Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (73): Masa Akhir Genghis Khan (3): Penaklukkan Terakhir

Gadis-gadis Mongol yang bisanya menghabiskan hari-hari dengan memerah susu, kini dapat mengenakan pakaian sutra dan emas dari tanah Muslim. Mereka juga kini memiliki pelayan Muslim. Sekembalinya pasukan Mongol dari Asia Tengah pada tahun 1223, mereka memperoleh banyak sekali barang jarahan. Bagi sebagian besar orang Mongol, ini menjadi titik tertinggi perolehan kekayaan dalam kehidupan mereka. Semangat… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (65): Abdullah Al-Makmun (14)

Hanya beberapa bulan sebelum wafatnya, Al-Makmun mengeluarkan kebijakan kontroversial, dengan menginterogasi para ulama tentang pendapat mereka mengenai kemahlukan Alquran. Sejarah mengenal ini sebagai Al-Mihnah atau fitnah Khalqul Quran. Orientalis menyebut ini sebagai lembaga inkuisisi pertama dalam sejarah Islam Al-Makmun wafat pada bulan Rajab 218 H. Selama lebih dari 20 tahun masa pemerintahannya, Al-Makmun telah berhasil mengantarkan peradaban… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (72): Masa Akhir Genghis Khan (2): Kematian Jochi

Jochi tidak pernah kembali ke Mongolia dan mati di perasingan. Legenda Kazakhstan mengatakan, bahwa tidak ada seorang pun petugas kekaisaran yang berani memberi tahu Genghis Khan tentang kematian putranya. Ekspedisi penaklukan Mongol ke Asia Tengah berhenti di kota Multan (sekarang berada di pusat Pakistan) pada musim panas 1222, atau Tahun Kuda. Setelah turun dari pegunungan… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (3): Pembaharu Pemikiran Islam (3)

Meluasnya resonansi gagasan pembaharuan Islam Cak Nur sejak awal Orde Baru didukung oleh jiwa zaman (zeitgeist) yang menuntut pemikiran baru bagi tatanan keindonesiaan dan keislaman di era Orde Baru. Bukan hanya faktor otoritas intelektual penggagas dan reaksi banyak pihak. Tetapi jiwa zaman (zeitgeist) pun turut membesarkan dan meluaskan gaung gagasan pembaharuan pemikiran Islam dari Nurchoslish… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (64): Abdullah Al-Makmun (13)

Di akhir tahun 216 H, Al-Makmun tiba di Mesir untuk memadamkan pemberontakan di sana. Sebagian catatan sejarah mengatakan, bahwa Al-Makmun sempat membuka salah satu Piramida yang ada di sana. Tujuannya tidak lain untuk menyingkap lebih jauh makna-makna tulisan yang banyak terdapat di dalam Piramida. Setelah selesai melakukan penandatanganan perjanjian damai dengan Theophilus, kaisar Bizantium, Al-Makmun… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (71): Masa Akhir Genghis Khan (1): Perseteruan Jochi dan Chagatai

Untuk mendamaikan kedua putranya, Jochi dan Chagatai, Genghis Khan mengirim mereka dalam sebuah ekspedisi perang. Alih-alih sukses, keduanya malah saling bertikai dan hendak mengobarkan peperangan. Episode kehidupan pribadi Genghis Khan yang paling tidak menyenangkan terjadi pada masa-masa menjelang sisa hidupnya, terutama selama kampanye perang ke Asia Tengah. Perseteruan yang terjadi di antara putra-putranya membuatnya sangat… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (2): Pembaharu Pemikiran Islam (2)

Cak Nur menguasai bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Perancis, dan bahasa Persia, maka tak heran dia mampu membaca dan menyerap berbagai karya intelektual baik dari Timur maupun Barat. Selain kualitas intelektual pribadi Nurcholish Madjid – akrab disapa Cak Nur – yang dianggap otoritatif dalam menyuarakan pembaharuan pemikiran Islam, paling tidak ada enam pihak… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (5)

M. Quraish Shihab berpendapat; “Memang hampir semua uraian Alquran tentang peristiwa tidak menjelaskan siapa pelakunya, kapan dan di mana peristiwa itu terjadi. Sebab yang dipentingkan adalah pelajaran yang harus diambil dari peristiwa itu. Di sisi lain, hal tersebut juga untuk menunjukkan bahwa peristiwa serupa dapat saja terjadi pada setiap orang, kapan, dan di mana saja.… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (70): Para Putra Genghis Khan (4): Ogodei Khan

Tidak ada yang tahu kelak apa yang akan terjadi sebagai dampak dari pertemuan kecil keluarga ini. Faktanya, sang putra mahkota akan menorehkan sejarah yang tidak kalah dari ayahnya. Setelah mendengar usulan dari Chagatai, bahwa yang layak untuk menjadi khan selanjutnya adalah Ogodei, putra ketiga, Genghis Khan bertanya kepada Jochi, “Bagaimana menurutmu, Jochi? Bicaralah!” Dengan tanpa… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (1): Pembaharu Pemikiran Islam (1)

Menurut Cak Nur, pembaharuan pemikiran Islam bisa berefek friksi di kalangan umat Islam, tetapi hal itu lebih baik, jika umat mendambakan dinamisasi di masa depan. Nurcholisdh Madjid – akrab disapa Cak Nur – adalah pengusung gerakan pembaharuan pemikiran – umat – Islam. Gerakannya melesut dan menggelinding semenjak awal Orde Baru, ketika usianya masih muda dan… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (69): Para Putra Genghis Khan (3): Sang Putra Mahkota

Dengan perseteruan di antara Jochi dan Chagatai, maka posisi putra mahkota tidak akan jatuh kepada siapapun di antara mereka, melainkan anak yang lain. Siapakah dia? Sambil menarik kerah Chagatai, Jochi menerjangnya, dia berteriak-teriak marah. Kedua pria itu lalu saling baku hantam. Orang-orang dekat Genghis Khan yang ikut dalam pertemuan tersebut berusaha melerai mereka, keduanya ditarik… Teruskan Membaca

Tokoh

Perjalanan Intelektual Imam Muslim, Saudagar Kain yang Ahli Hadis (1)

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Demikian Muslim bin Alhajjaj tumbuh di bawah naungan keilmuan sang ayah. Ketekunannya dalam belajar sejak belia menjadikan Muslim kelak sebagai salah satu pilar ilmu hadis. Nama lengkapnya Muslim bin Alhajjaj bin Muslim bin Wardi bin Kushadh Alqushayri[1] Annaysaburi. Dia bernasab Alqushayri, beretnis Arab, lahir dan bertempat tinggal di Naysabur.[2]… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (4)

  Setelah dimatikan selama 100 tahun dan dihidupkan kembali, Uzair kembali pada kaumnya. Tapi Bani Israil tidak mengenalinya. Maka mereka meminta Uzair agar memperbaiki Taurat. Maka Uzair melakukannya dan mengajarkannya kepada Bani Israil. Sejak itu, “Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair adalah anak Allah.’   Setelah cukup panjang menjelaskan mengenai latar kisah yang dialami oleh uzair berdasarkan… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (68): Para Putra Genghis Khan (2): Kisah Tentang Perebutan Kekuasaan

Chagatai berkata kepada Jochi, “Bagaimana mungkin kita membiarkan diri kita diperintah oleh bajingan keturunan Merkid ini?” sebuah pernyataan keras, dia ingin berkata bahwa Jochi bukanlah putra Genghis Khan. Dalam tradisi Mongol, membahas atau mempersiapkan kematian adalah sebuah tabu yang sangat terlarang. Meski demikian, Genghis Khan sadar sepenuhnya, bahwa persoalan suksesi kepemimpinan adalah sesuatu yang sangat… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (3)

Malaikat vang mulia berkata kepada Uzair: “Sebenarnya kamu tinggal di sini selama seratus tahun lamanya.” Allah SWT mematikanmu lalu menghidupkanmu agar engkau mengetahui jawaban dari pertanyaannmu ketika engkau merasa heran dari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati. Ibnu Katsir adalah salah satu ulama yang menafsirkan bahwa Uzair adalah tokoh yang dikisahkan dalam QS. Al-Baqarah:… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (67): Para Putra Genghis Khan (1): Kisah Tentang Perebutan Kekuasaan

Genghis Khan menggambarkan keturunannya bagaikan ular. Dari keempat anaknya, siapa yang akan dia tunjuk? Genghis Khan memiliki banyak sekali anak, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka adalah anak-anak dari istri-istri dan selir-selirnya. Istri pertama dan tertua adalah Borte, darinya Genghis Khan memiliki empat anak laki-laki, mereka adalah Jochi, Chagatai, Ogodei, dan Tolui. Menurut tradisi bangsa Mongol,… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (63): Abdullah Al-Makmun (12)

Dalam ekspedisi militer ke Bizantium, Al-Makmun menggunakan jasa budak-budak Turki sebagai pasukan inti. Selama pertempuran tersebut, mereka berhasil menunjukkan keberanian dan kesetiaan yang mengagumkan. Dari sini, keberadaan mereka menjadi makin penting di mata para petinggi Dinasti Abbasiyah. Setelah menikahkan putrinya yang bernama Ummu Fadl, dengan Muhammad bin Ali Ridha pada bulan Safar 215 H, Al-Makmun… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (66): Berapa Jumlah Korban Mongol di Asia Tengah?

Sejarawan mencatat, jumlah korban yang dibunuh oleh Mongol mencapai 15 juta orang. Ini artinya, dalam satu waktu tertentu di suatu kota di Asia Tengah, setiap prajurit Mongol harus membunuh 350 orang. Mungkinkah? Kisah tentang kekejian bangsa Mongol di Asia Tengah, telah banyak digambarkan oleh para sejarawan. Sementara penghancuran banyak kota di Asia Tengah memang benar-benar… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (2)

Agak berbeda dengan umumnya ahli tafsir, M. Quraish Shibab menjelaskan bahwa, sosok yang dimaksud dalam QS. al-Baqarah: 259, belum tentu uzair. Sebab dalam ayat tersebut tidak dijelaskan siapa orang itu, sebagaimana ayat sebelumnya (QS. al-Baqarah: 258) tidak menjelaskan siapa penguasa yang mendebat Ibrahim as. Memang hampir semua uraian Alquran tentang peristiwa tidak menjelaskan siapa pelakunya,… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (62): Abdullah Al-Makmun (11)

Pada tahun 211 H, Al-Makmun mendeklarasikan secara terbuka bahwa manusia pilihan mulia setelah Rasululllah Saw adalah Ali bin Abi Thalib. Pada tahun 212 H, dia mengatakan bahwa Alquran adalah mahluk juga. Pada tahun 215 H, dia menikahkan putrinya yang bernama Ummu Fadl dengan salah satu tokoh terkemuka keluarga Ali bin Abi Thalib yang bernama Muhammad… Teruskan Membaca