Mozaik Peradaban Islam

Tokoh

Ammar bin Yasir (13): Perang Jamal (2): Sikap Ammar

Mendengar tentang pembunuhan terhadap Khalifah Utsman, Aisyah berkata, “Demi Allah! Utsman telah dibunuh dengan tidak adil, dan aku akan membalas atas darahnya!” Lalu apakah yang mendorong Aisyah RA untuk menggalang pasukan di Makkah lalu menuju ke Basrah, Irak? Al-Tabari dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk menuturkannya dalam sebuah riwayat. Diriwayatkan dari Ali bin Ahmad bin al-Hasan… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (5): Menjadi Rais Am PBNU

Di tengah perpecahan yang terjadi di tubuh NU, Kyai Ali diminta oleh para kyai untuk memimpin. Namun dia berusaha keras untuk menolak jabatan itu, dan mengatakan tidak bersedia dipilih. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Sejak awal kedatangannya di Krapyak, Kyai Ali… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (4): Tahun Kesedihan dan Tugas Berat Memimpin Krapyak

Tanah air sedang kacau akibat penjajahan Jepang. Begitu sampai di pesantren Krapyak, Ali Maksum tercengang melihat kondisi yang begitu memprihatinkan. Kondisi antara hidup dan mati. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Sekembalinya Ali dari Makkah, tahun 1941, kondisi tanah air sedang kacau… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (3): Pulang Kampung dan Menikah

Setelah delapan tahun menimba ilmu di Tremas, Ali pulang kampung ke Lasem. Tiga tahun setelahnya dia menikah. Namun, baru saja beberapa hari menikah, dia mendapat tawaran untuk ke Makkah. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Sejak muda Ali dikenal sebagai sosok yang… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (2): Jelajah Tremas dan Julukan Sang Munjid Berjalan

Ali sering tidak tidur sampai larut malam untuk mendalami kitab-kitab babon. Maka tidak heran kamarnya sering terlihat berantakan dengan kitab-kitab. Kegemarannya membaca jauh melampaui usianya yang masih remaja. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Selepas dari pesantren KH. Amir Pekalongan, pada usia… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (1): Sang Pembaharu Nahdlatul Ulama

Meski dididik dengan tradisi pesantren tradisional, dia justru bisa menjadi sosok yang moderat, suka terhadap seni dan musik. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Salah satu teori Islamisasi di Indonesia mengatakan, Islam masuk ke Indonesia dengan dibawa oleh para pedagang dari India,… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (12): Perang Jamal (1)

Pasca wafatnya Khalifah Utsman, Talhah dan al-Zubair berbaiat kepada Ali bin Abi Thalib. Mereka berdua lalu pergi ke Makkah menemui Aisyah. Tak lama kemudian, mereka bertiga menggalang pasukan besar. Ali bertanya-tanya. Selepas wafatnya Nabi Muhammad SAW, benih-benih perpecahan di dalam tubuh umat Islam mulai berkembang. Ada sejarawan yang berpendapat bahwa perpecahan ini murni karena persoalan… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (4): Ragam Cetakan dan Edisi

Layaknya sebuah karya maestro, selain kitab induk juga banyak lahir karya-karya ikhtisar dari Kitab al-Aghani. Ini dibuktikan dengan berlimpahnya para pengkaji yang secara khusus membahas kitab tersebut, atau menjadikannya sebagai referensi utama dalam pengkajiannya. Oleh Khoirul Imam[i] Sebagai seorang ensiklopedis dalam kajian sastra dan budaya Arab masa silam, Abul Faraj telah memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengkodifikasi… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (11): Turbulensi Besar

Pasca wafatnya Khalifah Utsman bin Affan RA, umat Islam menjadi terbelah ke dalam faksi-faksi politik. Hampir seluruh riwayat yang menceritakan kisah hidup para sahabat Nabi SAW yang berusia panjang, mau tidak mau akan tersangkut paut dengan hal ini. Setelah sekian lama menjadi Gubernur Kufah, Ammar bin Yasir RA akhirnya diberhentikan oleh Khalifah Umar bin Khattab… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (10): Gubernur Kufah (2)

Setelah menjadi gubernur, suatu hari Ammar belanja di pasar. Seseorang mencelanya, “Hai, yang telinganya terpotong!” Ammar menjawab, “Yang engkau cela itu adalah telingaku yang terbaik. Karena ia ditimpa kecelakaan sewaktu perang fi sabilillah.” Demikianlah, akhirnya Ammar bin Yasir RA ditunjuk untuk menjadi Gubernur Kufah oleh Umar bin Khattab RA. Sebagaimana diriwayatkan oleh Haritsah bin Mudharib,… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (9): Gubernur Kufah (1)

Umar bin Khattab berkata, “Telah menjadi keputusan kami bahwa orang yang menuntut jabatan ini tidak akan diperkenankan dan diberi kesempatan.” Setelah wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar bin Khattab RA menggantikannya sebagai khalifah umat Islam. Salah satu hal yang menurutnya paling harus diperhatikan pada masa awal kepemimpinannya adalah pemilihan pejabat pemerintahan. Dia memilih mereka secara… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (8): Musailamah al-Kazzab, Sang Nabi Palsu

Orang-orang Yamamah membuat kesaksian, “Kami bersaksi bahwa Musailamah adalah Rasul Allah.” Musailamah bahkan membuat fikih baru yang mengizinkan perzinahan dan meminum khamr. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA diangkat menjadi khalifah untuk menggantikan beliau sebagai pemimpin umat Islam. Bagaimanapun, ketika berita tentang wafatnya Rasulullah menyebar ke berbagai belahan wilayah Muslim, itu menimbulkan percikan-percikan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (7): Nubuat Rasulullah

Ketika sedang membangun masjid di Madinah, Ammar tertimpa dinding yang ambruk. Para sahabat mengira dia tewas. Namun Rasulullah bersabda, “Tidak, Ammar tidak apa-apa, hanya nanti dia akan dibunuh oleh golongan pendurhaka.” Tidak lama setelah menetapnya Umat Islam di Madinah, Rasul al-Amin dengan dibantu oleh para sahabat sibuk membina rumah dan mendirikan masjid. Semuanya bekerja dengan… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (7): Putra Dua Kurban

Abdul Muthalib bernazar, jika dia menemukan Zamzam, maka dia akan mengurbankan satu putranya. Hasil undian kurban jatuh kepada Abdullah, pemuda yang kelak akan menjadi ayah dari Rasulullah. Setelah suku Khuzaah memulai serangannya, suku Jurhum dan sejumlah besar keturunan Ismail terpaksa meninggalkan Makkah hingga ke Yaman. Sejak saat itu, suku Khuzaah menguasai Makkah selama lima abad… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (6): Keistimewaan di Mata Rasulullah

Amr bin Ash berkata, “Aku dapat menunjukkan kepadamu dua orang yang sangat disukai Rasulullah sampai pada hari wafat beliau. Mereka adalah Abdullah bin Masud dan Ammar bin Yasir.” Di antara sebagian sahabat, ada beberapa orang yang memiliki keistimewaan di mata Nabi Muhammad SAW. Ammar bin Yasir adalah salah satunya. Ada beberapa riwayat yang menunjukkan keistimewaan… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (6): Keimanan Leluhur Nabi Suci

Rasulullah SAW bersabda, “Aku selalu berpindah-pindah dari tulang sulbi laki-laki yang suci dan ke dalam rahim-rahim wanita yang suci pula.” Ekonomi Makkah yang terus tumbuh, ternyata membawa implikasi lain berupa nilai-nilai moral dan agama pada titik terendah. Penyimpangan dari keimanan Ibrahim dan Ismail yang murni telah mulai marak terjadi jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (5): Perdebatan dengan Khalid bin Walid

Rasulullah berkata, “Wahai Khalid! Janganlah melecehkan Ammar, karena Allah tidak menyukai siapa pun yang tidak menyukai Ammar dan Allah mengutuk siapa pun yang mengutuk Ammar.” Demikianlah, Ammar bin Yasir terus mengiringi perjalanan agama Islam sampai akhirnya dia ikut hijrah ke Madinah. Umat Islam tinggal di sana bersama Nabi mereka, dan secepatnya masyarakat Islam terbentuk dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (4): Manusia Selain Nabi Ibrahim yang Tidak Terbakar Api

Sambil memegang kepala Ammar, Rasulullah berkata, “Wahai api! Jadilah sejuk dan nyaman bagi Ammar seperti yang engkau lakukan untuk Ibrahim.” Setelah kematian seluruh anggota keluarganya (Ayah, Ibu, dan dalam riwayat lain dikatakan saudara laki-lakinya), kini tinggal Ammar bin Yasir yang masih bertahan hidup dari penyiksaan. Namun ini belum berakhir, dia harus menghadapi penyiksaan yang lebih… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (3): Sumayyah binti Khayyat, Syuhada Islam Pertama

Abu Jahal melakukan tindakan yang mengerikan di padang pasir Makkah kepada Sumayyah, sehingga dia menjadi orang yang mati syahid untuk pertama kalinya dalam Islam. Demikianlah, setelah Kaum Quraisy melancarkan strategi baru untuk membendung penyebaran Islam, mereka menyasar golongan orang-orang yang lemah dari umat Islam. Keluarga Yasir termasuk golongan ini. Bani Makhzum menggelandang Yasir, Sumayyah, dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (2): Keluarga Yasir

Yasir bin Amir hijrah dari Yaman ke Makkah. Di sana dia menikahi seorang budak yang bernama Summayah binti Khayyat, sosok yang kelak akan dikenal sebagai syuhada Muslim pertama. Darinya, lahirlah seorang anak yang bernama Ammar. Abdullah bin Masud meriwayatkan, bahwa terdapat tujuh orang pertama yang menyatakan keislamannya di depan umum. Mereka adalah Rasulullah SAW, Abu… Teruskan Membaca