Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tasawuf

Tasawuf

Menyingkap Bahasa Mistis Ibnu Arabi (2): Manusia Sempurna

Ibnu Arabi menuturkan, “Ketika aku terus-menerus mengetuk pintu Allah, aku menunggu dengan penuh waspada, tidak terganggu, hingga kemudian tampaklah oleh pandanganku kebesaran Wajah-Nya dan sebuah panggilan untukku, tidak lebih dari itu.” Ibnu Arabi terlahir di Mursia, Andalusia pada 28 Juli 1165 dan meninggal pada 10 November 1240 M. Para sufi menjulukinya sebagai Al-Syaikh Al Akbar… Teruskan Membaca

Tasawuf

Menyingkap Bahasa Mistis Ibnu Arabi (1): Pendahuluan

Banyak orang yang bergelut dalam ilmu pengetahuan menyangkal (adanya) ilmu gaib laduni yang dipunyai oleh para pesuluk dan ahli makrifat dengan mengatakan: “Bagaimana mungkin ada ilmu tanpa proses belajar, berpikir, dan berpandangan?” Seperti umumnya mistikus Islam,[1] Ibnu Arabi menuangkan butir-butir pemikirannya dalam bahasa yang meminjam istilah James Winston Morris “tersegel dan misterius”.[2] Bahasa yang demikian… Teruskan Membaca

Tasawuf

Memperingati Hari Kemerdekaan, Membebaskan Diri dari Penjajahan oleh Hawa Nafsu

Rasulullah berkata, perang fisik sebesar apapun, itu harus dilihat sebagai jihad asghar, atau sebagai perang kecil, jika dibandingkan dengan perang melawan hawa nafsu. Oleh Haidar Bagir Tidak terasa pada tahun ini kita telah melaksanakan kembali peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan adalah suatu peristiwa besar, bukan hanya dalam sejarah negara atau bangsa kita. Tetapi, sesungguhnya, persoalan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Diskursus Sufi (18): Falsafah Kematian

“…Di tahap akhir, aku akan mati dari (keadaan sebagai) manusia; untuk bisa berubah menjadi salah satu sayap malaikat; Setelah jadi malaikat, aku akan terus mencari ufuk lain; Karena “ Segala sesuatu akan binasa kecuali Wajah-Nya.” (Jalaluddin Rumi) Makna Kematian Kembali ke sisi Allah SWT dan keluar dari kehidupan dunia menuju kehidupan lain digambarkan oleh Allah… Teruskan Membaca

Tasawuf

Asfala Safilin sebagai Pangkalan Terbang Manusia Mendaki Menuju Ruh Ketuhanan dalam Diri: Perspektif Ibnu Arabi

Dengan diturunkannya manusia ke tempat rendah itu (Asfala Safilin), manusia menjadi memiliki kesempurnaan forma. Oleh Haidar Bagir Sambil membaca tafsir Ibnu Arabi tentang laylatul qadar beberapa waktu lalu, saya menyempatkan diri memahami ulang tafsir Sang Syaikh soal ayat: “(Sungguh kami ciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk) lalu kami tolak mereka ke tempat yang paling rendah (Kecuali… Teruskan Membaca

Tasawuf

Catatan Tentang Al-Fatihah & Makna Rahman-Rahim Dalam Futuhat Ibnu Arabi

Alquran adalah kitab wujud, dan Surat Al-Fatihah adalah kunci pembukanya. Al-Fatihah di mulai “dengan nama Allah bermulalah penciptaan” (basmalah), lalu diiringi dengan dua sifat rahmah, yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Keberadaan basmalah di awal Al-Fatihah ini seolah menunjukkan bahwa “niat” Allah dalam penciptaan adalah tidak lain untuk mencurahkan kasih sayang-Nya kepada makhluk. Oleh: Haidar Bagir Al-Fatihah… Teruskan Membaca

Tasawuf

Siapa Ruh yang Disebut Dalam Surat Al-Qadr: Pandangan Ibnu Arabi

تَنَزَّلُ الۡمَلٰٓٮِٕكَةُ وَالرُّوۡحُ فِيۡهَا بِاِذۡنِ رَبِّهِمۡ‌ۚ مِّنۡ كُلِّ اَمۡرٍ Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. (QS. Al-Qadr [97]: 4) Oleh: Haidar Bagir Orang sering bertanya tentang apa itu ruh yang dimaksud dalam surat Al-Qadr? Ada banyak pendapat dan tafsir tentang ruh. Mari sekarang kita simak apa… Teruskan Membaca

Tasawuf

Diskursus Sufi (17): Kiat Menjadi Pencinta Allah

Rumi bertutur: “Wahai orang yang telah menjual diri hakikinya lantaran ketakmampuannya mengekang hawa nafsu! Engkau mengira makhluk asing (baca: binatang) sebagai dirimu, padahal ia jelas-jelas bukan dirimu.” Memang sedikit yang bisa dikatakan orang tentang cinta, tapi lebih sedikit lagi yang bisa dikatakan orang tentang Tuhan. Maka, ketika cinta menemukan Tuhan, orang tiada lagi bisa berkata-kata. … Teruskan Membaca

Tasawuf

Diskursus Sufi (16): Paradoks Doa

Dalam berdoa, kita mesti selalu sadar bahwa kita teramat bodoh, lemah, dan tidak mengerti mana yang terbaik buat diri kita sendiri. Sedangkan Dia Teramat Mengetahui, Maha Bijaksana, dan Maha Penyayang. Sehingga apapun jawaban yang diberikan Allah atas doa kita, haruslah kita terima. Berbicara tentang doa dan munajat bukanlah perkara yang mudah. Lebih-lebih, bila pembicaraan tersebut… Teruskan Membaca

Tasawuf

Diskursus Sufi (15): Takwa (5)

Menurut Sayidina Ali,”…orang-orang yang bertakwa ialah manusia-manusia yang bijak bestari. Kebenaran menjadi inti ucapan mereka, kesederhanaan adalah pakaian mereka dan kerendahan hati mengiringi gerak-gerik mereka…, Sekiranya bukan karena kepastian ajal yang telah ditetapkan Allah, niscaya roh mereka takkan tinggal diam dalam jasad-jasad mereka walau hanya sekejap, baik disebabkan oleh kerinduannya kepada pahala Allah ataupun ketakutannya… Teruskan Membaca