Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (5): Dipenjarakan

Di dalam penjara, Ayuba menjadi terkenal karena memiliki kemampuan menulis dalam bahasa Arab dan berasal dari garis keturunan bangsawan Afrika. Berita ini menyebar hingga keluar, hingga menarik perhatian seorang pengacara. “Allah. Muhammad,” hanya inilah kata-kata yang diucapkan oleh Ayuba Suleiman Diallo ketika dia berada di dalam penahanan oleh keamanan setempat di Kent County, Pennsylvania, tidak… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (4): “Allah. Muhammad.”

“Allah. Muhammad,” hanya dengan mengulang kata-kata inilah Ayuba menjawab pertanyaan ketika ditangkap setelah melarikan diri di Amerika. Ayuba melarikan diri dari perbudakan karena ketika sedang salat dia diejek dan wajahnya dilempari kotoran. Setelah Ayuba Suleiman Diallo dan penerjemahnya, Loumein Yoas, ditangkap dan digunduli oleh orang-orang suku Mandingo, membuat seolah-olah mereka adalah tawanan perang, mereka dijual… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (3): Perbudakan dan Hukum Islam di Afrika

Budak diperlakukan dengan sangat baik, makan dengan tuan mereka, bekerja bersama mereka, dan begitu juga cara berpakaian…. sehingga tidak mungkin untuk membedakan mereka (para budak) dengan orang-orang yang merdeka. Pada artikel sebelumnya, telah disebutkan bahwa Ayuba Suleiman Diallo ditangkap untuk dijadikan budak, justru setelah dia sendiri menjual dua orang budak. Sekilas, kisah ini tampak seperti… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (2): Hafiz Alquran

Pada usia 15, Ayuba telah hafal seluruh isi Alquran dan menguasai fikih mazhab Maliki. Suatu waktu, dalam misi perjalanan dagang, Ayuba ditangkap dan dijual sebagai budak. Orang terhormat ini direndahkan. Di Afrika Barat, terdapat sebuah suku Muslim terbesar yang bernama Fulani, mereka juga kadang disebut sebagai suku Peul atau Fulbe. Orang-orang ini, tersebar di banyak… Teruskan Membaca

Tokoh

Ayuba Suleiman Diallo (1): Bangsawan Afrika yang Menjadi Budak di Amerika

Tahun 1730, Ayuba yang seorang bangsawan ditangkap, digunduli, dan dijual sebagai budak ke Amerika. Hidupnya berubah total. Di Amerika, ketika sedang salat dia diganggu bocah kulit putih, dan dilempari kotoran berkali-kali. Ayuba Suleiman Diallo adalah seorang bangsawan Muslim asli asal Afrika Barat. Dia berkulit hitam. Namun pada tahun 1730 atau 1731, nasib Ayuba yang waktu… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (16): Pulang

Pelayan itu membicarakan Khosraw dalam bahasa Arab, yang kini berpenampilan terhormat, menyangka dia tidak akan mengerti. Khosraw berkata, “Engkau benar sekali. Kami adalah orang-orang yang memiliki karung-karung tua yang diikat ke punggung kami.” Sekarang, karena kami berutang kepada pengemudi unta sebanyak tiga puluh dinar, kami tidak memiliki jalan lain kecuali meminta pertolongan wazirnya Raja Ahwaz,… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (15): Basra

Ketika Naser-e Khosraw tiba di Basra, karena perjalanan yang begitu berat, orang berilmu ini hampir telanjang dengan rambut panjang tidak terurus. Orang-orang meneriakinya sebagai orang gila, melempari batu, dan mengejarnya, sehingga dia mesti bersembunyi. Kota ini (Basra, sekarang berada di Irak-pen) memiliki tembok yang besar, kecuali pada bagian yang menghadap air, di mana tidak ada… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (14): Lahsa (2)

Abu Said berkata kepada para putranya, “Ketika aku datang kembali kepada kalian, kalian tidak akan mengenaliku. Tandanya adalah kalian menebas leherku dengan pedangku. Jika itu aku, aku akan segera hidup kembali.” Tidak ada masjid untuk salat Jumat di Lahsa, dan khutbah dan salat berjamaah tidak diadakan. Seorang pria Persia, bernama Ali bin Ahmad, yang mana… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (13): Lahsa (1)

Penguasa kota ini adalah seorang sharif. Mereka tidak salat maupun berpuasa, tetapi mereka percaya kepada Muhammad dan misinya. Orang-orang ini pernah mengambil Hajar Aswad dan membawanya ke tanah mereka. Untuk mencapai kota Lahsa dari arah mana pun, engkau harus melintasi hamparan padang pasir yang luas. Kota Muslim terdekat ke Lahsa yang memiliki penguasa adalah Basra,… Teruskan Membaca

Tokoh

Naser-e Khosraw (12): Falaj, Kota Para Bandit

Mereka mengaku sebagai al-Raqim yang disebutkan di dalam Alquran. Mereka adalah orang-orang yang lapar, telanjang, dan jahil. Setiap orang membawa pedang. Mereka menghabiskan sepanjang hari untuk berkelahi dan membunuh satu sama lain. Setelah menjalani banyak kesulitan dan mengalami ketidaknyamanan yang luar biasa, pada…. (6 Juli) kami tiba di Falaj, yang berjarak 180 parasang[1] (sekitar 1.000… Teruskan Membaca