Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam - page 3

Studi Islam

Kaum Quraisy (13): Abrahah dan Percaturan Politik Dunia (4)

Abdul Muthalib menyadari, bahwa tidak ada kekuatan manusia di jazirah Arab yang bisa menghentikan laju pasukan Abrahah. Maka dia sepenuhnya berserah kepada Allah SWT tentang cara mempertahankan Kabah. Namun, setelah lama ditunggu, Abrahah tak kunjung menghancurkan Kabah, dan tak jua dikabarkan kembali ke Yaman. Entah apa yang terjadi? Bila dinilai secara strategis, tampak apa yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (12): Abrahah dan Percaturan Politik Dunia (3)

Dari informasi sejarah tentang pembangunan gereja oleh Abrahah, terlihat sekali bahwa mega-proyek tersebut disokong oleh sebuah konsorsium kekuatan dunia, yaitu Bizantium dan sekutunya. Tujuan mereka tidak lain untuk mereduksi pamor Kota Makkah sebagai pusat ekonomi dan perdagangan terbesar di dunia kala itu. Ketika An-Najasyi, penguasa Habasyah di Ethiopia mendengar kisah terbunuhnya Aryath di tangan Abrahah,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (11): Abrahah dan Percaturan Politik Dunia (2)

Atas perintah dari Bizantium, raja Habasyah yang bernama An-Najasymengirim pasukan yang berkekuatan tujuh puluh ribu personel ke Yaman. Pasukan tersebut dikomandani salah seorang yang bernama Aryath, dan salah seorang dari anak buahnya ialah Abrahah. Inilah untuk pertama kalinya langkah kaki Abrahah menapaki panggung sejarah dunia.   Habasyah atau kadang dikenal juga dengan nama Abyssinia, saat… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (10): Abrahah dan Percaturan Politik Dunia (1)

Abrahah Al-Ashram Abu Yaksum adalah gubernur Kekaisaran Ethiopia (Abyssinia) yang tunduk pada Bizantium. Dia memiliki tentara yang sangat kuat dengan pasukan gajah sebagai andalannya. Pasukan ini berhasil mereguk kemenangan besar dengan menaklukkan kerajaan Saba (Yaman) yang ketika itu sedang dalam pengaruh kekuatan politik Persia. Selain adanya ancaman dari dalam, pertumbuhan pesat Kota Makkah sebagai pusat… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (9)

Ketika itu, sistem pengelolaan Kota Makkah berada di tangan sebuah oligarki yang terdiri dari anggota terkemuka anak keturunan Qushay bin Kilab. Dengan banyaknya perubahan yang terjadi baik di dalam maupun di luar Kota Makkah, Abdul Muthalib merekonstruksi sistem pemerintahan tersebut agar kompatibel dengan kebutuhan zamannya. Selain sumur Zamzam, hal lain yang membuat nilai strategis dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (8): Abdul Muthalib dan Harta Karun Kota Makkah

Di era Abdul Muthalib, nilai kapital Kota Makkah meningkat sangat signifikan. Salah satu penyebabnya, adalah ditemukannya kembali Sumur Zamzam, yang sebelumnya sudah hilang ditelan zaman. Satu ketika, Muthalib teringat dengan kemenakannya yang berada di Madinah, dan bermaksud mengunjunginya untuk mengetahui keberadaannya. Di Madinah sendiri, Syaibah bin Hasyim sudah tumbuh menjadi remaja yang masyur namanya. Di… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (7)

Hasyim meninggal dunia di Gaza pada tahun 510 M. Setelah Hasyim wafat, masalah perebutan hak atas Sikaya dan Rifada kembali meruncing. Kali ini Umayyah bin Abd Syam menuntut kembali hak ayahnya dari Bani Hasyim. Salah satu pertanyaan yang patut diajukan terkait Makkah dan Kabah yang menjadi pusat penyembahan berhala terbesar di seluruh dunia pada masa… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (6)

Setelah berakhir pemerintahan Qushay bin Kilab, Kota Makkah jatuh pada anarki. Tidak ada sistem politik, otoritas dan hukum yang diakui di kota ini. Dalam kondisi seperti ini, ikatan kelompok (ashobiyah) adalah sumber eksistensi tiap individu, dan satu-satunya tempat yang aman di muka bumi. Ini sebabnya, ikatan ini sangat dipuja, dijunjung tinggi, dan dibela hingga tetes… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (5)

Alhasil, dengan semua kedudukan dan kemuliaan yang diraihnya, arti kata Quraisy pun berkembang tidak lagi hanya sebatas identitas genetik. Melainkan juga sifat, karakter, dan kiprah suatu kaum. Mirip seperti partai politik pada masa kini, kaum Quraisy lebih mirip seperti satu identitas ideologi dan politik. Selain Akd al liwa, tradisi lain yang juga dilakukan pada era… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kaum Quraisy (4)

Sekitar awal abad kelima Masehi, seorang anak keturunan Fihr (Quraisy) yang bernama Qushay bin Kilab, didaulat menjadi penguasa Kota Makkah. Dia juga berhasil menjadikan dirinya sebagai pemegang kekuasan politik dan spiritual sekaligus. Dengan adanya kekuasaan sebesar ini, Qushay memiliki keleluasaan menata kembali sistem pemerintahan Kota Makkah agar kompatibel dengan kebutuhan masyarakat dunia masa itu. Berkat… Teruskan Membaca