Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam - page 2

Studi Islam

Perjalanan Mengetahui: Suatu Penjelasan Ringkas

“Manusia biasa yang tidak memiliki pengalaman transendental mengenai Realitas diumpamakan seperti orang buta yang tidak bisa berjalan aman tanpa bantuan tongkat di tangannya. Tongkat yang membantu manusia ini dilambangkan sebagai daya rasional pikiran. Karena itu, ketika Musa melemparkan tongkatnya, tirai-tirai alam fenomenal tersingkapkan dari pandangannya.” Perjalanan manusia dimulai dari kebodohan (jahl), berlanjut kepada pandangan dari… Teruskan Membaca

Studi Islam

Falsafah Surga & Neraka: Sebuah Kajian Teologis dan Teleologis (3)

”Berdasarkan kesimpulan dari berbagai ayat Al-Qur’an, perbuatan manusia selama di dunia akan menjelma dalam wujud yang sebenarnya di akhirat, sehingga balasan yang akan menimpa pelaku kebaikan dan keburukan, pada hakekatnya berupa wujud hakiki dari perbuatan mereka itu sendiri.” Salah satu perbedaan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi adalah bahwa dunia merupakan tempat untuk menunaikan tugas dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Falsafah Surga & Neraka: Sebuah Kajian Teologis dan Teleologis (2)

”Keyakinan akan Hari kebangkitan pada hakikatnya adalah keyakinan akan adanya pengadilan yang maha agung yang akan digelar di akhirat dalam rangka memberikan balasan berupa pahala atas pelaku kebaikan dan berupa siksa kepada pelaku keburukan.” Dalam kenyataannya, tindakan manusia selalu dipengaruhi oleh pikiran dan keyakinan atau aqidahnya. Dan seringkali ia merupakan perwujudan dari karakteristik jiwanya yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Sunnah-Syiah Bertemu Di Tengah-Tengah (1)

Oleh: Haidar Bagir (Presiden Direktur Kelompok Mizan, penulis buku-buku tentang Tasawuf, dan Dai Islam Cinta) “Jalan (madz-hab) memang bisa berbeda-beda, tapi tujuan bisa saja sama. Bahkan ketika jalan-jalan itu bersilangan, kesemuanya itu saling melengkapi satu sama lain. Bukan menyesatkan. Kalau ada yang tersesat, maka itu bukan karena keberadaan banyak jalan itu melainkan karena ketidaktahuan pejalan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Falsafah Surga & Neraka: Sebuah Kajian Teologis dan Teleologis (1)

”Seluruh umat Islam sepakat akan kepastian hari kebangkitan. Namun, mereka berbeda pendapat tentang bentuk dan cara kebangkitan. Sekelompok ahlul-hadis dan fuqaha di kalangan muslimin meyakini kebangkitan fisik; Sebagian besar filsuf terutama kaum Peripatetik, menganggapnya sebagai kebangkitan spiritual (rohani) semata; Di sisi lain, para tokoh tasawuf, filsuf dan teolog terkemuka, meyakini kebangkitan yang bersifat fisik sekaligus… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kontroversi Akal dan Kalbu dalam Pembentukan Pengetahuan Manusia: Sebuah Refleksi Kritis (8)

“Pada hakikatnya, kita tidak akan punya akal yang sejati, sebagaimana kita juga tidak akan punya pengetahuan yang sejati. Semua pengetahuan kita, bahkan juga eksistensi kita, hanyalah pantulan yang rambang dari Cermin Realitas Ilahi.” Kesimpulan Hadis qudsi yang menyebut akal sebagai ciptaan pertama Allah, seperti juga hadis qudsi yang menyebut nur muhammad sebagai ciptaan pertama-Nya, menujukkan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kontroversi Akal dan Kalbu dalam Pembentukan Pengetahuan Manusia: Sebuah Refleksi Kritis (7)

“Semua benda material bergerak menuju ke-ada­-an immaterial dengan bantuan daya-daya yang juga immaterial. Pada puncaknya, daya-daya immaterial juga bergerak mendekat ke arah Maha Penggerak Utama, yaitu Tuhan.” Akan tetapi, Mulla Shadra mengajukan berbagai dalil untuk mendukung teori gerakan substansialnya. Selain empat aksiden yang sudah disebutkan sebelumnya,[1] Mulla Shadra membuktikan bahwa substansi juga mengalami pergerakan walaupun… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kontroversi Akal dan Kalbu dalam Pembentukan Pengetahuan Manusia: Sebuah Refleksi Kritis (6)

“Cahaya memiliki sifat kecahayaan yang sama dan identik. Perbedaan antara cahaya matahari dan cahaya lampu pada hakikatnya terletak pada efek pencahayaan keduanya. Menurut teori tasykik, wujud itu pun demikian. Dari segi kewujudannya, semua yang maujud itu identik. Tetapi, dari segi intensitas, prioritas, ketinggian, dan terutama sekali kemampuan efeknya, maujud itu berbeda-beda.” Kaidah Kedua Meski diungkapkan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kontroversi Akal dan Kalbu dalam Pembentukan Pengetahuan Manusia: Sebuah Refleksi Kritis (5)

Fikr adalah kerja akal yang paling menakjubkan. Aktivitas fikr memang mirip dengan kegiatan tarkib (penggabungan atau komposisi), hanya saja ia jauh lebih kaya dan berhasil-guna. Fikr jauh lebih mendasar dan menukik ketimbang gubahan-gubahan puitis dan imajinatif yang sering dangkal dan kusut. Makna Keberpikiran Pikiran dalam bahasa Indonesia berasal dari kata Arab fikr. Kata kerja fikr… Teruskan Membaca

Studi Islam

Kontroversi Akal dan Kalbu dalam Pembentukan Pengetahuan Manusia: Sebuah Refleksi Kritis (4)

Dalam sebuah hadis, Nabi mengibaratkan akal sebagai sebuah kerajaan yang memiliki berbagai pasukan. Selain menunjukkan kebesaran dan signifikansi kedudukan akal, ungkapan “kerajaan akal” itu agaknya juga untuk menunjukkan besarnya ranah (domain) akal dalam kehidupan manusia. Yang juga dikaitkan dengan akal adalah sifat-sifat positif lain yang ada hubungannya dengan nama ilahi Cahaya, seperti kehidupan, pengetahuan, hasrat,… Teruskan Membaca