Mozaik Peradaban Islam

Pilihan

Sejarah

Yerusalem (1)

“Umat Islam mengenalnya dengan nama Al Quds (kota suci). Inilah Bunga Segala Kota. Inilah kota suci tiga agama samawi. Inilah kota yang … Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Penyebaran Islam di Tanah Sunda (4): Dari Cirebon Sampai Banten

“Setelah sang ayah, Syarif Hidayatullah kembali ke Cirebon, Maulana Hasanuddin memulai dakwahnya di wilayah Banten” —Ο—   Maulana Hasanuddin atau Pangeran Sebakingking lalu melanjutkan Islamisasi, setelah ayahnya, Syarif Hidayatullah kembali ke Cirebon. Ia berdakwah dari satu daerah ke daerah lain yang merupakan tempat-tempat keramat, mulai dari gunung Pulosari, Gunung Karang, Gunung Aseupan, sampai ke Pulau… Teruskan Membaca

Mualaf

Mengenal Abdul Karim Oey (4): Pengkhianatan Masyumi Bengkulu

“Pembentukan Negara Federal Bengkulu tanpa memberi tahu pemerintah, maka itu berarti mancung pipi daripada hidung, dan sikap saudara-saudara ini termasuk pengkhianat bangsa.” ­–O– Tentara Belanda terus mendesak. Desa Tabarenah tak dapat dipertahankan sehingga mereka leluasa memasuki daerah Muara Aman. Sebentar-sebentar mereka muncul di sekitar kota kecil itu. Akhirnya Karim Oey dan kawan-kawan terpaksa mencari tempat… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Abu Dzar al-Ghifari (10): Nubuwwat Rasulullah

“Dia berjalan sebatang kara, meninggal sebatang kara, dan dibangkitkan nanti sebatang kara.” –O– Anak perempuan Abu Dzar bercerita, “ketika Ayahku meninggal, aku berlari sambil menangis ke arah jalan yang menuju ke Irak. Aku duduk di sana menunggu rombongan yang akan datang. Tiba-tiba terlintas dalam pikiranku bahwa jenazah Ayah terbaring sendirian. Lalu aku berlari ke Ayah.… Teruskan Membaca

Tokoh

Ziryab (Black Bird): Seniman Multi-Talenta Yang Mengubah Budaya Eropa

“Ternyata sumbangan dunia Islam terhadap peradaban modern tidak hanya sebatas di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tapi juga di bidang kebudayaan, seperti musik, tata cara makan, hingga cara berbusana.” —Ο—   Kita mungkin pernah mendengar istilah artis multi-talenta. Mereka terkadang memiliki beberapa bakat di berbagai bidang kesenian. Tapi di dunia Islam, pernah muncul seorang bernama… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kematian Manusia: Sebuah Karikatur  (5)

  Oleh: Musa Kazhim   “Dalam kebudayaan massa manusia menjadi objek. Mereka kehilangan gugus makna, sehingga tidak mampu memahami konteks umum dari kehidupan ini. Mereka teralienasi, kehilangan identitas sebagai pribadi (person). Tercekik oleh sistem yang dibuatnya sendiri, identitas pribadi itu mengering secara eksistensial.” —Ο—   Kelahiran Massa dan Kematian Manusia Di dalam rahim materialisme, humanisme, dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Abu Dzar al-Ghifari (9): Dialog dengan Malaikat Maut

“Wahai malaikat maut! Di mana saja engkau selama ini? Aku telah menunggumu. Wahai temanku, engkau datang pada saat aku sangat membutuhkan.” –O– Abu Dzar tinggal di Rabzah bersama Istri dan kedua anaknya. Dzar, anak lelakinya, meninggal terlebih dahulu karena sakit. Tidak lama kemudian, istrinya pun meninggal karena memakan rumput beracun. Abu Dzar pun sama-sama sakit… Teruskan Membaca

Orientalis

Karen Armstrong (4): “Saya Membenci Agama dan Itulah Inti Dari Buku Saya”

“Setelah menulis buku Trough the Narrow Gate yang kontroversial, Armstrong memutuskan tidak akan pernah menulis lagi tentang agama. Namun takdir berbicara lain.” –O– Armstrong mendapatkan gelar akademik pertamanya di Oxford dan melanjutkan studi pasca sarjana di Tennyson, namun hidupnya berantakan dan hubungan dengan keluarganya tidak baik. “Ketika saya pertama kali keluar (biara), saya tidak dapat… Teruskan Membaca

Tokoh

Shalahuddin Al Ayyubi (1)

“Dari “bukan siapa-siapa”, karirnya melesat jauh melampaui tokoh-tokoh pada masanya. Bahkan lebih dari itu, sepak terjangnya telah menjadi salah satu titik balik yang mengubah arus sejarah peradaban Islam di Timur Tengah dan Kristen di Eropa.” —Ο—   Diantara sekian nama tokoh Muslim yang dikenal dunia Barat, nama Shalahuddin Al Ayyubi atau barat sering menyebutnya Saladin,… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Penyebaran Islam di Tanah Sunda (3): Keturunan Sang Prabu Yang Memilih Islam

“Meskipun Prabu Siliwangi tidak menyetujui keinginan Syarif Hidayatullah, ia tidak menghalangi cucunya itu untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pajajaran” —Ο—   Dalam naskah Carita Puwaka Caruban Nagari karya Pangeran Arya Cirebon yang ditulis pada tahun 1720 M, menuturkan bahwa Ki Gedeng Sindangkasih syahbandar sebelum Ki Gedeng Tapa (digantikan ki Gedeng Tapa setelah wafat) memiliki… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Abu Dzar al-Ghifari (8): Kehidupan di Rabzah

“Abu Dzar melewatkan hari-harinya di Rabzah dengan kesepian dan kesendirian. Tidak ada seorang pun yang mendatangi untuk mencari tahu kondisinya. Dia tidak memiliki sarana hiburan apapun. Seandainya keluarganya bersamanya dia tidak akan merasakan kesepian yang begitu menyakitkan. Keluarganya masih di Suriah dari sejak Abu Dzar dipanggil ke Madinah dan kemudian diperintahkan untuk tinggal di Rabzah.”[1]… Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah

Sejarah

Yerusalem (2)

“Sejak pertama kali berdiri, Yerusalem sudah menjadi kota yang damai. Para Nabi dan manusia-manusia suci berjalan di dalam kota ini dan menebar … Teruskan Membaca

Sejarah

Yerusalem (1)

“Umat Islam mengenalnya dengan nama Al Quds (kota suci). Inilah Bunga Segala Kota. Inilah kota suci tiga agama samawi. Inilah kota yang … Teruskan Membaca