Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam

Studi Islam

Memaknai Revolusi Imam Husein (15): Rahasia Aspek Tempat (2)

“Setiap hari adalah Asyura, dan setiap tempat adalah Karbala.” –O– Pada hari pertama Muharam, Sayidina Husein dan rombongan tiba di wilayah Nainawa. Rombongan melanjutkan prosesi melewati Ghadiriyah menuju lokasi yang disebut dengan Karbala. Sebelum berhenti, Sayidina Husein menanyakan nama lokasi itu. Seseorang memberitahunya bahwa tempat itu bernama Karbala. Beliau lalu menjawab, “Memang, inilah tempat karb… Teruskan Membaca

Studi Islam

Al-Quran dan Perempuan (5): Para Perempuan Penerjemah Al-Quran (4)

Al-Quran Suci hadir melalui sang nabi sebagai manusia sejati (al-insan al-kamil). Ia membukakan cakrawala pengetahuan dalam setiap lini. Tak terkecuali sebagai pengobat hati dan pembimbing ruhani ke jalan Ilahi. Ada kalanya menyingkap masa lalu umat manusia dalam gerak sejarah kehidupannya. Kadang memberikan penawar bagi rasa sakit yang tak terperi, menyibak harapan yang hampir hilang sebab… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memaknai Revolusi Imam Husein (14): Rahasia Aspek Tempat (1)

“Dalam perjalanan menuju Kufah, Sayidina Husein ditawari bantuan 20.000 tentara terlatih untuk melindunginya, namun beliau menolak. Jelas bahwa Sayidina Husein tidak menyiapkan strategi militer. Tujuannya adalah revolusi penyadaran.” –O– Salah satu aspek penting dalam gerakan Sayidina Husein adalah tempat-tempat yang beliau lalui menuju Karbala. Belum ada riset luas mengenai signifikansi khas masing-masing tempat, tapi jelas… Teruskan Membaca

Studi Islam

Al-Quran dan Perempuan (4): Para Perempuan Penerjemah Al-Quran (3)

“Mendengarkan lantunan ayat-ayat al-Quran selalu menyemburatkan kilauan dan mutiara yang tak terkira. Pantulan cahayanya mampu menembus kebekuan hati para pencaci dan mereka yang memusuhi. Keindahan bahasanya yang tak tertandingi melampaui susastra pada setiap tempat dan masa. Pesan-pesan bijaknya menyadarkan pembacanya untuk selalu ingat akan keberadaannya di dunia yang sementara. Membangkitkan jiwa-jiwa yang lemah, mengobarkan api… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memaknai Revolusi Imam Husein (13): Rahasia Aspek Waktu

“Bagi siapapun yang pernah membaca sejarah hijrah Nabi, maka dia akan menemui banyak sekali keserupaan alur dengan hijrahnya Sayidina Husein.” –O– Salah satu aspek penting lain dalam peristiwa Karbala adalah waktu yang dipilih oleh Sayidina Husein untuk pergi dari Madinah sampai hari kesyahidannya. Ada keistimewaan dalam pemilihan waktu yang kita bisa telaah lebih jauh untuk… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memaknai Revolusi Imam Husein (12): Rahasia Kesucian Gerak (2)

“Sekiranya bukan karena aku membenci kecurangan, niscaya aku akan menjadi orang yang paling cerdik (memainkan kecurangan). Namun, setiap kecurangan pasti membawa pada kekejian, dan setiap kekejian pasti membawa pada kekufuran.” ~Sayidina Ali –O– Salah satu tujuan Sayidina Husein melakukan perlawanan di Karbala ialah untuk menggagalkan bergulirnya rencana Dinasti Umayyah untuk mempergunakan simbol-simbol Islam dan sentimen-sentimen… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memaknai Revolusi Imam Husein (11): Rahasia Kesucian Gerak (1)

“Sayidina Husein menolak cara-cara yang cenderung mengaburkan perbedaan antara pihak yang benar dan pihak yang salah sejak awal. Beliau ingin membongkar manipulasi dan distorsi ‘Kekhalifahan Islam’ itu sampai akar-akarnya.” –O– Saat kita mengatakan bahwa gerakan Sayidina Husein itu bersifat suci, maka maksudnya, ia tidak berangkat dari kepentingan pribadi dan kelompok atau partai untuk menumpuk uang,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Al-Quran dan Perempuan (3): Para Perempuan Penerjemah Al-Quran (2)

“Al-Quran adalah kitab manusia. Kehadirannya sebagai petunjuk dan penerang kehidupan mereka. Ekspresi bahasanya pun mengikuti gerak dinamis para penghuni bumi, yang terejawantah dalam kosa semiotika paling puncak dan menegasikan eksklusivitas pada pesan dan perintahnya. Karena setiap manusia harus menghamba pada Tuhan yang sama, maka perintah dan larangannya pun seiring sejalan tanpa mengenal jenis kelamin; laki-laki… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memaknai Revolusi Imam Husein (10): Memaknai Asyura

“Terhadap masyarakat yang mencintai Husein namun membiarkannya pergi sendirian, penyair Arab, Farazdaq, mengungkapkan, ‘Hati mereka bersamamu, tetapi pedang mereka terhunus untuk membunuhmu’.” –O– Asyura adalah hari perlawanan suci Sayidina Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, terhadap kekuasaan korup yang tumbuh di dalam tubuh umat. Drama sakral itu membawa begitu banyak renungan dan pelajaran. Ribuan buku dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Memaknai Revolusi Imam Husein (9): Asyura

“Singgasana yang dibangun Umayyah dengan susah payah mulai runtuh dengan perlahan setelah mereka membantai keluarga Rasulullah dalam Asyura. Yang hak dan yang batil menjadi terang benderang. Setelahnya, Umayyah tidak pernah sama lagi. Sampai berakhirnya dinasti ini, pemberontakan tidak pernah kunjung padam.” –O– Asyura Hari itu, tanggal 10 Muharram 61 H, Sayidina Husein keluar dengan mengenakan… Teruskan Membaca