Mozaik Peradaban Islam

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (2): Meriam Raksasa

“Ustmaniyah membuat sebuah meriam raksasa seberat 16 ton, teknologi tercanggih pada masanya. Daya tembaknya melampaui 1,5 km. Inilah faktor kunci kemenangan mereka.” –O– Pada tahun 1953, walaupun masih menyandang nama besar Kekaisaran Romawi, namun pada dasarnya wilayah mereka yang sesungguhnya telah berkurang jauh dan tersisa hanya beberapa km persegi saja di Konstantinopel dan di Semenanjung… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara; Studi Kiprah Keturunan Arab Meracik NKRI (15)

“Agaknya rezim kolonial sudah memahami sejak awal, bahwa kebhinekaan yang ada di Nusantara, adalah kekuatan utama masyarakatnya. Untuk itu, diperlukan solusi hukum untuk membendungnya.” —Ο—   Revolusi industri dan modernisme yang terjadi di Eropa telah berhasil mengubah banyak hal di dunia. Tapi perubahan paling penting dan fundamental dari semua itu, mereka berhasil mengubah secara revolusioner… Teruskan Membaca

Monumental

Kesultanan Ustmaniyah Menaklukan Konstantinopel (1): Alasan Strategis

“Bukan hanya karena Konstantinopel sangat kaya, tapi orang-orang Ustmaniyah sangat menyukai salah satu versi hadist Nabi yang berbunyi: ‘Suatu hari Konstantinopel pasti akan ditaklukkan. Seorang Amir yang baik dan pasukan yang baik akan mampu mencapai hal ini’.” –O– Dalam sejarah Eropa, Kekaisaran Romawi menikmati posisi paling unggul, kisah-kisahnya menjadi bahan pelajaran paling populer dibandingkan dengan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara; Studi Kiprah Keturunan Arab Meracik NKRI (14)

“Memasuki akhir abad 18, dominasi baru terbentuk di Nusantara. Proyek kolonialisme bertujuan menginstall sistem imperium bangsa Eropa ke semua wilayah jajahannya. Untuk itu dibutuhkan inovasi dalam teknologi pengawasan. Ilmu pengetahuan yang lebih komprehensif tentang tanah jajahan dan penduduknya sangat diperlukan oleh aparatus kolonial, guna mengatur kawasannya dan melaporkan kepada para penguasa di Eropa. Pada periode inilah… Teruskan Membaca

Tokoh

Yavuz Sultan Selim (5): Warisan Selim

“Dengan tumbangnya Mamluk, dan Ustmaniyah menguasai seluruh tanah Arab dan Afrika, di mana mayoritas penduduknya Muslim. Maka secara resmi Ustmaniyah menerima tongkat kekhalifahan dari Abbasiyah, dan Selim menjadi khalifah.” –O– Penaklukan Selim terhadap wilayah Mamluk menggeser pusat gravitasi Kesultanan Utsmaniyah (Ottoman) ke arah timur, baik secara kebudayaan maupun geografis. Dia sekarang telah menjadi penguasa atas… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara; Studi Kiprah Keturunan Arab Meracik NKRI (13)

“Bagaimanapun secara kuantitatif kita menghitung sebab-sebab diterimanya orang-orang Arab ini, khususnya kaum Alawiyin, pada akhirnya modal kualitatif lah yang menjadi alasan utama diterimanya mereka sebgaai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Nusantara.” —Ο—   Sebagaimana sudah diurai dalam edisi sebelumnya, bahwa pada akhir abad ke-18, keturunan Arab yang berasal dari Hadramaut atau kaum Alawiyin… Teruskan Membaca

Tokoh

Yavuz Sultan Selim (4): Penaklukan Mamluk di Suriah dan Mesir

“Mamluk di Damaskus menyerah tanpa perlawanan. Selanjutnya, dalam khotbah Jumat di Masjid Agung Umayyah, nama Selim mesti disebutkan. Kini Selim menuju Mesir untuk membersihkan sisa-sisa Mamluk.” –O– Setelah kemenangannya atas Kekaisaran Safawi Persia, Selim kini memberikan perhatiannya kepada Kesultanan Mamluk di Suriah dan Mesir. Dia dan pasukannya bergerak ke selatan melalui Suriah dan Levant, yang… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Sejarah Perkembangan Islam di Nusantara; Studi Kiprah Keturunan Arab Meracik NKRI (12)

“Pada sekitar abad ke 18, keturunan Alawiyin telah mengalami asimilasi dengan masyarakat lokal. Mereka memperoleh kedudukan yang memungkinkan kiprahnya terlihat nyata dalam masyarakat. Secara spekulatif penulis menilai bahwa kehadiran kaum Alawiyin yang merata dan berpengaruh di hampir setiap kepulauan besar di Nusantara inilah yang menjadi racikan pertama anatomi keindonesiaan hari ini.” —Ο—   Sebagaimana sudah… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memahami Islam: Soal Cermin Diri dan Perspektif (4)

“Para nabi adalah prototip kesempurnaan manusia. Sebagai prototip, dia harus bebas dari error. Jika tidak,  maka Tuhan Pencipta manusia ini jauh di bawah kemampuan seorang insinyur atau desainer yang setidak-tidaknya mampu memproduksi prototip yang bebas-cacat atau bebas-galat.”  —Ο—   Belum lama ini, beredar luas ceramah seorang ustadz, yang tengah naik daun di kalangan anak muda,… Teruskan Membaca

Tokoh

Yavuz Sultan Selim (3): Fatwa Religius dalam Peperangan Ustmaniyah

“Perang di antara sesama Muslim terlarang dalam Islam. Oleh karena itu Selim membutuhkan fatwa ulama yang menyatakan bahwa musuhnya adalah golongan Islam yang sesat sehingga wajib untuk diperangi.” –O– Di awal telah dijelaskan bahwa Bayezid, ayah Selim, ketika masih menjadi sultan telah gagal menangani perkembangan Kekaisaran Safawi. Atas sikap ayahnya yang lunak, akhirnya Selim berinisiatif… Teruskan Membaca

Pilihan

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut … Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah