Mozaik Peradaban Islam

Tasawuf

Habib al-Ajami (3): Karamah Habib

Suatu waktu Hasan al-Basri sedang menunggu perahu yang terlambat. Habib lalu datang, dan mempertanyakan mengapa Hasan mesti menunggu. Habib berjalan di atas air dan pergi. Melihatnya, Hasan pingsan. Doa yang Dikabulkan Suatu hari, seorang wanita tua datang menemui Habib dan, terjatuh di kakinya, menangis dengan sedih. “Aku memiliki seorang putra yang sudah lama tidak kutemui.… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (5): Etos Dagang Saudagar Quraisy (2)

Jika dikonversi ke Rupiah, sekali berangkat, karavan dagang Quraisy dapat membawa barang-barang senilai Rp 175 miliar. Orang Makkah, karena kaya, bahkan dapat minum dari gelas emas. Sejak kaum Quraisy mengatur dua kali perjalanan dagang dalam setahun, ke Yaman dan Suriah, maka penduduk Makkah menjadi sangat sibuk dengan dua aktivitas: ekonomi dan keagamaan. Kota Makkah pengaruhnya… Teruskan Membaca

Tasawuf

Habib al-Ajami (2): Sang Rentenir yang Menjadi Wali Allah (2)

Berita tentang Habib yang dikutuk menyebar luas, bahkan anak-anak ketika melihatnya berkata, “Inilah dia Habib si rentenir. Lari, jangan sampai debunya menempel pada kita dan kita menjadi dikutuk seperti dia!” Mari kita lanjutkan kembali kisah Habib al-Ajami yang dituturkan oleh Farid al-Din Attar dalam Tadhkirat al-Awliya. Setelah Habib mendapati makanannya berubah menjadi darah hitam, dia… Teruskan Membaca

Tasawuf

Habib al-Ajami (1): Sang Rentenir yang Menjadi Wali Allah (1)

Habib berkata kepada pengemis, “Jika kami memberimu apa yang kami miliki engkau tidak akan menjadi kaya, dan kami sendiri yang akan menjadi miskin!” Spontan, makanan Habib berubah menjadi darah hitam. Habib ketakutan. Habib bin Muhammad al-Ajami al-Basri adalah orang Persia yang menetap di Basrah (sekarang di Irak). Dia juga kadang disebut Habib al-Farisi. Dia dikenal… Teruskan Membaca

Tasawuf

Malik bin Dinar al-Sami (3): Sahabat Allah

Malik bin Dinar memiliki tetangga yang perilakunya sangat buruk. Orang-orang meminta Malik untuk menegurnya. Ketika dia berangkat sebuah suara berkata, “Jauhkan tanganmu dari sahabat-Ku!” Malik dan Tetangganya yang Berakhlak Buruk Ada seorang pemuda yang tinggal di sekitar rumah Malik, dia sangat bejat dan berakhlak rendah. Malik terus-menerus merasa sedih karena perilakunya yang buruk, tetapi dia… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (8): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Jakfar bin Abu Thalib membacakan permulaan surat Maryam di hadapan Negus dan para uskupnya. Mereka semua menangis hingga jenggotnya basah oleh airmata. Negus berkata, ‘Sesungguhnya ayat tadi dan yang dibawa Isa berasal dari sumber yang sama. Pergilah kalian berdua, hai utusan Quraisy! Demi Allah, aku tidak akan menyerahkan mereka kepada kalian berdua, dan mereka tidak… Teruskan Membaca

Tasawuf

Malik bin Dinar al-Sami (2): Pertobatan

Suatu malam, Malik yang munafik, yang pada siang hari taat beribadah, namun pada malam hari bersenang-senang, mendengar suara dari dalam kecapinya, “Malik, apa yang membuatmu tidak bertobat?” Versi Kesatu Farid al-Din Attar dalam Tadhkirat al-Awliya menuturkan kisah tentang pertobatan Malik bin Dinar: Sekarang kisah pertobatannya terjadi sebagaimana berikut ini. Dia (Malik bin Dinar) adalah pria… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (7): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Ketika utusan Quraisy meminta agar Negus menyerahkan orang-orang Islam yang kini berada dibawah perlindungannya, seketika Negus murka. Dia berkata, “Tidak. Demi Allah, aku tidak akan menyerahkan mereka kepada kalian berdua. Jika ada suatu kaum hidup berdampingan denganku, dan memilihku daripada orang selain saya, maka aku harus mengundang dan bertanya kepada mereka tentang apa yang dikatakan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Malik bin Dinar al-Sami (1): Asal-Usul Julukan Dinar

Suatu hari Malik naik kapal, para pelaut meminta ongkos kepadanya, namun dia tidak punya uang. Mereka memukulinya dan mengancam akan membuangnya ke laut. Tiba-tiba ikan di lautan naik ke permukaan, masing-masing membawa dinar. Malik bin Dinar al-Sami adalah putra seorang budak Persia dari Sejestan (atau Kabol) dan nantinya dia akan menjadi murid Abu Said bin… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (4): Etos Dagang Saudagar Quraisy (1)

Leluhur Rasulullah, Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay, menjalin aliansi dengan suku-suku yang jauh agar karavan-karavan Makkah dapat melintasi daerah-daerah dan mengunjungi pasar-pasar baru. Olehnya, jalur perdagangan global menjadi terbuka. Awalnya, di Kota Makkah tidak ada rumah atau bangunan selain Kabah. Kabilah Jurhum maupun belakangan Khuzaah, yang berkuasa di Makkah, mereka tinggal di luar Tanah… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (6): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ra., mengisahkan tentang sejarah hidup Negus dan bagaimana lika-liku perjalanan hidupnya sampai ke tampuk kekuasaan. Berdasarkan kisah tersebut, sikap adil dan ketegaran Negus dalam menjaga kebenaran sudah dikenal sejak pertama kali dia menaiki tampuk kekuasaan Habasyah. Abu Thalib mengetahui rencana orang-orang Quraisy untuk melobi Negus dengan mengutus dua orang… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (14): Naik Haji (3): Para Pengkhotbah

Seorang pengkhotbah dari Khurasan, pria dengan wajah tampan dan gerakan yang anggun, berbicara menggunakan bahasa Arab dan Persia dengan fasih, membuat pendengar gemetar dengan emosi dan meleleh dengan rintihan. Para peziarah meninggalkan Arafah setelah matahari terbenam, seperti yang telah aku katakan. Larut malam itu mereka ke Muzdalifah, di mana mereka menggabungkan salat maghrib dan isya,… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (5): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Abu Thalib menuturkan syair untuk Negus yang isinya sebagai berikut: “…Ketahuilah, bahwa engkau orang mulia dan luhur. Hingga orang yang tinggal di tempatmu tidak merasa menderita. Ketahuilah, bahwa Allah membekalimu dengan keluasaan, Dan sebab-sebab kebaikan yang kesemuanya melekat padamu. Engkau orang dermawan yang berakhlak mulia, Orang jauh dan orang dekat mendapatkan manfaat darinya.”      Ketika… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (13): Naik Haji (2): Kemewahan di Arafah

Di Arafah, seolah-olah sang Amir menghuni kota bertembok yang bergerak ketika dia pindah dan menetap di tempat dia tinggal. Pemandangan kemegahan kerajaan seperti ini tidak pernah terlihat di antara raja-raja Barat. Arafah juga merupakan dataran yang luas (sama dengan Muzdalifah, memiliki dataran yang luas), cukup luas untuk menampung seluruh umat manusia pada Hari Kebangkitan. Dataran… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (12): Naik Haji (1): Muzdalifah

Sejak awal bulan, genderang-genderang milik Amir ditabuh pada pagi dan sore dan pada saat jam-jam salat, untuk menandai keseriusan periode itu. Genderang terus berlanjut sampai hari ketika kami pergi ke Arafah Makkah, Bulan Haji, Maret – April 1184 Penampakkan bulan baru pada bulan ini muncul pada Kamis malam, bertepatan dengan tanggal 15 Maret-nya orang Kristen….… Teruskan Membaca

Studi Islam

Keterbukaan Imam Bukhari terhadap Para Periwayat Syiah (3): Penerimaan Para Ulama

Imam Dhahabi berkata, “Seandainya riwayat mereka seluruhnya ditolak, maka hilanglah sebagian Sunah Nabi, dan hal ini akan menjadikan kerusakan yang nyata.” Oleh Syafiq Basri | Mantan Wartawan Tempo, Pengamat Masalah Sosial, Agama, dan Komunikasi Ibnu al-Madini (w. 234 H) telah mensinyalir, kalau saja para kritikus hadis menjadikan keyakinan periwayat sebagai acuan diterima atau ditolaknya sebuah… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (11): Makkah (3): Keutamaan Syaban

Seorang pria asing mengucapkan, “Jika perbuatan buruk telah membawaku jauh dari-Mu, pikiran jujurku telah membawaku dekat lagi.” Berulang-ulang sampai dia pingsan karena ekstasi. Makkah, Bulan Syaban, November – Desember 1183 Malam pada tengah bulan Syaban yang diberkati, dimuliakan oleh orang-orang Makkah karena tradisi mulia yang turun kepada kita tentang hal itu.[1] Mereka berlomba-lomba satu sama… Teruskan Membaca

Studi Islam

Keterbukaan Imam Bukhari terhadap Para Periwayat Syiah (2): Asal-Usul Syiah dan Metode Pemilihan Hadis Sahih

Dari penelitian, dapat ditemui para periwayat hadis dari berbagai jenis kelompok Syiah, mulai Syiah biasa (ringan), Syiah berlebihan (ghuluw/mufrit shadid/jalad/muhtaraq), hingga kelompok Rafidah (sejenis sempalan Syiah yang ekstrim), yang narasinya dimuat dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Oleh Syafiq Basri | Mantan Wartawan Tempo, Pengamat Masalah Sosial, Agama, dan Komunikasi Banyak pendapat tentang sejarah kemunculan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (10): Makkah (2): Festival Rajab

Orang-orang Makkah menganggap bulan ini sebagai kesempatan yang sungguh-sungguh bagi para peziarah untuk bertemu satu sama lain. Ini adalah acara festival lokal yang luar biasa, yang telah mereka peringati tanpa jeda jauh sebelum zaman Nabi Muhammad. Makkah, Bulan Rajab, 20 Oktober 1183…. Orang-orang Makkah menganggap bulan ini sebagai kesempatan yang sungguh-sungguh bagi para peziarah untuk… Teruskan Membaca