Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Budaya Islam

Monumental

Bayt Al-Hikmah (5): Al-Kindi (3): Metafisika (1): Kebenaran Pertama

Semua ilmu filsafat adalah tentang penyelidikan kebenaran, maka filsafat pertama adalah pengetahuan tentang kebenaran pertama dan penyebab semua kebenaran. Karya Al-Kindi yang paling ternama, yang berjudul Mengenai Filsafat Pertama, dikhususkan untuk membahas filsafat pertama atau metafisika, atau lebih spesifik lagi ini adalah studi tentang Ketuhanan. Argumen yang tercantum di dalamnya di antaranya adalah: karena semua… Teruskan Membaca

Monumental

Bayt Al-Hikmah (4): Al-Kindi (2): Karya-Karya

Al-Kindi adalah ahli kriptografi, sebuah ilmu tentang analisa frekuensi huruf dan kode. Kriptografi adalah pembuka jalan bagi dunia komputer, Internet, dan digital. Al-Kindi disebut-sebut sebagai Bapak Kriptografi. Para pencinta ilmu di masa kini cukup beruntung karena deretan buku yang dianggap hasil karya al-Kindi terselamatkan. Daftar karya-karya al-Kindi awalnya ditemukan dalam sebuah buku dari abad ke-10… Teruskan Membaca

Monumental

Bayt Al-Hikmah (3): Al-Kindi (1): Di Bawah Dekapan Khalifah Abbasiyah

Al-Kindi dikenal sebagai filsuf Muslim pertama. Dia sangat disukai Khalifah al-Mamun. Namun di bawah Khalifah al-Mutawakkil hidupnya menderita. Salah satu sarjana terbesar yang hidup pada Zaman Keemasan Islam adalah seorang pria yang bernama Abu Yusuf Yaqub bin Ishaq as-Sabbah al-Kindi, atau lebih tenar dengan sebutan al-Kindi saja.[1] Di antara deretan filsuf terkemuka Muslim lainnya, al-Kindi… Teruskan Membaca

Monumental

Bayt Al-Hikmah (2): Gerakan Penerjemahan

Khalifah Al-Mamun meminta kepada Kaisar Kristen Bizantium untuk mengiriminya salinan setiap buku dari perpustakaan mereka. Fakta ini menyanggah mitos abadi tentang benturan antara dunia Muslim dan Kristen yang seolah-olah kaku dan tidak dapat ditawar-tawar. Pengantar redaksi: Artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel yang berjudul Bayt Al-Hikmah: Lembaga Riset Pertama Islam. Artikel tersebut sebelumnya hanya terdiri… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid As-Sahaba: Masjid Tertua Ketiga di Muka Bumi (3)

Satu-satunya fitur yang menunjukkan bahwa masjid ini berasal dari zaman sebelum Rasulullah Saw hijrah adalah posisi masjid yang menghadap ke arah Yerusalem, bukan Makkah Dari riwayat Tabari dikisahkan bahwa, para sahabat yang hijrah ke Habasyah, berangkat dari Makkah dengan mengendap-endap. Ada yang menggunakan unta dan ada juga yang berjalan kaki. Dari Kota Makkah mereka menuju… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid as-Sahaba: Masjid Tertua Ketiga di Muka Bumi (2)

Pada tahun awal dakwah Rasulullah Saw, kaum Muslimin mengalami perlakukan buruk dari kaum Quraisy Makkah. Melihat ini, Rasulullah Saw akhirnya memerintahkan mereka untuk hijrah. Rasul Saw pun menyebutkan lokasi kemana mereka harus hijrah, yiatu ke Habasya. Masjid as-Sahaba saat ini menjadi bagian dari wilayah administratif Kota Massawa, Republik Eritrea.  Negara ini terletak di benua Afrika,… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid as-Sahaba: Masjid Tertua Ketiga di Muka Bumi

Konon, masjid ini dibangun oleh para sahabat yang hijrah ke Habasyah, wilayah kekaisaran Abyssinia pada tahun 614 M. Artinya beberapa tahun sebelum dibangunnya Masjid Quba dan Masjid Nabawi pada 622 M. Sejak awal kemunculannya pada sekitar awal abad ke tujuh Masehi, Islam sudah memberi warna yang dominan dalam sejarah umat manusia. Demikian banyak jejak paradaban… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid Cheraman Juma: Situs Arkeologi Islam Tertua di India (3)

Setelah pembangunan pertama yang dilakukan oleh Malik bin Dinar, Masjid Cheraman Juma mengalami beberapa kali renovasi, diantara: sekitar abad 11 M, abad 17 M, dan terakhir tahun 1974. Saat ini, Masjid Cheraman Juma dianggap sebagai situs sejarah yang menjadi milik semua masyarakat di negara bagian Kerala, India. Sebagaimana sudah diulas pada edisi sebelumnya. Kerala, yang… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid Cheraman Juma: Situs Arkeologi Islam Tertua di India (2)

Cukup sulit bagi sejarawan merekonstruksi lebih jauh tentang legenda Raja Chera yang masuk Islam di hadapan Rasulullas Saw. Salah satunya, karena istilah yang merujuk pada raja tersebut hanya disebut sebagai “Cheraman Perumal”. Istilah ini bukan nama spesifik seseorang, melainkan sebuah gelar para Raja Chera, yang artinya “Yang Agung”. Legenda tentang Raja Chera (Kerala), Cheraman Perumal,… Teruskan Membaca

Monumental

Masjid Cheraman Juma: Situs Arkeologi Islam Tertua di India (1)

Konon, seorang Raja Kerala, India, datang ke Makkah untuk bertemu dengan Rasulullah Saw. Setelah mengucapkan syahadat, dia kembali ke India bersama seorang Sahabat Nabi bernama Malik bin Dinar. Sang raja wafat di perjalanan, dan Malik terus ke India. Dia kemudian membangun sebuah masjid, yang sekarang dikenal sebagai Masjid Cheraman Juma. Sejumlah fakta sejarah menunjukkan, bahwa… Teruskan Membaca