Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Pustaka

Pustaka

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (2): Kontroversi Seputar Kitab

Seperti karya monumental lainnya, ada yang sepakat, mendiamkan, membela, dan mencacinya. Tetapi mereka sepakat bahwa kitab ini merupakan sumber pertama dan utama dalam kesusasteraan Arab. Oleh Khoirul Imam[i] Kitab al-Aghani karya Abul Faraj al-Ashfahani adalah masterpiece yang sampai saat ini belum tertandingi. Kitab ini terdiri dari 25 jilid besar, dengan jumlah halaman tiap jilid  bervariasi… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (1): Tentang Penulis

Tak ada yang sia-sia dalam sejarah. Ia memberikan kita cara pandang holistik melihat masa lalu untuk meneropong masa depan. Mengamati keanekaragaman dari berbagai bentuk peninggalan, membaca sisa-sisa artefak dengan penuh kaitkelindan, dan menafsir ulang ragam narasi usang dengan gaya kekinian. Oleh Khoirul Imam[1] Salah satu peninggalan masa lalu yang menarik adalah Kitab al-Aghani. Kitab ini… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (18): Bab 122, Ilmu-Ilmu Nabi (2)

Titik akhir semua ilmu berada dalam ilmu hakikat. Ketika seseorang telah sampai pada ilmu ini dia akan masuk ke dalam samudera yang tak bertepi, yaitu ilmu rahasia hati, ilmu makrifat, ilmu rahasia-rahasia nurani, ilmu batin, ilmu tasawuf, ilmu kondisi spiritual dan perbuatan-perbuatan takwa. Ketiga, ilmu yang hanya khusus untuk Rasulullah Saw., dan tak ada seorang… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (17): Bab 122, Ilmu-Ilmu Nabi (1)

Rasulullah Saw bersabda, “Seandainya kalian tahu apa yang aku ketahui, tentu kalian tidak akan banyak tertawa dan tentu akan lebih banyak menangis.” Bab 122: Tentang Interpretasi atas Berbagai Disiplin dan Aspek-aspek Problematis dari “Disiplin-disiplin Khusus” sebagaimana Dipahami Kalangan Pakar, dan Afirmasi Pengetahuan Mistis yang Didukung Bukti Syaikh Abu Nashr as-Sarraj, semoga Allah merahmatinya, berkata: Ketahuilah… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (16): Bab 52, Perbedaan Tafsir Sufistik

Al-Junaid, berkata, “Orang faqir yang sebenarnya adalah orang yang tidak merasa cukup dengan sesuatu, namun segala sesuatu merasa cukup dengannya.” Bab 52: Tentang Alasan Perbedaan Pendapat di Kalangan Ahli Hakikat Ihwal Tafsiran Mendalam Atas Pengertian-pengertian Ajaran-ajaran dan Kondisi Spiritual Mereka Berkata syaikh (Abu Nashr Al-Sarraj), semoga Allah merahmatinya: Ketahuilah—semoga Allah membenarkan pemahamanmu dan melenyapkan tipu… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (15): Bab 51, Tafsir Alquran Kaum Sufi

Allah akan mewariskan ilmu yang sebelumnya tidak mereka keta­hui, yakni yang Allah bukakan untuk orang-orang pilihan-Nya. Bab 51: Bagaimana Kaum Sufi Mengambil Penafsiran yang Tepat dalam Memahami Alquran, Hadis dan Sumber-sumber lain serta pelbagai Metode Tafsir mereka Syaikh [Abu Nashir Al-Sarraj] berkata, sebagai jawaban atas pertanyaan makna ‘penafsiran mendalam’ (deeper interpretations), bahwa istilah tersebut merujuk… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (14): Bab 18, Bagaimana Mengenal Allah?

Akal itu sangat lemah dan hanya akan mampu menunjukkan pada sesuatu yang lemah pula seperti dirinya. Ketika Allah menciptakan akal, Dia bertanya kepadanya, ‘Siapakah Aku?’ Tapi akal terdiam, tak bisa menjawab. Bab 18: Tentang Pertanyaan: “Bagaimana Anda Mengenal Allah?” dan Perbedaan Antara Mukmin dan Arif Seseorang bertanya pada Abu Al-Husain Al-Nuri, semoga Allah merahmatinya, “Bagaimana… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (13): Bab 17, Sifat Ahli Makrifat

Yahya bin Muadz ar-Razi berkata, “Dunia itu ibarat mempelai wanita. Barangsiapa mencarinya, maka dia akan menjadi sahayanya. Sedangkan orang yang menolaknya melalui sikap zuhud akan menghitamkan wajah, mencabut sanggul, dan mengoyakkan pakaian dunia.” Bab 17: Sejumlah Sifat Ahli Makrifat dan Pendapat Sufi Mengenainya Yahya bin Muadz ar-Razi, semoga Allah merahmatinya, berkata, “Selama seorang hamba mencari… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (12): Bab 16, Hakikat Spiritual Makrifat (2)

Abu al-Husain Al-Nuri berkata, “Apa makna ketidakbermulaan tanpa ketidakberakhiran? Di antara keduanya tidak ada pembatas, sebagaimana yang awal adalah yang akhir, dan yang akhir adalah yang awal.” Seseorang bertanya pada Abu al-Husain Al-Nuri,[1] semoga Allah merahmatinya, “Bagaimana akal tidak sanggup memahami-Nya, padahal Allah hanya dapat diketahui dengan akal?” Dia menjawab, “Bagaimana sesuatu yang memiliki batas… Teruskan Membaca

Pustaka

Kitab Al-Luma’ fi At-Tashawwuf Karya Abu Nasr as-Sarraj (11): Bab 16, Hakikat Spiritual Makrifat (1)

Ahmad bin Atha berkata, tak ada jalan untuk menuju makrifat Hakikat karena tidak mungkin untuk menembus keabadian Ilahi. Bab 16: Penjelasan atas Apa yang Kaum Sufi Katakan tentang Hakikat Spiritual Makrifat dan Sifat-Sifat Orang Arif Seseorang bertanya pada Abu Said al-Kharraz,[1] semoga Allah merahmatinya, tentang makrifat. Dia menjawab, “Makrifat itu datang lewat dua sisi: pertama,… Teruskan Membaca