Mozaik Peradaban Islam

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (9): Karamah Ibrahim

Ibrahim duduk di tepi sungai Tigris menjahit jubah tipisnya. Jarumnya jatuh ke sungai. Dia meminta ke sungai untuk mengembalikan jarumnya. Ribuan ikan muncul sambil membawa jarum mas di mulut mereka. Ibrahim dan Prajurit Ibrahim sedang melakukan perjalanan di gurun pada suatu hari ketika dia ditegur oleh seorang prajurit. “Siapakah engkau?” prajurit itu bertanya. “Seorang pelayan,”… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (8): Pertemuan dengan Iblis dan Jibril

Ibrahim berjalan selama tiga hari di gurun tanpa makanan apa pun. Iblis mendatanginya, “Apakah engkau meninggalkan kerajaanmu hanya untuk pergi berziarah dengan kelaparan?” Keimanan kepada Allah “Suatu waktu,” Ibrahim menceritakan, “aku sedang melakukan perjalanan di padang pasir dengan menaruh kepercayaanku kepada Allah. Selama beberapa hari aku tidak menemukan apa pun untuk dimakan. “Aku teringat seorang… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (7): Kedermawanan Ibrahim

Ibrahim naik perahu dengan rambut panjang dan pakaian compang-camping. Seseorang menjambak rambut dan mencabutnya serta menampar lehernya untuk bahan tertawaan. Tiba-tiba badai datang. Kepedulian kepada Teman Sahl bin Ibrahim menceritakan kisah berikut ini: Aku melakukan perjalanan dengan Ibrahim-e Adham (“e” biasanya digunakan oleh orang-orang Persia, maknanya sama dengan “bin”, yang berarti “putra”), dan dalam perjalanan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (6): Pemuda yang Dirasuki Setan

Suatu waktu Ibrahim melihat pemuda yang sangat bersemangat hidupnya, tidak pernah tidur baik siang maupun malam. Ibrahim melakukan penyelidikan. Alasan Mengapa Tidak Menikah Suatu hari Ibrahim bin Adham ditanya, “Apa yang terjadi kepadamu, sehingga engkau pergi meninggalkan kerajaanmu?” “Suatu hari aku sedang duduk di singgasanaku,” kenangnya. “Sebuah cermin dipasang di depanku. Aku melihat ke cermin… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (5): Pencarian Putra Ibrahim

Ibrahim meninggalkan anak yang masih menyusui ketika di Balkh. Anak yang kini sudah besar itu mencarinya ke Makkah. Belum lama bertemu, putranya meninggal di pelukannya. Ketika Ibrahim bin Adham pergi dari Balkh, dia meninggalkan seorang anak laki-laki yang masih menyusui. Anak itu, yang kini sudah besar, suatu hari bertanya kepada ibunya tentang ayahnya. “Ayahmu hilang,”… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (4): Hijrah ke Makkah

Di padang gurun dia bertemu seseorang yang mengajarinya Nama-nama Allah. Tidak lama kemudian dia bertemu Nabi Khidr yang berkata, “Ibrahim, tadi itu adalah saudaraku Daud yang mengajarimu.” Farid al-Din Attar menuturkan: Ketika apa yang dilakukan oleh Ibrahim bin Adham diketahui oleh banyak orang, dia menjadi terkenal karenanya. Oleh karena itu dia memutuskan untuk meninggalkan gua… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (3): Pertemuan dengan Nabi Khidr AS (2)

Di Merv, Ibrahim melihat seseorang yang hampir tenggelam di sungai. Dia berseru, “Ya Allah, selamatkanlah dia!” Orang itu mengambang di udara. Baiklah, mari kita lanjutkan kisah Ibrahim bin Adham sebagaimana yang disampaikan oleh Farid al-Din Attar dalam Tadhkirat al-Awliya. Pada artikel sebelumnya telah disebutkan bahwa Ibrahim bertemu dengan Nabi Khidr as sebanyak dua kali, dan… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (2): Pertemuan dengan Nabi Khidr AS (1)

Suatu malam Ibrahim tertidur di istananya. Tengah malam atap bederak, seseorang berjalan di atas. “Siapa di sana?” dia berteriak. “Seorang sahabat,” jawabnya. Ibrahim bin Adham di dalam legenda dikenal luas sebagai penguasa Balkh, Khurasan (daerah ini sekarang meliputi sebagian Iran, Afghanistan, dan Asia Tengah), yang turun takhta untuk menjalani kehidupan zuhud. Namun menurut N. Hanif,… Teruskan Membaca

Tasawuf

Ibrahim bin Adham (1): Pengantar

Ibrahim bin Adham adalah salah satu tokoh sufi yang paling terkemuka pada abad ke 2 H. Dia menjadi gambaran ideal bagi para sufi generasi berikutnya terutama karena telah meninggalkan kemewahan pada masa mudanya. Redaksi Gana Islamika sebelumnya sudah pernah memuat artikel tentang Ibrahim bin Adham, namun artikel tersebut merupakan bagian dari rangkaian seri artikel tentang… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Yunus (7): Telaah Saintifik, Adakah Ikan yang Mampu Menelan Manusia Secara Utuh?

Seekor Paus Sperma bisa memiliki panjang 20,5 meter. Tulang rahangnya kira-kira 25% dari panjang tubuhnya, jadi mulutnya cukup besar untuk dapat memasukkan tubuh manusia. Kisah tentang Nabi Yunus as bukan hanya terdapat di dalam Alquran dan hadis-hadis, tetapi ada juga di dalam Alkitab. Berikut ini adalah beberapa ayatnya: “Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Yunus (6): Hadis Nabi

Rasulullah bertemu seorang budak asal Niniwe dan membicarakan tentang Yunus. Budak itu bertanya dari mana beliau tahu. “Dia adalah saudaraku, dia adalah seorang nabi dan aku juga seorang nabi,” jawab Rasulullah. Budak itu menunduk kepadanya dan mencium kepala, tangan, dan kakinya. Berikut ini adalah beberapa kisah tambahan tentang Nabi Yunus as yang diriwayatkan oleh beberapa… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Yunus (5): Dimuntahkan Paus

Yunus dilemparkan ke pantai, dan Allah membuat pohon labu tumbuh. Konon pohon labu itu adalah yang labunya meneteskan susu sampai kekuatannya kembali kepadanya. Sekarang mari kita simak riwayat dari al-Rabi, sebagaimana dikutip oleh al-Tabari dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk: Aku mendengar dari seseorang yang hafal Alquran pada masa Umar bin Khattab (menjadi khalifah). Dia menceritakan… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Yunus (4): Melompat ke Laut

Ibnu Katsir menjelaskan, “Tiga lapis kegelapan menyelimuti dirinya (Yunus), satu di atas yang lainnya: kegelapan perut paus, kegelapan dasar laut, dan kegelapan malam.” Sekarang mari kita lanjutkan kembali riwayat dari Ibnu Katsir dalam Qisas Al-Anbiya: Yunus Melompat ke Laut Kapten memberi perintah, “Kami akan mengadakan undian dengan semua nama penumpang. Yang namanya muncul akan dibuang… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Yunus (3): Pergi ke Lautan

Ibnu Katsir mengisahkan, “Gelombang naik setinggi gunung lalu terjun ke bawah bagaikan lembah, menghantam perahu dan menyapu dek. Di belakang perahu, seekor paus besar membelah air dan membuka mulutnya.” Ibnu Abbas meriwayatkan: Allah mengutus Yunus kepada orang-orang di kotanya, tetapi mereka menolak seruannya dan mengabaikannya. Ketika mereka bertindak demikian, Allah berfirman kepadanya, “Aku akan mendatangkan… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Yunus (2): Nabi yang Marah (2)

Ibnu Abbas berkata, “Dia (Nabi Yunus) pergi, dengan marah kepada Allah, dan menolak untuk kembali kepada mereka (umatnya), karena mereka telah mencela dia sebagai pendusta.” Pada artikel pertama, telah digambarkan bahwa Nabi Yunus as marah kepada Allah sebelum dia berdakwah kepada umatnya. Pada artikel kali ini kita akan membahas riwayat-riwayat yang mendukung pendapat bahwa Nabi… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Yunus (1): Nabi yang Marah (1)

Yunus didatangi Jibril, “Pergilah ke orang-orang Niniwe dan peringatkan mereka bahwa hukuman sudah dekat.” Yunus kemudian berkata, “Aku akan mencari seekor hewan tunggangan.” Jibril membalas, “Perintah ini terlalu mendesak.” Untuk memulai kisah tentang Nabi Yunus as, kita akan mengikuti alur cerita yang disampaikan oleh al-Tabari dalam Tarikh al-Rusul wa al-Muluk. Sebelum mulai membaca kutipan dari… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (22): Karamah Hamzah setelah Wafatnya

Ketika Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah, dia hendak membongkar kuburan Hamzah. Ketika pacul mengenai ujung kaki Hamzah, ia mengeluarkan darah, seolah dia baru saja wafat saat itu. Keberanian Hamzah bin Abdul Muthalib tercatat dalam lembaran emas sejarah Perang Islam. Paman Nabi ini adalah salah seorang Arab yang paling pemberani dan perwira Islam yang termasyhur.… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (21): Kesaksian Pembunuh Hamzah (2)

Pada hari-hari terakhir kehidupan Wahsyi, dia dibenci kaum Muslim. Dia menjadi pemabuk dan namanya dihapus dari daftar tentara. Umar bin Khattab biasa mengatakan, “Pembunuh Hamzah tak pantas diberi ampun di dunia dan akhirat.” Sekarang mari kita lanjutkan riwayat yang kedua, yang menyatakan bahwa Wahsyi bin Harb masuk Islam atas undangan Rasulullah saw. Abdullah bin Abbas… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (20): Kesaksian Pembunuh Hamzah (1)

(Dengan tubuh kekar yang tertutup debu) dia tampak seperti unta coklat, menghantam orang-orang dengan pedangnya dengan sangat keras sehingga tidak ada yang bisa bertahan di hadapannya. Ada dua riwayat yang mengisahkan bagaimana Wahsyi bin Harb, pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib, pada akhirnya memeluk Islam. Riwayat yang pertama menggambarkan bahwa Wahsyi masuk Islam atas dasar keterpaksaan,… Teruskan Membaca

Tokoh

Hamzah bin Abdul Muthalib (19): Syair dari Para Sahabat

Hassan bin Tsabit menggubah syair untuk Hamzah: “Seorang warga Hasyim mencapai yang cemerlang / Tampil ke medan laga membela kebenaran / Gugur sebagai syahid di medan pertempuran / Di tangan Wahsyi pembunuh bayaran.” Setelah wafatnya Hamzah bin Abdul Muthalib, para sahabat kemudian berlomba-lomba menggubah syair untuk mengenang jasa-jasanya. Berkatalah Hassan bin Tsabit, penyair ternama pada… Teruskan Membaca