Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Tokoh - page 3

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (6): Berhadapan dengan Umar bin Khattab

Umar mengetuk pintu Dar al-Arqam sambil membawa pedang di tangannya dan terlihat sangat marah. Dia hendak membunuh Nabi. Hamzah berkata, “Jika dia datang dengan damai, tidak masalah. Tetapi jika tidak, kita dapat dengan mudah membunuhnya dengan pedangnya sendiri.” Setelah Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam, dia bernazar akan mengabdikan segala keperwiraan, kesehatan, dan bahkan hidup… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (5): Keraguan

Setelah bersyahadat, hati Hamzah malah muram. Pada siang hari dia kehilangan ketenteramannya, dan pada malam hari matanya tidak dapat terpejam untuk tidur. Pada seri kali ini kita akan mengikuti alur riwayat yang digambarkan oleh sejarawan Khalid Muhammad Khalid. Sebagaimana sempat disinggung dalam artikel sebelumnya, Khalid menyatakan bahwa Hamzah bin Abdul Muthalib masuk Islam melalui proses… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (4): Masuk Islam (2)

Hamzah memukulkan busurnya ke kepala Abu Jahal sampai patah dan berkata, “Terimalah (pukulan) itu dengan busur. Lain kali (pukulan) itu akan memakai pedang. Aku bersaksi bahwa beliau (Muhammad) adalah Rasul Allah yang telah membawa kebenaran dari Allah.” Sekarang mari kita simak riwayat-riwayat versi lainnya tentang peristiwa masuknya Hamzah ke agama Islam. Yaqub bin Utbah meriwayatkan:… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (3): Masuk Islam (1)

Suatu hari Abu Jahal melihat Rasulullah di Safa, lalu dia mencaci dan melecehkan beliau, namun beliau hanya diam saja. Kemudian dia memukul kepala beliau dengan batu hingga terluka dan berdarah. Hari demi hari terus berlalu, dan tekanan dari Kaum Quraisy kepada Nabi Muhammad saw dan umat Islam semakin meningkat. Dan kali ini bukan hanya sebatas… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (2): Saat Nabi Berdakwah Secara Terbuka

Mendengar perkataan Quraisy tentang keponakannya, Hamzah hanya tertawa dan menuduh mereka terlalu berlebihan. Abu Jahal lalu mengingatkan agar jangan menganggap enteng Muhammad, sesungguhnya apa yang diajarkannya adalah bahaya nyata. Hamzah bin Abdul Muthalib tumbuh menjadi pria dewasa yang gagah perkasa. Dia dikenal sebagai orang yang aktif, bertubuh kuat, dan ahli memanah. Hamzah memiliki kegemaran berburu.… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (1): Pemimpin para Syuhada

Rasulullah saw bersabda, “Hamzah adalah sayyid (pemimpin) para syuhada di hari Kiamat.” Abdul Muthalib bin Hasyim, salah seorang tokoh besar di Makkah, pada suatu masa merasa bahwa putra kesayangannya, Abdullah, sudah waktunya untuk memasuki usia pernikahan. Banyak riwayat yang menceritakan bahwa banyak gadis di kota Makkah yang sangat ingin dipersunting oleh Abdullah. Namun Abdullah bukanlah… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (10): Ketika Pedang Belas Kasih Lebih Tajam dari Pedang Besi

Mengapa Ali menjatuhkan pedang besinya? Karena pedang belas kasihnya telah memilih untuk menebus begitu banyak jiwa dalam tubuh yang terbuat dari tanah liat. Amirul Mukminin Ali berkata kepada musuhnya sendiri, “Ketika engkau meludahi wajahku, jiwa jasmaniahku bangkit dan aku kehilangan kekuatan untuk bertindak dengan tulus, hanya karena Allah – itulah yang telah mencegahku untuk membunuhmu.”… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (9): Makna Fathu Makkah

Rumi berkata, “Jika engkau berpikir Nabi mengejar kekuasaan, engkau pasti hilang akal, membandingkan beliau dengan keserakahan bodohmu sendiri!” Dalam penjelasan tentang bagaimana upaya Nabi untuk menaklukkan Makkah dan kota-kota lainnya. Hal itu bukanlah karena beliau cinta akan kekuasaan, karena beliau telah bersabda: “Dunia adalah bangkai.”[1] Semua itu melainkan atas perintah Allah semata. Nabi berjuang untuk… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (8): Kebaikan Ali kepada Pembunuhnya

Ali berkata, “Janganlah bersedih hati! Aku akan menjadi pemberi syafaatmu, aku bukanlah hamba tubuh, aku adalah penguasa ruh: tubuh tidak berharga bagiku.” Kelanjutan kisah tentang Ali dan kemurahan hatinya terhadap pembunuhnya sendiri Renungkanlah tentang Ali dan pembunuhnya yang keji, kebaikan yang dia tunjukkan kepada bawahannya[1]: Dia berkata, “Aku melihat musuhku siang dan malam tapi aku… Teruskan Membaca

Tokoh

Syair Cinta Rumi untuk Ali bin Abi Thalib (7): Ketika Adam Menjadi Sombong Melihat Nasib Setan yang Dikutuk

Suatu ketika Adam memandang rendah Setan, menertawakan penderitaannya yang menyedihkan. Adam terkejut terhadap Setan terkutuk yang tersesat dan menunjukkan kesombongan Suatu ketika Adam memandang rendah Setan dengan dipenuhi rasa jijik dan cibiran, ketika dia merasa lebih unggul; Dengan kesadaran, dia pikir dia benar dan menertawakan penderitaan Setan yang menyedihkan. Sifat Tuhan Yang Maha Memiliki menyeru,… Teruskan Membaca