Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh

Tokoh

Ammar bin Yasir (25): Perang Shiffin (3): Nubuat Hudzaifah bin al-Yaman

Habbah bin Juwain bertanya, “Sampaikan kepada kami hadis, karena kami khawatir akan datangnya masa kekacauan.” Hudzaifah menjawab, “Berpeganglah pada kelompok yang di dalamnya ada Ibnu Sumayyah (Ammar bin Yasir), karena aku pernah mendengar Nabi bersabda….” Serial tentang kisah hidup Ammar bin Yasir RA sudah hampir masuk kepada fase final di dalam hidupnya. Sengaja penulis mengisahkan… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (10): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Ummu Salamah berkata, “Demi Allah, kami tetap berada dalam keadaan yang aman hingga muncul seorang dari Habasyah yang berusaha menjatuhkan Negus dari kursi kerajaan. Demi Allah, kami belum pernah melihat diri kami sedih seperti kesedihan saat itu. Kami khawatir orang tersebut bisa menjatuhkan Negus, akibatnya tampillah orang yang tidak mengetahui hak kami, sebagaimana Negus mengetahui… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (24): Perang Shiffin (2)

Ammar mendekati Ali dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin! Ini adalah harinya (yang mana Rasulullah mengatakan bahwa aku akan syahid. Lalu kenapa aku masih tetap hidup)?” Ali menjawab, “Janganlah mengkhawatirkan tentang hal itu.” Mengenai jalannya Perang Shiffin, al-Qasim, orang kepercayaan Yazid bin Muawiyah, sebagaimana dikutip dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk karya al-Tabari, meriwayatkan: Muawiyah mengirim Dhu… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (23): Perang Shiffin (1)

Dalam perjalanan menuju ke Shiffin, Ammar berkata, “Ya Allah! Aku berperang hanya demi ridha-Mu dan aku yakin bahwa Engkau tidak akan pernah membuatku gagal selama aku melakukan hal-hal yang diridhai-Mu.” Usianya waktu itu sudah 93 tahun. Demikianlah, setelah kedua belah pihak tidak mencapai sepakat dalam perundingan, baik melalui surat menyurat maupun pengiriman utusan, akhirnya peperangan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (22): Antara Ali dan Muawiyah

Muawiyah mendapatkan dukungan dari sahabat yang lebih sedikit ketimbang Ali. Membandingkan kedua figur ini dapat menjelaskan alasannya. Dan inilah langkah-langkah Muawiyah untuk mengantisipasinya. Dalam hal meraih dukungan dari para sahabat Nabi, Muawiyah bin Abu Sufyan RA tampaknya kurang berhasil. Jumlah para sahabat yang mendukungnya jauh di bawah para sahabat yang bergabung dengan Khalifah Ali bin… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (21): Berebut Dukungan para Sahabat

Beberapa sahabat tidak mendukung Khalifah Ali dalam Perang Jamal dengan alasan netral. Muawiyah mengirim utusannya kepada orang-orang ini. Utusan berkata, “Sesungguhnya tuan-tuan lebih berhak menduduki jabatan khalifah ketimbang Ali.” Untuk kesekian kalinya, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA tetap mengusahakan perdamaian dengan Muawiyah bin Abu Sufyan RA, meskipun kini Ali tahu bahwa motif sebenarnya dari… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (20): Muawiyah yang Ingin Menjadi Khalifah

Ali berkata, “Tidak ada suatu pun yang aku khawatirkan, kecuali penentangan Muawiyah, seorang yang tidak termasuk golongan pertama yang masuk Islam dan bukan pula yang membenarkan risalah Muhammad pada masa-masa awalnya.” Apa sebenarnya motivasi Muawiyah bin Abu Sufyan RA melakukan penentangan terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib RA? Beberapa sejarawan kenamaan kontemporer dari Barat seperti… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (19): Pergolakkan di Syam

Gubernur Syam, Muawiyah bin Abu Sufyan, melakukan pawai keliling negeri sambil mengarak jubah Utsman yang bernoda darah sebagai bendera. Di sana dia membangun opini bahwa Ali lah penggerak pemberontakan terhadap Ustman dan kini dia menjadi pelindung bagi para pembunuh Utsman. Belum juga pulih luka-luka umat Islam setelah terjadinya perseteruan antara Khalifah Ali bin Abi Thalib… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (18): Perang Jamal (7): Epilog

Aisyah berkata, “Demi Allah! Tidak pernah ada (masalah) apa pun di masa lalu antara aku dan Ali selain dari apa yang biasanya terjadi antara seorang wanita dan menantunya. Menurut pendapatku dia telah menunjukkan dirinya sebagai salah satu orang yang terbaik, terlepas dari kritikku.” Ketika Perang Jamal usai, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA berdiri di… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (17): Perang Jamal (6)

Ibnu Yathribi, demi melindungi unta Aisyah, membunuh lawan-lawannya dengan gagah perkasa. Dia menantang akan menusukkan tombak ke mulut Ali. Ammar bin Yasir yang sudah sangat tua (90-an), maju untuk melawannya. Pertempuran masih berlangsung dengan sengit. Khalifah Ali bin Abi Thalib RA melihat bahwa pihak lawannya menjadikan Aisyah RA dengan unta yang dikendarainya sebagai simbol dari… Teruskan Membaca