Mozaik Peradaban Islam

Tokoh

Negus (6): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Ummul Mukminin Aisyah binti Abu Bakar ra., mengisahkan tentang sejarah hidup Negus dan bagaimana lika-liku perjalanan hidupnya sampai ke tampuk kekuasaan. Berdasarkan kisah tersebut, sikap adil dan ketegaran Negus dalam menjaga kebenaran sudah dikenal sejak pertama kali dia menaiki tampuk kekuasaan Habasyah. Abu Thalib mengetahui rencana orang-orang Quraisy untuk melobi Negus dengan mengutus dua orang… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (14): Naik Haji (3): Para Pengkhotbah

Seorang pengkhotbah dari Khurasan, pria dengan wajah tampan dan gerakan yang anggun, berbicara menggunakan bahasa Arab dan Persia dengan fasih, membuat pendengar gemetar dengan emosi dan meleleh dengan rintihan. Para peziarah meninggalkan Arafah setelah matahari terbenam, seperti yang telah aku katakan. Larut malam itu mereka ke Muzdalifah, di mana mereka menggabungkan salat maghrib dan isya,… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (5): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Abu Thalib menuturkan syair untuk Negus yang isinya sebagai berikut: “…Ketahuilah, bahwa engkau orang mulia dan luhur. Hingga orang yang tinggal di tempatmu tidak merasa menderita. Ketahuilah, bahwa Allah membekalimu dengan keluasaan, Dan sebab-sebab kebaikan yang kesemuanya melekat padamu. Engkau orang dermawan yang berakhlak mulia, Orang jauh dan orang dekat mendapatkan manfaat darinya.”      Ketika… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (13): Naik Haji (2): Kemewahan di Arafah

Di Arafah, seolah-olah sang Amir menghuni kota bertembok yang bergerak ketika dia pindah dan menetap di tempat dia tinggal. Pemandangan kemegahan kerajaan seperti ini tidak pernah terlihat di antara raja-raja Barat. Arafah juga merupakan dataran yang luas (sama dengan Muzdalifah, memiliki dataran yang luas), cukup luas untuk menampung seluruh umat manusia pada Hari Kebangkitan. Dataran… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (12): Naik Haji (1): Muzdalifah

Sejak awal bulan, genderang-genderang milik Amir ditabuh pada pagi dan sore dan pada saat jam-jam salat, untuk menandai keseriusan periode itu. Genderang terus berlanjut sampai hari ketika kami pergi ke Arafah Makkah, Bulan Haji, Maret – April 1184 Penampakkan bulan baru pada bulan ini muncul pada Kamis malam, bertepatan dengan tanggal 15 Maret-nya orang Kristen….… Teruskan Membaca

Studi Islam

Keterbukaan Imam Bukhari terhadap Para Periwayat Syiah (3): Penerimaan Para Ulama

Imam Dhahabi berkata, “Seandainya riwayat mereka seluruhnya ditolak, maka hilanglah sebagian Sunah Nabi, dan hal ini akan menjadikan kerusakan yang nyata.” Oleh Syafiq Basri | Mantan Wartawan Tempo, Pengamat Masalah Sosial, Agama, dan Komunikasi Ibnu al-Madini (w. 234 H) telah mensinyalir, kalau saja para kritikus hadis menjadikan keyakinan periwayat sebagai acuan diterima atau ditolaknya sebuah… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (11): Makkah (3): Keutamaan Syaban

Seorang pria asing mengucapkan, “Jika perbuatan buruk telah membawaku jauh dari-Mu, pikiran jujurku telah membawaku dekat lagi.” Berulang-ulang sampai dia pingsan karena ekstasi. Makkah, Bulan Syaban, November – Desember 1183 Malam pada tengah bulan Syaban yang diberkati, dimuliakan oleh orang-orang Makkah karena tradisi mulia yang turun kepada kita tentang hal itu.[1] Mereka berlomba-lomba satu sama… Teruskan Membaca

Studi Islam

Keterbukaan Imam Bukhari terhadap Para Periwayat Syiah (2): Asal-Usul Syiah dan Metode Pemilihan Hadis Sahih

Dari penelitian, dapat ditemui para periwayat hadis dari berbagai jenis kelompok Syiah, mulai Syiah biasa (ringan), Syiah berlebihan (ghuluw/mufrit shadid/jalad/muhtaraq), hingga kelompok Rafidah (sejenis sempalan Syiah yang ekstrim), yang narasinya dimuat dalam Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Oleh Syafiq Basri | Mantan Wartawan Tempo, Pengamat Masalah Sosial, Agama, dan Komunikasi Banyak pendapat tentang sejarah kemunculan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (10): Makkah (2): Festival Rajab

Orang-orang Makkah menganggap bulan ini sebagai kesempatan yang sungguh-sungguh bagi para peziarah untuk bertemu satu sama lain. Ini adalah acara festival lokal yang luar biasa, yang telah mereka peringati tanpa jeda jauh sebelum zaman Nabi Muhammad. Makkah, Bulan Rajab, 20 Oktober 1183…. Orang-orang Makkah menganggap bulan ini sebagai kesempatan yang sungguh-sungguh bagi para peziarah untuk… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (4): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Tentang sambutan Negus pada kaum Muslimin, Ummu Salamah mengisahkan, “Ketika kami tiba di Habasyah, An-Najasyi (Negus) menyambut kami dengan sambutan yang baik sekali. Kami merasa aman terhadap agama kami, dan bisa beribadah kepada Allah SWT tanpa mendapatkan penyiksaan dan mendengar kata-kata yang tidak kami sukai.” Bila menilik pada sejarah, ada setidaknya dua Negus yang memerintah… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (9): Makkah (1): Jumadil Ula

Kota ini dan orang-orangnya dari zaman yang sangat kuno telah mendapat keuntungan dari doa-doa Ibrahim, sang sahabat Allah, seperti yang tertulis (Q.S al-Qasas [28]: 57). Bukti dari ayat ini begitu nyata di Makkah, dan akan tetap demikian sampai Yaumul Qiyamah. Jeddah ke Makkah Pada Selasa malam, hari kedua bulan Agustus, kami meninggalkan Jeddah — hanya… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (8): Jeddah, Kota para Keturunan Nabi

Sebagian besar orang yang tinggal di kota ini dan di padang pasir dan pegunungan di sekitarnya adalah keturunan Nabi, atau Jafar ash-Shadiq. Kehidupan mereka memilukan. Tidak diragukan lagi, mereka adalah keluarga yang telah Allah jamin masa depannya, bukan pada saat ini. Di Jeddah kami menginap di rumah Gubernur, Ali, yang memerintah pelabuhan ini atas nama… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (7): Menyeberangi Laut Merah

Tepat ketika kami melihat burung-burung pertama dari Arab mulai berputar-putar di udara, petir menyambar gunung-gunung di timur dan badai yang membesar menggelapkan langit, menutupi segalanya. Mari kita lanjutkan catatan perjalanan Ibnu Jubair. Pada episode kali ini penulis akan menampilkan proses perjalanan Ibnu Jubair dari Aydhab (dulunya berada di Mesir) menuju ke Jeddah (sekarang berada di… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (3): Bahasa Arab sebagai Lingua Franca

Ada beberapa pendapat tentang sejak kapan bahasa Arab digunakan? Yaitu, (1) semasa Nabi Ismail, karena dia orang pertama yang fasih menggunakannya, (2) pada masa Sem, putra Nabi Nuh, dan (3) sejak Nabi Adam masih hidup di Surga. Sejak dahulu, suku-suku nomaden yang mendiami Semenanjung Arabia telah menggunakan bahasa Arab sebagai sebagai alat komunikasi. Namun, kapan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (6): Tentara Salib Menjarah Timur Tengah

Selain menjarah para kafilah haji, yang paling mengejutkan dari kelancangan pasukan ini adalah, mereka mencoba memasuki Madinah dan merampok makam Nabi Muhammad SAW. Sultan Shalahuddin al-Ayyubi lah yang berupaya untuk memburu dan menghentikan mereka. Setelah kita menyimak pemaparan dari Michael Wolfe yang memberikan komentar-komentar tentang perjalanan Ibnu Jubair, seorang penjelajah Muslim dari Spanyol pada abad… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (3): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Pilihan hijrah kaum Muslimin awal ini bukan disebabkan karena tempat, tapi lebih karena penduduk yang menghuni tempat tersebut. Di Makkah, mereka mendapat tekanan dan penganiayaan dari penduduknya. Sedang di Habasyah, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah Saw, adalah negeri yang benar, sebab “rajanya tidak mengizinkan seorang pun didzalimi di dalamnya. Tentang kaum Muslimin yang berhijrah ke Habasyah… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (5): Para Perampok Hijaz

Sejak jauh hari sebelum kelahiran Islam, jalan-jalan kuno ini telah dipenuhi oleh suku-suku lokal yang beringas, yang hanya memiliki harta benda dari hasil penjarahan para pelancong yang melintas. Segala sesuatunya bertambah buruk ketika Ibnu Jubair tiba di Arabia. Memang, bagian paling berisiko dari perjalanan Ibnu Jubair berada di Hijaz, yakni di sepanjang rute yang menghubungkan… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (2): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Kaum Muslimin berangkat ke Habasyah secara bergelombang. Gelombang pertama yang pergi waktu itu sekitar 10 laki-laki dan 4 perempuan. Dalam rombongan ini terdapat tokoh-tokoh seperti Utsman bin Affan beserta istrinya Ruqayah binti Rasulullah Saw, dan Abu Salamah beserta Istrinya. Adapun Jakfar bin Abi Thalib yang kelak menjadi juru bicara kaum Muslimin di hadapan Negus, baru… Teruskan Membaca

Tokoh

Ibnu Jubair (4): Menuju Mesir

Turun di Aleksandria, Ibnu Jubair bertemu dengan kereta unta tentara Kristen yang dibawa ke penjara. Mereka bukan sembarang tentara, ini adalah pasukan Reynald de Chatillon, seorang tokoh legendaris dalam catatan sejarah Tentara Salib yang melakukan praktik khusus untuk menyerang para kafilah haji. Mari kita lanjutkan pemaparan dari Michael Wolfe tentang perjalanan Ibnu Jubair: Pilihan-pilihan berikut… Teruskan Membaca