Afghanistan (1)

in Negara Islam

Last updated on October 29th, 2017 06:42 pm

Peta Afghanistan

Afghanistan adalah sebuah negara yang terletak di Barat Daya benua Asia. Afghanistan berada di dataran tinggi yang dikelilingi oleh negara Iran, Pakistan, China, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Tajikistan. Luas negara Afghanistan sebesar 665.225 km2. Ibu kota Afghanistan adalah Kabul. Afghanistan adalah negara yang tanahnya kering, kondisi geografis Afghanistan didominasi oleh gunung-gunung batu dan gurun, hanya sedikit saja daerah Afghanistan yang memiliki vegetasi, yakni di beberapa lembah pegunungan dan dataran bagian utara.

Kota Kabul (source: huffingtonpost.com)

Afghanistan memiliki dua musim, musim panas dan musim dingin. Pada saat musim panas suhu udara di Afghanistan dapat mencapai 490 C di dataran rendahnya, dan di musim dingin dapat mencapai -90 C di dataran tingginya. Pada suatu waktu, suhu udara di Afghanistan dapat berlangsung ekstrim dalam satu hari, di pagi hari udaranya di bawah 00 C dan siang harinya di atas 300 C.

Di masa lalu Afghanistan telah sejak lama dikenal sebagai lokasi persimpangan rute perjalanan darat di Asia, baik itu sebagai rute perdagangan maupun invasi peradaban . Selama berabad-abad orang-orang dengan berbagai kepentingan dan kebangsaan melewati Afghanistan, dan beberapa di antaranya menjadikannya tanah air mereka. Hari ini, fakta sejarah tersebut tercermin dalam keragaman etnis dan bahasa negara ini. Orang-orang Pashtun, yang merupakan kelompok etnis terbesar, telah lama dikenal sebagai orang Afghanistan, namun di zaman modern istilah Afghanistan tidak hanya merujuk pada suku Pashtun, apapun sukunya, selama dia warga negara Afghanistan maka dia bisa disebut sebagai orang Afghanistan.

Agama adalah ikatan umum terkuat di antara berbagai kelompok etnis di Afghanistan. Mayoritas orang Afghanistan, atau sekitar 99 persen, adalah Muslim. Sekitar 84 persen adalah Muslim Sunni dan sekitar 15 persen adalah Muslim Syiah. Selain Muslim, terdapat  kelompok kecil agama lain, yaitu Hindu, Sikh, Parsi, dan Yahudi tersebar di berbagai kota di Afghanistan. Sejak tahun 1960-an banyak orang Yahudi Afghanistan bermigrasi ke Israel. Selain itu, di Afghanistan terdapat Mazār-e Sharīf, masjid dari abad ke-15, di mana sebagian muslim meyakini bahwa di masjid tersebut terdapat makam pemimpin Muslim, Ali bin Abi Thalib, sehingga tempat tersebut menjadi tempat ziarah terkemuka.

Masjid Biru, Mazār-e Sharīf (Photo Source: http://www.unchartedbackpacker.com/afghanistan-travel-guide/)

Tokoh penting dalam kehidupan Muslim Afghanistan adalah mullah (pemimpin agama laki-laki atau guru). Siapapun  yang hapal Alquran dapat menjadi seorang mullah. Di Afghanistan, bagaimanapun, mullah bisa saja sebenarnya tidak mengerti atau paham sepenuhnya Alquran, karena bagaimanapun bahasa Arab bukanlah bahasa lokal Afghanistan. Di antara tugas Mullah adalah melakukan khotbah Jum’at, imam sholat, penghulu pernikahan, dan memimpin pemakaman. Mullah juga mengajarkan hukum dan doktrin Islam kepada orang dewasa dan anak-anak. Mullah menjadi penengah dalam berbagai perselisihan dan menyelesaikannya berdasarkan prinsip-prinsip hukum Islam. Mereka juga diminta memberikan saran dan menyelesaikan berbagai masalah sosial maupun personal. Hal lainnya, termasuk hal-hal seperti pengobatan, perselisihan penggunaan mata air, atau perseteruan keluarga juga ditangani oleh Mullah. Di beberapa daerah pedalaman yang lebih terpencil, mullah lokal dan khan (tuan tanah) mendikte apa yang diperbolehkan atau dilarang untuk dilakukan oleh pengikut mereka. (PH)

Mullah di Afghanistan. (Source: http://outlookafghanistan.net/topics.php?post_id=9777)

Bersambung ke:

Afghanistan (2): Sejarah Masuknya Islam

Catatan:

Artikel ini diterjemahkan secara bebas dan diceritakan ulang dari artikel: Shroder, John Ford. “Afghanistan.” Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008.

2 Comments

  1. Hey There. I found your blog using msn. This is a very well written article. I’ll be sure to bookmark it and return to read more of your useful information. Thanks for the post. I’ll definitely return.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*