Mozaik Peradaban Islam

Tasawuf

Mengenal Allah (3): Pangkal Agama adalah Ilmu

“Pangkal agama ialah Makrifat tentang Dia.” ~ Ali bin Abi Thalib ra dalam Nahjul Balaghah ~ Setelah mengenal prinsip-prinsip perjalanan menuju Allah, pertanyaan selanjutnya dengan sarana apa kita melangkah? Jika menyelami hadis Nabi Muhammad saw, begitu juga sikap dan tutur kata Ahlulbait-nya[1], kita akan menemukan bahwa betapa mereka menekankan pentingnya ilmu pengetahuan. Dengan ilmu, mereka… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (17): Duka Kehilangan Dua Insan

Pada penghujung hidupnya Abdul Muthalib memanggil anak-anaknya dan meminta pengurusan Nabi yang masih kecil. Di antara semua anaknya, hanya Abu Thalib yang bersedia. Kafilah telah siap untuk berjalan kembali ke arah Kota Makkah. Barakah Ummu Aiman bersama Nabi menaiki unta secara perlahan seraya menyampaikan salam duka dan perpisahan kepada kubur Aminah. Sepanjang jalan Barakah terus… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (19): Dua Ratu Persia (2): Azarmidukht

Oleh Tabari dia digambarkan sebagai wanita tercantik di Persia. Namun karena skandal cinta, hidupnya berakhir nahas dengan wajah yang dirusak dibutakan. Putri Persia selanjutnya yang naik takhta menjadi Ratu (Banbishnan banbishn, bahasa Persia, Ratunya para ratu) adalah Azarmidukht. Dia adalah putri Abarwiz (Kisra II) – putra Hurmuz IV – putra Anushirwan (Kisra I). Atau jika… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (18): Dua Ratu Persia (1): Buran

Buran adalah salah satu putri Persia yang naik takhta. Sebelumnya, selain sebagai saudara perempuan Shiruyah, dia juga berperan sebagai istrinya. Perkawinan sedarah adalah hal yang biasa dalam Dinasti Sasaniyah. Sebagaimana telah dibahas dalam artikel sebelumnya, ketika kekuasaan di Persia terus-menerus berganti dalam waktu yang begitu singkat, dua di antara mereka yang naik takhta adalah putri… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (17): Kekacauan di Persia

Rasulullah bersabda, “Tidak sukses suatu kaum (masyarakat) yang menyerahkan urusan mereka kepada perempuan.” (Bukhari) Sekarang alur kisah kita kembalikan ke masa Abarwiz (Kisra II) yang dibunuh oleh Shiruyah (Qubadh II), putranya sendiri yang menginginkan takhta kerajaan Dinasti Sasaniyah. Sebagaimana telah dibahas, Shiruyah juga kemudian membunuh seluruh anggota keluarganya yang laki-laki, terkecuali putranya sendiri, Ardashir. Para… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (16): Strata Sosial di Persia (2)

Selama berabad-abad rakyat Persia melihat penguasa mereka tenggelam dalam kemewahan. Oleh karena itu, ketika gubernur Muslim baru datang ke wilayah ini hanya dengan keledai, mereka begitu keheranan. Dia adalah salah seorang sahabat Nabi. Pada masa Sasaniyah, hanya anak-anak orang kaya dan bangsawan yang berhak mengenyam pendidikan. Rakyat umum serta kelas menengah tidak berhak mendapatkan pengetahuan… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (15): Strata Sosial di Persia (1)

Kisra II mempunyai 3.000 orang istri dan 12.000 perempuan penyanyi…. Dia memiliki 960 gajah dan 12.000 keledai untuk membawa bawaannya. Dia juga mempunyai 1.000 ekor unta. Kemewahan Istana Persia Raja-raja Dinasti Sasaniyah umumnya gemar akan kemewahan dan kerakusan. Kemegahan dan kemewahan istana mereka menyilaukan mata. Pada masa Sasaniyah, orang Persia memiliki bendera yang dinamakan Dirafsy-i… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (14): Dosa Kaum Majusi (2)

Raja Kisra II membangun sebuah kuil api dan menempatkan 12.000 pendeta di dalamnya untuk menyanyikan lagu-lagu pujaan dan berdoa. Zoroastrianisme (yang melekat dan diklaim oleh Kaum Majusi) pada dasarnya adalah agama istana Sasaniyah. Para pendetanya, dengan memanfaatkan instrumen istana menekan rakyat yang tertindas agar tetap diam, menciptakan sebuah kondisi agar rakyat tetap pasrah dengan kesusahan… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (13): Dosa Kaum Majusi (1)

Majusi pada awalnya adalah sebuah suku dengan adat istiadat khusus seperti memamerkan mayat, berperang dengan siluman, dan menafsirkan mimpi. Masih ingatkah para pembaca tentang surat dari Nabi Muhammad saw yang ditujukan untuk Kisra? Pada bagian akhir surat itu tertulis: “Masuklah Islam, niscaya Tuan akan selamat. Namun jika Tuan menolak, maka dosa orang-orang Majusi ada di… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (12): Pembunuhan Kisra

Prajurit penjaga malam di Madain yang biasanya menyerukan nama raja yang berkuasa ketika melewati jalan-jalan, malah menyebutkan nama Shiruyah sebagai raja ketimbang Kisra, sebuah tanda kudeta telah dimulai. Sekarang kita kembali kepada kisah Kisra yang merobek-robek surat dari Nabi Muhammad saw. Waktu itu Kisra lalu meminta Badhan, gubernurnya di Yaman, untuk membawa Rasulullah ke hadapannya.… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (11): Peringatan Malaikat untuk Kisra

Tengah malam, Kisra sedang tidur, tiba-tiba datang sebuah sosok dengan tongkat yang berkata kepadanya, “Wahai Kisra, putra Hurmuz, aku adalah utusan Tuhan….” Pada artikel sebelumnya, telah diriwayatkan oleh Hasan al-Basri bahwa malaikat datang dan memberi peringatan kepada Kisra. Bagaimana malaikat itu datang dan berkomunikasi dengannya, juga diriwayatkan oleh banyak periwayat. Berikut ini beberapa di antara… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Ibrahim (6): Kelahiran dan Masa Kecil (4)

“Sejak kecil, Ibrahim memeram kebencian pada berhala-berhala yang disembah oleh kaumnya. Kebencian ini semakin memilukan setelah memahami bahwa ayahnya adalah kreator yang membuat sembahan-sembahan tersebut.” Sebagaimana sudah dikisahkan pada edisi sebelumnya, bahwa Nabi Ibrahim dibesarkan di dalam keluarga pembuat berhala. Kepala keluarga ini bernama Azar, yang dipanggil oleh Ibrahim dengan sebutan “ayah”. Menurut Ibnu Katsir,… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (10): Persia Vs Romawi

Persia menderita kekalahan besar dan Kaisar Heraklius berhasil mendesak Kisra ke Ctesiphon. Pada saat itulah malaikat datang menemui Kisra, menembus dinding istananya dengan bercahaya. Setelah membaca surat dari Nabi Muhammad saw, Kisra II (Abarwiz) langsung merobek-robek surat tersebut, dan dengan congkak dia berkata, “Seorang budak hina di antara rakyatku berani menulis namanya sebelum namaku!” Ketika… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (9): Surat Nabi kepada Kisra

Rasulullah saw menulis surat untuk Kisra, “…. Masuklah Islam, niscaya Tuan akan selamat. Namun jika Tuan menolak, maka dosa orang-orang Majusi ada di pundak Tuan.” Setelah membacanya Kisra langsung merobek-robeknya. Perang Dhu Qar Setelah pada masa-masa awal diangkatnya Muhammad saw sebagai Nabi Allah, dan Kisra mendapatkan tanda-tanda serta pemberitahuan tentang hal ini dari para peramal,… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (8): Peristiwa Pengangkatan Nabi Muhammad Saw dan Tanda-Tandanya di Persia (3)

Para ahli sihir Sasaniyah mengerahkan segala daya kekuatan mereka, namun bumi menjadi gelap dan langit tertutup. Satu yang mereka tahu, ketika itu terjadi, artinya seorang nabi telah datang. Bendungan baru di Tigris itu jebol kembali tepat ketika Kisra (Abarwiz) sedang berada di atasnya. Beruntung dia masih bisa diselamatkan. Sekarang mari kita lanjutkan kembali riwayat dari… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (7): Peristiwa Pengangkatan Nabi Muhammad Saw dan Tanda-Tandanya di Persia (2)

Para ahli nujum mengetahui bahwa seorang nabi telah, atau akan diutus, dan kekuatannya akan menghancurkan Persia. Namun mereka berbohong kepada Kisra karena takut dibunuh. Setelah sebelumnya para peramal, ahli sihir, dan ahli nujum diperintahkan oleh Kisra (Abarwiz) untuk mencari tahu dan menyelidiki sebab-sebab runtuhnya atap istana dan jebolnya bendungan di Tigris, mereka pergi untuk melakukan… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (6): Peristiwa Pengangkatan Nabi Muhammad Saw dan Tanda-Tandanya di Persia (1)

Pada usianya yang ke-40, Muhammad saw diangkat menjadi nabi. Sementara itu di Persia atap lengkung istana kerajaan runtuh dan bendungan di Tigris menjadi jebol. Raja meminta penjelasan kepada para tukang sihir. Ketika Abdul-Masih kembali ke Kisra (Anushirwan), dia memberitahunya tentang perkataan Satih (bahwa Kekaisaran Sasaniyah akan berakhir setelah dipimpin oleh empat belas penguasa lagi). Kisra… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (5): Kelahiran Nabi Muhammad Saw dan Mimpi Buruk Raja Persia

Anushirwan yang sudah berkuasa selama 40 tahun, terbangun dari mimpinya karena 14 puncak istananya rubuh. Sementara itu, Aminah tengah berjuang untuk melahirkan anaknya di Makkah. Di tengah keluarga Bani Hasyim di Makkah pada Senin pagi, Tanggal 9 Rabiul-Awwal,[1] permulaan tahun dari peristiwa penyerangan pasukan gajah, atau bertepatan dengan tanggal 20 atau 22 bulan April tahun… Teruskan Membaca

Sejarah

Penaklukan Persia (4): Bangkitnya Neo-Persia: Kekaisaran Sasaniyah

Persia menyaksikan kejayaan dan kebesarannya pada zaman keemasan Sasaniyah. Bukan hanya kekuatan militer yang tangguh tetapi juga pusat peradaban dan budaya. Pada masa ini Nabi Muhammad lahir. Setelah mengalahkan Darius III – raja Akhemeniyah yang terakhir – pada tahun 336 SM, antara tahun 334 hingga 330 SM Aleksander Agung dari Makedonia menuntaskan penaklukan seluruh wilayah… Teruskan Membaca