Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Studi Islam - page 2

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (14): Cahaya di Atas Cahaya (1): Huwa dan Allah

Al-Ghazali berkata, “Bahkan setiap kali engkau menunjuk ke arah tertentu, maka dalam hakikatnya engkau menunjuk kepada-Nya, meskipun engkau tidak mengenal-Nya.” Lalu, bagaimana Allah mengungkapkan Diri-Nya di dalam Alquran? Adakalanya Allah berbicara tentang Diri-Nya dengan menggunakan istilah Dia (هو), meskipun paling sering Dia menggunakan istilah Allah (الله). Sebagian mufasir berpendapat, penggunaan Dia dalam ayat-ayat Alquran ialah… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (13): Tingkat-tingkat Wujud (8): Ibrah dan Itibâr

Orang-orang yang bermata-budi dapat menembus dan melintasi teks menuju kepada konteks, sebagaimana mereka juga bisa melintasi fenomena empiris menuju kepada makna substantifnya. Dalam banyak ayat, setelah berbicara tentang tanda atau perumpamaan, Alquran berbicara tentang metode memaknai tanda atau perumpamaan tersebut. Di antara metode khas yang diajarkan oleh Alquran ialah metode ‘ibrah (عبرة) atau i’tibâr (اعتبار).… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (12): Tingkat-Tingkat Wujud (7): Perumpamaan- Perumpamaan

“Maka janganlah kalian membuat-buat perumpamaan-perumpamaan bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui.” (QS 16: 74). Selain berbicara tentang tanda (ayah), Alquran juga berbicara tentang perumpamaan atau permisalan (مثل). Alquran surah Al-Ankabut ayat 43 menegaskan: “Dan itulah perumpamaan-perumpamaan yang Kami buatkan untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” Dalam ayat lain,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (11): Tingkat-tingkat Wujud (6): Tanda-Tanda dan Pelajaran di Baliknya

“Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS 10: 6) Dalam pandangan-dunia Alquran, segala ciptaan adalah tanda dan perumpamaan bagi Kehadiran Ilahi. Dan dalam seluruh ayat yang berbicara tentang tanda-tanda itu, Alquran menyampaikan pesan untuk melihat, mengingat, memahami,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (10): Tingkat-tingkat Wujud (5): Aspek-aspek Alquran

Orang-orang yang bertakwa menyadari bahwa alam wujud tidak melulu bersifat fisikal, melainkan jauh lebih luas dari itu. Wilayah di luar lingkaran fisik itulah yang dalam bahasa Alquran disebut dengan alam gaib (al-ghayb) atau alam batin. Dalam kaitan dengan Alquran, Rasulullah bersabda: “Alquran memiliki bentuk-luar yang indah dan makna-batin yang kaya.” Beliau juga bersabda: “Alquran memiliki… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (9): Tingkat-tingkat Wujud (4): Syariat, Tarikat, dan Hakikat

Ibadah ritual-formal adalah satu-satunya pintu yang ditetapkan oleh Allah untuk menuju pada penghayatan ruhani dan pencapaian makna dalam tarikat. Para pemikir Islam menyebutkan bahwa Islam memiliki aspek formal berupa tanda-tanda yang terlihat, aspek substansial berupa makna-makna dan terakhir adalah hakikat Islam berupa pengesaan (tauhîd) kepada Allah dan penghambaan dalam diri. Inilah yang oleh para sufi… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (8): Tingkat-tingkat Wujud (3): Bentuk dan Makna

Rasulullah SAW bersabda, “Manusia tertidur, kalau sudah mati barulah mereka benar-benar terbangun.” Segala ciptaan adalah Tindakan Allah. Dan Tindakan ilahi adalah bentuk (shûrah atau phenomenon) yang memberikan makna (ma’na atau noumenon) tentang Nama-nama Allah (haqîqah). Setiap bentuk mempunyai sisi makna, dan makna adalah sisi hakiki sesuatu. Kalau kita katakan X adalah bentuk dari Y, maka… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (7): Tingkat-tingkat Wujud (2): Hakikat, Nama, dan Sifat

“Allah” (الله) adalah sebutan yang mencakup seluruh Nama dan Sifat. Kata “Allah” juga mengandung makna keseluruhan Tindakan-Nya yang mengumpamakan Kesempurnaan Hakikat-Nya. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, Wujud Mutlak mempunyai dua sisi atau wajah: wajah ketakterbandingan (tanzîh), ketersembunyian, keagungan, ketunggalan, ketakterperian dan sebagainya; serta wajah perbandingan (tasybîh), ketampakan, keindahan, keragaman dan sebagainya. Dalam kaitan dengan wajah yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (6): Tingkat-tingkat Wujud (1): Kebertingkatan Cahaya Wujud

Pewujud atau Tuhan yang berada di puncak Kesempurnaan tidak mungkin “mencurahkan” kesempurnaan Cahaya-Nya secara seragam dan setara pada segala sesuatu, mengingat kemampuan tiap-tiap maujud berbeda-beda dan bertingkat-tingkat. Cahaya Wujud memancar kepada segenap maujud secara bertingkat-tingkat, sesuai dengan prinsip Kebijakan (hikmah), Kekuasaan (qudrah), dan Keadilan (‘adl). Tingkat dan derajat kesempurnaan setiap maujud (marâtib al-kamâlât al-wujûdiyyah) sesuai… Teruskan Membaca

Studi Islam

Pengantar Teosofi Islam (5): Tentang Wujud dan Kemaujudan (5): Wilayah Bahasa dan Pengetahuan Manusia

Cara paling mungkin untuk mengenal Wujud Mutlak ialah dengan meminta kepada-Nya memperkenalkan Diri-Nya. Agama adalah wilayah pengungkapan Ilahi. Maujud Mutlak berada di luar cakrawala pengetahuan dan pengalaman manusia. Data yang ada pada ilmu pengetahuan manusia hanya memungkinkan cakrawala itu bergeser, sehingga medan pemahaman tentangnya makin bertambah. Ibarat “katak dalam tempurung”, manusia tidak akan pernah mengetahui… Teruskan Membaca