Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh - page 4

Tokoh

Ammar bin Yasir (22): Antara Ali dan Muawiyah

Muawiyah mendapatkan dukungan dari sahabat yang lebih sedikit ketimbang Ali. Membandingkan kedua figur ini dapat menjelaskan alasannya. Dan inilah langkah-langkah Muawiyah untuk mengantisipasinya. Dalam hal meraih dukungan dari para sahabat Nabi, Muawiyah bin Abu Sufyan RA tampaknya kurang berhasil. Jumlah para sahabat yang mendukungnya jauh di bawah para sahabat yang bergabung dengan Khalifah Ali bin… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (21): Berebut Dukungan para Sahabat

Beberapa sahabat tidak mendukung Khalifah Ali dalam Perang Jamal dengan alasan netral. Muawiyah mengirim utusannya kepada orang-orang ini. Utusan berkata, “Sesungguhnya tuan-tuan lebih berhak menduduki jabatan khalifah ketimbang Ali.” Untuk kesekian kalinya, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA tetap mengusahakan perdamaian dengan Muawiyah bin Abu Sufyan RA, meskipun kini Ali tahu bahwa motif sebenarnya dari… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (20): Muawiyah yang Ingin Menjadi Khalifah

Ali berkata, “Tidak ada suatu pun yang aku khawatirkan, kecuali penentangan Muawiyah, seorang yang tidak termasuk golongan pertama yang masuk Islam dan bukan pula yang membenarkan risalah Muhammad pada masa-masa awalnya.” Apa sebenarnya motivasi Muawiyah bin Abu Sufyan RA melakukan penentangan terhadap Khalifah Ali bin Abi Thalib RA? Beberapa sejarawan kenamaan kontemporer dari Barat seperti… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (19): Pergolakkan di Syam

Gubernur Syam, Muawiyah bin Abu Sufyan, melakukan pawai keliling negeri sambil mengarak jubah Utsman yang bernoda darah sebagai bendera. Di sana dia membangun opini bahwa Ali lah penggerak pemberontakan terhadap Ustman dan kini dia menjadi pelindung bagi para pembunuh Utsman. Belum juga pulih luka-luka umat Islam setelah terjadinya perseteruan antara Khalifah Ali bin Abi Thalib… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (18): Perang Jamal (7): Epilog

Aisyah berkata, “Demi Allah! Tidak pernah ada (masalah) apa pun di masa lalu antara aku dan Ali selain dari apa yang biasanya terjadi antara seorang wanita dan menantunya. Menurut pendapatku dia telah menunjukkan dirinya sebagai salah satu orang yang terbaik, terlepas dari kritikku.” Ketika Perang Jamal usai, Khalifah Ali bin Abi Thalib RA berdiri di… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (17): Perang Jamal (6)

Ibnu Yathribi, demi melindungi unta Aisyah, membunuh lawan-lawannya dengan gagah perkasa. Dia menantang akan menusukkan tombak ke mulut Ali. Ammar bin Yasir yang sudah sangat tua (90-an), maju untuk melawannya. Pertempuran masih berlangsung dengan sengit. Khalifah Ali bin Abi Thalib RA melihat bahwa pihak lawannya menjadikan Aisyah RA dengan unta yang dikendarainya sebagai simbol dari… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (16): Perang Jamal (5)

Ketika Ali berbicara dengan Talhah dan al-Zubair, dia mengucapkan sesuatu yang pernah diucapkan Rasulullah. Mendengarnya, al-Zubair membuang pedangnya sambil menangis. Mereka mundur dari pertempuran. Ada banyak riwayat yang merekam dialog antara Khalifah Ali bin Abi Thalib RA dengan Talhah RA dan al-Zubair RA pada saat Perang Jamal. Ada yang mengatakan dialognya terjadi sebelum pertempuran pecah,… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (15): Perang Jamal (4)

Seorang pemuda Kufah atas perintah Khalifah Ali membawa Alquran dan menyeru  pasukan Aisyah untuk kembali kepada isi Alquran. Tetapi mereka menebas tangan kanannya. Dia pakai tangan kirinya, ditebas juga. Lalu dia dekap di dadanya. Dia dibunuh. Ali berkata, “Memerangi mereka sekarang dibenarkan.” Di Basrah pada malam itu, dua pasukan besar Khalifah Ali bin Abi Thalib… Teruskan Membaca

Tokoh

Kyai Haji Ali Maksum (6): NU Kembali ke Khiththah 1926 dan Wafatnya Sang Pembaharu

Kembali ke khittah 1926, NU artinya menekuni kembali bidang garapan pendidikan, dakwah, dan sosial, yang sebelumnya kurang terurus. Selain itu, meninggalkan politik praktis. Pada akhirnya, gagasan kembali ke khittah 1926 memuncak pada saat diselenggarakannya Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama kedua di Situbondo. Dalam hal ini, Kyai Ali menampakkan keberhasilannya dalam memimpin Nahdlatul Ulama (NU) secara… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (14): Perang Jamal (3)

Utusan Khalifah Ali berkata kepada Aisyah, Talhah, dan al-Zubair, “Tuan-tuan terlalu banyak membunuh. Jumlah orang yang tuan-tuan bunuh sudah mencapai 600 orang, sehingga hal ini menimbulkan kemarahan 6.000 orang-orang.” Ketika Khalifah Ali bin Abi Thalib RA mendengar kabar bahwa Basrah telah diserang oleh Aisyah RA, Talhah RA, dan al-Zubair RA, dia dan rombongannya segera bergegas… Teruskan Membaca