Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh - page 2

Tokoh

Ammar bin Yasir (18): Perang Jamal (7): Epilog

Aisyah berkata, “Demi Allah! Tidak pernah ada (masalah) apa pun di masa lalu antara aku dan Ali selain dari apa yang biasanya terjadi antara seorang wanita dan menantunya. Menurut pendapatku dia telah menunjukkan dirinya sebagai salah satu orang yang terbaik, terlepas dari kritikku.” Ketika Perang Jamal usai, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA berdiri di… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (17): Perang Jamal (6)

Ibnu Yathribi, demi melindungi unta Aisyah, membunuh lawan-lawannya dengan gagah perkasa. Dia menantang akan menusukkan tombak ke mulut Ali. Ammar bin Yasir yang sudah sangat tua (90-an), maju untuk melawannya. Pertempuran masih berlangsung dengan sengit. Khalifah Ali bin Abi Thalib RA melihat bahwa pihak lawannya menjadikan Aisyah RA dengan unta yang dikendarainya sebagai simbol dari… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (16): Perang Jamal (5)

Ketika Ali berbicara dengan Talhah dan al-Zubair, dia mengucapkan sesuatu yang pernah diucapkan Rasulullah. Mendengarnya, al-Zubair membuang pedangnya sambil menangis. Mereka mundur dari pertempuran. Ada banyak riwayat yang merekam dialog antara Khalifah Ali bin Abi Thalib RA dengan Talhah RA dan al-Zubair RA pada saat Perang Jamal. Ada yang mengatakan dialognya terjadi sebelum pertempuran pecah,… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (15): Perang Jamal (4)

Seorang pemuda Kufah atas perintah Khalifah Ali membawa Alquran dan menyeru  pasukan Aisyah untuk kembali kepada isi Alquran. Tetapi mereka menebas tangan kanannya. Dia pakai tangan kirinya, ditebas juga. Lalu dia dekap di dadanya. Dia dibunuh. Ali berkata, “Memerangi mereka sekarang dibenarkan.” Di Basrah pada malam itu, dua pasukan besar Khalifah Ali bin Abi Thalib… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (6): NU Kembali ke Khiththah 1926 dan Wafatnya Sang Pembaharu

Kembali ke khittah 1926, NU artinya menekuni kembali bidang garapan pendidikan, dakwah, dan sosial, yang sebelumnya kurang terurus. Selain itu, meninggalkan politik praktis. Pada akhirnya, gagasan kembali ke khittah 1926 memuncak pada saat diselenggarakannya Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama kedua di Situbondo. Dalam hal ini, Kyai Ali menampakkan keberhasilannya dalam memimpin Nahdlatul Ulama (NU) secara… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (14): Perang Jamal (3)

Utusan Khalifah Ali berkata kepada Aisyah, Talhah, dan al-Zubair, “Tuan-tuan terlalu banyak membunuh. Jumlah orang yang tuan-tuan bunuh sudah mencapai 600 orang, sehingga hal ini menimbulkan kemarahan 6.000 orang-orang.” Ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib RA mendengar kabar bahwa Basrah telah diserang oleh Aisyah RA, Talhah RA, dan al-Zubair RA, dia dan rombongannya segera bergegas… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (13): Perang Jamal (2): Sikap Ammar

Mendengar tentang pembunuhan terhadap Khalifah Utsman, Aisyah berkata, “Demi Allah! Utsman telah dibunuh dengan tidak adil, dan aku akan membalas atas darahnya!” Lalu apakah yang mendorong Aisyah RA untuk menggalang pasukan di Makkah lalu menuju ke Basrah, Irak? Al-Tabari dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk menuturkannya dalam sebuah riwayat. Diriwayatkan dari Ali bin Ahmad bin al-Hasan… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (5): Menjadi Rais Am PBNU

Di tengah perpecahan yang terjadi di tubuh NU, Kyai Ali diminta oleh para kyai untuk memimpin. Namun dia berusaha keras untuk menolak jabatan itu, dan mengatakan tidak bersedia dipilih. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Sejak awal kedatangannya di Krapyak, Kyai Ali… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (4): Tahun Kesedihan dan Tugas Berat Memimpin Krapyak

Tanah air sedang kacau akibat penjajahan Jepang. Begitu sampai di pesantren Krapyak, Ali Maksum tercengang melihat kondisi yang begitu memprihatinkan. Kondisi antara hidup dan mati. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Sekembalinya Ali dari Makkah, tahun 1941, kondisi tanah air sedang kacau… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (3): Pulang Kampung dan Menikah

Setelah delapan tahun menimba ilmu di Tremas, Ali pulang kampung ke Lasem. Tiga tahun setelahnya dia menikah. Namun, baru saja beberapa hari menikah, dia mendapat tawaran untuk ke Makkah. Oleh Khoirul Imam | Staf Pengajar Institut Ilmu Al-Quran (IIQ) An Nur Yogyakarta dan Pengasuh PPTQ Ibnu Sina Yogyakarta Sejak muda Ali dikenal sebagai sosok yang… Teruskan Membaca