Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (93): Abu Ishaq Al-Muktasim (24)

Akbar Shah Najeebabadi menilai, Al-Muktasim adalah khalifah terbesar dalam sejarah Dinasti Abbasiyah. Pada era kekuasannya lah, kejayaan Dinasti Abbasiyah mencapai puncaknya. Tapi di era yang sama pula, visi kejatuhan dinasti ini sudah terlihat nyata. Raja bin Ayyub al-Hiedari datang dengan membawa sekitar 1000 pasukan. Tapi ketika hampir tiba dan berhadapan dengan pasukan Abu Harb yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (92): Abu Ishaq Al-Muktasim (23)

Menjelang akhir hayatnya, Al-Muktasim sempat merencanakan untuk menaklukkan Andalusia. Dia berkata, “Dahulu, ketika Bani Umayyah berkuasa dan memegang tampuk kekhalifahan, kita tidak mendapat sedikitpun jatah kue kekuasaan. Lalu ketika sekarang kita berkuasa, Bani Umayyah mendapat keleluasaan membangun kekuasaanya di wilayah Andalusia. Karena itu, kita akan ke barat, dan merebut Andalusia dari kekuasaan Bani Umayyah” Setelah… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (91): Abu Ishaq Al-Muktasim (22)

Al-Muktasim membangun satu penjara khusus yang bernama al-Luklukah. Bangunan penjara ini berupa sebuah menara yang tinggi. Di puncaknya hanya tersedia satu ruangan yang hanya cukup untuk duduk tahanan. Di sinilah Al-Afshin di tahan. Pada pertengahan tahun 225 H, pengadilan Al-Afshin pun di mulai. Yang menjadi hakim pada waktu itu adalah Ahmad bin Abi Duwad, dan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (90): Abu Ishaq Al-Muktasim (21)

Sebenarnya, sudah cukup alasan bagi Al-Muktasim untuk mengeksekusi langsung Al-Afshin. Tapi Al-Muktasim ingin Al-Afshin didudukan dalam sebuah persidangan yang adil. Agar semua orang mengetahui secara lebih komprehensif siapa sesungguhnya Al-Afshin, dan ancaman jenis apa yang sebenarnya dihadapi oleh Dinasti Abbasiyah selama ini Penjaga yang mendengar rencana Al-Afshin bernama Wijan. Al-Afshin pun segera mengetahui bahwa kedoknya… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (89): Abu Ishaq Al-Muktasim (20)

Sejak kekalahan Mazyar bin Qarin, Al-Afshin merasa khawatir tentang keselamatannya. Dia ingin membunuh Al-Muktasim dan sejumlah komandan Turki yang masih setia padanya. Rencananya, mereka semua akan diracun dalam sebuah perjamuan makan. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Mazyar bin Qarin, Abdullah bin Tahir langsung memerintahkan pamannya, Hasan bin Husein untuk mengejar dan menangkap Mazyar. Tak butuh waktu… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (88): Abu Ishaq Al-Muktasim (19)

Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Mazyar bin Qarin, Klan Tahir secara otomatis menjadi satu-satunya kekuatan yang diakui di wilayah Khurasan. Pada masa selanjutnya, klan ini berkembang menjadi entitas politik otonom yang dikenal dengan nama Dinasti Tahiriyah. Sebagaimana sudah dikisahkan pada edisi sebelumnya, bahwa disebabkan masalah permusuhan antar keluarga yang sudah berlangsung lama, penguasan wilayah Tabaristan, Mazyar… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (87): Abu Ishaq Al-Muktasim (18)

Setelah mematahkan rencana pemberontakan Abbas bin Al-Makmun, Al-Muktasim kembali mencium rencana makar lainnya. Kali ini pelakunya adalah Al-Afshin, jenderal perang kepercayaannya. Setelah mendapatkan kepercayaan dan kekayaan yang banyak dari Al-Muktasim, Al-Afshin ternyata sedang menyusun kekuatan dan berencana untuk membangun kembali kekaisaran leluhurnya di kawasan Asia Tengah. Masalah lain yang harus di hadapi Al-Muktasim selain rencana… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (86): Abu Ishaq Al-Muktasim (17)

Rencana pemberontakan Abbas bin Al-Makmun, memaksa Al-Muktasim menumpas semua komandan pasukan inti Abbasiyah. Sehingga yang tersisa tinggalah komandan pasukan dari Turki. Tidak sampai di sana, dia juga memerintahkan agar semua saudara laki-laki Abbas di bunuh. Setelah berhasil menaklukkan Binzantium dan menundukkan kekuatan Babak Khurmi, nama khalifah Al-Muktasim kian berkibar, tak kalah menterang dari para pendahulunya.… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (85): Abu Ishaq Al-Muktasim (16)

Setelah melakukan pengepungan selama 55 hari, Bentang Ammuriyya berhasil ditaklukkan. Sekitar 3.000 orang pasukan Bizantium yang tewas dalam pertempuran ini, dan sekitar 30.000 lainnya ditawan. Al-Muktasim memerintahkan benteng tersebut dibumi hanguskan. Dan sejak itu, Kota Ammuriyya tidak pernah bisa bangkit lagi. Rumor tentang adanya konspirasi yang melibatkan Abbas bin Al-Makmun belum sampai ke telinga Al-Muktasim… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (84): Abu Ishaq Al-Muktasim (15)

Di tengah kecamuk perang yang sedang berlangsung, seorang bernama Amr al-Farghani membocorkan rahasia pada temannya, bahwa saat ini “Persiapan yang dilakukan oleh Al-Abbas bin Al-Makmun sudah selesai, dan segera kita akan menyatakan kesetiaan kita padanya dan membunuh Al-Muktasim, Ashnas, dan yang lainnya.” Di Kota Ancyra (Anqirah), Al-Muktasim kembali membagi pasukannya menjadi tiga kelompok. Yang pertama… Teruskan Membaca