Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Islam Nusantara

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (20): Transisi Politik di Nusantara (6)

Pada tahun 1513, armada gabungan nusantara menyerang Malaka. Tapi dengan mudah serangan mereka bisa dikalahkan oleh Portugis. Akan tetapi, meski sudah menguasai Malaka, Pelabuhan internasional yang luar biasa ini ternyata menjadi kutukan di tangan Bangsa Portugis. Hingga berakhir kekuasaannya di sana tahun 1641, Portugis tak kunjung menguasai jaringan perdagangan di Asia.   Afonso de Albuquerque… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (19): Transisi Politik di Nusantara (5)

Adipati Unus mengkoordinir Angkatan laut di Jawa dan wilayah lain sekitarnya untuk menyerang Malaka. Pada tahun 1512, jumlah armada laut yang terkumpul sudah mencapai ratusan unit baik dalam ukuran kecil maupun besar. Sehingga tidak berlebihan bila dikatakan, bahwa ini adalah ekspedisi militer laut terbesar yang pernah digelar di Nusantara Pada akhir bulan Agustus 1511 M,… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (18): Transisi Politik di Nusantara (4)

Jauh hari sebelum Afonso de Albuquerque menaklukkan Malaka, Adipati Unus sudah melihat kehadiran Portugis sebagai ancaman nyata bagi eksistensi Nusantara. Itu sebabnya, dia memulai pembangunan alutsista dalam jumlah besar di Jepara. Pramoedya Ananta Toer, dalam novel sejarah yang berjudul Arus Balik, menggambarkan bagaimana suasana psikologis para ningkat dan rakyat Jawa ketika mendengar berita kedatangan Portugis… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (17): Transisi Politik di Nusantara (3)

Ketika kisah tentang jatuhnya Kota Malaka oleh serangan Portugis menyebar ke seluruh Nusantara, tidak sedikit raja yang terteror dan memilih diam. Tapi ada juga dari mereka yang marah dan bangkit melakukan perlawanan. Salah satunya adalah Adipati Unus, putra Raden Fatah yang ketika itu menjadi penguasa Jepara. Ketika tahun 1511 armada perang Portugis mulai memasuki Selat… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (16): Transisi Politik di Nusantara (2)

Dikisahkan oleh Tome Pires, bahwa pada awal 16 M, seluruh pelabuhan di pesisir utara Jawa berkembang pesat. Dan umumnya semua bergantung pada sistem perdagangan global yang berpusat di Malaka. Maka ketika pada tahun 1511 M, tersiar kabar bahwa Kesultanan Malaka berhasil ditaklukkan oleh Bangsa Portugis, sistem kehidupan ekonomi dan politik di pulau Jawa juga terguncang… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (15): Fajar Kolonialisme (1)

Tome Pires, penulis Portugis yang datang antara tahun 1512-1515 mengisahkan, bahwa waktu itu, Demak dipimpin oleh sosok bernama Pate Rodim yang usianya sekitar 30 tahunan. Dan hampir seluruh pemimpin (pate) di tanah Jawa ketika itu tunduk pada nya. Selama berkuasa menjadi sultan pertama Demak, Raden Fatah bergelar Senapati Jimbun Ningrat Ngabdurrahman Panembahan Palembang Sayidin Panatagama.[1]… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (14): Raden Fatah (9)

Meski berdirinya Kesultanan Demak nyaris tidak mengubah struktur sosial, sistem hukum dan politik di Pulau Jawa, tapi ada cara lain yang digunakan oleh Raden Fatah dan para ulama (Wali Songo) untuk menyiarkan Islam ke tengah masyarakat. Salah satunya adalah dengan kesenian. Menurut Agus Sunyoto, salah satu aspek yang membuat Kesultanan Demak langsung mendapat legitimasi sebagai… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (13): Raden Fatah (8)

Meski dianggap sebagai kerajan Islam pertama di Pulau Jawa, tapi konsep hirarki Kesultanan Demak dan sistem hukum yang diberlakukan di dalamnya, sebenarnya men-copy paste dari apa yang sebelumnya ada di era Majapahit Sebagai kerajaan Islam pertama di tanah Jawa, konsep pemerintahan Kesultanan Demak terkesan baru bila dibanding dengan Majapahit dan Singasari yang becorak Hindu-Buddha. Akan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (12): Raden Fatah (7)

Masjid Agung Demak menjadi momentum lahirnya sistem pemerintahan Islam pertama di Pulau Jawa. Sejak itu, konsep dakwah Islam menjadi lebih terorganisir dan sistematis, sehingga penyebaran Islam lebih progresif dan massif di Pulau Jawa. Masjid Agung Demak dipercaya sebagai bangunan yang pertama dibangun pertama di Kesultanan Demak. Menariknya, masjid ini pula bangunan terakhir yang tersisa dari… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kesultanan Demak (11): Raden Fatah (6)

Secara de facto, Kesultanan Demak berdiri bersamaan dengan diresmikannya Masjid Agung Demak, pada 1401 Saka/1479 Masehi. Pada kesempatan tersebut, Raden Fatah secara resmi memberlakukan hukum Salokantara, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai kitab undang-undang pertama di Nusantara yang mengandung di dalamnya syariat Islam.   Bila merujuk pada catatan sejarah, besar kemungkinan Kesultanan Demak berdiri sebagai… Teruskan Membaca