Mozaik Peradaban Islam

Tokoh

Omar Khayyam (1): Matematika dari Masa ke Masa (1)

Omar Khayyam secara umum lebih dikenal sebagai seorang penyair, padahal di luar itu dia adalah seorang matematikawan yang temuannya menyumbangkan jasa besar bagi ilmu matematika yang kita gunakan pada masa kini. Artikel kali ini akan mengulas tentang sosok Omar Khayyam (1048-1131), seorang matematikawan terkemuka yang di dunia Barat justru lebih dikenal karena puisi-puisinya. Padahal, di… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (5): Tokoh Besar Mu’tazilah

Sebagai seorang pemikir Mu’tazilah, al-Jahiz memang menentang gagasan tentang takdir dan sepenuhnya mendukung gagasan bahwa Alquran adalah makhluk, tetapi dalam hal gagasan bahwa Alquran tak dapat ditiru, dia tidak setuju dengan gurunya al-Nazzam. Sebagaimana semua tokoh-tokoh intelektual lain pada zamannya, al-Jahiz juga terlibat dalam diskusi tentang agama—terutama Islam, yang masih berkembang dalam beberapa hal signifikan… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (4): Karya-Karya Al-Jahiz

Di dalam Kitab al-Hayawan (Kitab tentang Hewan-Hewan), al-Jahiz menulis tentang efek lingkungan pada peluang kelangsungan hidup hewan. Jauh berabad-abad sebelum Charles Darwin melahirkan teori evolusi. Al-Jahiz menulis sejumlah besar buku dan risalah dalam bidang teologi, sosiologi, zoologi, sastra, matematika, dan karya-karya lainnya (hingga 200 teks). Beberapa dari karya-karya ini masih ada hingga sekarang, sementara sisanya… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (6): Berhenti Merokok

Di Madinah Husein bertemu dengan seorang waliyullah yang meludahi isi mulutnya. Semenjak itu dia berhenti merokok. Meski demikian, dokter dan para perawat tidak putus asa untuk menyelamatkan nyawa Husein al-Habsyi yang sedang berada di meja operasi. Akhirnya, untuk sumber listrik mereka menggantinya dengan genset. Sementara itu untuk sumber penerangan mereka menggunakan lampu dari mobil sejenis… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (3): Perjalanan Karir

Khalifah al-Mamun sangat tertarik kepada al-Jahiz dan dia memintanya untuk menjadi guru bagi anak-anaknya. Namun begitu melihat mata al-Jahiz, anak-anak khalifah itu begitu ketakutan. Sebagai seorang pemuda, al-Jahiz menulis risalah pertamanya tentang sifat kekhalifahan. Ibunda al-Jahiz, setelah menyadari bakat putranya, konon memberinya nampan penuh buku catatan dan mengatakan kepadanya bahwa dia akan mencari nafkah dari… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (25): Penutup: Marilah Kita Jauhi Kebanggaan pada Identitas Palsu

Fenomena kearab-araban itu sepenuhnya adalah ilusi yang memanfaatkan kebodohan massa. Elit yang hendak meraih dominasi dan kekuasaan cenderung memanfaatkan ilusi dan kebodohan massa ini. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Saya ingin menutup keseluruhan tulisan ini dengan berkilas balik pada pemandangan awal yang melatarbelakanginya. Tendensi kearab-araban yang kita saksikan di Indonesia… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (24): Selingan Terakhir: Kekayaan Makna dalam Bahasa Arab

Siapa saja yang secara jujur membaca dan mencoba menafsirkannya bakal berakhir dengan merendahkan hati di hadapannya.   Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Saya sudah katakan bahwa tulisan ini bukan untuk memerikan keunggulan dan keistimewaan bahasa Arab. Tapi rasanya wajar jika sebelum menutup tulisan ini, saya menyampaikan sebuah selingan seputar kekayaan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (23): Asal-usul Bahasa: ‘Araby dan ‘Ajamy (2)

Nabi Muhammad saw adalah penutur bahasa paling bermakna, jelas, dan tegas di antara semua manusia yang ada di muka bumi ini dari dulu hingga akhir zaman. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Terlepas dari diskusi rumit itu (mengenai awal bahasa-red), berdasarkan uraian etimologis ‘araby yang telah saya sampaikan, yakni bahasa yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (22): Asal-usul Bahasa: ‘Araby dan ‘Ajamy (1)

Tidaklah sulit bagi kita untuk membayangkan bahwa bahasa pada mulanya adalah tunggal. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Sebelum mengakhiri tulisan ini dan kembali ke latar belakang masalah kita, izinkan saya memberikan satu kemungkinan teori makna ‘araby dan ‘ajamy. Sejumlah pakar linguistik berpandangan bahwa semua bahasa sejatinya bersumber dari satu bahasa… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (21): Arab dalam Hadis-Hadis Nabi (2)

Imam Ali Zainal Abidin berpidato di hadapan Yazid pasca tragedi Karbala, “Wahai manusia sekalian, kami (Ahlul Bait) diberi enam anugerah dan tujuh keutamaan….” Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Dalam kitab-kitab sejarah seperti al-Futuh karya Ibnu A’tsam al-Kufi, Maqatil al-Thalibiyyin karya Abul Faraj al-Ishfahani, dan Maqtal al-Husein karya al-Khawarizmi, ada sebuah… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (20): Arab dalam Hadis-Hadis Nabi (1)

Nabi bersabda, “Aku adalah paling fasihnya orang Arab, meski aku dari Quraisy.” Dalam hadis ini Nabi ingin menegaskan bahwa kefasihannya itu tidak ada hubungannya dengan suku tertentu. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Pada bagian sebelumnya saya telah mengutip beberapa hadis yang menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad menggunakan kosakata ‘araba (عرب) beserta… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (19): A’rab (Orang-orang Arab) dalam Alquran (3)

Dalam Alquran, semua kata a’rab digunakan dalam bentuk jamak (plural). Ini menimbulkan kesan bahwa mereka memiliki keburukan komunal, bukan hanya keburukan individual. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Marilah kita sekarang membuka Alquran dan bertanya tentang a’rab. Hal yang segera kita temukan bahwa ada 6 ayat yang berbicara tentang a’rab ini… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (18): A’rab (Orang-orang Arab) dalam Alquran (2)

Tidak heran bila di balik gurun sahara yang kering dan gersang terdapat energi minyak bumi yang kaya. Demikian pula di balik perilaku dan peradaban Jahiliah orang-orang a’rab ada bahasa ‘araby yang istimewa. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Sejarah Islam juga menunjukkan mereka yang mengembangkan ilmu-ilmu bahasa Arab kebanyakan adalah orang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (17): A’rab (Orang-orang Arab) dalam Alquran (1)

A’jamy itu bisa menjadi orang A’rab yang tidak mampu berbahasa dengan jelas dan terang. Maka itu, dari derivasi ‘ajama terdapat kata a’jma (jamak: ‘ajmawat) yang bermakna binatang liar. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Sebagai orang awam, saya selalu heran dengan konsistensi Alquran yang di satu sisi memuji ‘araby sebagai sesuatu… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (16): ‘Araby (Bahasa Arab) dalam Alquran (2)

Bahasa Arab itu esensinya adalah suatu bahasa yang jelas, lugas, dan gamblang. Kebalikannya adalah bahasa ‘ajam yang esensinya adalah bahasa yang tidak jelas, sumir, samar, dan bengkok. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Ayat berikut barangkali memperjelas sifat ‘araby itu sebagai sebuah bahasa yang jelas, tidak bengkok atau lancung, lugas, tegas,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (15): ‘Araby (Bahasa Arab) dalam Alquran (1)

Seorang penduduk Makkah yang menyandang identitas Arab mengajari Nabi, tapi oleh Alquran bahasanya dianggap a’jamy alias isi perkataannya meracau, tidak jelas dan lugas seperti Alquran yang ‘araby. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Marilah kita sekarang mencoba menilik nomenklatur Arab secara lebih jernih. Dan Alquran, mau tidak mau, merupakan rujukan inti… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (14): Ibnu Arabi dan Metabahasa Wahyu (2)

Bagi Ibnu Arabi, bahasa Arab bukan sekadar bahasa percakapan, apalagi sekadar bahasa suatu kaum. Dan itulah mengapa dia yang begitu pluralis senang dengan gelar Ibnu al-Arabi (anak Arab). Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Ibnu Arabi memperlakukan bahasa Arab sebagai metabahasa untuk mengungkapkan berlapis-lapis makna dari berjenjang-jenjang realitas yang secara terus-menerus… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (13): Ibnu Arabi dan Metabahasa Wahyu (1)

Sejak saat itulah saya langsung mabuk. Tersungkur rebah di hadapan bahasa ini. Ia langsung terasa menghunjam dada. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Dulu saya memperlakukan bahasa Arab seperti umumnya bahasa lain. Bahasa Arab waktu itu buat saya tidak keluar rasanya. Tidak ada tendangannya. Sekadar kumpulan memori kosakata, tata bahasa, dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (12): Kembali ke Etimologi ع-ر-ب (‘a-ra-ba) [2]

Arab bukanlah ras, golongan, bangsa, nama orang, wilayah geografis, karakter, kepercayaan, moralitas, dan lain sebagainya, ia adalah bahasa yang jelas, utuh, sahih, dan fasih. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Pendapat al-Maghribi buat saya dan sahabat itu sebenarnya sudah cukup melegakan. Apalagi terbukti, sebagaimana akan kita lihat dalam bagian lanjutan tulisan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (11): Kembali ke Etimologi ع-ر-ب (‘a-ra-ba) [1]

Di dalam kamus-kamus Arab tidak ditemukan etimologi ع-ر-ب(‘a-ra-ba). Tampaknya ada kebingungan di kalangan pakar soal lenyapnya pembahasan etimologi kata ini. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Setelah bertamasya membuka kamus-kamus Arab dan tidak menemukan etimologi ع-ر-ب (‘a-ra-ba), saya mencoba mencarinya dalam buku-buku sastra dan ilmu-ilmu bahasa Arab. Selang beberapa waktu, saya… Teruskan Membaca