Mozaik Peradaban Islam

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (6): Definisi Arab: Paradoks dan Ilusi (2)

Kesatuan ras Arab itu bagi saya tak lebih dari ilusi. Dan jangan heran bila ilusi ras Arab itu paling banyak dihembuskan oleh rezim-rezim penguasa dinasti Bani Umayyah—setidaknya pasca sejarah Islam. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Perbedaan mencolok konotasi ‘araby dan a’raby membantah teori yang menyatakan bahwa asal makna ‘arab itu… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (5): Definisi Arab: Paradoks dan Ilusi (1)

Penyandang marga yang sama dengan warna kulit gelap merasa diri lebih asli dan tulen dibanding saya. Bukan itu saja, sebagian juga kerap merasa warna kulit gelap itu melambangkan kejantanan dan kelelakian. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Kebingungan yang menimpa saya sejak kecil itu ternyata karena memang Arab itu suatu identitas… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (3): Kontestasi Identitas Arab (2)

Suasana keramahan nyaris tidak akan Anda temukan saat pergi berhaji atau umroh. Bukan karena banyak orang non-Arab di sana, tapi lebih karena karakter kapitalis telah mewabah di dua kota suci itu beberapa dekade lampau. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Bagi pengamat Timur Tengah, perebutan identitas Arab bakal terlihat terang sekali.… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (2): Kontestasi Identitas Arab (1)

Jika boleh memilih identitas (selain Arab) dan itu bukan merupakan sikap menolak takdir ilahi, maka mungkin saja saya akan memilih identitas lain. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Tiap kali ada konfrontasi di Timur Tengah, isu Arab langsung mencuat. Ada yang seperti menunggu momen itu untuk menggebah kegemaran khalayak terhadap Arab.… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (2): Masa Kecil

Abu Utsman adalah anak yang miskin namun rajin dan cerdas. Dia memiliki mata yang melotot keluar dan menakutkan, sampai-sampai dijuluki “Si Mata Melotot”, atau dalam bahasa setempat “Jahiz”. Dialah yang kelak dikenal sebagai al-Jahiz. Penulis yang lebih terkenal dengan nama al-Jahiz ini sebenarnya memiliki nama asli Abu Utsman Amr bin Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri. “Al-Jahiz”… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (1): Sastrawan Terbesar dari Dunia Arab

Al-Jahiz berangkat dari latar belakang kehidupan yang sederhana dan kemudian dia bangkit menjadi bintang besar dunia sastra pada masanya. Karya-karyanya yang terselamatkan masih banyak dibaca secara luas sampai sekarang. Artikel ini akan mengulas tentang kehidupan dan karya-karya dari penulis pada zaman keemasan Islam, dia adalah al-Jahiz. Al-Jahiz berangkat dari latar belakang kehidupan yang sederhana dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (5): Operasi Pengangkatan Paru-Paru

Saat Husein dioperasi, tiba-tiba listrik padam. Para perawat dalam bahasa Belanda menyatakan bahwa kemungkinan besar dia takkan terselamatkan. Dalam perjalanan pulang dari Penang Malaysia ke kampung halamannya di Surabaya, Husein al-Habsyi pergi bersama istri dan putrinya, Khadijah, yang baru bisa jalan merangkak. Husein dan istrinya mesti rela meninggalkan anak sulung mereka yang wafat akibat trauma… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (6): Warisan al-Rasyid

Meski Harun al-Rasyid oleh sebagian sejarawan dianggap sebagai khalifah terbaik, namun ketika wafat dia meninggalkan konflik berdarah di antara para putranya yang memperebutkan kekuasaan. Baik para sejarawan maupun orang-orang yang hidup semasa dengan Harun al-Rasyid menaruh simpati yang besar kepada penguasa Abbasiyah ini. Namun juga, sepanjang 23 tahun pemerintahan al-Rasyid, pemberontakan pecah di beberapa sudut… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (5): Kisah Seribu Satu Malam

Dalam cerita rakyat Seribu Satu Malam, sosok Harun al-Rasyid seringkali muncul. Dia digambarkan sebagai seorang khalifah yang berkuasa namun seringkali berjalan di tengah-tengah rakyatnya dengan menyamar. Alkisah, hiduplah seorang raja penguasa daratan tinggi Iran yang bernama Shahriyar. Sang raja dikisahkan suka memenggal perempuan-perempuan yang dinikahinya hanya dalam semalam sekadar untuk melampiaskan dendam terhadap istri pertamanya… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (4): Kertas adalah Mesin Utama Peradaban Baru

Pada tahun 751 Dinasti Abbasiyah bertempur dengan Dinasti Tang dari China. Mereka tidak pernah menyangka bahwa akhir dari pertempuran ini akan mengubah sejarah dunia, yaitu terciptanya proses alih teknologi pembuatan kertas dari China ke Timur Tengah. Meskipun puncak Zaman Keemasan Islam baru terjadi satu generasi atau lebih setelah Kekhalifahan Harun al-Rasyid, namun saat dia memimpin… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (3): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (3)

Ketika Harun al-Rasyid menjadi khalifah, Yahya al-Baramikah diangkat menjadi wazirnya. Dia diberi kuasa mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun. Zaman kemudian terus berganti kembali, Khulafaur Rasyidin digantikan oleh kekhalifahan Dinasti Umayyah. Dan ketika Umayyah sudah mendekati masa-masa akhirnya, keluarga al-Baramikah (Barmakids) merapat ke prospek calon penguasa terkuat pada masa itu, yaitu… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (2): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (2)

Kepala keluarga al-Baramikah yang beragama Buddha di depan khalifah Utsman masuk Islam. Dia berkata, “Hanya karena pilihan, dan mengetahui keunggulannya, tanpa rasa takut atau cemas, aku telah memasuki agama ini.” Keluarga al-Baramikah dan Pergulatan Sejarah Dahulu kala, di sebuah tempat yang kini berada di wilayah Asia Tengah, terdapat sebuah wilayah yang disebut Baktria. Ia berada… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (1): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (1)

Di balik kesuksesan Abbasiyah dalam menggulingkan Dinasti Umayyah, adalah tidak lepas dari dukungan keluarga Persia yang memiliki pengaruh yang begitu besar, mereka adalah al-Baramikah. Dalam artikel seri ini kita akan membahas tentang sosok Harun al-Rasyid, khalifah Dinasti Abbasiyah pada abad ke-8 dan ke-9. Di antara khalifah-khalifah Abbasiyah lainnya, barangkali Harun al-Rasyid adalah yang paling terkenal… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (4): Kontribusi Peradaban Islam bagi Dunia

Sejarawan Bernard Lewis mengatakan, “Budaya Islam di Timur Tengah adalah yang pertama yang benar-benar internasional, antar budaya, antar ras, dalam arti tertentu, bahkan antar benua, dan kontribusinya bagi dunia modern sangatlah besar.” Di mana saja Zaman Keemasan Islam Berlangsung? Pada awalnya Baghdad yang menjadi ibu kota Dinasti Abbasiyah adalah jantung dari Zaman Keemasan Islam. Namun… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (3): Penerjemahan Agresif Buku-Buku Asing

Misi Khalifah Harun al-Rasyid adalah menerjemahkan setiap manuskrip dan buku dengan nilai intelektual apa pun, terlepas dari asal geografis, budaya, atau agama dari mana buku tersebut berasal. Kapan dan Mengapa Zaman Keemasan Islam dapat Terjadi? Mengapa Zaman Keemasan Islam dapat terjadi adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, dan periode tersebut — seperti semua sejarah… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (2): Kebangkitan Dinasti Abbasiyah

Khalifah al-Mamun sangat terinspirasi oleh kebijaksanaan rasionalisme Yunani yang dia percaya dapat menjadi kunci untuk membuka sebagian besar cabang ilmu pengetahuan — termasuk keyakinan religius. Pada tahun 129 H/747 M sebuah kelompok gerakan politik yang disebut Bani Abbasiyah melakukan pemberontakan terbuka kepada Dinasti Umayah yang telah berkuasa selama lebih dari 80 tahun. Di bawah kepemimpinan… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (4): Mengembara ke Malaysia, Menikah, dan Pecahnya Perang Dunia II

Tentara Jepang mengebom Malaysia. Akibat trauma perang yang terjadi kala itu, putra sulung Husein, Muhammad, meninggal dunia sebelum berusia 2 tahun. Setelah lulus dari Madrasah al-Khairiyah dengan usia yang masih sangat muda, Husein al-Habsyi bersama kakaknya, Ali al-Habsyi, diminta untuk mengajar di almamaternya tersebut. Ini adalah sebuah prestasi yang jarang ditemukan pada anak-anak semuda itu,… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (1): Masa Terbaik dalam Sejarah Peradaban Islam

Banyak sejarawan menilai bahwa masa ini terjadi ketika Kekhalifahan Abbasiyah berkuasa, di mana ketika ilmu pengetahuan, pembangunan ekonomi, dan karya budaya berkembang pesat. Zaman Keemasan Islam (The Islamic Golden Age) adalah periode sejarah yang kompleks dan memikat yang mencakup setiap bidang kehidupan dan perjuangan manusia. Artikel ini akan memberikan gambaran tentang periode penting ini dengan… Teruskan Membaca