Mozaik Peradaban Islam

Monumental

Pedang Zulfiqar (2)

“Setiap kali Ali berhasil membunuh musuh, maka Rasulullah SAW berteriak, “Allahu Akbar!” demikian seterusnya. Dalam momen-momen inilah kemudian Rasulullah bersabda, “Aku dari Ali dan Ali dariku”. Kemudian Jibril menjawab, dan “aku dari kalian”. Kemudian mereka mendengar suara, “Tidak ada pedang selain Zulfikar, dan tidak ada pemuda selain Ali.” —Ο—   Sebagaimana namanya, kisah awal kemunculan… Teruskan Membaca

Monumental

Asal-Usul Dinasti Mamluk (2): Shajar ad-Durr, Sultan(a) Pertama Mamluk (1)

“Shajar ad-Durr berarti ‘pohon mutiara’. Sejarah mencatat bahwa dia adalah seorang perempuan cantik, shaleh, dan juga cerdas.” –O– Setelah Sultan Saladin (pendiri Dinasti Ayyubiyah)  meninggal, persaingan di antara anggota keluarga penguasa dengan cepat melemahkan Dinasti Ayyubiyah dari dalam. Sultan Ayyubiyah terakhir yang memiliki kekuatan nyata di Damaskus dan Kairo adalah as-Salih Ayyub. Pada tahun 1249,… Teruskan Membaca

Monumental

Pedang Zulfiqar (1)

“Umumnya pendapat menyepakati bahwa pedang tersebut terdapat pemisahan di ujungnya sehingga menghasilkan bentuk pedang bermata dua. Hanya saja memang cukup banyak perbedaan disana-sini terkait bagaimana bentuk pastinya. Imajinasi para seniman dari berbagai belahan dunia telah menghasilkan berbagai interpretasi yang beragam.”  —Ο—   Mungkin di antara sekian banyak senjata yang pernah dikenal dalam sejarah Islam, tidak… Teruskan Membaca

Monumental

Asal-Usul Dinasti Mamluk (1): Siapa Mamluk?

“Kata ‘Mamluk’ berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘seseorang yang dimiliki’, maknanya setara dengan kepemilikan terhadap barang tertentu, atau bila disederhanakan, Mamluk artinya adalah ‘budak’.” –O– Kisah tentang Mamluk adalah salah satu kisah yang paling unik dalam sejarah Islam dan Timur Tengah, bagaimana tidak, Dinasti Ayyubiyah (1171–1250) yang telah berkuasa selama 79 tahun di Mesir… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (8): Syekh Siti Jenar (2)

“Petilasan atau makam sejatinya hanyalah media-simbolis untuk mendoakan ahli kubur. Kemantaban duduk bersila dan berdekatan dengan makam merupakan aspek eksternal yang diharapkan mampu menguatkan panjatan-panjatan doa. Namun yang terpenting adalah kehadiran hati dan ketundukan total pada Allah yang sanggup menjadikan akal-hati untuk terus menerus mengingat kematian, berdoa, mendoa, dan berdekatan dengan orang-orang saleh yang tak… Teruskan Membaca

Tokoh

Timur Lang (6): Pertempuran dengan Ustmani (1)

“Tradisi hina-menghina antar kepala negara sudah terjadi dari sejak era sistem kerajaan mendominasi dunia. Inilah yang terjadi di antara Timur dengan Bayezid I, Sultan Ottoman (Ustmaniyah) yang keempat. Puncaknya, mereka berperang di Ankara pada tahun 1402.” –O– Pada awal abad ke-15, kekuatan militer terkuat di muka bumi berada di Asia. Pada masa itu, tidak ada… Teruskan Membaca

Studi Islam

Orang-orang yang Membuang Singgasananya Demi Menjadi Hamba Allah (2); Ibrahim bin Adham Membeli Kemiskinan Seharga Kerajaan Dunia

“Aku, setidak-tidaknya,” kata Adham, “telah memilih kemiskinan itu dengan sengaja dan telah kubeli kemiskinan itu seharga kerajaan dunia. Dan aku masih akan membeli sesaat dari kemiskinan ini dengan harga seratus dunia.”  —Ο—   Salah satu kisah yang cukup terkenal tentang sosok yang meninggalkan singgasananya demi menjadi hamba Allah, adalah kisah Ibrahim bin Adham. Beliau tercatat… Teruskan Membaca

Tokoh

Timur Lang (5): Perang Hingga Akhir Hayat

“Sulit untuk menggambarkan sosok Timur, satu sisi dia merupakan pembangun peradaban, sisi lain dia seorang penghancur. Di setiap kota yang dibangunnya, dia mendirikan monumen piramid yang terbuat dari kepala manusia.” –O– Sosok Timur Lang Penulis buku Tamerlane: The Earth Shaker, Harold Lamb, menggambarkan Timur Lang sewaktu muda seperti ini: “Sewaktu muda, Timur adalah laki-laki remaja… Teruskan Membaca

Budaya Islam

Ziarah Makam Wali (8): Syekh Siti Jenar (1)

“Aku adalah perbendaharaan tersembunyi. Maka Aku ingin dikenal, lalu Ku-ciptakan makhluk agar Aku dikenal. Ungkapan hadis qudsi ini telah mengilhami pandangan Syekh Abdul Jalil bahwa semua yang ada adalah Dzat Allah semata. Allah tidak menciptakan alam semesta dengan dzat lain, melainkan dengan Dzat-Nya sendiri, yang dengan itu Allah menyaksikan diri-Nya. Inilah manunggaling kawulo-Gusti yang telah… Teruskan Membaca

Monumental

Invasi Napoleon ke Mesir (5): Pengaruh Invasi bagi Dunia

“Selain memberikan hasil yang signifikan bagi ilmu pengetahuan – dengan berhasil diterjemahkannya hieroglif Mesir, namun invasi juga melemahkan kekaisaran Ustmaniyah (Ottoman)” –O– Setelah mendirikan Direktorat bergaya Prancis di Kairo, Napoleon merasa dia suduh cukup untuk tinggal di Mesir. Dalam surat-suratnya yang ditujukan kepada teman-temannya di Prancis, dia mengatakan akan segera kembali pulang. Meskipun dia mengeluh… Teruskan Membaca

Pilihan

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut … Teruskan Membaca

Arsitektur

Budaya Islam

Nusantara

Kaligrafi

Monumental

Mualaf

Negara Islam

Orientalis

Sejarah