Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (4): Mengembara ke Malaysia, Menikah, dan Pecahnya Perang Dunia II

Tentara Jepang mengebom Malaysia. Akibat trauma perang yang terjadi kala itu, putra sulung Husein, Muhammad, meninggal dunia sebelum berusia 2 tahun. Setelah lulus dari Madrasah al-Khairiyah dengan usia yang masih sangat muda, Husein al-Habsyi bersama kakaknya, Ali al-Habsyi, diminta untuk mengajar di almamaternya tersebut. Ini adalah sebuah prestasi yang jarang ditemukan pada anak-anak semuda itu,… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (2): Masa Kecil (2)

Masa kebersamaan Husein kecil bersama ayahnya hanya berlangsung sekitar enam bulan dari sejak dia dilahirkan. Sebab tak berapa lama setelah menetap di Jawa Barat, ayahnya wafat dan dikuburkan di Garut. Menjadi Anak Yatim Pada awal artikel telah disebutkan bahwa Husein al-Habsyi adalah keturunan Arab asal Hadhramaut, Yaman Selatan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh sejarawan J.M.… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (1): Masa Kecil (1)

Husein al-Habsyi dikenal sebagai sosok yang selalu mendorong persatuan umat Islam dan toleransi lintas mazhab. Bagi Husein, Muslim harus berpikir bebas, sehingga tak mudah dikotak-kotakkan oleh paham dan aliran yang berpandangan sempit. Pada hari Jumat 14 Januari 1994 ribuan pentakziah larut dalam duka dan dengan khusyuk turut mengiringi jenazah seorang tokoh ke Masjid Jami Bangil… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (22): Karamah Hamzah setelah Wafatnya

Ketika Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah, dia hendak membongkar kuburan Hamzah. Ketika pacul mengenai ujung kaki Hamzah, ia mengeluarkan darah, seolah dia baru saja wafat saat itu. Keberanian Hamzah bin Abdul Muthalib tercatat dalam lembaran emas sejarah Perang Islam. Paman Nabi ini adalah salah seorang Arab yang paling pemberani dan perwira Islam yang termasyhur.… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (21): Kesaksian Pembunuh Hamzah (2)

Pada hari-hari terakhir kehidupan Wahsyi, dia dibenci kaum Muslim. Dia menjadi pemabuk dan namanya dihapus dari daftar tentara. Umar bin Khattab biasa mengatakan, “Pembunuh Hamzah tak pantas diberi ampun di dunia dan akhirat.” Sekarang mari kita lanjutkan riwayat yang kedua, yang menyatakan bahwa Wahsyi bin Harb masuk Islam atas undangan Rasulullah saw. Abdullah bin Abbas… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (20): Kesaksian Pembunuh Hamzah (1)

(Dengan tubuh kekar yang tertutup debu) dia tampak seperti unta coklat, menghantam orang-orang dengan pedangnya dengan sangat keras sehingga tidak ada yang bisa bertahan di hadapannya. Ada dua riwayat yang mengisahkan bagaimana Wahsyi bin Harb, pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, pada akhirnya memeluk Islam. Riwayat yang pertama menggambarkan bahwa Wahsyi masuk Islam atas dasar keterpaksaan,… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (19): Syair dari Para Sahabat

Hassan bin Tsabit menggubah syair untuk Hamzah: “Seorang warga Hasyim mencapai yang cemerlang / Tampil ke medan laga membela kebenaran / Gugur sebagai syahid di medan pertempuran / Di tangan Wahsyi pembunuh bayaran.” Setelah wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib, para sahabat kemudian berlomba-lomba menggubah syair untuk mengenang jasa-jasanya. Berkatalah Hassan bin Tsabit, penyair ternama pada… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (18): Di Dalam Perut Burung Hijau

Rasulullah bersabda, “Allah menjadikan ruh-ruh mereka di dalam perut burung hijau yang mendatangi sunga-sungai di surga, memakan buah-buahannya dan bertengger di lentera-lentera dari emas yang tergantung di bawah naungan ‘Arsy.” Setelah wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib, Rasulullah saw bersabda, “Hamzah adalah sayyid (pemimpin) para syuhada di hari Kiamat.”[1] Menurut Syaikh Mahmud al-Mishri, hadis ini bahkan… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (17): Shafiyyah binti Abdul Muthalib

Shafiyyah datang ke Uhud mencari Hamzah. Ali berkata kepada Zubair, “Katakan pada ibumu (bahwa kakaknya telah terbunuh).” Zubair menjawab, “Tidak, engkau saja yang ke sana dan katakan kepada bibimu.” Ada banyak versi yang meriwayatkan tentang bagaimana adik perempuan Hamzah bin Abdul Muthalib, Shafiyyah binti Abdul Muthalib, mencari-cari kakaknya di medan Perang Uhud. Beberapa menyebutkan bahwa… Teruskan Membaca