Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah - page 2

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (6): Menunggangi Revolusi (5)

Yang dimaksudkan sebagai keluarga Rasulullah Saw (ahlul bait) memang masih jadi perdebatan dalam dunia Islam hingga sekarang. Tapi yang terjadi pada zaman itu, umumnya masyarakat Persia dan Khurasan melihat bahwa kepemimpinan keluarga Muhammad Saw haruslah berasal dari keturunan Ali dan Fatimah. Pasca terjadinya tragedi Karbala, yang menyebabkan terbunuhnya hampir semua anak keturunan Rasulullah Saw, dunia… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (8): Melarikan Diri

Temujin diawasi seorang anak lelaki yang kurang waspada dan lemah. Melihat kesempatan ini dia mengayunkan balok ke kepalanya sampai pingsan. Di tengah ancaman kematian, Temujin kemudian berhasil mengatur pelarian yang mustahil menggunakan akal cerdiknya. Ketimbang sebagai keluarga kecil, keluarga Tayichiud lebih tepat disebut sebagai klan, karena jumlah mereka banyak. Di dalam klan ini terdapat strata-strata… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (7): Pembunuhan Begter

Temujin mengintai kakaknya dengan panah. Ketika sudah dekat, dia menembaknya tanpa ampun. Atas tindakannya, Temujin menjadi buronan bagi seluruh masyarakat padang rumput Mongolia. Setelah bertengkar dengan ibu mereka, kedua bersaudara itu, Temujin dan Khasar melihat Begter sedang duduk diam di atas bukit kecil yang menghadap padang rumput. Mereka berdua mendekatinya dengan hati-hati di balik rerumputan… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (6): Begter si Kakak Tiri

Begter, kakak tiri Temujin yang usianya tidak berbeda jauh, berdasarkan tradisi Mongol kelak akan menjadi suami Hoelun, ibu Temujin. Temujin tidak pernah menyukai ide tersebut. Setelah terbuang dari sukunya dan hidup dalam status sosial terendah dalam sistem kemasyarakatan bangsa padang rumput Mongolia, bagaimana mungkin Temujin suatu saat nanti dapat menjadi Khan terbesar bagi bangsa Mongol?… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (5): Menunggangi Revolusi (4)

Kecintaan masyarakat Persia dan Khurasan pada keturunan Ali dan Fatimah yang kerap dilingkupi oleh sikap-sikap emosional, sama halnya dengan kebencian mereka pada kebijakan-kebijakan penguasa Umayyah. Sehingga meski berkali-kali mereka menyatakan kesetiaannya dan pembelaannya terhadap keturunan Ali dan Fatimah, berkali-kali itu pula mereka terjerat oleh tipu daya politik Bani Umayyah. Demikian pula, kedua aspek emosional ini… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (5): Kematian Yesugei

Setelah kematian ayahnya, karena dianggap tidak berguna, Temujin yang belum berusia sepuluh tahun dibuang oleh sukunya, sehingga dia mesti hidup seperti binatang, memakan apapun yang dapat dimakan, tikus dan akar-akaran. Pada saat Temujin sampai di perkemahan keluarganya, ayahnya sudah meninggal. Yesugei, ayah Temujin, meninggalkan dua istri dan tujuh anak yang usianya di bawah sepuluh tahun.… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (4): Borte

Dalam perjalanan ke Timur bersama ayahnya, Temujin bertemu dengan orang-orang suku Onggirat. Di sana dia bertemu Borte, gadis kecil cantik yang berusia setahun lebih tua darinya. Ayah Borte berkata kepada Temujin, “Anak ini memiliki api di matanya dan cahaya di wajahnya.” Hanya sedikit yang diketahui dari masa kecil Temujin pada masa awal, dan menurut beberapa… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (3): Temujin (3)

Ketika bangsa Mongol melakukan penyerangan ke Hongaria dan Rusia, orang Eropa menyamaratakan semuanya dengan sebutan Tatar. Padahal bangsa Mongol dan Tatar berbeda. Temujin (Genghis Khan) sendiri adalah nama Tatar, padahal dia asli Mongol. Inilah penjelasannya. Bagi sebagian orang, akan cukup membingungkan untuk membedakan bangsa Mongol dan Tatar, karena dalam ekspedisi perang ke berbagai wilayah yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (4): Menunggangi Revolusi (3)

“Wilayah Persia dan Khurasan merupakan kawasan yang kaya, posisinya demikian strategis, dan masyarakatnya sangat kreatif. Akan tetapi, masyarakat di Khurasan dan Persia tidak pernah sekalipun memantapkan kesetiaannya pada Dinsati Umayyah.”        Khurasan, berjarak ribuan mil dari ibu kota Dinasti Umayyah di Damaskus. Sehingga cukup sulit mengontrol wilayah ini secara seksama dari puncak kekuasaan. Meski… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (2): Temujin (2)

Ketika Temujin dilahirkan, tangan kanannya telah menggenggam gumpalan darah berwarna hitam. Sang Ibu muda, Hoelun, yang sendirian dan gugup, kebingungan. Apakah itu merupakan sebuah tanda tertentu? Kelahiran Temujin Sejarah bangsa Mongol dimulai pada sekitar pertengahan abad ke-12. Di salah satu tempat paling terpencil di bentangan bagian dalam Eurasia, di dekat perbatasan Mongolia dan Siberia yang… Teruskan Membaca