Mozaik Peradaban Islam

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (6): Warisan al-Rasyid

Meski Harun al-Rasyid oleh sebagian sejarawan dianggap sebagai khalifah terbaik, namun ketika wafat dia meninggalkan konflik berdarah di antara para putranya yang memperebutkan kekuasaan. Baik para sejarawan maupun orang-orang yang hidup semasa dengan Harun al-Rasyid menaruh simpati yang besar kepada penguasa Abbasiyah ini. Namun juga, sepanjang 23 tahun pemerintahan al-Rasyid, pemberontakan pecah di beberapa sudut… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (5): Kisah Seribu Satu Malam

Dalam cerita rakyat Seribu Satu Malam, sosok Harun al-Rasyid seringkali muncul. Dia digambarkan sebagai seorang khalifah yang berkuasa namun seringkali berjalan di tengah-tengah rakyatnya dengan menyamar. Alkisah, hiduplah seorang raja penguasa daratan tinggi Iran yang bernama Shahriyar. Sang raja dikisahkan suka memenggal perempuan-perempuan yang dinikahinya hanya dalam semalam sekadar untuk melampiaskan dendam terhadap istri pertamanya… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (4): Kertas adalah Mesin Utama Peradaban Baru

Pada tahun 751 Dinasti Abbasiyah bertempur dengan Dinasti Tang dari China. Mereka tidak pernah menyangka bahwa akhir dari pertempuran ini akan mengubah sejarah dunia, yaitu terciptanya proses alih teknologi pembuatan kertas dari China ke Timur Tengah. Meskipun puncak Zaman Keemasan Islam baru terjadi satu generasi atau lebih setelah Kekhalifahan Harun al-Rasyid, namun saat dia memimpin… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (3): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (3)

Ketika Harun al-Rasyid menjadi khalifah, Yahya al-Baramikah diangkat menjadi wazirnya. Dia diberi kuasa mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun. Zaman kemudian terus berganti kembali, Khulafaur Rasyidin digantikan oleh kekhalifahan Dinasti Umayyah. Dan ketika Umayyah sudah mendekati masa-masa akhirnya, keluarga al-Baramikah (Barmakids) merapat ke prospek calon penguasa terkuat pada masa itu, yaitu… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (2): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (2)

Kepala keluarga al-Baramikah yang beragama Buddha di depan khalifah Utsman masuk Islam. Dia berkata, “Hanya karena pilihan, dan mengetahui keunggulannya, tanpa rasa takut atau cemas, aku telah memasuki agama ini.” Keluarga al-Baramikah dan Pergulatan Sejarah Dahulu kala, di sebuah tempat yang kini berada di wilayah Asia Tengah, terdapat sebuah wilayah yang disebut Baktria. Ia berada… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (1): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (1)

Di balik kesuksesan Abbasiyah dalam menggulingkan Dinasti Umayyah, adalah tidak lepas dari dukungan keluarga Persia yang memiliki pengaruh yang begitu besar, mereka adalah al-Baramikah. Dalam artikel seri ini kita akan membahas tentang sosok Harun al-Rasyid, khalifah Dinasti Abbasiyah pada abad ke-8 dan ke-9. Di antara khalifah-khalifah Abbasiyah lainnya, barangkali Harun al-Rasyid adalah yang paling terkenal… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (4): Kontribusi Peradaban Islam bagi Dunia

Sejarawan Bernard Lewis mengatakan, “Budaya Islam di Timur Tengah adalah yang pertama yang benar-benar internasional, antar budaya, antar ras, dalam arti tertentu, bahkan antar benua, dan kontribusinya bagi dunia modern sangatlah besar.” Di mana saja Zaman Keemasan Islam Berlangsung? Pada awalnya Baghdad yang menjadi ibu kota Dinasti Abbasiyah adalah jantung dari Zaman Keemasan Islam. Namun… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (3): Penerjemahan Agresif Buku-Buku Asing

Misi Khalifah Harun al-Rasyid adalah menerjemahkan setiap manuskrip dan buku dengan nilai intelektual apa pun, terlepas dari asal geografis, budaya, atau agama dari mana buku tersebut berasal. Kapan dan Mengapa Zaman Keemasan Islam dapat Terjadi? Mengapa Zaman Keemasan Islam dapat terjadi adalah sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab, dan periode tersebut — seperti semua sejarah… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (2): Kebangkitan Dinasti Abbasiyah

Khalifah al-Mamun sangat terinspirasi oleh kebijaksanaan rasionalisme Yunani yang dia percaya dapat menjadi kunci untuk membuka sebagian besar cabang ilmu pengetahuan — termasuk keyakinan religius. Pada tahun 129 H/747 M sebuah kelompok gerakan politik yang disebut Bani Abbasiyah melakukan pemberontakan terbuka kepada Dinasti Umayah yang telah berkuasa selama lebih dari 80 tahun. Di bawah kepemimpinan… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (4): Mengembara ke Malaysia, Menikah, dan Pecahnya Perang Dunia II

Tentara Jepang mengebom Malaysia. Akibat trauma perang yang terjadi kala itu, putra sulung Husein, Muhammad, meninggal dunia sebelum berusia 2 tahun. Setelah lulus dari Madrasah al-Khairiyah dengan usia yang masih sangat muda, Husein al-Habsyi bersama kakaknya, Ali al-Habsyi, diminta untuk mengajar di almamaternya tersebut. Ini adalah sebuah prestasi yang jarang ditemukan pada anak-anak semuda itu,… Teruskan Membaca

Sejarah

Zaman Keemasan Islam (1): Masa Terbaik dalam Sejarah Peradaban Islam

Banyak sejarawan menilai bahwa masa ini terjadi ketika Kekhalifahan Abbasiyah berkuasa, di mana ketika ilmu pengetahuan, pembangunan ekonomi, dan karya budaya berkembang pesat. Zaman Keemasan Islam (The Islamic Golden Age) adalah periode sejarah yang kompleks dan memikat yang mencakup setiap bidang kehidupan dan perjuangan manusia. Artikel ini akan memberikan gambaran tentang periode penting ini dengan… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (2): Masa Kecil (2)

Masa kebersamaan Husein kecil bersama ayahnya hanya berlangsung sekitar enam bulan dari sejak dia dilahirkan. Sebab tak berapa lama setelah menetap di Jawa Barat, ayahnya wafat dan dikuburkan di Garut. Menjadi Anak Yatim Pada awal artikel telah disebutkan bahwa Husein al-Habsyi adalah keturunan Arab asal Hadhramaut, Yaman Selatan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh sejarawan J.M.… Teruskan Membaca

Studi Islam

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (23): Penutup

Melihat betapa populernya Kitab Barzanji di Indonesia, paling tidak kita dapat melacak bahwa jejak penyebaran Islam di Indonesia di antaranya adalah melalui jalur tasawuf dengan tarekat-tarekat yang membawanya. Demikianlah kita telah mengulas tentang sosok Sayyid Jafar Barzanji, penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji dengan judul aslinya ‘Iqd al-Jawahir (kalung permata), atau di Indonesia lebih populer dengan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (22): Dari Masjid-Masjid ke Panggung Teater WS Rendra (2)

Setelah membaca Barzanji Rendra berkata, “Bukankah ini berarti Nabi suka bergaul? Saya amat terharu membaca syair-syair itu, dan saya berpikir, ‘Boleh kan, bila saya ikut terharu dan ikut numpang kagum pada Muhammad?’.” Rendra mengenal Kitab Barzanji dari sahabatnya, Syu’bah Asa, yang menerjemahkan kitab tersebut. Dari syair-syair tersebut Rendra mengenal penggambaran sosok Nabi Muhammad saw, yang… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (1): Masa Kecil (1)

Husein al-Habsyi dikenal sebagai sosok yang selalu mendorong persatuan umat Islam dan toleransi lintas mazhab. Bagi Husein, Muslim harus berpikir bebas, sehingga tak mudah dikotak-kotakkan oleh paham dan aliran yang berpandangan sempit. Pada hari Jumat 14 Januari 1994 ribuan pentakziah larut dalam duka dan dengan khusyuk turut mengiringi jenazah seorang tokoh ke Masjid Jami Bangil… Teruskan Membaca

Studi Islam

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (21): Dari Masjid-Masjid ke Panggung Teater WS Rendra (1)

Penyair besar WS Rendra pernah memiliki pandangan yang buruk terhadap Islam, hingga dia membaca Kitab Barzanji yang akan mengubah perjalanan hidupnya hingga akhir hayatnya. Siapa yang tidak kenal dengan WS Rendra si Burung Merak, seorang penyair besar Indonesia yang saat ini sudah wafat namun karya-karyanya masih tetap menggema di lingkungan penikmat puisi, teater, seni, dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (20): Barzanji dan Ilmu Kekebalan Tubuh (3)

Syaikh Yusuf Makassar, yang memimpin pemberontakan di Banten melawan Kompeni Belanda selama dua tahun (1682-1684), merupakan contoh seorang sufi yang saleh sekaligus pejuang fisik yang hebat. Debus dan Pemberontakan Kekebalan dan kesaktian sejak masa pra-Islam dipentingkan dan dicari oleh banyak orang di Nusantara. Dalam legenda-legenda tentang para wali, kemenangan Islam seringkali dihubungkan dengan keunggulan zikir… Teruskan Membaca

Studi Islam

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (19): Barzanji dan Ilmu Kekebalan Tubuh (2)

Dalam perspektif tasawuf, ilmu kekebalan tubuh adalah pembuktian atas tingkat ketawakalan seseorang terhadap Allah dan wali-Nya, yaitu Syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan Ahmad Rifai. Martin Van Bruinessen menyebutkan, bahwa pada masa kini terdapat nilai-nilai degradasi dalam Debus. Menurutnya, debus sekarang sudah menjadi hiburan rakyat yang biasa saja, ia hanya menjadi tontonan pada acara-acara tertentu seperti… Teruskan Membaca

Studi Islam

Siapa Penggubah Syair Cinta Nabi Barzanji (18): Barzanji dan Ilmu Kekebalan Tubuh (1)

Pada saat pertunjukkan Debus, ditemukan aktivitas barzanjian, wiridan, atau manaqiban. Ini merupakan indikasi bahwa Debus memiliki ikatan dengan tarekat-tarekat tertentu. Sebenarnya masih banyak lagi tradisi-tradisi kebudayaan di Indonesia yang mengikutsertakan pembacaan Kitab Barzanji di dalamnya, misalnya Hadrah, Midodareni, Rebo Wekasan, Ulih-ulihan, dan lain-lain, namun kita cukupkan sampai sekian. Sekarang mari kita lanjutkan ke tema lainnya… Teruskan Membaca