Mozaik Peradaban Islam

Islam Nusantara

Tradisi Pesantren di Tengah Hiruk Pikuk Era Digital

Pesantren boleh dikatakan model pendidikan Islam tertua di Indonesia. Lembaga inilah yang memelihara kesinambungan tradisi Islam warisan ulama dari masa ke masa. Kehadiran pesantren hingga saat ini setidaknya mencerminkan kemampuannya untuk bertahan, bahkan di tengah riuh rendah kedatangan era industri 4.0. Tak ada data pasti kapan pesantren pertama kali dirintis. Namun sebagian catatan sejarah mengungkapkan,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (1)

Menurut Ibnu Katsir, berdasarkan riwayat dari Ishak bin Basyar menceritakan, Said, dari Abu Arubah, dari Qatadah, dari Al Hasan, dari Abdullah bin Salam, bahwa Uzair adalah seorang hamba yang diwafatkan Allah SWT selama seratus tahun, dan kemudian dibangkitkan kembali oleh-Nya. Kisah ini, disebut dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 259.   Dalam Alquran, ada setidaknya dua… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (61): Abdullah Al-Makmun (10)

Al-Makmun meyakini, bahwa kebahagiaan sejati bagi masyarakatnya, adalah ketika kehidupan mereka berdiri di atas dasar pendidikan dan kebudayaan yang baik. Baginya, dana berapapun tak pernah cukup ketika dihadapkan dengan harga ilmu pengetahuan. Di samping sukses membangun Baghdad, Al-Makmun juga sukses menjinakkan sejumlah kekuatan oposisi di seluruh wilayah kekuasaannya. Adalah Abdullah bin Tahir, putra Tahir bin… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (22): Epilog

Maka ketika pada akhirnya Nabi Muhammad Saw diutus sebagai Rasul pamungkas, yang beliau hadapi adalah satu elit global yang menguasai Makkah, sebuah pasar dunia. Tepat di kota dan masyarakat yang penuh kepentingan itulah Nabi hadir dan diperintah menyerukan tauhid. Kaum Quraisy dan Kota Makkah adalah dua identitas yang tak terpisahkan. Keduanya saling menopang membentuk kesatuan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (60): Abdullah Al-Makmun (9)

Di bawah pemerintahan Al-Makmun, Baghdad berkembang menjadi pusat ilmu pengetahuan dan metropolitan terbesar di dunia, mengalahkan Bizantium dan China. Baghdad menjadi pasar global, yang menampung berbagai komoditi penting dari berbagai penjuru bumi. Tidak mengherankan bila kini ditemukan banyak koin Arab bertebaran di sejumlah bagian wilayah di dunia, bahkan hingga ke Jerman, Rusia, Swedia, dan Finlandia.… Teruskan Membaca

Tokoh

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari, Murid dari Seribu Guru (2)

Sebab buah dikenal pohonnya, Imam Bukhari dikenal lantaran karya-karyanya. Satu di antaranya Sahih Bukhari, kitab yang ditulis usai melewati pengalaman mengecewakan. Syahdan, Imam Bukhari menyaksikan kitab-kitab mencampuradukkan antara hadis berkualitas sahih dan lemah. Ia merekam kesaksiannya itu saat bekelana ke berbagai negeri seantero Jazirah Arab. Walhasil, intelektual asal Bukhara ini tidak puas dengan karya-karya pendahulunya.… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid Cheraman Juma: Situs Arkeologi Islam Tertua di India (3)

Setelah pembangunan pertama yang dilakukan oleh Malik bin Dinar, Masjid Cheraman Juma mengalami beberapa kali renovasi, diantara: sekitar abad 11 M, abad 17 M, dan terakhir tahun 1974. Saat ini, Masjid Cheraman Juma dianggap sebagai situs sejarah yang menjadi milik semua masyarakat di negara bagian Kerala, India. Sebagaimana sudah diulas pada edisi sebelumnya. Kerala, yang… Teruskan Membaca

Lifestyle

Islam di Kuba (12): Sulitnya Menjadi Muslim (2)

Soleymon Mustafa, dia belajar tentang Islam sendirian, dan masuk Islam sendirian juga. Dia bercerita, “Saya pikir saya gila, karena saya pikir tidak ada orang lain yang Muslim.” Selain persoalan gaya hidup masyarakat Kuba yang gemar mengkonsumsi alkohol dan daging babi, beberapa mualaf juga mengalami persoalan tekanan sosial ketika menjadi Muslim. Isqura Arudin, 34, misalnya, mengalami… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid Cheraman Juma: Situs Arkeologi Islam Tertua di India (2)

Cukup sulit bagi sejarawan merekonstruksi lebih jauh tentang legenda Raja Chera yang masuk Islam di hadapan Rasulullas Saw. Salah satunya, karena istilah yang merujuk pada raja tersebut hanya disebut sebagai “Cheraman Perumal”. Istilah ini bukan nama spesifik seseorang, melainkan sebuah gelar para Raja Chera, yang artinya “Yang Agung”. Legenda tentang Raja Chera (Kerala), Cheraman Perumal,… Teruskan Membaca

Lifestyle

Islam di Kuba (11): Sulitnya Menjadi Muslim (1)

Muslim Kuba adalah Muslim yang sebenarnya, karena jauh lebih sulit untuk menjalani ajaran Islam di sini. Rum sudah seperti minuman wajib bagi orang Kuba, bagi mualaf ini bukan hal yang mudah. Budaya masyarakat Kuba hari ini bukanlah sesuatu yang mudah bagi para Muslim di negara itu. Salah satu contohnya adalah rum (salah satu jenis minuman… Teruskan Membaca

Lifestyle

Kriteria Hijab dalam Tren “Modest Fashion”

Modest fashion atau tren busana tertutup bagi perempuan kini naik daun. Menurut laporan State of The Islamic Economy, total nilai belanja di pasar modest fashion mencapai 270 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar 3.800 triliun rupiah pada tahun 2017. Nilai ini diprediksi meningkat hingga 5 persen pada tahun 2023.[1] Melihat ragam kreasi busana muslimah di… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (59): Abdullah Al-Makmun (8)

Dulu, dalam kondisi terdesak, Al-Amin pernah menulis surat pada Tahir bin Husein, “Wahai Tahir, tak seorang pun yang membantu hak-hak kami, kecuali menerima balasan kami berupa pedang! Karena itu, hendaknya engkau berpikir ulang atau tinggalkan perkara ini segera!” Dan hal ini pun terjadi. Setelah berhasil kembali menduduki Baghdad, Al-Makmun memutuskan untuk menjadikan kota yang dibangun… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid Cheraman Juma: Situs Arkeologi Islam Tertua di India (1)

Konon, seorang Raja Kerala, India, datang ke Makkah untuk bertemu dengan Rasulullah Saw. Setelah mengucapkan syahadat, dia kembali ke India bersama seorang Sahabat Nabi bernama Malik bin Dinar. Sang raja wafat di perjalanan, dan Malik terus ke India. Dia kemudian membangun sebuah masjid, yang sekarang dikenal sebagai Masjid Cheraman Juma. Sejumlah fakta sejarah menunjukkan, bahwa… Teruskan Membaca

Tokoh

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari, Murid dari Seribu Guru (1)

Imam Bukhari berkelana ke berbagai negeri sejak belia demi menuntut ilmu hadis. Pada usia 16 tahun, Bukhari telah menghafal sejumlah kitab karya ulama ternama. Di bawah terang purnama, ia kemudian mulai menumpahkan ilmunya ke dalam karya pertamanya.   Luasnya hanya separuh Kota Jakarta Selatan. Penduduknya kurang lebih sama dengan populasi kabupaten Merauke di Papua. Hanya… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (58): Abdullah Al-Makmun (7)

Setelah wafatnya Fadl bin Sahal dan Ali Ridha, Al-Makmun mengambil alih sendiri kendali kekuasaan. Ketika memasuki Baghdad, dia masih mengenakan simbol hijau yang merupakan warna pendukng Ahlul Bait. Para pemuka Bani Abbas meminta agar Al-Makmun kembali mengenakan pakaian hitam sebagai simbol Bani Abbas. Permintaan ini awalnya ditolak oleh Al-Makmun. Tapi setelah merenung beberapa hari, dia… Teruskan Membaca

Lifestyle

Islam di Kuba (10): Organisasi Perlawanan (2)

Saya memberi tahu Anda, Kuba tidak memiliki masjid. Ini hanyalah salah satu dari banyak tontonan yang pemerintah gunakan untuk membuatnya terlihat seperti ada kebebasan beragama yang dihormati di Kuba. Apakah ada percabangan antara Suni dan Muslim Syiah di Kuba? Bagaimana mereka berinteraksi dengan masyarakat Kuba? Ada percabangan, tetapi itu terjadi di seluruh dunia, dan tidak… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (57): Abdullah Al-Makmun (6)

Ali Ridha menerangkan semua masalah politik yang selama ini tersembunyi dari Al-Makmun. Tak lama setelah itu, Fadl bin Sahal tewas terbunuh. Menyusul kemudian Ali Ridha wafat dalam perjalanan di Thus (Iran sekarang). Pendukungnya percaya bahwa dia diracuni. Al-Makmun sangat berduka. Dia menguburkan jasad Ali Ridha di samping makam ayahnya, Harun Al-Rasyid. Fase sejarah mengenai pengangkatan… Teruskan Membaca

Lifestyle

Islam di Kuba (9): Organisasi Perlawanan (1)

Tidak semua Muslim di Kuba mau tunduk terhadap pemerintahnya, minimalnya dalam kebebasan berbicara. CADI adalah sebuah organisasi Islam konservatif yang berani menyuarakan pendapatnya terhadap pemerintah. Abu Duyanah (atau sebelumnya bernama Manzanillo, 1984) adalah seorang penulis, penyair, kritikus, dan jurnalis Kuba, dia mulai memeluk Islam pada tahun 2010. Kini dia adalah Presiden Cuban Association for the… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Kewarganegaraan Sesudah Pemilu 2019 (3)

Ketika itu, saya belum yakin seratus persen dengan apa yang saya anggap sebagai keistimewaan Indonesia. Tapi setelah saya mengamati negara-negara seperti Turki, Mesir dan Afganistan, apa yang pernah saya saksikan di Indonesia memang benar-benar istimewa. Tapi Anda menganggap warga Indonesia masih dewasa menghadapi semua itu? Iya. Sebagian masyarakat Indonesia memang tergoda. Saya tidak sedang bicara… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (56): Abdullah Al-Makmun (5)

Pada tahun 201 H, Al-Makmun mengambil langkah politik yang kontroversial. Dia mencopot suadaranya – Al-Qasim bin Harun Al-Rasyid yang bergelar Al-Muktaman – dari kedudukan sebagai putra mahkota. Lalu menggantinya dengan Ali bin Musa bin Jakfar bin Muhammad bin Ali bin Husein bin Ali bin Abi Thalib. Menurut Tabari, di sini Al-Makmun menggelari Ali bin Musa… Teruskan Membaca