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Shaleh (2): Bangsa Pemahat Batu Karang

Karena saking kuatnya, Kaum Tsamud, meskipun tertimpa bangunan, masih dapat bertahan hidup. Rasulullah mengatakan, bangsa ini dikaruniai Allah umur yang panjang dan tubuh yang sangat kuat. Kaum Tsamud merupakan salah satu suku bangsa Arab terbesar yang telah punah. Sebaimana telah disebut pada seri sebelumnya, mereka adalah keturunan dari Tsamud bin Gether bin Aram bin Sem… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (18): Bab 122, Ilmu-Ilmu Nabi (2)

Titik akhir semua ilmu berada dalam ilmu hakikat. Ketika seseorang telah sampai pada ilmu ini dia akan masuk ke dalam samudera yang tak bertepi, yaitu ilmu rahasia hati, ilmu makrifat, ilmu rahasia-rahasia nurani, ilmu batin, ilmu tasawuf, ilmu kondisi spiritual dan perbuatan-perbuatan takwa. Ketiga, ilmu yang hanya khusus untuk Rasulullah Saw., dan tak ada seorang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Shaleh (1): Kaum Tsamud

Rasulullah bersabda, “Orang terdahulu yang paling celaka adalah pemotong unta (Nabi Shaleh).” Untuk memulai kisah tentang Nabi Shaleh AS, kita akan memulainya dari sebuah riwayat dari Nabi Muhammad SAW yang disampaikan oleh salah satu sahabat, Abu al-Tufail: Ketika Rasulullah pergi dalam ekspedisi untuk menyerang Tabuk, dia berkemah di al-Hijr dan berkata, “Wahai orang-orang! Janganlah meminta… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Hud (8): Hadramaut, Tempat Migrasi Nabi Hud dan Pengikutnya

Sampai hari ini, makam Nabi Hud diyakini masih berada di Hadramaut, Yaman. Sementara itu, versi lain mengatakan makamnya berada di Wadi Al-Salam, Irak. Setelah pada artikel sebelumnya penulis menyampaikan riwayat-riwayat tentang proses hancurnya Kaum Ad dari Ibnu Ishaq, pada seri terakhir ini penulis akan menyampaikan riwayat dari Ibnu Katsir dalam Qisas Al-Anbiya karyanya. Tidak seperti… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (17): Bab 122, Ilmu-Ilmu Nabi (1)

Rasulullah Saw bersabda, “Seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui, tentu kalian tidak akan banyak tertawa dan tentu akan lebih banyak menangis.” Bab 122: Tentang Interpretasi atas Berbagai Disiplin dan Aspek-aspek Problematis dari “Disiplin-disiplin Khusus” sebagaimana Dipahami Kalangan Pakar, dan Afirmasi Pengetahuan Mistis yang Didukung Bukti Syaikh Abu Nashr as-Sarraj, semoga Allah merahmatinya, berkata: Ketahuilah… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Hud (7): Sarsar, Angin yang Sangat Kencang

Wahb bin Munabbih berkata, “Ketika Allah menghukum Kaum Ad. Siapa pun yang sedang tidak berada di rumah, dihempaskan oleh angin hingga dia membelah gunung dengannya, dan dengan demikian mereka semua dihancurkan.” Al-Tabari berkata, “Telah dikatakan, bahwa pemimpin dan orang terhebat mereka (Kaum Ad) saat itu adalah al-Khuljan.” Diriwayatkan dari al-Abbas bin al-Walid dari ayahnya dari… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (11): Raden Fatah (6)

Secara de facto, Kesultanan Demak berdiri bersamaan dengan diresmikannya Masjid Agung Demak, pada 1401 Saka/1479 Masehi. Pada kesempatan tersebut, Raden Fatah secara resmi memberlakukan hukum Salokantara, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai kitab undang-undang pertama di Nusantara yang mengandung di dalamnya syariat Islam.   Bila merujuk pada catatan sejarah, besar kemungkinan Kesultanan Demak berdiri sebagai… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Hud (6): Qayl bin Anz, Pemimpin Kaum Ad

Qayl bin Anz berdoa, “Aku meminta bahwa apa yang menimpa umatku harus menimpaku juga.” Dia mendapat jawaban bahwa umatnya akan mengalami kehancuran. Dia berkata, “Aku tidak peduli. Tidak ada faedahnya aku mempertahankan hidup mereka.” Mari kita lanjutkan riwayat dari Ibnu Ishaq tentang delegasi Kaum Ad yang berada di Makkah untuk berdoa: Telah dikatakan – dan… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (16): Bab 52, Perbedaan Tafsir Sufistik

Al-Junaid, berkata, “Orang faqir yang sebenarnya adalah orang yang tidak merasa cukup dengan sesuatu, namun segala sesuatu merasa cukup dengannya.” Bab 52: Tentang Alasan Perbedaan Pendapat di Kalangan Ahli Hakikat Ihwal Tafsiran Mendalam Atas Pengertian-pengertian Ajaran-ajaran dan Kondisi Spiritual Mereka Berkata syaikh (Abu Nashr Al-Sarraj), semoga Allah merahmatinya: Ketahuilah—semoga Allah membenarkan pemahamanmu dan melenyapkan tipu… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Hud (5): Awan Hitam

Pemimpin Kaum Ad berdoa di Makkah, dan Allah mendatangkan tiga awan, satu putih, satu merah, dan satu hitam. Dia memilih awan berwarna hitam karena beranggapan di dalamnya mengandung banyak air. Dia tidak tahu apa yang ada di dalamnya adalah bencana. Demikianlah, setelah delegasi Kaum Ad mengetahui keislaman Marthid bin Sa’d dan mengecamnya, mari kita ikuti… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (10): Raden Fatah (5)

Di Pulau Jawa, Raden Fatah akhirnya berguru dengan Sunan Ampel. Selanjutnya dia mulai berdakwah di wilayah Demak dan Bintoro. Melalui satu peperangan, Raden Fatah berhasil menggulingkan penguasa setempat, dan menjadi penguasa di wilayah tersebut. Setelah itu, dia menggabungkan kedua wilayah tersebut, sehingga dikenal kemudian dengan sebutan Demak-Bintoro. Berbeda dengan yang dituturkan oleh Serat Kadaning Ringgit… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (15): Bab 51, Tafsir Alquran Kaum Sufi

Allah akan mewariskan ilmu yang sebelumnya tidak mereka keta­hui, yakni yang Allah bukakan untuk orang-orang pilihan-Nya. Bab 51: Bagaimana Kaum Sufi Mengambil Penafsiran yang Tepat dalam Memahami Alquran, Hadis dan Sumber-sumber lain serta pelbagai Metode Tafsir mereka Syaikh [Abu Nashir Al-Sarraj] berkata, sebagai jawaban atas pertanyaan makna ‘penafsiran mendalam’ (deeper interpretations), bahwa istilah tersebut merujuk… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Hud (4): Marthid bin Sa’d, Bangsawan Ad yang Menyembunyikan Ke-Islamannya

Marthid bin Sa’d adalah salah satu delegasi Kaum Ad yang pergi ke kota suci Makkah untuk meminta hujan. Namun dalam proses itu, identitas keislamannya terungkap. Demikianlah, setelah Kaum Ad dilanda kekeringan selama tiga tahun, mereka mengirimkan delegasi mereka ke Makkah untuk berdoa meminta hujan. Bagaimana jalannya proses tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Ishaq dalam riwayat yang… Teruskan Membaca