Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Muhammad: Manusia dan Nabi (10): Setting Sosial-Politik Pra-Islam (3)

“Nabi Muhammad Saw diutus sebagai Rasul pamungkas, tepat dipusat episentrum peradaban umat manusia. Yang beliau hadapi adalah satu elit global yang menguasai sebuah pasar dunia. Dimana sistem sosial, politik, ekonomi dan perdagangan bercampur aduk menjadi sebuah rezim kejahatan yang menggurita.” Sebagaimana sudah dikisahkan sebelumnya, bahwa bangsa Arab pra-Islam sebenarnya sudah berhasil mendaki hingga kepuncak kebudayaan.… Teruskan Membaca

Sejarah

Muhammad: Manusia dan Nabi (9): Setting Sosial-Politik Pra-Islam (2)

Sepanjang catatan sejarah, Kota Mekkah hanya pernah ditaklukkan oleh Nabuchatnezar dari Babilonia. Tapi mereka tidak pernah mengalami penjajahan ataupun revolusi. Sehingga mereka tidak mengalami fase mundur dalam perkembangan budaya. Kebudayaan mereka terus tumbuh secara berkesinambungan dari satu generasi ke generasi lain tanpa terputus. Selama ribuan tahun, Kota Makkah dikelilingi oleh sejumlah peradaban besar dunia. Di… Teruskan Membaca

Sejarah

Muhammad: Manusia dan Nabi (8): Setting Sosial-Politik Pra-Islam (1)

Bila kita bertanya, dimanakah peran nilai-nilai agama samawi seperti Yahudi dan Kristen di tanah Arab pada masa itu? Selama berabad-abad kedua agama itu sudah berusaha menembus kebudayaan jahiliyah yang mengakar Kota Makkah, tapi hasilnya sangat minim, kalau tidak dikatakan nihil. Laporan yang kita punya mengenai masa-masa awal kehidupan Muhammad tidaklah banyak. Hal ini tidak mengejutkan… Teruskan Membaca

Sejarah/Studi Islam

Muhammad: Manusia dan Nabi (7): Studi tentang Sejarah Kehidupan Nabi Islam (6): Pekerjaan Pertama

Satu-satunya pekerjaan yang pantas untuk Arab Mekah adalah berdagang. Oleh karena itu, tak ada apa pun yang Muhammad dapat lakukan untuk membantu pamannya kecuali bekerja sebagai penggembala.” Pada waktu itu, di dalam masyarakat Mekah hanya ada sedikit hal yang dapat dilakukan bagi seorang anak lelaki muda seumur Muhammad. Kehidupan seluruh masyarakat lebih besar bergantung pada… Teruskan Membaca

Sejarah/Studi Islam

Muhammad: Manusia dan Nabi (6): Studi tentang Sejarah Kehidupan Nabi Islam (5): Perpindahan Pengasuh

Ada semacam hubungan saling cinta dan menghormati antara paman dan kemenakan lelakinya yang yatim piatu. Jika bukan lebih, maka Abu Thalib sungguh mencintai Muhammad sebesar cintanya kepada putra yang paling disayanginya. Abdul Muthalib menyadari bahwa kematiannya tidak akan lama lagi. Masa depan anak yatim piatunya ini dengan segera menjadi perhatian utamanya. Oleh karena itu, dia… Teruskan Membaca

Sejarah/Studi Islam

Muhammad: Manusia dan Nabi (5): Studi tentang Sejarah Kehidupan Nabi Islam (4): Tragedi Baru yang Memilukan

Pada satu kesempatan Abdul Muthalib berkata kepada mereka: “Biarkan anakku. Dia telah merasa bahwa dia akan memperoleh kerajaan suatu hari nanti.” Pada waktu yang lain, dia berkata: “Ia pasti akan mempunyai masa depan besar.” Muhammad tinggal dengan sang ibu yang memanjakan dan memeliharanya seperti kebanyakan ibu memelihara anak-anak yang sangat disayanginya. Itu menjadi hal yang… Teruskan Membaca

Sejarah/Studi Islam

Muhammad: Manusia dan Nabi (4): Studi tentang Sejarah Kehidupan Nabi Islam (3): Peristiwa yang Aneh

Kelihatannya, keseluruhan peristiwa Jibril membuka dada Nabi di masa kanak-kanaknya dan ketika ia berusia lima puluh tahun menandakan kekebalan yang Tuhan telah berikan kepada hamba pilihan-Nya untuk menghindarkannya dari godaan duniawi sejak kecil. Muhammad tinggal di rumah Halimah, ibu susunya, di padang pasir untuk kurang lebih selama empat tahun. Tidak ada [peristiwa] apa pun yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ketegangan antara Teori dan Praktik Jihad: Studi Komparatif Al-Qaedah dan Hizbullah (3)

“Kata Jihad, dengan berbagai derivasinya, disebut sebanyak 41 kali dalam Al Quran yang semuanya berkonotasi “peperangan”. Perang di sini, memiliki medan makna yang sangat luas. Mencakup dimensi lahir dan batin, bersifat sosial dan personal. Bahkan, bila merujuk pada salah satu hadis Rasulullah Saw, dari semua jenis dan medan peperangan yang dimaksud, jihad terbesar justru yang… Teruskan Membaca

Sejarah/Studi Islam

Muhammad: Manusia dan Nabi (3): Studi tentang Sejarah Kehidupan Nabi Islam (2): Tahun-tahun Awal Kelahiran

“Muhammad” artinya ‘sering dipuji’, atau ‘layak dipuji’. Itu adalah nama yang sama sekali tidak dikenal di kalangan bangsa Arab. Walaupun demikian, Abdul Muthalib tidak ragu untuk menyebut cucunya dengan nama tersebut. Disebutkan bahwa ibunda Nabi s.a.w, Āminah tidak mengalami kesukaran dengan kehamilannya. Segalanya berjalan mulus baginya. Dia mendengar banyak hal tentang kesukaran-kesukaran yang harus dialami… Teruskan Membaca

Studi Islam

Muhammad: Manusia dan Nabi (2): Studi tentang Sejarah Kehidupan Nabi Islam (1): Perlunya Kaum Muslim Berbagi Pengetahuan

Selalu ada contoh yang bisa diteladani, sikap yang bisa diadopsi atau pelajaran yang bisa diperoleh dari Nabi. Baik apakah Anda seorang Muslim atau pun bukan, sebuah studi yang penuh perhatian atas sejarah kehidupannya yang diberkati akan menjadikan Anda mampu untuk memahami Islam secara lebih baik lagi. Kaum Muslim memandang bahwa studi-studi tentang sejarah kehidupan Nabi… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ketegangan Teori dan Praktik Jihad: Studi Komparatif Al-Qaedah dan Hizbullah (2)

“Konsep dan praktik jihad di kalangan gerakan-gerakan Islam demikian kompleks, sehingga muncul pertentangan yang ekstrem antara aktor-aktor jihad di lapangan. Kompleksitas ini sering menimbulkan persepsi yang distorif dan membingungkan tentang jihad di opini publik umat Islam, sehingga jihad sering diidentikkan secara serampangan dengan terorisme” Nawaf al-Musawi, ketua departemen luar negeri Hizbullah Lebanon, secara tegas menolak… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ketegangan Teori dan Praktik Jihad: Studi Komparatif Al-Qaedah dan Hizbullah (1)

“Sejak peristiwa penyerangan WTC pada 11 September 2001, konsep dan praktik jihad model Al-Qaedah menjadi perdebatan dan diskusi yang luas di seantero dunia“ Dalam beberapa waktu terakhir, Densus 88 Antiteror telah melakukan penangkapan terhadap sejumlah orang yang diduga terafiliasi dengan jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di sejumlah daerah di tanah air. Rangkaian penangkapan ini dimulai pada… Teruskan Membaca

Pustaka

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (6): Musnahnya Sebuah Warisan (6): Situasi Sekarang (2)

Tak perlu ilmuwan besar, ataupun ilmuwan apapun, untuk memahami bahwa dunia berbicara lantang tentang keagungan Sang Penciptanya. Orang bodoh pun mengetahui hal ini. Dalam dunia Islam pramodern, etos Islami ada di mana-mana, namun para pemikir dan intelektual besar tetap menghabiskan seluruh kehidupan mereka untuk mencari pengetahuan tentang Tuhan, kosmos, dan jiwa secara lebih mendalam. Menurut… Teruskan Membaca

Studi Islam

Muhammad: Manusia dan Nabi (1): Pengantar

Barangkali dunia belum pernah memiliki kebutuhan yang lebih besar untuk memahami tentang riwayat kehidupan Nabi Muhammad s.a.w yang akurat daripada saat sekarang ini. Melonjaknya minat terhadap Islam sejak beberapa dekade terakhir yang trennya terus berlanjut hingga pertukaran abad, sayangnya tidak selalu berlangsung untuk sebab yang benar. Peristiwa-peristiwa yang beberapa di antaranya dibawa oleh umat Islam… Teruskan Membaca

Pustaka

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (5): Musnahnya Sebuah Warisan (5): Situasi Sekarang (1)

Kemungkinan besar proses-proses berpikir Muslim saat ini sebenarnya tidak ditentukan oleh prinsip-prinsip Islam dan pemahaman Islam. Saya katakan bahwa tradisi Islam umumnya, meskipun tidak sepenuhnya, telah menghilang. Hal ini jelas bagi orang-orang yang telah mempelajari sejarah peradaban Islam. Para sarjana sering membahas kehilangan ini dalam kaitan dengan “periode keemasan” Islam klasik dan kemunduran secara bertahap… Teruskan Membaca

Studi Islam

Manfaat dan Keajaiban Menangis bagi Manusia (7)

Bila engkau pernah merasakan kenikmatan dari meninggalkan kenikmatan dunia, maka barulah engkau akan menyadari bahwa kenikmatan dunia bukanlah kenik­matan. Islam mem­berikan perha­tian yang luar-biasa terhadap masalah kece­riaan dan kegembiraan. Pada dasarnya, tujuan Islam seba­gai agama yang sempurna adalah bagaimana manusia dapat meraih keceriaan dan ketenangan di dunia dan akhirat. Kita memiliki banyak riwayat yang menjanjikan… Teruskan Membaca

Pustaka

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (4): Musnahnya Sebuah Warisan (4): Peran Tradisi Intelektual (2)

Jika Muslim ingin mengikuti “jalan yang lurus” (shirâth al-mustaqim), maka mereka perlu menggunakan pikiran mereka, kesadaran, dan berpikir dengan cara yang selaras dengan Allah, Sang Realitas sejati. Jadi, apakah tujuan Islam? Secara umum, tujuan Islam adalah membawa orang ke dalam keharmonisan dengan segala sesuatu sebagaimana adanya. Dengan kata lain, Islam membawa manusia kembali ke hadirat… Teruskan Membaca

Pustaka

Kosmologi Islam dan Dunia Modern oleh William C. Chittick (3): Musnahnya Sebuah Warisan (3): Peran Tradisi Intelektual (1)

Bagi Muslim, manusia harus berpikir karena mereka pasti berpikir, karena mereka adalah makhluk berpikir. Mereka tidak punya pilihan lain kecuali berpikir, karena Allah telah memberi mereka akal dan pikiran. Penting untuk menekankan bahwa tidak ada agama dapat bertahan hidup, apalagi berkembang, tanpa tradisi intelektual yang hidup. Ini menjadi jelas begitu kita bertanya pada diri sendiri… Teruskan Membaca

Studi Islam

Manfaat dan Keajaiban Menangis bagi Manusia (6)

“Mengenai menangis, pepatah Portugis mengatakan bahwa: ‘Menangis membasuh jiwamu’. Kalau dipikir-pikir, setelah menangis, tidakkah rasanya seperti itu?” Seorang anak kecil bertanya kepada ibunya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” “Karena Ibu memang perlu menangis,” jawab si ibu. “Aku tidak mengerti maksud Ibu,” kata sang anak. Si Ibu hanya memeluk anaknya dan berkata, “Dan kamu memang tidak akan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Manfaat dan Keajaiban Menangis bagi Manusia (5)

“Jika benar tangisan dan air mata merupakan tanda kelemahan, lalu mengapa hal itu menjadi ekspresi wajib bagi para nabi dan orang-orang suci saat dibacakan ayat-ayat Allah atas mereka?” Pada saat kebiasaan masyarakat umum lebih cenderung mengkritik, memandang rendah dan mengejek orang yang menangis karena dianggap “kurangnya kekuatan” yang bersangkutan, Islam justru mengangkat orang yang mampu… Teruskan Membaca