Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (4): Etos Dagang Saudagar Quraisy (1)

Leluhur Rasulullah, Hasyim bin Abdul Manaf bin Qushay, menjalin aliansi dengan suku-suku yang jauh agar karavan-karavan Makkah dapat melintasi daerah-daerah dan mengunjungi pasar-pasar baru. Olehnya, jalur perdagangan global menjadi terbuka. Awalnya, di Kota Makkah tidak ada rumah atau bangunan selain Kabah. Kabilah Jurhum maupun belakangan Khuzaah, yang berkuasa di Makkah, mereka tinggal di luar Tanah… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (3): Bahasa Arab sebagai Lingua Franca

Ada beberapa pendapat tentang sejak kapan bahasa Arab digunakan? Yaitu, (1) semasa Nabi Ismail, karena dia orang pertama yang fasih menggunakannya, (2) pada masa Sem, putra Nabi Nuh, dan (3) sejak Nabi Adam masih hidup di Surga. Sejak dahulu, suku-suku nomaden yang mendiami Semenanjung Arabia telah menggunakan bahasa Arab sebagai sebagai alat komunikasi. Namun, kapan… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (2): Kabilah Jurhum dan Asal-Usul Bangsa Arab

Setelah Hajar dan Ismail bertemu Jurhum di Makkah, leluhur bangsa Arab, Ismail tumbuh dewasa dan berbicara dengan Bahasa Arab, bahasa yang berbeda dengan bahasa bapaknya. Air zamzam terus memancar dari kaki Ismail. Burung-burung mencium aroma air dan berterbangan mengitari lembah sumber air baru itu.[1] Hal ini mengundang perhatian Kabilah Jurhum dari Bani Qahthan,[2] yang tinggal… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (1): Kisah Perjuangan Hajar dan Ismail

Ibrahim dan keturunannya dijanjikan oleh Tuhan untuk menjadi nabi dan pemimpin bagi semua bangsa di dunia, melalui kedua puteranya, Ishak dan Ismail. Makkah telah berkembang pada abad-abad sebelum Islam menjadi salah satu kota metropolitan paling masyhur di dunia. Kota ini maju setidaknya karena dua alasan: sebagai rute karavan perdagangan dari Samudra Hindia hingga ke Mediterania… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (93): Abu Ishaq Al-Muktasim (24)

Akbar Shah Najeebabadi menilai, Al-Muktasim adalah khalifah terbesar dalam sejarah Dinasti Abbasiyah. Pada era kekuasannya lah, kejayaan Dinasti Abbasiyah mencapai puncaknya. Tapi di era yang sama pula, visi kejatuhan dinasti ini sudah terlihat nyata. Raja bin Ayyub al-Hiedari datang dengan membawa sekitar 1000 pasukan. Tapi ketika hampir tiba dan berhadapan dengan pasukan Abu Harb yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (92): Abu Ishaq Al-Muktasim (23)

Menjelang akhir hayatnya, Al-Muktasim sempat merencanakan untuk menaklukkan Andalusia. Dia berkata, “Dahulu, ketika Bani Umayyah berkuasa dan memegang tampuk kekhalifahan, kita tidak mendapat sedikitpun jatah kue kekuasaan. Lalu ketika sekarang kita berkuasa, Bani Umayyah mendapat keleluasaan membangun kekuasaanya di wilayah Andalusia. Karena itu, kita akan ke barat, dan merebut Andalusia dari kekuasaan Bani Umayyah” Setelah… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (91): Abu Ishaq Al-Muktasim (22)

Al-Muktasim membangun satu penjara khusus yang bernama al-Luklukah. Bangunan penjara ini berupa sebuah menara yang tinggi. Di puncaknya hanya tersedia satu ruangan yang hanya cukup untuk duduk tahanan. Di sinilah Al-Afshin di tahan. Pada pertengahan tahun 225 H, pengadilan Al-Afshin pun di mulai. Yang menjadi hakim pada waktu itu adalah Ahmad bin Abi Duwad, dan… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (90): Abu Ishaq Al-Muktasim (21)

Sebenarnya, sudah cukup alasan bagi Al-Muktasim untuk mengeksekusi langsung Al-Afshin. Tapi Al-Muktasim ingin Al-Afshin didudukan dalam sebuah persidangan yang adil. Agar semua orang mengetahui secara lebih komprehensif siapa sesungguhnya Al-Afshin, dan ancaman jenis apa yang sebenarnya dihadapi oleh Dinasti Abbasiyah selama ini Penjaga yang mendengar rencana Al-Afshin bernama Wijan. Al-Afshin pun segera mengetahui bahwa kedoknya… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (89): Abu Ishaq Al-Muktasim (20)

Sejak kekalahan Mazyar bin Qarin, Al-Afshin merasa khawatir tentang keselamatannya. Dia ingin membunuh Al-Muktasim dan sejumlah komandan Turki yang masih setia padanya. Rencananya, mereka semua akan diracun dalam sebuah perjamuan makan. Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Mazyar bin Qarin, Abdullah bin Tahir langsung memerintahkan pamannya, Hasan bin Husein untuk mengejar dan menangkap Mazyar. Tak butuh waktu… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (88): Abu Ishaq Al-Muktasim (19)

Setelah berhasil memadamkan pemberontakan Mazyar bin Qarin, Klan Tahir secara otomatis menjadi satu-satunya kekuatan yang diakui di wilayah Khurasan. Pada masa selanjutnya, klan ini berkembang menjadi entitas politik otonom yang dikenal dengan nama Dinasti Tahiriyah. Sebagaimana sudah dikisahkan pada edisi sebelumnya, bahwa disebabkan masalah permusuhan antar keluarga yang sudah berlangsung lama, penguasan wilayah Tabaristan, Mazyar… Teruskan Membaca