Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Islam Nusantara

Islam Nusantara

Jejak Islam di Tanah Papua (1)

“Mungkin karena secara sosio-geografis tanah Papua terletak pada daerah peripheral Islam di Nusantara, sehingga studi terhadap Islam di Papua terbilang minim, bahkan terkesan luput dari kajian para sejarawan lokal maupun asing. Akibatnya, jumlah referensi yang bisa dijadikan rujukan untuk memahami topik ini sangat sedikit.” —Ο—   Bila dikatakan saat ini bahwa Islam sudah ada di… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusateraan Jawa-Islam (4)

  Oleh: Khairul Imam “Para guru sufi senantiasa mengingatkan kita untuk shalat daim. Shalat di alam arwah guna mengembalikan kedirian kita setelah diambil sumpah setia untuk bertauhid. Menghadapkan wajah kita kepada Allah swt. lalu bersujud, membaca tasbih, duduk bersimpuh memohon ampunan dan kasih sayang-Nya. Menengok ke kanan dan melihat malaikat, lantas mengusapkan salam sebagai tanda… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Pesantren al-Hidayah: Pusat Deradikalisasi Anak-Anak Mantan Teroris

“Awalnya, kata Ghazali, cukup sulit mengubah paradigma anak-anak para teroris yang menjadi santrinya. Mereka sangat membenci polisi. Namun, seiring berjalannya waktu, sikap itu berubah. Di pesantren inilah mereka diajarkan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin bukan agama yang mengajarkan kebencian dan kekerasan.” —Ο—   Kedudukan pesantren bagi bangsa Indonesia sangat vital. Inilah sistem dasar… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusastraan Jawa-Islam (3)

  Oleh: Khairul Imam   “Tuhan, misteri yang tak dapat diterjang mata telanjang. Namun, Dia begitu hadir dalam kesadaran orang-orang meyakininya. Tak dapat dilihat, diraba, diterka akal manusia. Dia berada dalam lorong gelap yang tak tembus mata, tetapi begitu dekat (inni qarib), bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Sosok paling setia yang tak pernah meninggalkan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusastraan Jawa-Islam (2)

  Oleh: Khairul Imam   “Kesucian cahaya Allah termanifestasi dalam Nur Muhammad. Cahaya di atas cahaya. Cahaya-Nya terpancar melalui cahaya kekasihnya. Karena itulah, bahkan Adam as. pun takjub dan “cemburu”, wujud insaniah Muhammad belum tercipta, sementara namanya telah terukir bersanding dengan Asma Allah Yang Paripurna. Ia menjadi pelengkap syahadat. Tanpa menyebut namanya, persaksian makhluk tak… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wacana Martabat Tujuh dalam Kesusasteraan Jawa-Islam (1)

  Oleh: Khairul Imam   “Ide-ide “langit” ini menjadi begitu membumi. Dikemas dalam bentuk percakapan antara suami-istri, nasihat guru-murid, atau perbincangan antara majikan dan hamba sahaya. Karya-karya tersebut ditulis dalam bentuk Suluk, Serat, Wirid, dan Kitab, dengan ragam metrum yang dapat dilagukan dengan irama khas Jawa.”  —Ο—   Islam masuk ke Nusantara melalui berbagai jalur, mulai… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wayang Dalam Dakwah Islam Di Nusantara (5) : Peran dan Sejarah Sunan Kalijaga (2)

“Sunan Kalijaga mengarang lakon-lakon wayang dan menyelenggarakan pergelaran-pergelaran wayang dengan upah baginya berupa jimat Kalimasada atau ucapan kalimat syahadat” –O–   Suatu hari, saat Sunan Kalijaga berada di hutan, ia melihat seorang kakek tua yang bertongkat. Orang itu adalah Sunan Bonang. Karena tongkat itu dilihat seperti tongkat emas, ia merampas tongkat itu. Katanya, hasil rampokan… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wayang Dalam Dakwah Islam Di Nusantara (4) : Peran dan Sejarah Sunan Kalijaga (1)

“Salah satu wali dalam Walisongo yang aktif berdakwah menggunakan media wayang adalah Sunan Kalijaga, ia mengenalkan Islam kepada penduduk lewat pertunjukan wayang yang sangat digemari oleh masyarakat yang masih menganut kepercayaan lain” –O–   Walisongo menggunakan kesenian wayang untuk membangun kontruksi sosial, yakni membangun masyarakat yang beradab dan berbudaya. Untuk membangun arah yang berbeda dari… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Wayang Dalam Dakwah Islam Di Nusantara (3) : Periode Islam dan Walisongo

“Di masa lalu para ulama dan para wali  melakukan pendekatan akulturasi melalui media dakwah yang telah menjadi warisan budaya leluhur Indonesia, dan wayang pun dijadikan media dakwah oleh Walisongo di Jawa pada zaman kedatangan Islam” —Ο—   Dakwah yang dilakukan para pembawa ajaran Islam yaitu dengan memadukan budaya yang sudah ada dengan memasukkan ajaran-ajaran Islam.… Teruskan Membaca

Islam Nusantara

Kartini dan Tafsir Al Quran Pertama Berbahasa Jawa

“Kartini berkomentar, “Selama ini surat Al Fatihah gelap artinya bagi saya. Saya tidak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini, dia menjadi terang benderang sampai pada makna tersiratnya. Sebab Romo Kiai (Sholeh Darat) telah menerangkannya dalam Bahasa yang saya pahami.” —Ο—   Sejauh ini, kita baru mengenal tafsir Al Quran tertua yang memuat lengkap 30… Teruskan Membaca