Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (14): Berpisah dengan Jamuka

Popularitas Temujin meningkat pesat di antara pengikut Jamuka. Jamuka memberi isyarat agar Temujin yang bukan berdarah murni, untuk pergi. Kelak, hubungan mereka akan menjadi permusuhan paling pahit dalam sejarah bangsa Mongol. Selama Temujin menjadi bagian dari kelompok Jamuka, maka dia akan dianggap sebagai kerabat jauh bertulang hitam yang berdarah campuran. Sementara itu Jamuka posisinya tetap… Teruskan Membaca

Sejarah

Kesultanan Malaka (1)

Dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara, sejarawan nyaris tak mungkin melewatkan arti penting dari Kesultanan Malaka. Kedudukan sebagai salah satu pusat perdagangan terbesar di dunia masa itu, menjadi salah satu faktor kunci yang mempercepat sirkulasi barang, informasi, dan nilai, ke seluruh Nusantara. Termasuk di antaranya, agama Islam. Pada akhir abad ke 14 dan awal abad… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (13): Jamuka

Jamuka adalah sepupu jauh Temujin yang memiliki garis keturunan murni yang disebut “tulang putih”. Sementara itu Temujin berasal dari garis keturunan campuran yang disebut dengan “tulang hitam”. Hal ini kelak akan menjadi persoalan besar. Setelah penyelamatan Borte yang dramatis, Temujin dengan kelompok kecilnya memutuskan untuk bergabung dengan kelompok pengikut Jamuka yang jumlahnya lebih besar. Temujin… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (9): Menunggangi Revolusi (8)

Salah satu sosok penting dalam drama revolusi Bani Abbas bernama Abu Muslim al Khurasani. Tentang asal usulnya, beberapa pihak masih berbeda pendapat. Dia ditugaskan oleh Imam revolusi Abbasiyah agar memimpin revolusi di Khurasan, dan membakar sentimen anti-Arab di tengah masyarakatnya. Pada tahun 124 H, Muhammad bin Ali meninggal dunia. Tapi sebelum kematiannya, dia menitipkan pesan… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (12): Menyelamatkan Borte

Dalam sebuah penyerangan bersama Ong Khan dan Jamuka, Temujin berhasil merebut kembali Borte, istrinya. Dalam pertemuannya kembali, pasangan muda itu berbahagia, namun tidak lama Temujin menemukan Borte tengah hamil. Selama berabad-abad kemudian, bangsa Mongol masih mempertanyakan siapa ayah dari anak tersebut. Setelah menyetujui rencana penyerangan terhadap suku Merkid, Ong Khan juga mencari dukungan tambahan untuk… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (8): Menunggangi Revolusi (7)

Pada tahun 100 H, Muhammad bin Ali mulai melancarkan propagandanya. Dia mengirim sejumlah utusan ke berbagai wilayah, dan mengajak mereka agar mendukung imam dari keluarga Muhammad. Tapi dia tidak menyebutkan secara terang-terangan, siapa Imam yang dimaksud? Aspek lain yang juga perlu dicatat di sini, yaitu sentimen arab dan non-arab yang dihembuskan oleh Bani Umayyah sejak… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (11): Spiritualitas Genghis Khan

Jauh hari sebelum bangsa Mongol memeluk Islam, Genghis Khan sendiri adalah penganut animisme, dia menyembah Dewa Tengri, Langit Biru Abadi. Terlepas dari penggambarannya yang keji, dia sebenarnya menunjukkan sisi spritualitas dan kelemahannya sebagai manusia. Lari dari orang-orang Merkid, Temujin bersembunyi di hutan Gunung Burkhan Khaldun. Pikirannya bergulat, di sana dia harus menemukan sebuah jawaban tentang… Teruskan Membaca

Tokoh

Allamah Thabathabai: Filosof dan Mufasir Muslim Kontemporer (8): Tafsir Al-Mizan

Dalam tafsir Al-Mizan, Thabathabai menunjukkan bahwa dengan melampaui sekat-sekat sektarian dan keluar dari lingkup metodologi yang sempit, Alquran dapat hadir dalam semesta yang jauh lebih lapang, luas, dan relevan. Di antara puluhan karya Thabathabai, orang akan sulit menemukan mercusuar yang lebih terang ketimbang tafsir Al-Mizan. Karya ini memiliki terlalu banyak kelebihan dibanding tafsir-tafsir Alquran pada… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (7): Menunggangi Revolusi (6)

Persia dan Khurasan adalah kawasan yang cocok bagi Bani Abbas untuk memulai gerakan revolusi. Karena di tempat ini masyarakatnya mengalami diskriminasi rasial sejak awal berdirinya Dinasti Umayyah. Ditambah lagi, kawasan ini jauh dari pusat kekuasaan, sehingga kontrol kekuasaan pusat terbilang lemah. Dan yang terpenting, masyarakatnya sangat menghormati dan mencintai keluarga Rasulullah Saw. Sehingga klaim mereka… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (10): Penculikan Borte

Delapan belas tahun lalu, Hoelun muda diculik dari suku Merkid oleh Yesugei. Kini suku Merkid menuntut pembalasan, tapi bukan Hoelun yang mereka inginkan, melainkan istri Temujin, Borte. Setelah menyelesaikan segala urusan di rumah terkait kedatangan Borte, kini Temujin menitipkan mempelai wanitanya itu kepada ibunya, Hoelun. Temujin hendak menemui Ong Khan, khan suku Kereyid yang beragama… Teruskan Membaca

Pilihan

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut … Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah

Sejarah

Kesultanan Malaka (1)

Dalam sejarah perkembangan Islam di Nusantara, sejarawan nyaris tak mungkin melewatkan arti penting dari Kesultanan Malaka. Kedudukan sebagai salah satu pusat perdagangan … Teruskan Membaca