Mozaik Peradaban Islam

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (3): Masuk Islam (1)

Suatu hari Abu Jahal melihat Rasulullah di Safa, lalu dia mencaci dan melecehkan beliau, namun beliau hanya diam saja. Kemudian dia memukul kepala beliau dengan batu hingga terluka dan berdarah. Hari demi hari terus berlalu, dan tekanan dari Kaum Quraisy kepada Nabi Muhammad saw dan umat Islam semakin meningkat. Dan kali ini bukan hanya sebatas… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (2): Saat Nabi Berdakwah Secara Terbuka

Mendengar perkataan Quraisy tentang keponakannya, Hamzah hanya tertawa dan menuduh mereka terlalu berlebihan. Abu Jahal lalu mengingatkan agar jangan menganggap enteng Muhammad, sesungguhnya apa yang diajarkannya adalah bahaya nyata. Hamzah bin Abdul Muthalib tumbuh menjadi pria dewasa yang gagah perkasa. Dia dikenal sebagai orang yang aktif, bertubuh kuat, dan ahli memanah. Hamzah memiliki kegemaran berburu.… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (1): Pemimpin para Syuhada

Rasulullah saw bersabda, “Hamzah adalah sayyid (pemimpin) para syuhada di hari Kiamat.” Abdul Muthalib bin Hasyim, salah seorang tokoh besar di Makkah, pada suatu masa merasa bahwa putra kesayangannya, Abdullah, sudah waktunya untuk memasuki usia pernikahan. Banyak riwayat yang menceritakan bahwa banyak gadis di kota Makkah yang sangat ingin dipersunting oleh Abdullah. Namun Abdullah bukanlah… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (10): Ketika Pedang Belas Kasih Lebih Tajam dari Pedang Besi

Mengapa Ali menjatuhkan pedang besinya? Karena pedang belas kasihnya telah memilih untuk menebus begitu banyak jiwa dalam tubuh yang terbuat dari tanah liat. Amirul Mukminin Ali berkata kepada musuhnya sendiri, “Ketika engkau meludahi wajahku, jiwa jasmaniahku bangkit dan aku kehilangan kekuatan untuk bertindak dengan tulus, hanya karena Allah – itulah yang telah mencegahku untuk membunuhmu.”… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (9): Makna Fathu Makkah

Rumi berkata, “Jika engkau berpikir Nabi mengejar kekuasaan, engkau pasti hilang akal, membandingkan beliau dengan keserakahan bodohmu sendiri!” Dalam penjelasan tentang bagaimana upaya Nabi untuk menaklukkan Makkah dan kota-kota lainnya. Hal itu bukanlah karena beliau cinta akan kekuasaan, karena beliau telah bersabda: “Dunia adalah bangkai.”[1] Semua itu melainkan atas perintah Allah semata. Nabi berjuang untuk… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (8): Kebaikan Ali kepada Pembunuhnya

Ali berkata, “Janganlah bersedih hati! Aku akan menjadi pemberi syafaatmu, aku bukanlah hamba tubuh, aku adalah penguasa ruh: tubuh tidak berharga bagiku.” Kelanjutan kisah tentang Ali dan kemurahan hatinya terhadap pembunuhnya sendiri Renungkanlah tentang Ali dan pembunuhnya yang keji, kebaikan yang dia tunjukkan kepada bawahannya[1]: Dia berkata, “Aku melihat musuhku siang dan malam tapi aku… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (7): Ketika Adam Menjadi Sombong Melihat Nasib Setan yang Dikutuk

Suatu ketika Adam memandang rendah Setan, menertawakan penderitaannya yang menyedihkan. Adam terkejut terhadap Setan terkutuk yang tersesat dan menunjukkan kesombongan Suatu ketika Adam memandang rendah Setan dengan dipenuhi rasa jijik dan cibiran, ketika dia merasa lebih unggul; Dengan kesadaran, dia pikir dia benar dan menertawakan penderitaan Setan yang menyedihkan. Sifat Tuhan Yang Maha Memiliki menyeru,… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (6): Nubuat Nabi tentang Pembunuhan Ali (2)

Rumi berkata, “Jika Dia memenggal seseorang, kasih karunia-Nya akan segera membawa seribu kepala menggantikannya.” Mengenai pembunuhan kepada Ali, Rumi berkata: Perang Nabi membawa perdamaian yang diinginkan semua orang, kedamaian kita hari-hari ini berasal dari perang yang beliau lakukan; Padahal beliau membunuh ribuan orang yang menunjukkan permusuhan. Ini dilakukan agar orang-orang bisa mendapatkan keamanan: Tukang kebun… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (5): Nubuat Nabi tentang Pembunuhan Ali (1)

Ali berkata kepada pembunuhnya, “Tidak ada kebencian dalam jiwaku kepadamu karena ini bukanlah tindakan yang engkau pilih untuk lakukan; Engkau adalah alat Allah yang dengannya Dia akan menulis.” Nabi berkata di telinga pemegang sanggurdi Amirul Mukminin Ali: “Ali akan dibunuh oleh tanganmu, aku bersumpah kepadamu!” Ali berkata kepada pelayan yang akan membunuhnya kelak, “Madu dari… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (4): Jawaban Ali (2)

Ali berkata, “Aku memberikan hadiah seperti itu kepada mereka yang menyiksaku dan menundukkan kepalaku dalam kerendahan hati, bayangkan apa yang kuberikan kepada orang-orang yang setia.” Kesaksian seorang budak tidak ada artinya menurut hukum yang ditegakkan di pengadilan.[1] Meskipun ribuan budak menjadi saksimu, pengadilan tetap tidak akan memberimu kelonggaran; Para budak nafsu jauh lebih buruk dalam… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (3): Jawaban Ali (1)

Perbuatanku untuk Allah bukan didasarkan pada pendapat atau aturan belaka, melainkan melalui penglihatan, penalaran, dan perhitungan-Nya. Aku pergi untuk mengikat lengan bajuku ke ujung jubah Allah sebagai gantinya. Amirul Mukminin Menjawab, Menjelaskan Apa Alasan Dia Menjatuhkan Pedangnya dalam Situasi Seperti itu Dia berkata, “Aku menggunakan pedangku sesuai dengan rencana Allah, bukan dengan tubuhku tetapi melalui… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (2): Ketika Ali Menjatuhkan Pedangnya

Bagi para pencari engkau adalah abadi, dan, melalui dirimu, setiap sekam dapat mencapai inti, maka bukalah selamanya, pintu belas kasihan menuju Tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia  – janganlah membuat kami menunggu! Musuh yang telah kalah itu bertanya kepada Ali, “Engkau benar-benar cerdas dan berwawasan, Ali, apa yang engkau pikirkan hingga menghentikan pertarungan?… Teruskan Membaca

Arsitektur

Museum Qatar (8): Museum Orientalis

Dalam dua dekade terakhir ini, Qatar secara agresif telah membeli lukisan-lukisan karya seniman Barat dengan harga yang sangat fantastis. Kira-kira apa alasan mereka? Qatar’s Orientalist Museum (Museum Orientalis Qatar) memang belum secara resmi dibuka oleh otoritas Museum Qatar, namun yang menarik adalah ide-ide di balik pendirian museum ini. Untuk kata orientalis itu sendiri, yang berasal… Teruskan Membaca

Arsitektur

Museum Qatar (7): Mathaf: Museum Seni Modern Arab

Museum ini memiliki 9.000 koleksi karya para seniman kontemporer dari dunia Arab. Qatar berusaha menjadikan negaranya sebagai pelopor kesenian di kawasan tersebut yang belum pernah diambil oleh negara lainnya. Mathaf: Arab Museum of Modern Art (Museum Seni Modern Arab) adalah museum di Doha, Qatar, yang memamerkan karya-karya seniman dari dunia Arab. Nama Mathaf sendiri diambil… Teruskan Membaca

Arsitektur

Museum Qatar (6): Museum Seni Islam (MIA)

Museum ini memiliki koleksi langka peninggalan peradaban Islam dari sejak 1.300 tahun lalu, mulai dari logam Dinasti Ayyubiyah dan Mamluk, koleksi lengkap astrolab dan instrumen ilmiah, perhiasan peninggalan Dinasti Mughal, dan Alquran masa awal. Museum of Islamic Art (MIA/Museum Seni Islam) adalah proyek rintisan Qatar dalam cita-cita mereka untuk menjadi pusat kebudayaan, baik bagi kawasan… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Ibrahim (7): Berdebat dengan Azar dan Kaumnya

Berkata bapaknya, “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama.” Sudah dikisahkan pada edisi sebelumnya, bahwa perdebatan Nabi Ibrahim dengan Azar, berujung dengan keluarnya ancaman dari Azar terhadap Ibrahim. Ancaman ini direkam oleh  Alquran sebagai berikut: “Berkata bapaknya, ‘Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku,… Teruskan Membaca

Arsitektur

Museum Qatar (5): Museum Nasional Qatar (2)

Bangunan ini terinspirasi dari mawar gurun. “Ini adalah arsitektur yang dibuat oleh gurun itu sendiri. Ini adalah pekerjaan angin, pasir, selama ribuan tahun.” Jika dilihat dari kejauhan, Museum Nasional Qatar akan tampak seperti cakram besar berwarna pasir gurun yang berjalin berkelindan. Cakram-cakram raksasa tersebut bagaikan telah terbang dengan kecepatan tinggi dan saling bertabrakan sehingga menciptakan… Teruskan Membaca

Arsitektur

Museum Qatar (4): Museum Nasional Qatar (1): Mawar Gurun yang Menjulang Tinggi

Museum ini dirancang arsitek Prancis, Jean Nouvel, yang mengaku terinspirasi dari bentuk mawar gurun setempat. Berbicara Museum Qatar (QM) – dulu disebut Otoritas Museum Qatar (QMA) – bukan berarti hanya membicarakan tentang satu bangunan saja. Jadi, Museum Qatar adalah semacam badan pemerintah yang membawahi pengelolaan banyak museum.[1] Berikut ini adalah museum atau bangunan yang berada… Teruskan Membaca

Arsitektur

Museum Qatar (3): Sheika Mayassa, Ratu Seni Qatar (2)

Negara seperti Qatar yang masih menganut sistem negara monarki absolut adalah tempat yang sulit untuk mendorong keberanian, ketidaksopanan, dan subversi yang merupakan ciri khas dari sifat artistik yang sesungguhnya. Sheikha Mayassa mengatakan bahwa angaran dana Otoritas Museum Qatar (QMA) tidak dipublikasikan dan keputusan tentang pendanaan dan akuisisi diambil oleh segelintir orang di puncak organisasi. Dia… Teruskan Membaca