Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Islam Nusantara

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (4)

“Syeik Jumadil Kubra, bukan sekedar identitas satu orang, lebih dari itu beliau adalah identitas satu peradaban. Bukan tidak mungkin, inilah salah satu akar tradisi keilmuan, keagamaan, dan kebudayaan agung nusantara.” —Ο—   Bila kita konstruksi informasi tentang Syeik Jumadil Kubra, baik dari versi Habaib maupun dari versi babad lokal, setidaknya kita bisa menyimpulkan bahwa usia… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (3)

“Dalam kerangka ini, terdapat kesepakatan antara versi habaib dengan versi lokal, bahwa Wali Songo, mulai dari Sunan Ampel, memiliki pertalian darah antara satu dengan yang lain. Hanya saja, begitu ditarik lebih ke atas, terjadi kesimpangsiuran informasi yang cukup membingungkan. Yaitu tentang identitas Ibrahim Zainal Akbar, yang merupakan ayah dari Sunan Ampel.” —Ο—   Sebagaimana sudah kita… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (2)

“Syeik Jumadil Kubra nama lain dari Syeik Jamaluddin Husein Al Akbar, adalah keturunan Adzamat Khan (di antara kaum ‘Alawiyin yang tinggal di India) yang kemudian hijrah ke Indonesia. Dialah yang termasuk di antara pendakwah Islam pertama di Indonesia dan kemudian, lewat beberapa generasi, melahirkan keturunan Wali Songo” —Ο—   Berbeda dengan narasi babat lokal dan sejarawan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Syeik Jumadil Kubra: Bapak Para Wali di Nusantara (1)

“Sebagaimana sejarawan sepakati, bahwa dakwah Islam di Nusantara, khususnya yang dibawa para Wali, bercorak khas; sangat damai, adaptif dengan kebudayaan setempat, dan kental tradisi tasawwuf. Bukan tidak mungkin, karena narasi ilmu para pendakwah di Nusantara, bersumber dari satu tradisi, atau mungkin dari satu orang.”  —Ο—   Dari serangkaian nama para tokoh perintis yang menyebarkan Islam di… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusateraan Jawa-Islam (5)

  Oleh: Khairul Imam Seperti ungkapan Ibnu ‘Arabi, penyaksian Tuhan dalam diri seorang wanita adalah bentuk penyaksian paling sempurna. Karena wanita dibuat memikat hati Nabi saw. Gambaran ini seakan tampak dalam risalah Suluk Sujinah yang ditulis oleh seorang wanita. Pertanyaan-pertanyaan cerdas yang diajukan seorang istri kepada suami ini menggali dari akar ketuhanan sampai hakikat penciptaan.… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Fatimah binti Maimun; Jejak Islam Pertama di Pulau Jawa (4)

“Makam Fatimah binti Maimun, dan makam-makam di sekitarnya, bercerita tentang lapisan-lapisan babak sejarah Islam dan peradaban lainnya di Pulau Jawa.” —Ο—   Dalam perkembangannya makam Fatimah binti Maimun terus mengapung di arus waktu. Menjadi satu penanda sejarah, dan tetap dirawat oleh masyarakat. Beberapa abad setelah wafatnya Fatimah binti Maimun, Desa Leran ditempatkan pada posisi khusus… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Fatimah binti Maimun; Jejak Islam Pertama di Pulau Jawa (3)

“Lebih dari sekedar situs arkelologis. Makam Fatimah binti Maimun adalah fundamen historis yang mengkonstruksi ulang narasi sejarah Islam di Nusantara.” —Ο—   Untuk menjelaskan kemungkinan konstruksi sejarah yang berlangsung pada masa Fatimah binti Maimun, Agus Sunyoto dalam karyanya menilai bahwa besar kemungkinan keberadaan makam Fatimah binti Maimun berhubungan dengan migrasi besar-besaran bangsa Parsi ke Nusantara… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Fatimah binti Maimun; Jejak Islam Pertama di Pulau Jawa (2)

“Pertanyaannya, bagaimana konstruksi sejarah yang bisa menjelaskan keberadaan makam Fatimah binti Maimun?” —Ο—   Sejauh ini, waktu yang tertera pada prasasti batu nisan Fatimah binti Maimun adalah bukti arkelogis tertua yang menunjukkan jejak Islam di Pulau Jawa. Agus Sunyoto, dalam karyanya berjudul Atlas Walisongo, menjelaskan dengan cukup rinci berbagai kemungkinan narasi sejarah yang terjadi, bila… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Fatimah binti Maimun; Jejak Islam Pertama di Pulau Jawa (1)

“Prasasti di makam Fatimah binti Maimun, bukan hanya bukti arkelogis tertua adanya Islam di pulau Jawa. Lebih dari itu, informasi yang terkandung dalam prasasti tersebut merupakan titik historis yang penting untuk mengkonstruksi lebih komprehensif jejak Islam pertama di Pulau Jawa dan Islam Nusantara secara umum.” —Ο—   Sebagaian besar masyarakat mungkin sepakat bila dikatakan bahwa Pulau… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Jejak Islam di Tanah Papua (3)

“Di kota Fakfak, masih tersimpan 5 (lima) buah manuskrip berumur 800 tahun berbentuk kitab dengan berbagai ukuran yang diamanahkan kepada Raja Patipi XVI (H. Ahmad Iba). Manuskrip tersebut berupa mushaf Al-Qur’an yang berukuran 50 cm x 40 cm. Mushaf ini bertulis tangan di atas kulit kayu yang dirangkai menjadi seperti kitab zaman sekarang.” —Ο—   Disamping… Teruskan Membaca