Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Islam Nusantara

Islam Nusantara

Kiai Marogan, Ulama Kharismatik Palembang (1)

“Kemudian ditebaslah buah kelapa tersebut, dari dalam muncul seekor ikan yang menggelepar. Kisah karomah Ki Marogan begitu melekat dalam kehidupan masyarakat Palembang di sekitar Sungai Musi. Namun di balik itu, sesungguhnya Ki Marogan adalah seorang ulama besar yang begitu berjasa bagi penyebaran dan syi’ar Islam di Palembang.” –O– Suatu hari, ketika Indonesia masih di bawah… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Penyebaran Islam di Tanah Sunda (4): Dari Cirebon Sampai Banten

“Setelah sang ayah, Syarif Hidayatullah kembali ke Cirebon, Maulana Hasanuddin memulai dakwahnya di wilayah Banten” —Ο—   Maulana Hasanuddin atau Pangeran Sebakingking lalu melanjutkan Islamisasi, setelah ayahnya, Syarif Hidayatullah kembali ke Cirebon. Ia berdakwah dari satu daerah ke daerah lain yang merupakan tempat-tempat keramat, mulai dari gunung Pulosari, Gunung Karang, Gunung Aseupan, sampai ke Pulau… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Penyebaran Islam di Tanah Sunda (3): Keturunan Sang Prabu Yang Memilih Islam

“Meskipun Prabu Siliwangi tidak menyetujui keinginan Syarif Hidayatullah, ia tidak menghalangi cucunya itu untuk menyebarkan agama Islam di wilayah Pajajaran” —Ο—   Dalam naskah Carita Puwaka Caruban Nagari karya Pangeran Arya Cirebon yang ditulis pada tahun 1720 M, menuturkan bahwa Ki Gedeng Sindangkasih syahbandar sebelum Ki Gedeng Tapa (digantikan ki Gedeng Tapa setelah wafat) memiliki… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Penyebaran Islam di Tanah Sunda (2): Para Perintis

“Masuknya Islam di Jawa Barat tidak bisa dilepaskan dari jasa-jasa para perintis seperti Bratalegawa, Syekh Quro, Pangeran Walangsungsang dan Syekh Nurjati. Atas Jasa dan dari keturunan merekalah Islam menyebar dari pesisir sampai pedalaman Tanah Pasundan” —Ο—   Agama Islam baru masuk ke daerah Jawa Barat antara akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15. Beberapa tokoh… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Penyebaran Islam di Tanah Sunda (1): Kerajaan dan Agama pra-Islam

“Sebelum datangnya Islam, masyarakat Sunda memang sudah menjadi masyarakat yang religius. Berbagai artefak yang ditemukan menunjukkan bahwa di tanah ini pernah hidup beberapa kepercayaan, mulai dari kepercayaan kepada roh-roh, hingga agama Hindu yang pernah menjadi agama resmi kerajaan.” —Ο—   Bumi Jawa Barat merupakan bagian dari Sunda Island, yang luas wilayahnya hampir sepertiga dari Pulau… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Siapa Sebenarnya Prabu Jayabaya, Sang Peramal Masa Depan Nusantara? (2)

“Namanya Pangeran Wijil. Ia yang menulis kembali, dengan gubahan “JANGKA JAYABAYA” yang dipadukan antara sumber Serat Bharatayudha dengan kitab Asrar. Harapannya agar dapat menjadi sumber semangat perjuangan bagi generasi anak cucu di kemudian hari.” —Ο—   Jangka Jayabaya yang kita kenal sekarang ini adalah gubahan dari Kitab Musarar, yang sebenarnya untuk menyebut “Kitab Asrar” Karangan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Siapa Sebenarnya Prabu Jayabaya, Sang Peramal Masa Depan Nusantara? (1)

“Jayabaya sejak jauh hari sudah meramalkan kedatanan bangsa asing ke Nusantara. Ia juga sudah meramalkan Indonesia, bahkan sudah juga meramalkan hadirnya Sang Ratu Adil. Tapi siapakah Jayabaya?” —Ο—   Maharaja Jayabaya adalah raja Kadiri yang memerintah sekitar tahun 1135-1157. Nama gelar lengkapnya adalah Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Parakrama Uttunggadewa.… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Melacak Asal-Usul Habib di Indonesia (1): Siapakah Habib?

Habib, siapakah dia? Gambaran Habib bagi masyarakat Indonesia barangkali adalah seorang laki-laki berwajah Arab, berjanggut, bersorban, dan mengenakan gamis. Namun, di luar soal tampilan, biasanya seorang Habib memiliki banyak sekali jamaah yang rutin menghadiri kegiatan keagamaan yang dilakukan olehnya. Namun siapakah sebenarnya Habib itu? Sejarah mencatat, keberadaan para Habib di Indonesia sudah berlangsung lama sejak… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Tentang Masuknya Islam ke Nusantara (3)

Menariknya, sirkulasi pelayaran di Samudera Hindia dipengaruhi oleh peredaran angin yang dikenal dengan angin muson atau monsoon. Kata “muson” berasal dari sebuah kata dalam bahasa Arab (mosem), yang berarti musim. Angin muson biasanya merujuk pada perubahan musiman arah angin di sepanjang pesisir Samudera Hindia, khususnya di laut Arab, yang bertiup dari arah barat daya di… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Abdurrauf dan Tafsir Al Quran Pertama Di Nusantara

Prof. Hamka dalam salah satu prasarannya di Seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Indonesia tahun 1980, menyatakan bahwa tafsir Al Quran tertua yang memuat lengkap 30 Juz, dengan ditulis dalam bahasa Melayu adalah Kitab tafsir Tarjuman al-Mustafid yang ditulis oleh ‘Abd ar-Ra’uf bin ‘Ali al-Jawiyy al-Fansuriyy as-Sinkiliyy, atau dikenal dengan Syeik Abdurrauf al-Sinkily yang… Teruskan Membaca