Mozaik Peradaban Islam

Studi Islam

Kisah Nabi Nuh (2): Kelahiran Nuh

Ibnu Abbas meriwayatkan, “Ada sepuluh generasi antara Nuh dan Adam, seluruhnya adalah pengikut hukum agama yang benar. Kemudian mereka berselisih dan Allah mengutus para nabi sebagai pembawa kabar baik dan pemberi peringatan.” Kisah tentang Nabi Nuh tidak hanya dimiliki oleh Islam saja, agama-agama Samawi lainnya, yakni Yahudi dan Nasrani, juga memiliki kisahnya, dan tentu saja… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (3); Setting Sejarah (2)

Tome Pires, seorang penulis Portugis yang singgah ke Demak pada sekitar tahun 1515, menggambarkan Kota Demak sebagai kota yang makmur; terdiri dari 8.000 sampai 10.000 rumah dan tanah di sekitarnya menghasilkan beras melimpah-limpah, yang sebagian diekspor ke Malaka. Keberhasilan Vasco da Gama mencapai India begitu membanggakan dan terbilang sangat monumental bagi masyarakat Eropa kala itu.… Teruskan Membaca

Studi Islam

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (8)

R. Michael Feener dalam salah satu jurnalnya menyebutkan, bahwa sebelum datangnya kolonialisme bangsa Eropa, Islam lebih dikenal sebagai ajaran nilai yang mewujud sebagai akhlak yang mulia, ketimbang identitas kelompok tertentu. Seperti sebuah trend etika, nilai-nilai agama ini menyatu secara alamiah dengan kebudayaan setempat. Sebagaimana sudah diurai pada edisi sebelumnya, bahwa Kitab Undang-Undang Angger Surya Ngalam… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (79): Abu Ishaq Al-Muktasim (10)

Di bawah kepemimpinan Al-Afshin, metode perang tentara Abbasiyah menjadi sangat berbeda. Pasukan Abbasiyah dari divisi lainnya bisa menyaksikan langsung satu teknik pertempuran baru. Dimana taktik, intrik, dan permainan telik sandi justru menjadi motor utama kemenangan mereka. Pada tahun 220 H, Al-Afshin bergerak bersama seluruh pasukannya menuju Azarbaijan. Pasukan ini tidak hanya terdiri dari divisi budak… Teruskan Membaca

Tasawuf

Memperingati Hari Kemerdekaan, Membebaskan Diri dari Penjajahan oleh Hawa Nafsu

Rasulullah berkata, perang fisik sebesar apapun, itu harus dilihat sebagai jihad asghar, atau sebagai perang kecil, jika dibandingkan dengan perang melawan hawa nafsu. Oleh Haidar Bagir Tidak terasa pada tahun ini kita telah melaksanakan kembali peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan adalah suatu peristiwa besar, bukan hanya dalam sejarah negara atau bangsa kita. Tetapi, sesungguhnya, persoalan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (2); Setting Sejarah (1)

Menurut catatan Prof. Dr. Slamet Mulyana, Kesultanan Demak pertama berdiri pada tahun 1475 M, setelah berhasil meruntuhkan negara Majapahit. Pada periode yang sama, peta politik nusantara dan dunia sedang mengalami pancaroba.   Berdasarkan catatan sejarah, Kesultanan Demak diperkirakan eksis pada sekitar akhir abad ke 15 sampai pertengahan abad ke 16 Masehi. Periode ini adalah masa… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Nabi Nuh (1): Rasul Pertama

Pada saat air bah tiba, seorang ibu lari membawa anaknya ke puncak gunung. Hingga air itu naik sampai ke lehernya, dia mengangkat anaknya dengan tangannya. Rasulullah berkata, “Jika Allah hendak mengampuni salah satu dari mereka, itu akan diberikan kepada ibu dari anak kecil itu.”[1] Di dalam ajaran Islam, Nabi Nuh AS dianggap sebagai salah satu… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (78): Abu Ishaq Al-Muktasim (9)

Pada tahun 220 H, Al-Muktasim memecat Fadl bin Marwan dari posisinya sebagai wazir (perdana menteri), karena tuduhan korupsi. Di tahun ini juga, Al-Muktasim mengangkat Al-Afshin, seorang jenderal asal Turki, untuk menjadi panglima perang Abbasiyah. Pada tahun 220 H, atau ketika Al-Afshin ditugaskan berangkat menghadapi Babak Khurmi, Al-Muktasim memecat Fadl bin Marwan dari posisinya sebagai wazir… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (1)

Kesultanan Demak dipercaya sebagai kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Tapi sejarah yang menyelubungi eksistensi kesultanan ini tidaklah secerah nama besarnya. Padahal, kesultanan ini berdiri di salah satu fase paling krusial dalam sejarah di Nusantara, yaitu pertengahan abad ke 15 sampai pertengahan ke 16 Masehi.   Bila kita melacak sejarah masuk dan berkembangnya Islam ke… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (77): Abu Ishaq Al-Muktasim (8)

Pada tahun 220 H, Al-Muktasim mulai menggunakan jasa pasukan dari Turki secara formal. Misi pertama mereka adalah menaklukkan kekuatan Babak Khurmi, sebuah agama baru di Azarbaijan. Kelompok ini, nyaris tak terkalahkan sejak masa Al-Makmun. Meski tidak sedikit pihak yang meragukan keputusan Al-Muktasim untuk menggunakan jasa pasukan budak dari Turki sebagai kekuatan utama Dinasti Abbasiyah. Tapi… Teruskan Membaca

Studi Islam

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (7)

Bila kita asumsikan, Kitab Undang-Undang Hukum Majapahit kental nuansa syariat Islam. Bukan tidak mungkin pada masa itu, norma-norma ajaran Islam sudah hidup, bahkan mendominasi nilai-nilai yang berkembang di masyarakat Jawa. Tahun 1215 M, ketika bangsa Inggris mendapatkan daulatnya dengan ditandatanganinya Magna Charta oleh Raja John, masyarakat nusantara – khususnya di Jawa bahkan belum mengenal adanya… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (76): Abu Ishaq Al-Muktasim (7)

Keputusan Al-Muktasim memindahkan ibu kota Dinasti Abbasiyah dari Baghdad ke Samarra memberi dampak yang fundamental pada struktur sosial-politik dalam tubuh dinasti ini. Pada masa selanjutnya, berdampak luas terhadap sejarah peradaban Islam. Kota Samarra Sebagaimana sudah dikisahkan pada edisi terdahulu, disebabkan protes dari pendudukan Baghdad, Al-Muktasim akhirnya memindahkan korp budak-budak Turki, dari Baghdad ke Samarra. Kota… Teruskan Membaca

Studi Islam

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (6)

Pada tahun 1295 Raja Edward dari Inggris memperbaiki hak-hak parlemen. Dia mengatakan bahwa hanya parlemen yang bisa mengubah hukum. Hal ini bersamaan dengan saat akhir pemerintahan Kertanegara dari Singasari dan munculnya Majapahit dibawah pimpinan Raden Wijaya. Magna charta atau Piagam Agung yang ditandatangani Raja John pada 15 Juni 1215, atas desakan para Baron[1] (bangsawan). Setelah… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (75): Abu Ishaq Al-Muktasim (6)

Di samping karena pertimbangan internal, pembangunan postur militer yang dilakukan Al-Muktasim juga didorong oleh adanya persepsi ancaman dari luar. Sejak awal pemerintahannya, Al-Muktasim sudah dihadapkan pada sejumlah upaya pemberontakan di sejumlah wilayah. Sebagaimana sudah dikisahkan sebelumnya. Di masa Al-Muktasim, terjadi pembangunan postur militer yang besar-besaran. Sebagian pihak banyak yang mengkritik kebijakan ini. Tapi bagaimanapun, kebijakan… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid As-Sahaba: Masjid Tertua Ketiga di Muka Bumi (3)

Satu-satunya fitur yang menunjukkan bahwa masjid ini berasal dari zaman sebelum Rasulullah Saw hijrah adalah posisi masjid yang menghadap ke arah Yerusalem, bukan Makkah Dari riwayat Tabari dikisahkan bahwa, para sahabat yang hijrah ke Habasyah, berangkat dari Makkah dengan mengendap-endap. Ada yang menggunakan unta dan ada juga yang berjalan kaki. Dari Kota Makkah mereka menuju… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (74): Abu Ishaq Al-Muktasim (5)

Pada tahun 220 H, terjadi dua peristiwa penting, yaitu dihukumnya Ahmad bin Hanbal di depan publik. Dan keluarnya keputusan Al-Muktasim untuk memindahkan ibu kota Dinasti Abbasiyah dari Baghdad ke Samarra. Pada dasarnya, Al-Muktasim adalah profil seorang prajurit. Dia sangat berbeda dengan Al-Makmun dan Harun Al-Rasyid yang mencintai ilmu dan juga negarawan. Al-Muktasim tumbuh dalam asuhan… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid as-Sahaba: Masjid Tertua Ketiga di Muka Bumi (2)

Pada tahun awal dakwah Rasulullah Saw, kaum Muslimin mengalami perlakukan buruk dari kaum Quraisy Makkah. Melihat ini, Rasulullah Saw akhirnya memerintahkan mereka untuk hijrah. Rasul Saw pun menyebutkan lokasi kemana mereka harus hijrah, yiatu ke Habasya. Masjid as-Sahaba saat ini menjadi bagian dari wilayah administratif Kota Massawa, Republik Eritrea.  Negara ini terletak di benua Afrika,… Teruskan Membaca

Tokoh

Perjalanan Intelektual Imam Muslim, Saudagar Kain yang Ahli Hadis (2)

Meski Imam Bukhari telah merilis kitab Sahih, Imam Muslim tetap bertekad melahirkan buah penanya, Almusnad Assahih. Baginya, karya para pendahulunya memiliki kekurangan. Di usia yang masih muda, ia akhirnya memulai menyusun kitab yang menurut peneliti memiliki susunan sanad teratur, keindahan redaksi, kemapanan metode investigasi, kekokohan analisa, kelembutan interaksi dan kehati-hatian. Meski sibuk menjalankan profesi sebagai… Teruskan Membaca

Tokoh

Hudzaifah bin al-Yaman (12): Fitnah Pertama (3)

Ali bin Abi Thalib datang ke rumah Rasulullah dan mengucap salam. Lalu yang menjawab adalah Dihyatul Kalbi, berkata, “Waalaikumsalam wahai Amirul Mukminin, dan berkah dan rahmat Allah besertamu.” Siapakah dia? Berikut ini adalah riwayat dari Hudzaifah bin al-Yaman RA yang tercantum dalam Irshad Al Qulub karya Hasan bin Muhammad al-Daylami, seorang ulama dan sufi yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (73): Abu Ishaq Al-Muktasim (4)

Al-Muktasim memilih komandan korps pasukan budak dari Turki dari kalangan mereka sendiri, diantaranya: Ashinas, Bugha, dan Al-Afshin. Ketiga budak tersebut tidak pernah menyangka, bahwa sebentar lagi, nama-nama mereka akan tercatat di panggung sejarah Islam. Mungkin pada awalnya, sejumlah keputusan politik yang dipilih Al-Muktasim didorong oleh kebutuhan strategis untuk merebut dan mempertahankan kekuasaannya. Tapi siapa sangka,… Teruskan Membaca