Mozaik Peradaban Islam

Category archive

Sejarah - page 2

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (49): Muhammad Al-Amin (6)

Kas negara kosong. Para prajurit enggan berangkat perang dan mengamuk di Baghdad. Salah satu tahanan legendari dibebaskan oleh Al-Amin. Dia berjanji akan membawa pasukan dari Suriah untuk menghadapi pasukan Khurasan. Tapi dalam prosesnya, pasukan itu malah dibajak dan berbalik menyerang khalifah. Setelah Tahir bin Husein berhasil mengalahkan pasukan Abdul Rahman bin Jabalah Al-Abnawi dan menguasai… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (48): Muhammad Al-Amin (5)

Perang saudara antara kubu Al-Amin melawan Al-Makmun terus berlangsung di sejumlah front. Akibat perang ini, tak terhitung jumlah korban yang jatuh dan darah kaum Muslimin yang tumpah. Sejarah menyebut perang saudara ini sebagai “fitnah keempat” dalam sejarah Islam. Di Rayy, sebanyak 40.000 personil pasukan Ali bin Isa bin Mahan dengan persenjataan lengkap sudah berkumpul kembali… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (47): Muhammad Al-Amin (4)

Al-Amin memulai perang saudara dengan mengirim pasukan di bawah pimpinan Ali bin Isa bin Mahan. Digambarkan oleh Tabari, bahwa Ali bin Isa keluar Kota Baghdad bersama 40.000 pasukan dengan seragam yang belum pernah ada sebelumnya. Ali bin Isa juga membawa rantai perak yang dalam angan-angannya akan dipakainya untuk membelenggu tangan Al-Makmun Setelah melantik putranya, Musa… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (46): Muhammad Al-Amin (3)

Akibat hasutan dari wazirnya yang bernama Fadl bin Rabi, Al-Amin akhirnya mencederai perjanjian dengan saudara-saudaranya dan merobek wasiat Harun Al-Rasyid yang tergantung didinding Kabah. Satu persatu dia mendepak suadaranya dari urutan sebagai pewaris tahta, dan mengangkat putranya yang ketika itu masih menyusui sebagai putra mahkota. Meskipun telah berhasil dengan baik melewati masa transisi, akan tetapi… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (45): Muhammad Al-Amin (2)

Digambarkan oleh Imam Al-Suyuthi, bahwa Al-Amin adalah seorang remaja berwajah tampan, berkulit terang, dengan postur tubuh tinggi perkasa. Tapi dia tidak mengerti caranya memerintah, cenderung boros, suka berfoya-foya dan berkepribadian lemah. Parahnya lagi, dia ternyata seorang penyuka sesama jenis. Baghdad, 14 Jumadil Akhir 193 H/ 4 April 809 M, sepucuk surat dari Thus (sekarang Iran)… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (44): Muhammad Al-Amin (1)

Ketika Harun Al-Rasyid wafat, Al-Amin sedang berada di Baghdad dan Al-Makmun sedang di Merv. Adapun yang mengurus pemakaman dan memimpin sholat jenazah adalah Salih bin Harun. Setelah semua proses pemakaman selesai, semua komandan militer yang ada di Thus saat itu segera menghadap Salih bin Harun dan menyatakan baiatnya untuk Al-Amin. Wafatnya Harun Al-Rasyid telah menjadi… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (43): Akhir Hayat Harun Al-Rasyid (14)

Imam Al-Suyuthi mengatakan, “Harun adalah pangeran para khalifah dan raja paling agung. Dia dikenal sebagai khalifah yang paling sering memimpin perang secara langsung dan sering menunaikan ibadah haji.” Pada tahun 192 H, Harun Al Rasyid berencana berangkat ke Khurasan untuk memadamkan pemberontakan yang dilakukan oleh Rafi bin Laith. Pemberontakan ini terhitung besar, karena Rafi berhasil… Teruskan Membaca

Sejarah

Dinasti Abbasiyah (42): Harun Al-Rasyid (13)

Pada tahun 190 H, Harun mutuskan untuk menuntaskan semua permasalahan dengan Bizantium hingga tak tersisa. Dia memimpin sendiri 135.000 bala tentara menuju Bizantium dalam sebuah ekspedisi militer musim panas. Harun berhasil membumi hanguskan Bizantium dan memaksa Nicephorus I membayar tebusan untuk keselamatan kepalanya dan putra-putranya. Pada tahun 188 H, Nicephorus I – Kaisar Romawi yang… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (65): Jalal ad-Din Mingburnu, Sultan Terakhir Khwarizmia (5)

Meskipun hidupnya berakhir dengan tragis, namun sejarah mencatat, Jalal ad-Din adalah satu-satunya penguasa di Timur Tengah yang keahlian militernya mampu menandingi pasukan Genghis Khan. Bangsa Mongol kembali muncul di Persia tengah pada tahun 1227, [1] kali ini mereka datang tanpa kehadiran Genghis Khan, sebab dari sekitar tahun 1223 dia telah kembali ke Mongolia. Setelah pelarian… Teruskan Membaca

Sejarah

Bangsa Mongol dan Dunia Islam (64): Jalal ad-Din Mingburnu, Sultan Terakhir Khwarizmia (4)

Setelah menyeberangi Sungai Indus, Jalal ad-Din masih belum tamat. Dari India, dia akan membangun kekuatannya kembali untuk menghadapi Mongol. Sultan Jalal ad-Din Mingburnu sampai di seberang Sungai Indus dengan selamat. Jika sebelumnya Genghis Khan memberi pengampunan kepada Jalal ad-Din dengan membiarkannya menyeberang, maka hal itu tidak berlaku untuk para pengikutnya. Pasukan Jalal ad-Din yang mencoba… Teruskan Membaca