Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tasawuf

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (8)

  Oleh : Musa Kazhim “Bila para pecinta dunia saja demikian bersemangat mengejar impiannya, lantas bagaimana dengan manusia yang sudah terbakar cinta pada Sang Khaliq?” —Ο—   Syahwat Mencintai Sejak remaja Ibn Arabi memang suka berdoa yang aneh-aneh. Dia, misalnya, sering meminta ‘syahwat untuk mencintai’. Begini persisnya: “Tuhanku, karuniai daku dengan syahwat untuk mencintai dan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (7)

  Oleh : Musa Kazhim  “Metode ‘menghaluskan’ tubuh paling mudah tentu saja melalui disiplin-disiplin ruhani seperti shalat, puasa, khalwat, menjauhi kesenangan duniawi, menjalani syariat dengan ketat dan sebagainya. Tapi semua ini tentu tak mungkin tanpa tekad (himmah) bahkan hasrat yang membara. Melalui tekad yang bulat dan hasrat itulah manusia tega membelah jasadnya, meringkihkan tubuhnya dan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan Dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (6)

  Oleh : Musa Kazhim “Mukjizat al-Qur’an terjadi saat nabi mengekspresikan kebenaran dan apa yang menjelma dalam realitas (amr wâqi’ muhaqqaq) tanpa menambah atau mengurangi sezarah pun. Karena itu al-Qur’an menjadi tak bisa ditiru (mu’jiz).” —Ο—   Iluminasi  dan Pengetahuan tentang Allah Dalam pengalaman Ibn Arabi, ada beberapa kategori iluminasi: mukasyafah (futûh al-mukâsyafah); rasa manis… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (5)  

  Oleh : Musa Kazhim “Sobat, pengalaman ruhani memang tak bisa sepenuhnya berlangsung dalam ruang dan waktu yang kita kenal. Ia berlangsung di ‘ruang dan waktu’ yang subjektif—ruang yang tak mengenal disini-disana dan waktu yang tak mengenal kategori tadi-sekarang-nanti. Kekuatan subjektif seorang pesuluk sering menabrak batasan-batasan objektif semisal ini, sehingga ruang, waktu dan gravitasi seolah… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (4)  

  Oleh : Musa Kazhim “Kisah pelancongan Ibn Arabi menggapai Tuhan dan melenyapkan ego terlihat mudah. Tapi berdasarkan pengakuannya sendiri,  Ibn Arabi pernah mengalami masa “jâhiliyyah”, dimana perhatiannya terbelah antara hasrat duniawi dan cinta Ilahi.”  —Ο—   Masa Remaja Ibn Arabi menyimak kisah-kisah di atas sebelum beranjak dewasa. Di masa itu, Ibn Arabi masih dalam… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perihal Doa

Oleh Musa Kazhim Doa merupakan kegiatan naluriah manusia. Sepanjang sejarah manusia, doa telah dan senantiasa hadir dalam ruang-ruang kehidupan, baik disadari ataupun tidak. Temuan-temuan arkeologis menunjukkan bahwa doa telah menjadi bagian inheren dalam sejarah peradaban manusia. Keinginan “berbicara” dengan dan mengeluh kepada Tuhan telah dan senantiasa ada. Hanya saja, seiring perkembangan manusia, keinginan ini mengemuka… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (3)

   Oleh : Musa Kazhim “Jejak perjalanan ruhani para pendahulunya telah memahat jiwa Ibn Arabi demikian istimewa. Bakat ruhani yang dimilikinya sejak usia dini, adalah hasil perkalian yang kompleks dari jiwa-jiwa besar tersebut.” —Ο—   Bakat Ruhani Bakat ruhani Ibn Arabi memang mengalir deras dari garis ayah dan ibunya. Paling tidak ada tiga pamannya—dua dari… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (2)

  Oleh : Musa Kazhim “Ia adalah putra dari seorang yang sudah mencapai maqam mencerap ‘Napas Sang Maha Pengasih’. Ia diberi nama Muhammad, sebuah isyarat cinta untuk Baginda Nabi Muhammad SAW.”   Leluhur Ibn Arabi lahir tahun 1165 Masehi (560 Hijriah) dalam sebuah kota benteng bernama Mursia, di timur Andalusia. Di saat kelahirannya, kota ini sedang… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibn Arabi: Hidup Ini Hanyalah Mimpi

Salah satu kekuatan Ibn Arabi ialah ketaatannya menggunakan alat seperti bahasa, logika dan teks dalam tiap aspek pemikirannya. Bagi seorang literalis, Ibn Arabi akan tampak memenuhi seleranya. Dalam bab Taharah (Bersuci) karya Al-Futuhat Al-Makkiyah yang pernah diterbitkan oleh Mizan dengan judul “Menghampiri Sang Kudus”, Ibn Arabi terlihat sangat literalis, sedemikian sehingga kalangan tekstualis kehilangan alasan… Teruskan Membaca