Mozaik Peradaban Islam

Pilihan

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut … Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Umayyah (10): Pemberontakan Abdullah bin Zubair dan Wafatnya Yazid bin Muawiyah

“Setelah mendengar kabar tentang tragedi Karbala, masyarakat di Madinah dan Mekkah menarik kembali bai’atnya dari Yazid. Iapun mengirim bala tentara ke kedua kota suci ini untuk mengambil kembali bai’at dari mereka. Serangan ini telah menyebabkan hancurnya sebagian dinding Ka’bah, dan terjadinya tragedi memilukan di Madinah.” —Ο—   Kisah tentang peristiwa Karbala tersiar demikian cepat ke… Teruskan Membaca

Studi Islam

Tafsir Tematik tentang Ruh (2)

“Allah SWT menyebut penciptaan manusia dengan peniupan ruh-Nya, dan curahan rahmat-Nya kepada nabi dan kaum mukmin juga diungkapkan sebagai penguatan dengan ruh-Nya terhadap mereka. Sedangkan dalam konteks para malaikat tidak terdapat ungkapan peniupan ataupun penguatan terhadap mereka, tapi Allah SWT menyebutnya sebagai ruh-Nya.”  —Ο—   Ruh adalah Makhluk Agung yang Bukan Malaikat Pada QS. an-Nahl:… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (3): Berita Tentang Nabi

“Walapun Umayyah bin Khalaf dan teman-temannya membicarakan sesuatu yang buruk tentang Muhammad, namun mereka juga sebenarnya takjub dengan pribadi Muhammad. Mereka berkata bahwa Muhammad tidak pernah berdusta atau menjadi tukang sihir. Tidak pula sinting atau berubah akal.” –O– Bilal bin Rabah adalah seorang budak kulit hitam, dan hampir pasti orang tuanya pun budak juga. Dia… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Jejak Islam di Tanah Papua (1)

“Mungkin karena secara sosio-geografis tanah Papua terletak pada daerah peripheral Islam di Nusantara, sehingga studi terhadap Islam di Papua terbilang minim, bahkan terkesan luput dari kajian para sejarawan lokal maupun asing. Akibatnya, jumlah referensi yang bisa dijadikan rujukan untuk memahami topik ini sangat sedikit.” —Ο—   Bila dikatakan saat ini bahwa Islam sudah ada di… Teruskan Membaca

Lifestyle

Peci: Hasil Sintesa Ke-Islaman dan Ke-Indonesian (1)

“Kita memerlukan suatu lambang daripada kepribadian Indonesia. Petji jang memberikan sifat chas perorangan ini, seperti jang dipakai oleh pekerdja-pekerdja dari bangsa Melaju, adalah asli kepunjaan rakjat kita. Namanja malahan berasal dari penakluk kita. Perkataan Belanda ‘pet’ berarti kupiah. ‘Je’ maksudnja ketjil. Perkataan itu sebenarnja ‘petje’. Hajolah saudara-saudara, mari kita angkat- kita punja kepala tinggi-tinggi dan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Umayyah (9): Tragedi Karbala dan Petaka Sejarah

“Tanpa mereka sadari, perlakuan mereka yang demikian biadab telah menyalakan benih-benih perpecahan besar dalam sejarah Islam. Yazid dan segenap aparaturnya, sedang bersama-sama membakar kursi kekhalifahan dinasti Umayyah yang sudah susah payah dirakit oleh Muawiyah. Sejak tragedi Karbala, kursi kekhalifahan Bani Umayyah tidak pernah lagi stabil. Pemberontakan demi pemberontakan meletus di berbagai daerah.”  —Ο—   Ketika… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (2): Perbudakan dari Masa ke Masa

“Secara umum fenomena perbudakan pada masa Islam terjadi bukan atas justifikasi dari Islam, tetapi kelanjutan dari fenomena yang terjadi jauh sebelum Islam. Rasulullah dan para sahabat pada era-era setelahnya selalu memerdekakan budak.” –O– Pada artikel sebelumnya telah dibahas, bahwa perbudakan sudah terjadi jauh hari sebelum zaman Islam. Mulai dari masa Sumeria kuno, Babilonia (masa Hammurabi),… Teruskan Membaca

Tokoh

Profil Emas KH. Wahid Hasyim (2)

“Wahid Hasyim lahir pada awal terbitnya masa keemasan Pesantren Tebuireng. Beliau tumbuh dan menjadi permata bagi keluarga pondok ini. Inilah semesta masa kecilnya. Ratusan kitab ilmu ditambah seorang ayah sekaligus guru yang dijuliki ”Hadratusy Syeikh” (Tuan Guru Besar) oleh para ulama – menjadikan semesta masa kecil ini demikian gemerlap dan luas.” —Ο—   Latar Belakang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Metode Memahami Islam: Soal Cermin Diri dan Perspektif (3)

“Ada saja penganut mazhab yang berdalil, tidak ada manusia yang sempurna. Kemaksuman (keterjagaan dari dosa) Nabi hanya bermakna beliau sukses menyampaikan wahyu. Selebihnya, Nabi Agung yang selayaknya menjadi manusia par excellence ini sama saja dengan kebanyakan orang: berbuat segala rupa aib dan nista layaknya manusia biasa. Tidak berhenti di sini, mereka menyatakan bahwa Nabi belum… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (1): Budak yang Menjadi Muaddzin

“Sebelum datangnya Islam, orang-orang Arab sangat membanggakan asal-usul keturunannya, dan di masa itu perbudakan masih merajalela. Situasi sosial seperti itu, tentunya sangat merugikan bagi seorang budak yang asal-usulnya tidak jelas, dia tidak termasuk dalam Bani (kaum/keluarga besar) mana pun. Namun apa yang terjadi pada dunia perbudakan di Arab pada saat itu sesungguhnya hanyalah salah satu… Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah