Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tasawuf - page 3

Tasawuf

Mengenal Allah (1): Mengobati Kecemasan

Huzn adalah kesedihan yang mendatangi orang-orang yang merasa kalah, tersingkirkan, dan tak mendapatkan apa yang dia inginkan. Bagaimana cara mengobatinya? Takut atau cemas dapat menjangkiti setiap orang yang tidak tahu. Benar, manusia dan makhluk mana pun tak akan pernah mengetahui masa depan. Tapi dengan makrifat tentang Allah, seseorang bisa dekat dengan Tuhan. Sedemikian dekatnya sehingga… Teruskan Membaca

Tasawuf

Habib al-Ajami (4): Membocorkan Tempat Persembunyian Hasan al-Basri

Tentara al-Hajjaj, Gubenur Dinasti Umayyah, memburu Hasan al-Basri. Hasan bersembunyi di tempat Habib, namun dia malah membocorkannya kepada mereka. Farid al-Din Attar dalam Tadhkirat al-Awliya menuturkan: Suatu hari para petugas Hajjaj[1] mencari Hasan al-Basri. Dia bersembunyi di tempat penyepian Habib. “Apakah engkau melihat Hasan hari ini?” tanya para petugas kepada Habib. “Aku melihatnya,” jawabnya. “Di… Teruskan Membaca

Tasawuf

Habib al-Ajami (3): Karamah Habib

Suatu waktu Hasan al-Basri sedang menunggu perahu yang terlambat. Habib lalu datang, dan mempertanyakan mengapa Hasan mesti menunggu. Habib berjalan di atas air dan pergi. Melihatnya, Hasan pingsan. Doa yang Dikabulkan Suatu hari, seorang wanita tua datang menemui Habib dan, terjatuh di kakinya, menangis dengan sedih. “Aku memiliki seorang putra yang sudah lama tidak kutemui.… Teruskan Membaca

Tasawuf

Habib al-Ajami (2): Sang Rentenir yang Menjadi Wali Allah (2)

Berita tentang Habib yang dikutuk menyebar luas, bahkan anak-anak ketika melihatnya berkata, “Inilah dia Habib si rentenir. Lari, jangan sampai debunya menempel pada kita dan kita menjadi dikutuk seperti dia!” Mari kita lanjutkan kembali kisah Habib al-Ajami yang dituturkan oleh Farid al-Din Attar dalam Tadhkirat al-Awliya. Setelah Habib mendapati makanannya berubah menjadi darah hitam, dia… Teruskan Membaca

Tasawuf

Habib al-Ajami (1): Sang Rentenir yang Menjadi Wali Allah (1)

Habib berkata kepada pengemis, “Jika kami memberimu apa yang kami miliki engkau tidak akan menjadi kaya, dan kami sendiri yang akan menjadi miskin!” Spontan, makanan Habib berubah menjadi darah hitam. Habib ketakutan. Habib bin Muhammad al-Ajami al-Basri adalah orang Persia yang menetap di Basrah (sekarang di Irak). Dia juga kadang disebut Habib al-Farisi. Dia dikenal… Teruskan Membaca

Tasawuf

Malik bin Dinar al-Sami (3): Sahabat Allah

Malik bin Dinar memiliki tetangga yang perilakunya sangat buruk. Orang-orang meminta Malik untuk menegurnya. Ketika dia berangkat sebuah suara berkata, “Jauhkan tanganmu dari sahabat-Ku!” Malik dan Tetangganya yang Berakhlak Buruk Ada seorang pemuda yang tinggal di sekitar rumah Malik, dia sangat bejat dan berakhlak rendah. Malik terus-menerus merasa sedih karena perilakunya yang buruk, tetapi dia… Teruskan Membaca

Tasawuf

Malik bin Dinar al-Sami (2): Pertobatan

Suatu malam, Malik yang munafik, yang pada siang hari taat beribadah, namun pada malam hari bersenang-senang, mendengar suara dari dalam kecapinya, “Malik, apa yang membuatmu tidak bertobat?” Versi Kesatu Farid al-Din Attar dalam Tadhkirat al-Awliya menuturkan kisah tentang pertobatan Malik bin Dinar: Sekarang kisah pertobatannya terjadi sebagaimana berikut ini. Dia (Malik bin Dinar) adalah pria… Teruskan Membaca

Tasawuf

Malik bin Dinar al-Sami (1): Asal-Usul Julukan Dinar

Suatu hari Malik naik kapal, para pelaut meminta ongkos kepadanya, namun dia tidak punya uang. Mereka memukulinya dan mengancam akan membuangnya ke laut. Tiba-tiba ikan di lautan naik ke permukaan, masing-masing membawa dinar. Malik bin Dinar al-Sami adalah putra seorang budak Persia dari Sejestan (atau Kabol) dan nantinya dia akan menjadi murid Abu Said bin… Teruskan Membaca

Tasawuf

Menyingkap Bahasa Mistis Ibnu Arabi (2): Manusia Sempurna

Ibnu Arabi menuturkan, “Ketika aku terus-menerus mengetuk pintu Allah, aku menunggu dengan penuh waspada, tidak terganggu, hingga kemudian tampaklah oleh pandanganku kebesaran Wajah-Nya dan sebuah panggilan untukku, tidak lebih dari itu.” Ibnu Arabi terlahir di Mursia, Andalusia pada 28 Juli 1165 dan meninggal pada 10 November 1240 M. Para sufi menjulukinya sebagai Al-Syaikh Al Akbar… Teruskan Membaca

Tasawuf

Menyingkap Bahasa Mistis Ibnu Arabi (1): Pendahuluan

Banyak orang yang bergelut dalam ilmu pengetahuan menyangkal (adanya) ilmu gaib laduni yang dipunyai oleh para pesuluk dan ahli makrifat dengan mengatakan: “Bagaimana mungkin ada ilmu tanpa proses belajar, berpikir, dan berpandangan?” Seperti umumnya mistikus Islam,[1] Ibnu Arabi menuangkan butir-butir pemikirannya dalam bahasa yang meminjam istilah James Winston Morris “tersegel dan misterius”.[2] Bahasa yang demikian… Teruskan Membaca