Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (87): Abu Ishaq Al-Muktasim (18)

Setelah mematahkan rencana pemberontakan Abbas bin Al-Makmun, Al-Muktasim kembali mencium rencana makar lainnya. Kali ini pelakunya adalah Al-Afshin, jenderal perang kepercayaannya. Setelah mendapatkan kepercayaan dan kekayaan yang banyak dari Al-Muktasim, Al-Afshin ternyata sedang menyusun kekuatan dan berencana untuk membangun kembali kekaisaran leluhurnya di kawasan Asia Tengah. Masalah lain yang harus di hadapi Al-Muktasim selain rencana… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (86): Abu Ishaq Al-Muktasim (17)

Rencana pemberontakan Abbas bin Al-Makmun, memaksa Al-Muktasim menumpas semua komandan pasukan inti Abbasiyah. Sehingga yang tersisa tinggalah komandan pasukan dari Turki. Tidak sampai di sana, dia juga memerintahkan agar semua saudara laki-laki Abbas di bunuh. Setelah berhasil menaklukkan Binzantium dan menundukkan kekuatan Babak Khurmi, nama khalifah Al-Muktasim kian berkibar, tak kalah menterang dari para pendahulunya.… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (85): Abu Ishaq Al-Muktasim (16)

Setelah melakukan pengepungan selama 55 hari, Bentang Ammuriyya berhasil ditaklukkan. Sekitar 3.000 orang pasukan Bizantium yang tewas dalam pertempuran ini, dan sekitar 30.000 lainnya ditawan. Al-Muktasim memerintahkan benteng tersebut dibumi hanguskan. Dan sejak itu, Kota Ammuriyya tidak pernah bisa bangkit lagi. Rumor tentang adanya konspirasi yang melibatkan Abbas bin Al-Makmun belum sampai ke telinga Al-Muktasim… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (84): Abu Ishaq Al-Muktasim (15)

Di tengah kecamuk perang yang sedang berlangsung, seorang bernama Amr al-Farghani membocorkan rahasia pada temannya, bahwa saat ini “Persiapan yang dilakukan oleh Al-Abbas bin Al-Makmun sudah selesai, dan segera kita akan menyatakan kesetiaan kita padanya dan membunuh Al-Muktasim, Ashnas, dan yang lainnya.” Di Kota Ancyra (Anqirah), Al-Muktasim kembali membagi pasukannya menjadi tiga kelompok. Yang pertama… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (83): Abu Ishaq Al-Muktasim (14)

Dalam ekspedisi militer ke Bizantium, Al-Muktasim melengkapi pasukannya dengan segala atribut terbaik yang belum pernah digunakan oleh para khalifah sebelumnya, baik dalam hal senjata, peralatan militer, busana, hingga kantung air dan kuda tunggangan. Sebagaimana sudah dikisahkan terdahulu, bahwa Al-Muktasim lahir di daerah bernama Zibatrah,[1] tempat yang baru saja dihancurkan oleh tentara Bizantium. Maka tidak mengherankan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (82): Abu Ishaq Al-Muktasim (13)

Pada tahun 223 H/ 837 M, Al-Muktasim memimpin agresi ke wilayah Bizantium. Menurut Imam As-Suyuthi, serangan ini menimbulkan kerugian amat besar pada pihak Romawi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan belum pernah dilakukan oleh khalifah manapun. Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada era Al-Muktasim adalah penyerangan Abbasiyah ke wilayah Bizantium. Menurut Imam As-Suyuthi, serangan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (81): Abu Ishaq Al-Muktasim (12)

Babak Khurmi dihukum dengan cara dimutilasi terlebih dahulu. Legenda mengisahkan, bahwa ketika tangannya terputus, Babak membasuh wajahnya dengan darah yang mengalir dari lengannya. Ini dilakukannya untuk menunjukkan sikap pembangkangan sampai akhir kepada penguasa Abbasiyah Setelah berhasil tertangkap di wilayah Armenia, Babak Khurmi kemudian dibawa terlebih dahulu ke hadapan Al-Afshin. Setelah itu, Al-Afshin melaporkan pada Al-Muktasim, bahwa… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (80): Abu Ishaq Al-Muktasim (11)

Pada tahun 222 H, Babak Khurmi berhasil ditangkap dan digelandang ke Samarra. Dengan demikian, total waktu yang dibutuhkan Al-Afshin untuk penaklukkan ini sekitar 1,5 tahun; menghabiskan 10.000 dirham perhari untuk pasukannya; dan 5000 dirham khusus untuk dirinya sendiri. Bahkan ketika masa serangan umum ke Bentang Al-Badhdh, Al-Muktasim menambah lagi anggaran perangnya hingga mencapai 30 juta… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (79): Abu Ishaq Al-Muktasim (10)

Di bawah kepemimpinan Al-Afshin, metode perang tentara Abbasiyah menjadi sangat berbeda. Pasukan Abbasiyah dari divisi lainnya bisa menyaksikan langsung satu teknik pertempuran baru. Dimana taktik, intrik, dan permainan telik sandi justru menjadi motor utama kemenangan mereka. Pada tahun 220 H, Al-Afshin bergerak bersama seluruh pasukannya menuju Azarbaijan. Pasukan ini tidak hanya terdiri dari divisi budak… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (78): Abu Ishaq Al-Muktasim (9)

Pada tahun 220 H, Al-Muktasim memecat Fadl bin Marwan dari posisinya sebagai wazir (perdana menteri), karena tuduhan korupsi. Di tahun ini juga, Al-Muktasim mengangkat Al-Afshin, seorang jenderal asal Turki, untuk menjadi panglima perang Abbasiyah. Pada tahun 220 H, atau ketika Al-Afshin ditugaskan berangkat menghadapi Babak Khurmi, Al-Muktasim memecat Fadl bin Marwan dari posisinya sebagai wazir… Teruskan Membaca