Mozaik Peradaban Islam

Pustaka

Kitab al-Aghani Karya Abul Faraj al-Asfahani (4): Ragam Cetakan dan Edisi

Layaknya sebuah karya maestro, selain kitab induk juga banyak lahir karya-karya ikhtisar dari Kitab al-Aghani. Ini dibuktikan dengan berlimpahnya para pengkaji yang secara khusus membahas kitab tersebut, atau menjadikannya sebagai referensi utama dalam pengkajiannya. Oleh Khoirul Imam[i] Sebagai seorang ensiklopedis dalam kajian sastra dan budaya Arab masa silam, Abul Faraj telah memperlihatkan kepiawaiannya dalam mengkodifikasi… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (11): Turbulensi Besar

Pasca wafatnya Khalifah Utsman bin Affan RA, umat Islam menjadi terbelah ke dalam faksi-faksi politik. Hampir seluruh riwayat yang menceritakan kisah hidup para sahabat Nabi SAW yang berusia panjang, mau tidak mau akan tersangkut paut dengan hal ini. Setelah sekian lama menjadi Gubernur Kufah, Ammar bin Yasir RA akhirnya diberhentikan oleh Khalifah Umar bin Khattab… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (10): Gubernur Kufah (2)

Setelah menjadi gubernur, suatu hari Ammar belanja di pasar. Seseorang mencelanya, “Hai, yang telinganya terpotong!” Ammar menjawab, “Yang engkau cela itu adalah telingaku yang terbaik. Karena ia ditimpa kecelakaan sewaktu perang fi sabilillah.” Demikianlah, akhirnya Ammar bin Yasir RA ditunjuk untuk menjadi Gubernur Kufah oleh Umar bin Khattab RA. Sebagaimana diriwayatkan oleh Haritsah bin Mudharib,… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (9): Gubernur Kufah (1)

Umar bin Khattab berkata, “Telah menjadi keputusan kami bahwa orang yang menuntut jabatan ini tidak akan diperkenankan dan diberi kesempatan.” Setelah wafatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, Umar bin Khattab RA menggantikannya sebagai khalifah umat Islam. Salah satu hal yang menurutnya paling harus diperhatikan pada masa awal kepemimpinannya adalah pemilihan pejabat pemerintahan. Dia memilih mereka secara… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (8): Musailamah al-Kazzab, Sang Nabi Palsu

Orang-orang Yamamah membuat kesaksian, “Kami bersaksi bahwa Musailamah adalah Rasul Allah.” Musailamah bahkan membuat fikih baru yang mengizinkan perzinahan dan meminum khamr. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA diangkat menjadi khalifah untuk menggantikan beliau sebagai pemimpin umat Islam. Bagaimanapun, ketika berita tentang wafatnya Rasulullah menyebar ke berbagai belahan wilayah Muslim, itu menimbulkan percikan-percikan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (7): Nubuat Rasulullah

Ketika sedang membangun masjid di Madinah, Ammar tertimpa dinding yang ambruk. Para sahabat mengira dia tewas. Namun Rasulullah bersabda, “Tidak, Ammar tidak apa-apa, hanya nanti dia akan dibunuh oleh golongan pendurhaka.” Tidak lama setelah menetapnya Umat Islam di Madinah, Rasul al-Amin dengan dibantu oleh para sahabat sibuk membina rumah dan mendirikan masjid. Semuanya bekerja dengan… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (7): Putra Dua Kurban

Abdul Muthalib bernazar, jika dia menemukan Zamzam, maka dia akan mengurbankan satu putranya. Hasil undian kurban jatuh kepada Abdullah, pemuda yang kelak akan menjadi ayah dari Rasulullah. Setelah suku Khuzaah memulai serangannya, suku Jurhum dan sejumlah besar keturunan Ismail terpaksa meninggalkan Makkah hingga ke Yaman. Sejak saat itu, suku Khuzaah menguasai Makkah selama lima abad… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (6): Keistimewaan di Mata Rasulullah

Amr bin Ash berkata, “Aku dapat menunjukkan kepadamu dua orang yang sangat disukai Rasulullah sampai pada hari wafat beliau. Mereka adalah Abdullah bin Masud dan Ammar bin Yasir.” Di antara sebagian sahabat, ada beberapa orang yang memiliki keistimewaan di mata Nabi Muhammad SAW. Ammar bin Yasir adalah salah satunya. Ada beberapa riwayat yang menunjukkan keistimewaan… Teruskan Membaca

Sejarah

Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW (6): Keimanan Leluhur Nabi Suci

Rasulullah SAW bersabda, “Aku selalu berpindah-pindah dari tulang sulbi laki-laki yang suci dan ke dalam rahim-rahim wanita yang suci pula.” Ekonomi Makkah yang terus tumbuh, ternyata membawa implikasi lain berupa nilai-nilai moral dan agama pada titik terendah. Penyimpangan dari keimanan Ibrahim dan Ismail yang murni telah mulai marak terjadi jauh sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (5): Perdebatan dengan Khalid bin Walid

Rasulullah berkata, “Wahai Khalid! Janganlah melecehkan Ammar, karena Allah tidak menyukai siapa pun yang tidak menyukai Ammar dan Allah mengutuk siapa pun yang mengutuk Ammar.” Demikianlah, Ammar bin Yasir terus mengiringi perjalanan agama Islam sampai akhirnya dia ikut hijrah ke Madinah. Umat Islam tinggal di sana bersama Nabi mereka, dan secepatnya masyarakat Islam terbentuk dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (4): Manusia Selain Nabi Ibrahim yang Tidak Terbakar Api

Sambil memegang kepala Ammar, Rasulullah berkata, “Wahai api! Jadilah sejuk dan nyaman bagi Ammar seperti yang engkau lakukan untuk Ibrahim.” Setelah kematian seluruh anggota keluarganya (Ayah, Ibu, dan dalam riwayat lain dikatakan saudara laki-lakinya), kini tinggal Ammar bin Yasir yang masih bertahan hidup dari penyiksaan. Namun ini belum berakhir, dia harus menghadapi penyiksaan yang lebih… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (3): Sumayyah binti Khayyat, Syuhada Islam Pertama

Abu Jahal melakukan tindakan yang mengerikan di padang pasir Makkah kepada Sumayyah, sehingga dia menjadi orang yang mati syahid untuk pertama kalinya dalam Islam. Demikianlah, setelah Kaum Quraisy melancarkan strategi baru untuk membendung penyebaran Islam, mereka menyasar golongan orang-orang yang lemah dari umat Islam. Keluarga Yasir termasuk golongan ini. Bani Makhzum menggelandang Yasir, Sumayyah, dan… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (2): Keluarga Yasir

Yasir bin Amir hijrah dari Yaman ke Makkah. Di sana dia menikahi seorang budak yang bernama Summayah binti Khayyat, sosok yang kelak akan dikenal sebagai syuhada Muslim pertama. Darinya, lahirlah seorang anak yang bernama Ammar. Abdullah bin Masud meriwayatkan, bahwa terdapat tujuh orang pertama yang menyatakan keislamannya di depan umum. Mereka adalah Rasulullah SAW, Abu… Teruskan Membaca

Tokoh

Ammar bin Yasir (1): Amir Kufah yang Telinganya Terpotong

Sosoknya digambarkan bertubuh tinggi, bahunya bidang, dan bermata biru, seorang yang amat pendiam dan tak suka banyak bicara. Telinganya terpotong. Dialah sahabat Rasululllah yang dijamin masuk Surga. Pada permulaan tahun ke-4 sejak masa kenabian, Rasulullah SAW mulai melancarkan dakwahnya secara terang-terangan di Makkah. Pada awalnya orang-orang kafir Quraisy mencoba membendung dakwah Rasulullah dengan cara-cara yang… Teruskan Membaca

Studi Islam

Sejarah Fikih (1): Makna dan Penamaan

“Fikih ialah memadukan ilmu dan amal. Seorang fakih adalah orang yang memalingkan diri dari dunia, zuhud demi urusan akhirat, serta menguasai bidang agama.” (Imam Hasan al-Basri)[i] Mempelajari sejarah sebuah ilmu, pada dasarnya adalah upaya mengetahui gagasan, problem, tujuan dan buahnya, sehingga jelas manfaat mempelajarinya. Begitu pula, ketika menelaah sejarah fikih. Tinjauan Makna Secara konsepsi, fikih… Teruskan Membaca

Tokoh

Negus (9): Raja yang Melindungi Kaum Muslimin

Saat mendengar penjelasan Jakfar bin Abu Thalib tentang kedudukan Nabi Isa bin Maryam dalam agama Islam, Raja Negus kemudian mengambil tongkatnya dan berkata, “Sungguh, perbedaan pemahaman orang Muslim dan keyakinanku tentang Yesus tidak lebih besar dari tongkat yang aku bawa ini.” Apa yang dikatakan oleh Ummu Salamah bahwa kedua utusan orang Quraisy ini berpendirian kuat,… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Syuaib (5): Azab Dua Kaum

Qatadah bin an-Numan meriwayatkan, “Syuaib dikirim ke dua kaum; kepada bangsanya sendiri, yaitu Kaum Madyan, dan kepada para penyembah semak berduri. Semak berduri adalah semacam pohon yang melilit.” Di dalam Alquran, dikatakan bahwa Nabi Syuaib diutus ke dua nama kaum, yakni Madyan dan Aikah: “Dan (Kami telah mengutus) kepada Madyan saudara mereka Syuaib.” (Q.S al-Araf… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Syuaib (4): Dialog Pemuka Madyan dengan Nabi Syuaib

“Sesungguhnya kami benar-benar melihatmu seorang yang lemah di antara kami.” (QS Hud [11]: 91). Ada beberapa pendapat tentang makna “lemah” dalam ayat ini, Abdul Ala bin Wasil al-Asadi mengatakan, maksudnya Syuaib bermata buta, sedangkan Abbas bin Abdul Muthalib mengatakan dia rabun. Setelah Nabi Syuaib memberikan peringatan-peringatan kepada kaumnya, sebagaimana telah dijelaskan pada artikel seri-seri sebelumnya,… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Syuaib (3): Peringatan-Peringatan

Ketika pemuka Madyan berkata kepada Nabi Syuaib, “Engkau harus kembali ke agama kami,” maknanya bukan berarti dia pernah menjadi penyembah berhala, melainkan mereka memintanya untuk diam, jangan mengganggu. Setelah sebelumnya Nabi Syuaib memperingatkan kaumnya terkait transaksi yang tidak adil dan perilaku mereka yang merusak di muka bumi, kali ini dia memperingatikan mereka terkait ajakan mereka… Teruskan Membaca

Sejarah

Kisah Nabi Syuaib (2): Kaum Pedagang

Berdasarkan pemaparan Alquran, Kaum Madyan adalah kelompok masyarakat kuat yang memiliki profesi sebagai pedagang. Namun mereka melakukannya dengan cara mengurangi hak orang lain dan bertransaksi dengan tidak adil. Di dalam Alquran, Nabi Syuaib berkata kepada kaumnya: “Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan… Teruskan Membaca