Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (5)

M. Quraish Shihab berpendapat; “Memang hampir semua uraian Alquran tentang peristiwa tidak menjelaskan siapa pelakunya, kapan dan di mana peristiwa itu terjadi. Sebab yang dipentingkan adalah pelajaran yang harus diambil dari peristiwa itu. Di sisi lain, hal tersebut juga untuk menunjukkan bahwa peristiwa serupa dapat saja terjadi pada setiap orang, kapan, dan di mana saja.… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (4)

  Setelah dimatikan selama 100 tahun dan dihidupkan kembali, Uzair kembali pada kaumnya. Tapi Bani Israil tidak mengenalinya. Maka mereka meminta Uzair agar memperbaiki Taurat. Maka Uzair melakukannya dan mengajarkannya kepada Bani Israil. Sejak itu, “Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair adalah anak Allah.’   Setelah cukup panjang menjelaskan mengenai latar kisah yang dialami oleh uzair berdasarkan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (3)

Malaikat vang mulia berkata kepada Uzair: “Sebenarnya kamu tinggal di sini selama seratus tahun lamanya.” Allah SWT mematikanmu lalu menghidupkanmu agar engkau mengetahui jawaban dari pertanyaannmu ketika engkau merasa heran dari kebangkitan yang dialami oleh orang-orang yang mati. Ibnu Katsir adalah salah satu ulama yang menafsirkan bahwa Uzair adalah tokoh yang dikisahkan dalam QS. Al-Baqarah:… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (2)

Agak berbeda dengan umumnya ahli tafsir, M. Quraish Shibab menjelaskan bahwa, sosok yang dimaksud dalam QS. al-Baqarah: 259, belum tentu uzair. Sebab dalam ayat tersebut tidak dijelaskan siapa orang itu, sebagaimana ayat sebelumnya (QS. al-Baqarah: 258) tidak menjelaskan siapa penguasa yang mendebat Ibrahim as. Memang hampir semua uraian Alquran tentang peristiwa tidak menjelaskan siapa pelakunya,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kisah Uzair: Orang yang Dianggap “Anak Allah” Oleh Kaum Yahudi (1)

Menurut Ibnu Katsir, berdasarkan riwayat dari Ishak bin Basyar menceritakan, Said, dari Abu Arubah, dari Qatadah, dari Al Hasan, dari Abdullah bin Salam, bahwa Uzair adalah seorang hamba yang diwafatkan Allah SWT selama seratus tahun, dan kemudian dibangkitkan kembali oleh-Nya. Kisah ini, disebut dalam Alquran surat al-Baqarah ayat 259.   Dalam Alquran, ada setidaknya dua… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (22): Epilog

Maka ketika pada akhirnya Nabi Muhammad Saw diutus sebagai Rasul pamungkas, yang beliau hadapi adalah satu elit global yang menguasai Makkah, sebuah pasar dunia. Tepat di kota dan masyarakat yang penuh kepentingan itulah Nabi hadir dan diperintah menyerukan tauhid. Kaum Quraisy dan Kota Makkah adalah dua identitas yang tak terpisahkan. Keduanya saling menopang membentuk kesatuan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Kewarganegaraan Sesudah Pemilu 2019 (3)

Ketika itu, saya belum yakin seratus persen dengan apa yang saya anggap sebagai keistimewaan Indonesia. Tapi setelah saya mengamati negara-negara seperti Turki, Mesir dan Afganistan, apa yang pernah saya saksikan di Indonesia memang benar-benar istimewa. Tapi Anda menganggap warga Indonesia masih dewasa menghadapi semua itu? Iya. Sebagian masyarakat Indonesia memang tergoda. Saya tidak sedang bicara… Teruskan Membaca

Studi Islam

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (2)

Para pemimpin bangsa kita, dari sejak zaman raja-raja dahulu kala, memang tidak pernah menaruh perhatian kepada pengembangan Daulat Manusia pada umumnya. Karena tatanan masyarakat leluhur kita…, berlandaskan kenyataan bahwa yang kuat itu yang benar (might is right). Dan yang terkuat di dalam masyarakat tentunya raja. Jadi sabda raja (dekrit raja atau Keppraj, yaitu keputusan raja)… Teruskan Membaca

Studi Islam

Megatruh: Sebuah Syarah Kesejarahan (1)

“Ya. Inilah judul pidato kebudayaan saya malam ini, Megatruh (Megat-ruh). Megat artinya memutus. Jadi, megatruh adalah memutus ruh. Suasana dukacita yang mendalam. Bukan suasana perasaan semata, tetapi suasana roh yang putus dan berada dalam alam lain.” Siapa yang tidak kenal dengan Alm. Willibrordus Surendra, atau lebih populer dikenal dengan nama WS Rendra. Pria yang juga… Teruskan Membaca

Studi Islam

Islam dan Kewarganegaraan Sesudah Pemilu 2019 (2)

Titik tolak gagasan kewargaan bukanlah hak, tapi pengakuan. Dua atau tiga dekade silam, Indonesia mempunyai figur intelektual seperti Cak Nur, Gus Dur, dan Ahmad Syafi’i Ma’arif. Amien Rais juga ketika itu dipandang sebagai figur intelektual. Tapi mengapa figur-figur yang muncul sekarang banyak yang terlalu politis? Fenomena ini terjadi di banyak negara, termasuk Amerika Serikat. Bandingkan… Teruskan Membaca