Mozaik Peradaban Islam

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (11): Kembali ke Etimologi ع-ر-ب (‘a-ra-ba) [1]

Di dalam kamus-kamus Arab tidak ditemukan etimologi ع-ر-ب(‘a-ra-ba). Tampaknya ada kebingungan di kalangan pakar soal lenyapnya pembahasan etimologi kata ini. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Setelah bertamasya membuka kamus-kamus Arab dan tidak menemukan etimologi ع-ر-ب (‘a-ra-ba), saya mencoba mencarinya dalam buku-buku sastra dan ilmu-ilmu bahasa Arab. Selang beberapa waktu, saya… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (10): Kompleksitas Bahasa Arab dan Kesimpulan Umum (3)

Fenomena kearab-araban itu artifisial dan superfisial, agaknya tidak salah jika saya menyimpulkan bahwa ini akibat krisis identitas yang akut. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Saya punya banyak teman dari kalangan yang disebut keturunan Arab yang berbicara fasih dalam bahasa daerah di Nusantara ini. Para habib itu dapat hidup nyaman, damai,… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (9): Kompleksitas Bahasa Arab dan Kesimpulan Umum (2)

Alquran mengajukan tantangan yang bertujuan menusuk jati diri suku-suku Arab dan merebut klaim yang mereka bangga-banggakan. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Memang warisan terbesar sekaligus unsur utama kearaban dari zaman dahulu tidak lain adalah bahasa beserta segenap turunannya. Syair menempati posisi sentral dalam identitas mereka, karena sepertinya memang bagi mereka… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (8): Kompleksitas Bahasa Arab dan Kesimpulan Umum (1)

Ciri kearaban adalah kemampuan memahami dan bertutur dengan jelas sesuai bahasa wahyu. Tidak perlu faktor-faktor keturunan yang tidak lebih permainan dari penguasa dan kepentingan politik. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Dari paparan penuh paradoks dan perselisihan di atas, saya ingin mengambil kesimpulan. Setidaknya menyangkut identitas kearaban saya sendiri. Jika saya… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (7): Definisi Arab: Paradoks dan Ilusi (3)

Dalam semua penggunaan istilah a’rab yang dapat berarti orang-orang Arab, Alquran menempatkannya dalam konotasi yang buruk dan tercela. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Ilusi soal ras Arab dan klaim-klaim nasab ini tentunya dibantah oleh ahli-ahli nasab sendiri. Mereka umumnya tidak menyebut Arab sebagai nomenklatur ras, melainkan merincikan macam-macam suku dan… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (6): Definisi Arab: Paradoks dan Ilusi (2)

Kesatuan ras Arab itu bagi saya tak lebih dari ilusi. Dan jangan heran bila ilusi ras Arab itu paling banyak dihembuskan oleh rezim-rezim penguasa dinasti Bani Umayyah—setidaknya pasca sejarah Islam. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Perbedaan mencolok konotasi ‘araby dan a’raby membantah teori yang menyatakan bahwa asal makna ‘arab itu… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (5): Definisi Arab: Paradoks dan Ilusi (1)

Penyandang marga yang sama dengan warna kulit gelap merasa diri lebih asli dan tulen dibanding saya. Bukan itu saja, sebagian juga kerap merasa warna kulit gelap itu melambangkan kejantanan dan kelelakian. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Kebingungan yang menimpa saya sejak kecil itu ternyata karena memang Arab itu suatu identitas… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (3): Kontestasi Identitas Arab (2)

Suasana keramahan nyaris tidak akan Anda temukan saat pergi berhaji atau umroh. Bukan karena banyak orang non-Arab di sana, tapi lebih karena karakter kapitalis telah mewabah di dua kota suci itu beberapa dekade lampau. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Bagi pengamat Timur Tengah, perebutan identitas Arab bakal terlihat terang sekali.… Teruskan Membaca

Studi Islam

Ilusi Identitas Arab: Sebuah Pengalaman dan Klarifikasi (2): Kontestasi Identitas Arab (1)

Jika boleh memilih identitas (selain Arab) dan itu bukan merupakan sikap menolak takdir ilahi, maka mungkin saja saya akan memilih identitas lain. Oleh Musa Kazhim al-Habsyi | Penerjemah dan Koresponden TV Arab Tiap kali ada konfrontasi di Timur Tengah, isu Arab langsung mencuat. Ada yang seperti menunggu momen itu untuk menggebah kegemaran khalayak terhadap Arab.… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (2): Masa Kecil

Abu Utsman adalah anak yang miskin namun rajin dan cerdas. Dia memiliki mata yang melotot keluar dan menakutkan, sampai-sampai dijuluki “Si Mata Melotot”, atau dalam bahasa setempat “Jahiz”. Dialah yang kelak dikenal sebagai al-Jahiz. Penulis yang lebih terkenal dengan nama al-Jahiz ini sebenarnya memiliki nama asli Abu Utsman Amr bin Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri. “Al-Jahiz”… Teruskan Membaca

Tokoh

Al-Jahiz (1): Sastrawan Terbesar dari Dunia Arab

Al-Jahiz berangkat dari latar belakang kehidupan yang sederhana dan kemudian dia bangkit menjadi bintang besar dunia sastra pada masanya. Karya-karyanya yang terselamatkan masih banyak dibaca secara luas sampai sekarang. Artikel ini akan mengulas tentang kehidupan dan karya-karya dari penulis pada zaman keemasan Islam, dia adalah al-Jahiz. Al-Jahiz berangkat dari latar belakang kehidupan yang sederhana dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Satu Abad Pejuang Toleransi Ustadz Husein al-Habsyi (5): Operasi Pengangkatan Paru-Paru

Saat Husein dioperasi, tiba-tiba listrik padam. Para perawat dalam bahasa Belanda menyatakan bahwa kemungkinan besar dia takkan terselamatkan. Dalam perjalanan pulang dari Penang Malaysia ke kampung halamannya di Surabaya, Husein al-Habsyi pergi bersama istri dan putrinya, Khadijah, yang baru bisa jalan merangkak. Husein dan istrinya mesti rela meninggalkan anak sulung mereka yang wafat akibat trauma… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (6): Warisan al-Rasyid

Meski Harun al-Rasyid oleh sebagian sejarawan dianggap sebagai khalifah terbaik, namun ketika wafat dia meninggalkan konflik berdarah di antara para putranya yang memperebutkan kekuasaan. Baik para sejarawan maupun orang-orang yang hidup semasa dengan Harun al-Rasyid menaruh simpati yang besar kepada penguasa Abbasiyah ini. Namun juga, sepanjang 23 tahun pemerintahan al-Rasyid, pemberontakan pecah di beberapa sudut… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (5): Kisah Seribu Satu Malam

Dalam cerita rakyat Seribu Satu Malam, sosok Harun al-Rasyid seringkali muncul. Dia digambarkan sebagai seorang khalifah yang berkuasa namun seringkali berjalan di tengah-tengah rakyatnya dengan menyamar. Alkisah, hiduplah seorang raja penguasa daratan tinggi Iran yang bernama Shahriyar. Sang raja dikisahkan suka memenggal perempuan-perempuan yang dinikahinya hanya dalam semalam sekadar untuk melampiaskan dendam terhadap istri pertamanya… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (4): Kertas adalah Mesin Utama Peradaban Baru

Pada tahun 751 Dinasti Abbasiyah bertempur dengan Dinasti Tang dari China. Mereka tidak pernah menyangka bahwa akhir dari pertempuran ini akan mengubah sejarah dunia, yaitu terciptanya proses alih teknologi pembuatan kertas dari China ke Timur Tengah. Meskipun puncak Zaman Keemasan Islam baru terjadi satu generasi atau lebih setelah Kekhalifahan Harun al-Rasyid, namun saat dia memimpin… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (3): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (3)

Ketika Harun al-Rasyid menjadi khalifah, Yahya al-Baramikah diangkat menjadi wazirnya. Dia diberi kuasa mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun. Zaman kemudian terus berganti kembali, Khulafaur Rasyidin digantikan oleh kekhalifahan Dinasti Umayyah. Dan ketika Umayyah sudah mendekati masa-masa akhirnya, keluarga al-Baramikah (Barmakids) merapat ke prospek calon penguasa terkuat pada masa itu, yaitu… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (2): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (2)

Kepala keluarga al-Baramikah yang beragama Buddha di depan khalifah Utsman masuk Islam. Dia berkata, “Hanya karena pilihan, dan mengetahui keunggulannya, tanpa rasa takut atau cemas, aku telah memasuki agama ini.” Keluarga al-Baramikah dan Pergulatan Sejarah Dahulu kala, di sebuah tempat yang kini berada di wilayah Asia Tengah, terdapat sebuah wilayah yang disebut Baktria. Ia berada… Teruskan Membaca

Sejarah

Kiprah Harun al-Rasyid dalam Zaman Keemasan Islam (1): Bantuan Keluarga Persia al-Baramikah (1)

Di balik kesuksesan Abbasiyah dalam menggulingkan Dinasti Umayyah, adalah tidak lepas dari dukungan keluarga Persia yang memiliki pengaruh yang begitu besar, mereka adalah al-Baramikah. Dalam artikel seri ini kita akan membahas tentang sosok Harun al-Rasyid, khalifah Dinasti Abbasiyah pada abad ke-8 dan ke-9. Di antara khalifah-khalifah Abbasiyah lainnya, barangkali Harun al-Rasyid adalah yang paling terkenal… Teruskan Membaca