Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh - page 3

Tokoh

Nurcholish Madjid (3): Pembaharu Pemikiran Islam (3)

Meluasnya resonansi gagasan pembaharuan Islam Cak Nur sejak awal Orde Baru didukung oleh jiwa zaman (zeitgeist) yang menuntut pemikiran baru bagi tatanan keindonesiaan dan keislaman di era Orde Baru. Bukan hanya faktor otoritas intelektual penggagas dan reaksi banyak pihak. Tetapi jiwa zaman (zeitgeist) pun turut membesarkan dan meluaskan gaung gagasan pembaharuan pemikiran Islam dari Nurchoslish… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (2): Pembaharu Pemikiran Islam (2)

Cak Nur menguasai bahasa Indonesia, bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Perancis, dan bahasa Persia, maka tak heran dia mampu membaca dan menyerap berbagai karya intelektual baik dari Timur maupun Barat. Selain kualitas intelektual pribadi Nurcholish Madjid – akrab disapa Cak Nur – yang dianggap otoritatif dalam menyuarakan pembaharuan pemikiran Islam, paling tidak ada enam pihak… Teruskan Membaca

Tokoh

Nurcholish Madjid (1): Pembaharu Pemikiran Islam (1)

Menurut Cak Nur, pembaharuan pemikiran Islam bisa berefek friksi di kalangan umat Islam, tetapi hal itu lebih baik, jika umat mendambakan dinamisasi di masa depan. Nurcholisdh Madjid – akrab disapa Cak Nur – adalah pengusung gerakan pembaharuan pemikiran – umat – Islam. Gerakannya melesut dan menggelinding semenjak awal Orde Baru, ketika usianya masih muda dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Perjalanan Intelektual Imam Muslim, Saudagar Kain yang Ahli Hadis (1)

Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Demikian Muslim bin Alhajjaj tumbuh di bawah naungan keilmuan sang ayah. Ketekunannya dalam belajar sejak belia menjadikan Muslim kelak sebagai salah satu pilar ilmu hadis. Nama lengkapnya Muslim bin Alhajjaj bin Muslim bin Wardi bin Kushadh Alqushayri[1] Annaysaburi. Dia bernasab Alqushayri, beretnis Arab, lahir dan bertempat tinggal di Naysabur.[2]… Teruskan Membaca

Tokoh

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari, Murid dari Seribu Guru (2)

Sebab buah dikenal pohonnya, Imam Bukhari dikenal lantaran karya-karyanya. Satu di antaranya Sahih Bukhari, kitab yang ditulis usai melewati pengalaman mengecewakan. Syahdan, Imam Bukhari menyaksikan kitab-kitab mencampuradukkan antara hadis berkualitas sahih dan lemah. Ia merekam kesaksiannya itu saat bekelana ke berbagai negeri seantero Jazirah Arab. Walhasil, intelektual asal Bukhara ini tidak puas dengan karya-karya pendahulunya.… Teruskan Membaca

Tokoh

Perjalanan Intelektual Imam Bukhari, Murid dari Seribu Guru (1)

Imam Bukhari berkelana ke berbagai negeri sejak belia demi menuntut ilmu hadis. Pada usia 16 tahun, Bukhari telah menghafal sejumlah kitab karya ulama ternama. Di bawah terang purnama, ia kemudian mulai menumpahkan ilmunya ke dalam karya pertamanya.   Luasnya hanya separuh Kota Jakarta Selatan. Penduduknya kurang lebih sama dengan populasi kabupaten Merauke di Papua. Hanya… Teruskan Membaca

Tokoh

KH. Saifuddin Zuhri (1)

Presiden Soekarno dalam pidatonya pernah mengatakan, bahwa kedudukan agama dalam masyarakat adalah salah satu unsur mutlak di dalam segenap usaha kita di lapangan nation building. Langkah-langkah memajukan kehidupan religi ini kemudian terwujud dalam perjuangan seorang menteri yang kharismatik, mantan wartawan, santri yang intelek, sekaligus seorang ulama yang memiliki pengetahuan agama yang mendalam. Seorang pejuang yang… Teruskan Membaca

Mualaf

Nur Arisa Maryam (3): Studi ke Inggris

Arisa melanjutkan studi ke Inggris, mengambil jurusan Bahasa Arab dan Studi Islam, dia bermimpi suatu hari nanti dapat menjadi ulama wanita. Arisa melanjutkan studinya ke Inggris, di sana dia mengambil kelas Bahasa Arab dan Studi Islam di salah satu institut di London. Bukan hanya itu, di Inggris dia bahkan bertemu dengan calon suaminya, seorang pria… Teruskan Membaca

Mualaf

Nur Arisa Maryam (2): Bersyahadat

Setelah memberitahu ibunya bahwa Arisa telah masuk Islam, ibunya menolak mengakuinya lagi sebagai anak, dan untuk beberapa waktu dia tidak mau berbicara sama sekali kepada Arisa. Kepada dua wanita Muslim Jepang itu, Arisa bertanya tentang kisah mereka, bagaimana mereka bisa masuk Islam. Salah satu dari wanita itu menceritakan kisahnya kepada Arisa. “Saya begitu tersentuh dengan… Teruskan Membaca

Mualaf

Nur Arisa Maryam (1): Kisah Wanita Jepang yang Masuk Islam

Islam adalah agama nun jauh di padang pasir sana, yang diperuntukkan untuk orang-orang asing, bukan untuk dirinya. Meski demikian, tidak seperti orang-orang pada umumnya, Arisa tidak memiliki prasangka buruk terhadap Islam. Ketika membayangkan tentang Jepang, sering kali kita membayangkan tentang “Negeri Matahari Terbit”, masakan dan budaya Jepang yang kaya, alamnya, teknologi tinggi, Shinto, dan mungkin… Teruskan Membaca