Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tasawuf

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (7): Bapak Sufi Dunia

Surat Hasan al-Basri untuk Khalifah Umar bin Abdul Aziz: “Berhati-hatilah terhadap dunia ini dengan segala kewaspadaan; karena ia seperti seekor ular, halus saat disentuh, tetapi racunnya mematikan.” Manifestasi pertama sufisme – meskipun pada waktu itu belum ada istilah “sufi” – dapat ditemukan pada figur Nabi Muhammad SAW itu sendiri, lalu kemudian Ali bin Abi Thalib,… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (6): Wafatnya Rabiah al-Adawiyah

Munkar dan Nakir bertanya, “Siapa Tuhanmu?” Rabiah menjawab, “Aku, yang hanya memiliki-Mu di dunia, tidak akan pernah melupakan-Mu, mengapa Engkau harus mengirim utusan untuk bertanya ‘siapakah Tuhanmu?’.” Rabiah Jatuh Sakit Suatu hari Rabiah jatuh sakit. Dia ditanya apa penyebabnya. “Aku memandang Firdaus,” jawabnya, “Dan Tuhanku mendisiplinkanku.” Kemudian Hasan al-Basri pergi untuk menjenguknya. “Aku melihat salah… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (5): Melamar Rabiah al-Adawiyah

“Ikatan pernikahan hanya berlaku untuk mereka yang memiliki keakuan…. Engkau harus meminta diriku kepada-Nya, bukan kepadaku,” kata Rabiah kepada Hasan. Rabiah al-Adawiyah adalah seorang sufi wanita pertama yang melegenda. Dia dilahirkan di Basra, Iraq, pada era Dinasti Abbasiyah berkuasa. Ada beberapa versi tentang tahun kelahirannya, di antaranya ada yang menyebut tahun 717 M,[1] sementara versi… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (4): Dia yang Meminum Air Nabi

Tanpa sepengetahuan Nabi Muhammad SAW, Hasan kecil meminum air miliknya. Nabi berkata anak ini akan mendapatkan pengetahuannya sebanding dengan air yang telah diminumnya. Ketika Hasan al-Basri dilahirkan, Umar bin Khattab, sahabat Nabi dan yang kelak akan menjadi khalifah kedua umat Islam, melihatnya. Umar mengatakan bahwa bayi itu tampan (Hasan). Maka semenjak itulah dia bernama Hasan.… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (3): Simeon si Pemuja Api

Hasan al-Basri memperlihatkan kepada Simeon yang hampir mati tangannya yang tidak dapat terbakar api atas izin Allah. Melihatnya Simeon tersentak. “Jadilah seorang Muslim,” kata Hasan kepadanya. Hasan al-Basri memiliki seorang tetangga yang bernama Simeon, dia adalah seorang pemuja api. Suatu hari Simeon jatuh sakit dan ajalnya hampir tiba. Sahabat-sahabat meminta Hasan untuk bersedia menjenguknya. Akhirnya… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (2): Dia yang Bertaubat

Hasan al-Basri, dikisahkan, setiap harinya shalat Ashar di Basra, Iraq. Setelahnya dia pergi ke Mekkah, dan sebelum Maghrib telah kembali ke Basra. Jarak Basra ke Mekkah adalah 1.500 km. Hasan Bertaubat Sekarang giliran para orang tua yang mulia yang datang, mereka berkata, “Wahai putra mahkota, seandainya malapetaka yang menimpa dirimu ini dapat dicegah oleh campur… Teruskan Membaca

Tasawuf

Hagiografi Hasan al-Basri (1): Hasan si Pedagang Mutiara

Sebelum dikenal sebagai ahli agama yang termasyhur, Hasan al-Basri adalah seorang pedagang mutiara. Lalu apa yang membuatnya berubah haluan. Simak kisahnya. Abū Saʿīd b. Abi ’l-Ḥasan Yasār al-Baṣrī, atau seringkali disebut Hasan dari Basrah, atau secara singkat biasa disebut Hasan al-Basri lahir di Madinah pada 21 H/642 M. Ayahnya adalah seorang budak Persia yang ditangkap… Teruskan Membaca

Tasawuf

Muhammad Sang Cahaya

“Betapapun tingginya dan agungnya Nabi Muhammad SAW sebagai utusan-Nya untuk menerangi alam raya, beliau tetap harus ditegaskan sebagai ‘abduhu (hamba-Nya). Dan, menurut beberapa riwayat, predikat ‘abduhu ini memang demikian disenangi oleh Nabi Muhammad. Sungguh, dalam kehambaan itu, Nabi dan semua manusia menemukan kebebasan dari segala beban dan ketenangan yang tiada terkira, lantaran keyakinan si hamba… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (8)

  Oleh : Musa Kazhim “Bila para pecinta dunia saja demikian bersemangat mengejar impiannya, lantas bagaimana dengan manusia yang sudah terbakar cinta pada Sang Khaliq?” —Ο—   Syahwat Mencintai Sejak remaja Ibn Arabi memang suka berdoa yang aneh-aneh. Dia, misalnya, sering meminta ‘syahwat untuk mencintai’. Begini persisnya: “Tuhanku, karuniai daku dengan syahwat untuk mencintai dan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Perjumpaan dengan Sang Arif; Hagiografi dan Pemikiran Ibn Arabi (7)

  Oleh : Musa Kazhim  “Metode ‘menghaluskan’ tubuh paling mudah tentu saja melalui disiplin-disiplin ruhani seperti shalat, puasa, khalwat, menjauhi kesenangan duniawi, menjalani syariat dengan ketat dan sebagainya. Tapi semua ini tentu tak mungkin tanpa tekad (himmah) bahkan hasrat yang membara. Melalui tekad yang bulat dan hasrat itulah manusia tega membelah jasadnya, meringkihkan tubuhnya dan… Teruskan Membaca