Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (3): Berita Tentang Nabi

“Walapun Umayyah bin Khalaf dan teman-temannya membicarakan sesuatu yang buruk tentang Muhammad, namun mereka juga sebenarnya takjub dengan pribadi Muhammad. Mereka berkata bahwa Muhammad tidak pernah berdusta atau menjadi tukang sihir. Tidak pula sinting atau berubah akal.” –O– Bilal bin Rabah adalah seorang budak kulit hitam, dan hampir pasti orang tuanya pun budak juga. Dia… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (2): Perbudakan dari Masa ke Masa

“Secara umum fenomena perbudakan pada masa Islam terjadi bukan atas justifikasi dari Islam, tetapi kelanjutan dari fenomena yang terjadi jauh sebelum Islam. Rasulullah dan para sahabat pada era-era setelahnya selalu memerdekakan budak.” –O– Pada artikel sebelumnya telah dibahas, bahwa perbudakan sudah terjadi jauh hari sebelum zaman Islam. Mulai dari masa Sumeria kuno, Babilonia (masa Hammurabi),… Teruskan Membaca

Tokoh

Profil Emas KH. Wahid Hasyim (2)

“Wahid Hasyim lahir pada awal terbitnya masa keemasan Pesantren Tebuireng. Beliau tumbuh dan menjadi permata bagi keluarga pondok ini. Inilah semesta masa kecilnya. Ratusan kitab ilmu ditambah seorang ayah sekaligus guru yang dijuliki ”Hadratusy Syeikh” (Tuan Guru Besar) oleh para ulama – menjadikan semesta masa kecil ini demikian gemerlap dan luas.” —Ο—   Latar Belakang… Teruskan Membaca

Tokoh

Kisah Bilal bin Rabah (1): Budak yang Menjadi Muaddzin

“Sebelum datangnya Islam, orang-orang Arab sangat membanggakan asal-usul keturunannya, dan di masa itu perbudakan masih merajalela. Situasi sosial seperti itu, tentunya sangat merugikan bagi seorang budak yang asal-usulnya tidak jelas, dia tidak termasuk dalam Bani (kaum/keluarga besar) mana pun. Namun apa yang terjadi pada dunia perbudakan di Arab pada saat itu sesungguhnya hanyalah salah satu… Teruskan Membaca

Tokoh

Profil Emas KH. Wahid Hasyim (1)

“KH. Wahid Hasyim dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tapi di atas semua itu, sosok beliau adalah potret ideal seorang anak, ayah, pemimpin, ulama dan hamba Allah yang layak untuk diteladani oleh setiap generasi bangsa ini.” —Ο—   Hari itu, jumat tanggal 1 juni 1914, kesepuhan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, sedang dilanda… Teruskan Membaca

Tokoh

Rabi’ah Al-Adawiyah Ibu para Sufi (5): Jejak Cinta Rabi’ah

“Ajaran tasawwuf yang dibawa Rabi’ah itu dikenal dengan istilah al-Mahabbah. Paham ini merupakan kelanjutan dari tingkat kehidupan zuhud yang dikembangkan oleh Hassan al-Basri, yaitu takut dan pengharapan dinaikkan oleh Rabi’ah menjadi zuhud karena cinta. Cinta yang suci murni itu lebih tinggi dari pada takut dan pengharapan.“[1] —Ο—   Kata Mahabbah itu sendiri berasal dari kata… Teruskan Membaca

Tokoh

Abdul Muthalib (7); Wafatnya Benteng Utama Sang Nabi

“Sejak lahir hingga meningga dunia, sosok Abdul Muthalib sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari urutan narasi agung kenabian Muhammad SAW. Seringkas apapun sejarah Nabi Muhammad SAW dituliskan, nyaris tidak mungkin melewatkan nama Abdul Muthalib di dalamnya.” —Ο—   Setelah beberapa waktu, tak jua ada keluarga yang menawarkan diri untuk menyusui cucu Abdul Muthalib. Padahal… Teruskan Membaca

Tokoh

Rabi’ah Al-Adawiyah Ibu para Sufi (4) : Kembali Kepada Cinta Sejatinya, Tuhan

“Saat ajalnya tiba, Rabi’ah menolak didampingi oleh siapapun, sekalipun orang-orang yang ingin mendampinginya adalah orang-orang yang sangat  soleh” –O–   Rabi’ah hidup seperti manusia lainnya, menjalani hidup hingga usia lanjut. Pada saat sakit, Rabi’ah mendapat kunjungan dari tiga orang sahabatnya, yaitu Hassan al-Basri, Malik bin Dinar dan Syaqiq al-Baikhi. Mereka membahas tentang ketulusan dan kejujuran.… Teruskan Membaca

Tokoh

Abdul Muthalib (6); Lahirnya Cahaya yang Dinantikan

“Pada satu malam Abdul Muthalib bermimpi bertemu kembali dengan suara yang dulu pernah memerintahkannya untuk menggali Sumur Zamzam. Suara itu membisikan padanya bahwa nama cucunya berasa dari al-Ham, yang berarti Muhammad atau Ahmad.” —Ο—   Setelah diyakini situasi sudah aman, masyarakat Mekkah berbondong-bondong kembali ke rumah mereka dengan suka cita. Beberapa penduduk yang penasaran tentang… Teruskan Membaca

Tokoh

Abdul Muthalib (5); Menghadapi Abrahah

“Abdul Muthalib berkata: “Kami tidak ingin memeranginya karena kami tidak memiliki kekuatan. Ka’bah adalah rumah Allah SWT yang mulia dan suci, dan rumah kekasih-Nya Ibrahim. Jika Ia mencegahnya, maka itu adalah rumah-Nya dan tempat suci-Nya, namun jika Ia membiarkannya, maka demi Allah kami tidak memiliki kekuatan untuk mempertahankannya.” —Ο—   Berita meninggalnya Abdullah di Madinah… Teruskan Membaca