Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Kesultanan Malaka (7): Sultan Alauddin Riayat Syah

Pada masa ini, Kesultanan Malaka masih menikmati masa keemasannya. Selain karena sultannya berwibawa, angkatan laut mereka demikian disegani. Nyaris seperti monopolis, sirkulasi perdagangan komoditi dari pulau Jawa dan pulau-pulau lain di Nusantara seperti tersentralisasi di Malaka. Eksistensi Malaka membuat lumpuh hampir semua pelabuhan di sepanjang pesisir timur pulau Sumatera. Sultan Mansur Syah wafat pada tahun… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (35): Menyerang Jurchen Jin (1)

Untuk pertama kalinya, bangsa Mongol melakukan penyerangan terhadap peradaban besar Tiongkok. Siapapun, termasuk Genghis Khan sendiri, tidak pernah tahu bahwa ini akan menjadi pembuka bagi penaklukan peradaban besar lainnya. Setelah penolakannya untuk menjadi negara bawahan Dinasti Jurchen Jin, atau dengan kata lain, ini adalah deklarasi perang, Genghis Khan kembali ke markasnya di Sungai Kherlen, dan… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf karya Abu Nasr as-Sarraj (4): Bab 3, Klasifikasi Para Ahli Fiqih

Tingkatan para ahli fiqih sebenarnya mengungguli kelompok ahli hadis. – Syaikh Abu Nashr as-Sarraj BAB 3: Tentang Klasifikasi Para Ahli Fiqih dan Keunikan Metodologinya di antara Berbagai Disiplin Syaikh Abu Nashr as-Sarraj―semoga Allah merahmatinya―berkata: Adapun tingkatan para ahli fiqih sebenarnya mengungguli kelompok ahli hadis. Dua kelompok ini secara umum setara dalam nilai penting disiplin dan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (21): Abdullah Abu Ja’far (Al-Manshur) (6)

Jika ada satu hal yang sangat monumental dilakukan oleh Al-Manshur selama masa pemerintahannya, itu adalah Kota Baghdad. Menurut Eammon Gaeron, berdirinya Kota Baghdad menandai salah satu titik balik dalam sejarah peradaban Islam. Setelah berhasil mengukuhkan legitimasinya di tengah kaum Muslimin, kini Al-Manshur mulai bisa bermimpi lebih jauh tentang cara melestarikan eksistensi Dinasti Abbasiyah. Salah satu… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (34): Dinasti Jurchen Jin

Dibanding Dinasti raksasa Jurchen Jin dari China, bangsa Mongol tidak ada apa-apanya. Utusan Jurchen datang menuntut kesetiaan Genghis Khan kepada mereka. Dia kemudian malah meludah dan menghina mereka. Sebuah deklarasi perang. Pada tahun 1210, atau Tahun Kuda, ketika usia Genghis Khan mencapai 48 tahun, dan negara barunya sudah berdiri selama empat tahun, sebuah rombongan delegasi… Teruskan Membaca

Tasawuf

Diskursus Sufi (3): Tasawuf sebagai Penghayatan atas Kehambaan

Puncak tasawuf sebenarnya adalah realisasi (tahaqquq) dan penghayatan terhadap kehambaan kepada Allah. Dalam mencapai kehambaan itu, sebagian sufi (seperti Al-Ghazali) menekankan ketakutan, sementara sebagian lain (seperti Jalaluddin Rumi) menekankan kecintaan. Salah satu persoalan yang senantiasa menghantui pikiran dan perasaan manusia adalah tujuan penciptaan alam semesta, terutama tujuan penciptaan manusia. Persoalan inilah yang melahirkan filsafat dan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (20): Abdullah Abu Ja’far (Al-Manshur) (5)

Setelah menyingkirkan semua pesaingnya, Al-Manshur mulai fokus menundukan wilayah-wilayah di sekitarnya, serta menyatukan kembali dunia Islam ke dalam satu sistem kepemimpinan. Dan untuk melestarikan kekuasaannya, dia mencopot Isa bin Musa dari posisi sebagai putra mahkota, serta menggantinya dengan putranya yang bernama Al-Mahdi. Setelah berhasil membunuh Abu Muslim, dan menghabisi keturunan Ali bin Abi Thalib, Al-Manshur… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (33): Bergabungnya Suku Uighur

Uighur Khan menyatakan kesetiaannya kepada Genghis Khan. Sebagai imbalan, dia diberi putri Genghis Khan untuk dinikahi. Inilah untuk pertama kalinya suku-bangsa non-nomaden bergabung dengan Kekaisaran Mongol. Dalam usaha untuk menyambung tali kekerabatan dengan suku Siberia dan Uighur, Genghis Khan tidak hanya melakukannya antara keluarganya dengan keluarga penguasa saja – dengan menikahkan anggota keluarganya. Dia menerima… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (19): Abdullah Abu Ja’far (Al-Manshur) (4)

Imam As-Suyuthi menyatakan, “Al-Manshur adalah orang pertama yang memicu fitnah antara golongan Abbasiyah dan Alawiyah, padahal sebelumnya mereka hidup dengan rukun. Al-Manshur telah menyiksa sejumlah besar ulama yang menyertai Muhammad dan Ibrahim dalam pemberontakannya. Sebagian di antara mereka ada yang dibunuh dan ada yang di siksa, di antaranya Abu Hanifah (pendiri Mahzab Hanafi), Abdul Hamid… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (32): Shaman Terkuat

Bangsa Mongol melihat shaman dalam posisi yang sangat tinggi, mereka adalah orang-orang yang mewakili suara ilahi. Sampai saat ini Genghis Khan masih dianggap shaman terkuat karena pada masanya dia membunuh shaman terkuat dengan mematahkan tulang belakangnya. Shaman Terkuat Setelah Temujin diangkat menjadi Genghis Khan, padang rumput Mongolia selama enam tahun berikutnya mengalami periode yang damai.… Teruskan Membaca

Pilihan

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (1)

Umumnya sejarawan menilai bahwa era pemerintahan Dinasti Abbasiyah merupakan puncak masa keemasan peradaban Islam. Tapi di balik gemerlap pencapaian tersebut, sejarah politik … Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah