Mozaik Peradaban Islam

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (3): Tentang Wujud dan Kemaujudan (3): Ketunggalan dan Penampakan

Apabila kita membayangkan semua maujud selain Wujud Mutlak, dengan pasti kita akan menemukan bahwa semua selain Dia hanyalah pancaran dan penampakan-Nya. Seperti telah berulang-ulang ditegaskan, Wujud bersifat tunggal dan sederhana karena semua yang kita bayangkan pasti bisa kita rujukkan kepada-Nya. Dalam filsafat Islam, ada prinsip yang disebut: “صرف الشئ لا يتثنّى ولا يتكرّر” (Sesuatu pada… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (28): Perang Shiffin (6): Epilog

Ali berkata kepada Muawiyah, “Majulah engkau untuk berduel denganku, hingga siapapun yang berhasil membunuh lawannya, dialah yang akan menjadi pemimpin nanti.” Setelah wafatnya Ammar bin Yasir RA, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA memangku tubuhnya dan menyalatkannya bersama Kaum Muslimin. Ammar lalu dikuburkan bersama dengan pakaiannya yang berlumuran darah.[1] Abu Jafar (al-Tabari) berkata: Telah diriwayatkan,… Teruskan Membaca

Pustaka

Penyembuhan dengan Alquran (2): Bab 1 (2): Keistimewaan dan Khasiat Surah-Surah Alquran dalam Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Keistimewaan surah Al-Anbiya’: Hendaklah dituliskan bagi orang yang sakit dan bagi orang yang kacau pikirannya serta susah tidur. Keistimewaan surah Yusuf: Barangsiapa menulisnya dan menimbunnya serta meletakkannya di rumah selama tiga hari lalu mengeluarkannya ke tembok rumah maka dia akan mendapatkan bantuan dari penguasa dan dia akan memperoleh kedudukan. Dan barangsiapa yang menulisnya lalu meminumnya… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (27): Perang Shiffin (5): Syahidnya Ammar (2)

Menjelang kematiannya Ammar berkata, “Maju terus, Hasyim! Surga berada di bawah bayang-bayang pedang dan kematian berada di ujung tombak. Hari ini aku akan bertemu dengan yang tercinta, Muhammad dan pengikutnya.” Dalam artikel kali ini penulis akan menyampaikan sebuah riwayat tentang syahidnya Ammar bin Yasir RA, masih diriwayatkan oleh Abu Abdurrahman al-Sulami seperti dalam seri sebelumnya,… Teruskan Membaca

Pustaka

Penyembuhan dengan Alquran (1): Bab 1 (1): Keistimewaan dan Khasiat Surah-Surah Alquran dalam Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Keistimewaan surah Al-Baqarah:  Jika diletakkan di atas orang sakit, orang yang ketakutan, orang yang terkena epilepsi, dan orang yang fakir maka segala penderitaan mereka akan hilang. Pengantar Redaksi Artikel ini merupakan kutipan dari buku karya Muhammad Taqi Al-Muqaddam yang berjudul Khazanah Al-Asrar (Muassasah Al-A’lami: Beirut, 1423 H- 2002 M). Di dalam bukunya, Muhammad Taqi Al-Muqaddam… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (26): Perang Shiffin (4): Syahidnya Ammar (1)

Abu Abdurrahman Sulami meriwayatkan, “Setiap kali Ammar maju ke salah satu lembah Shiffin, semua sahabat Rasulullah yang ada di sana mengikutinya.” Ammar bin Yasir RA setelah mengalami nubuat dari Rasulullah SAW, yakni menikmati hidangan terakhirnya di dunia, susu yang dicampur dengan air, maju ke medan pertempuran. Mengenai bagaimana jalannya pertempuran, Abu Abdurrahmaan Sulami meriwayatkannya. Berikut… Teruskan Membaca

Studi Islam

Warna-warna dalam Alquran dan Tradisi Islam (2): Hijau, Kuning, Merah, dan Biru

Empat warna, yakni hijau (hadroa), kuning (sufrah), merah (hamroa), dan biru (zurqa) dengan atau tanpa variasi warna, tertera dalam Alquran. Jika hijau (hadroa) disebutkan sebanyak sembilan kali, maka kuning (sufrah) dan merah (hamroa) lima kali, dan biru (zurqa) satu kali. Selain hitam (muswadda) dan putih (baidha), maka hijau (hadroa), kuning (sufrah), merah (hamroa), dan biru… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (2): Tentang Wujud dan Kemaujudan (2): Wujud dan Cahaya

Wujud kadang-kadang digambarkan sebagai sesuatu yang tidak tampak dalam dirinya sendiri, tapi menampakkan segala sesuatu selainnya. Karena itu, wujud pada umumnya diibaratkan dengan “cahaya”. Dalam pemikiran Islam, wujud sering dikontraskan dengan mâhiyyah (ماهيّة). Wujud adalah realitas objektif (الواقع الخارجي), sedangkan mahiyah adalah gagasan  tentang realitas objektif partikular. Semua maujud partikular pasti memiliki mahiyah, sedangkan Wujud… Teruskan Membaca

Studi Islam

Warna-Warna dalam Alquran dan Tradisi Islam (1): Hitam dan Putih

Enam warna dan makna simboliknya disebutkan beberapa kali dalam Alquran. Dua di antara enam warna itu adalah hitam (muswadda) dan putih (baidho). Jika hitam – setidak-tidaknya – disebutkan empat belas kali, maka putih – paling tidak – disebutkan tiga belas kali. Dalam surat dan ayat apa serta bagaimana bunyinya? Jika diperhatikan, maka sebagian warna yang… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (25): Perang Shiffin (3): Nubuat Hudzaifah bin al-Yaman

Habbah bin Juwain bertanya, “Sampaikan kepada kami hadis, karena kami khawatir akan datangnya masa kekacauan.” Hudzaifah menjawab, “Berpeganglah pada kelompok yang di dalamnya ada Ibnu Sumayyah (Ammar bin Yasir), karena aku pernah mendengar Nabi bersabda….” Serial tentang kisah hidup Ammar bin Yasir RA sudah hampir masuk kepada fase final di dalam hidupnya. Sengaja penulis mengisahkan… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (10): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Ummu Salamah berkata, “Demi Allah, kami tetap berada dalam keadaan yang aman hingga muncul seorang dari Habasyah yang berusaha menjatuhkan Negus dari kursi kerajaan. Demi Allah, kami belum pernah melihat diri kami sedih seperti kesedihan saat itu. Kami khawatir orang tersebut bisa menjatuhkan Negus, akibatnya tampillah orang yang tidak mengetahui hak kami, sebagaimana Negus mengetahui… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (1): Tentang Wujud dan Kemaujudan (1)

Makna wujud sama dengan segala sesuatu, segala perkara, segala hal, segala tindakan, segala sebab dan akibat, segala gagasan dan acuan, segala angan-angan, dan segala-galanya. Konsep wujud hadir dalam semua yang ada sebagai sesuatu atau ke-sesuatu-an. Sesuatu dan Wujud Ada atau wujûd (وجود) adalah segala sesuatu yang kita temukan. Ia merupakan gagasan (term) yang tidak bisa… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (24): Perang Shiffin (2)

Ammar mendekati Ali dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin! Ini adalah harinya (yang mana Rasulullah mengatakan bahwa aku akan syahid. Lalu kenapa aku masih tetap hidup)?” Ali menjawab, “Janganlah mengkhawatirkan tentang hal itu.” Mengenai jalannya Perang Shiffin, al-Qasim, orang kepercayaan Yazid bin Muawiyah, sebagaimana dikutip dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karya al-Tabari, meriwayatkan: Muawiyah mengirim Dhu… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (21): Transisi Politik di Nusantara (7)

Setelah takluknya Kesultanan Malaka oleh Portugis pada tahun 1511, Kesultanan Demak segera bangkit menggantikan Malaka. Dalam waktu singkat, Demak menjadi pusat perdagangan, otoritas politik, dan sekaligus pusat Pendidikan Islam paling maju. Situasi ini secara otomatis mengangkat pamor Kesultanan Demak sebagai pusat episentrum peradaban di Nusantara. Pada tahun 1511, Kesultanan Malaka berhasil sepenuhnya dikuasai oleh Portugis.… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (23): Perang Shiffin (1)

Dalam perjalanan menuju ke Shiffin, Ammar berkata, “Ya Allah! Aku berperang hanya demi ridha-Mu dan aku yakin bahwa Engkau tidak akan pernah membuatku gagal selama aku melakukan hal-hal yang diridhai-Mu.” Usianya waktu itu sudah 93 tahun. Demikianlah, setelah kedua belah pihak tidak mencapai sepakat dalam perundingan, baik melalui surat menyurat maupun pengiriman utusan, akhirnya peperangan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (22): Antara Ali dan Muawiyah

Muawiyah mendapatkan dukungan dari sahabat yang lebih sedikit ketimbang Ali. Membandingkan kedua figur ini dapat menjelaskan alasannya. Dan inilah langkah-langkah Muawiyah untuk mengantisipasinya. Dalam hal meraih dukungan dari para sahabat Nabi, Muawiyah bin Abu Sufyan RA tampaknya kurang berhasil. Jumlah para sahabat yang mendukungnya jauh di bawah para sahabat yang bergabung dengan Khalifah Ali bin… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (21): Berebut Dukungan para Sahabat

Beberapa sahabat tidak mendukung Khalifah Ali dalam Perang Jamal dengan alasan netral. Muawiyah mengirim utusannya kepada orang-orang ini. Utusan berkata, “Sesungguhnya tuan-tuan lebih berhak menduduki jabatan khalifah ketimbang Ali.” Untuk kesekian kalinya, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA tetap mengusahakan perdamaian dengan Muawiyah bin Abu Sufyan RA, meskipun kini Ali tahu bahwa motif sebenarnya dari… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (20): Muawiyah yang Ingin Menjadi Khalifah

Ali berkata, “Tidak ada suatu pun yang aku khawatirkan, kecuali penentangan Muawiyah, seorang yang tidak termasuk golongan pertama yang masuk Islam dan bukan pula yang membenarkan risalah Muhammad pada masa-masa awalnya.” Apa sebenarnya motivasi Muawiyah bin Abu Sufyan RA melakukan penentangan terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib RA? Beberapa sejarawan kenamaan kontemporer dari Barat seperti… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (19): Pergolakkan di Syam

Gubernur Syam, Muawiyah bin Abu Sufyan, melakukan pawai keliling negeri sambil mengarak jubah Utsman yang bernoda darah sebagai bendera. Di sana dia membangun opini bahwa Ali lah penggerak pemberontakan terhadap Ustman dan kini dia menjadi pelindung bagi para pembunuh Utsman. Belum juga pulih luka-luka umat Islam setelah terjadinya perseteruan antara Khalifah Ali bin Abi Thalib… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (18): Perang Jamal (7): Epilog

Aisyah berkata, “Demi Allah! Tidak pernah ada (masalah) apa pun di masa lalu antara aku dan Ali selain dari apa yang biasanya terjadi antara seorang wanita dan menantunya. Menurut pendapatku dia telah menunjukkan dirinya sebagai salah satu orang yang terbaik, terlepas dari kritikku.” Ketika Perang Jamal usai, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA berdiri di… Teruskan Membaca