Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh

Tokoh

Al-Jahiz (2): Masa Kecil

Abu Utsman adalah anak yang miskin namun rajin dan cerdas. Dia memiliki mata yang melotot keluar dan menakutkan, sampai-sampai dijuluki “Si Mata Melotot”, atau dalam bahasa setempat “Jahiz”. Dialah yang kelak dikenal sebagai al-Jahiz. Penulis yang lebih terkenal dengan nama al-Jahiz ini sebenarnya memiliki nama asli Abu Utsman Amr bin Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri. “Al-Jahiz”… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (1): Sastrawan Terbesar dari Dunia Arab

Al-Jahiz berangkat dari latar belakang kehidupan yang sederhana dan kemudian dia bangkit menjadi bintang besar dunia sastra pada masanya. Karya-karyanya yang terselamatkan masih banyak dibaca secara luas sampai sekarang. Artikel ini akan mengulas tentang kehidupan dan karya-karya dari penulis pada zaman keemasan Islam, dia adalah al-Jahiz. Al-Jahiz berangkat dari latar belakang kehidupan yang sederhana dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (5): Operasi Pengangkatan Paru-Paru

Saat Husein dioperasi, tiba-tiba listrik padam. Para perawat dalam bahasa Belanda menyatakan bahwa kemungkinan besar dia takkan terselamatkan. Dalam perjalanan pulang dari Penang Malaysia ke kampung halamannya di Surabaya, Husein al-Habsyi pergi bersama istri dan putrinya, Khadijah, yang baru bisa jalan merangkak. Husein dan istrinya mesti rela meninggalkan anak sulung mereka yang wafat akibat trauma… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (4): Mengembara ke Malaysia, Menikah, dan Pecahnya Perang Dunia II

Tentara Jepang mengebom Malaysia. Akibat trauma perang yang terjadi kala itu, putra sulung Husein, Muhammad, meninggal dunia sebelum berusia 2 tahun. Setelah lulus dari Madrasah al-Khairiyah dengan usia yang masih sangat muda, Husein al-Habsyi bersama kakaknya, Ali al-Habsyi, diminta untuk mengajar di almamaternya tersebut. Ini adalah sebuah prestasi yang jarang ditemukan pada anak-anak semuda itu,… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (2): Masa Kecil (2)

Masa kebersamaan Husein kecil bersama ayahnya hanya berlangsung sekitar enam bulan dari sejak dia dilahirkan. Sebab tak berapa lama setelah menetap di Jawa Barat, ayahnya wafat dan dikuburkan di Garut. Menjadi Anak Yatim Pada awal artikel telah disebutkan bahwa Husein al-Habsyi adalah keturunan Arab asal Hadhramaut, Yaman Selatan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh sejarawan J.M.… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (1): Masa Kecil (1)

Husein al-Habsyi dikenal sebagai sosok yang selalu mendorong persatuan umat Islam dan toleransi lintas mazhab. Bagi Husein, Muslim harus berpikir bebas, sehingga tak mudah dikotak-kotakkan oleh paham dan aliran yang berpandangan sempit. Pada hari Jumat 14 Januari 1994 ribuan pentakziah larut dalam duka dan dengan khusyuk turut mengiringi jenazah seorang tokoh ke Masjid Jami Bangil… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (22): Karamah Hamzah setelah Wafatnya

Ketika Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah, dia hendak membongkar kuburan Hamzah. Ketika pacul mengenai ujung kaki Hamzah, ia mengeluarkan darah, seolah dia baru saja wafat saat itu. Keberanian Hamzah bin Abdul Muthalib tercatat dalam lembaran emas sejarah Perang Islam. Paman Nabi ini adalah salah seorang Arab yang paling pemberani dan perwira Islam yang termasyhur.… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (21): Kesaksian Pembunuh Hamzah (2)

Pada hari-hari terakhir kehidupan Wahsyi, dia dibenci kaum Muslim. Dia menjadi pemabuk dan namanya dihapus dari daftar tentara. Umar bin Khattab biasa mengatakan, “Pembunuh Hamzah tak pantas diberi ampun di dunia dan akhirat.” Sekarang mari kita lanjutkan riwayat yang kedua, yang menyatakan bahwa Wahsyi bin Harb masuk Islam atas undangan Rasulullah saw. Abdullah bin Abbas… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (20): Kesaksian Pembunuh Hamzah (1)

(Dengan tubuh kekar yang tertutup debu) dia tampak seperti unta coklat, menghantam orang-orang dengan pedangnya dengan sangat keras sehingga tidak ada yang bisa bertahan di hadapannya. Ada dua riwayat yang mengisahkan bagaimana Wahsyi bin Harb, pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, pada akhirnya memeluk Islam. Riwayat yang pertama menggambarkan bahwa Wahsyi masuk Islam atas dasar keterpaksaan,… Teruskan Membaca