Masjid Cordoba

in Arsitektur

Sebagai masjid (tempat ibadah ummat Islam), Masjid Cordoba sudah tinggal sejarah. Tapi sebagai bangunan dan arsitektur ia masih tetap kokoh berdiri. Tapi bangunan ini memeram begitu banyak khazanah Islam, mulai dari seni arsitektur hingga sejarah tentang cemerlangan peradaban Islam di masa lalu.”

—Ο—

 

Sebagai masjid (tempat ibadah ummat Islam), Masjid Cordoba sudah tinggal sejarah. Tapi sebagai bangunan dan arsitektur ia masih tetap kokoh berdiri. Secara fungsional, Masjid Cordoba saat ini sudah menjadi Gereja. Tapi “arsitektur bukanlah ruang statis, tidak serta merta lahir dari kekosongan historis, melainkan hasil-olah akumulasi pengalaman, permenungan, imajinasi, serta pembacaan atas literasi maupun oralitas, yang kemudian tertuang dalam setiap detail tata ruang, sudut, garis, lengkung, ornamen, dan pewarnaannya. Sehingga menghasilkan karya inovatif yang mengandung nuansa estetis yang bernilai tinggi.”[1] Dan tidak ada yang bisa memungkiri, bahwa bangunan Kathedral Mazquita yang berdiri di kaki bukit Siera de Montena, adalah saksi kemasyhuran peradaban Islam di bumi Spanyol.

Kathedral Mazquita. Sumber gambar: wikipedia.org

Secara historis, Masjid Cordoba dulunya merupakan sebuah katedral yang dibangun oleh bangsa Visigoth, yang bernama Visigoth St Vincent. Setelah Andalusia dikuasai oleh muslim, lokasi tersebut kemudian dibagi menjadi dua porsi, satu untuk muslim, satu untuk Kristen. Pembagian ini bertahan hingga ketika khalifah Abdurrahman I dari Dinasti Umayyah membeli porsi Kristen, lalu kemudian merubuhkan seluruh bangunan dan menggantikannya dengan masjid Cordoba di wilayah bekasnya pada tahun 787 M.[2]

Setelah masa kepemimpinan Abdurrahman I, Masjid Cordoba terus mengalami renovasi. Penerusnya, Abdurrahman II menambahkan menara, sementtara di masa pemerintahan Al-Hakam II masjid ini diperbesar dan dibangun mihrab. Renovasi terakhir dilakukan pada masa al-Mansur Ibn Abi Aamir tahun 987 dengan membangun jalur penghubung yang langsung ke istana. Meski pada akhirnya, masjid ini tampak dibangun oleh satu orang dalam satu masa. Dalam hal inovasi arsitektur dan ornament, Masjid Cordoba menyajikan beberapa fitur dan teknik yang kemudian menjadi ciri khas dari arsitektur bangunan di kawasan Afrika Utara.[3]

 

Design atap masjid di bagian mihrab. Sumber gambar: thinglink.com

Masjid Agung Cordoba menjadi salah satu jenis arsitektur penting dan bersejarah dalam khazanah masyarakat Islam. Arsitektur interiornya sangat rumit dan indah. Muhammad Iqbal menggambarkan aula hypostyle[4]  Masjid Cordoba sebagai “pilar yang tak terhitung jumlahnya seperti deretan pohon palem di oasis Suriah“. Interior masjid ini memang di penuhi oleh pilar-pilar besar yang tersusun menjadi kolom-kolom. Seni arsitektur kolom-kolom tersebut mengadopsi beberapa sentuhan seni seperti dari romawi, dan yang pasti dari masjid agung di Damaskus.  Tampak sekali bahwa masjid ini meraup inspirasi yang cukup banyak dari masjid agung di Damaskus. Yang jelas, keindahan masjid ini begitu menantang kemampuan deskripsi.[5]

Pilar-pilar di dalam Masjid Cordoba. Sumber gambar: artencordoba.com

Pada tahun 1236 M, Masjid Cordoba kemudian diambil alih oleh Raja Ferdinand III setelah sebelumnya berhasil menaklukan pasukan kaum Muslimin di Andalusia. Ia kemudian mengubah fungsi masjid ini menjadi gereja. Bagunan ini kemudian mengalami beberapa penambahan dan penghancuran. Penambahan ini tentu saja terkait dengan keperluan peribadatan Kriten seperti bel di menara masjid, dan juga pembangunan Villaviciosa Chapel dan Royal Chapel di dalam masjid. Penambahan-penambahan serupa terus berlanjut dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan lainnya.

Dan perubahan yang paling signifikan adalah pembangunan katedral Renaisans di tengah struktur bangunan mesjid. Itu dibangun dengan izin dari Charles V, Raja Spanyol. Seniman dan arsitek terus menambah struktur yang ada hingga akhir abad ke-18. Sayangnya, tahap demi tahap pembangunan ini justru menghancurkan struktur dasar dari keindahan Masjid Cordoba. Sehingga dari total 900 pilar yang ada, tersisa 856 dari dampak pembangunan katedral ditengah-tengah mesjid.[6] Melihat hal ini Raja Charles V sempat menyesali keputusannya. Ketika berkunjung ke tempat ini dan melihat hasilnya, ia berkata, “they have taken something unique in all the world and destroyed it to build something you can find in any city.”[7]

Interior Masjid Cordoba yang sekarang sudah menjadi sebuah Gereja. Sumber gambar: artencordoba.com

 

Suasana Interior Masjid. Sumber gambar: flickr.com

Meski sudah mengalami banyak renovasi dan penambahan disana-sini, namun tidak semua hasil karya astitek Muslim di masjid ini hilang semua. Salah satu yang paling mencolok dan msih tertinggal adalah goresan kaligrafi ayat-ayat Alquran pada dinding mihrab masih dipertahankan. Pada 15 Desember 1994, UNESCO menetapkan Masjid Cordoba sebagai salah satu warisan bersejarah dan penting di dunia.(AL)

 

Catatan kaki:

[1] Lihat, https://ganaislamika.com/islam-dan-arsitektur-1/

[2] Lihat, https://aet.co.id/islami/mezquita-cordoba-mesjid-yang-beralih-fungsi-menjadi-gereja-di-spanyol, diakses 19 Desember 2017

[3] Lihat, Rabah Saoud, Architecture in Muslim Spain and North Africa (756-1500AD), http://muslimheritage.com/uploads/Architechture_Spain.pdf, diakses 19 Desember 2017

[4] Kata hypostyle berasal dari bahasa Yunani Kuno ὑπόστυλος hypóstȳlos yang berarti “di bawah kolom”. Dalam dunia arsitektur, hypostyle adalah ruangan besar yang disanggah oleh pilar-pilar yang membentuk kolom-kolom. Lihat, https://en.wikipedia.org/wiki/Hypostyle, diakses 19 Desember 2017

[5] Lihat, https://en.wikipedia.org/wiki/Mosque%E2%80%93Cathedral_of_C%C3%B3rdoba#cite_note-Anwar-31, diakses 19 Desember 2017

[6] Lihat, https://aet.co.id/islami/mezquita-cordoba-mesjid-yang-beralih-fungsi-menjadi-gereja-di-spanyol, Op Cit

[7] Lihat, https://en.wikipedia.org/wiki/Mosque%E2%80%93Cathedral_of_C%C3%B3rdoba#cite_note-Anwar-31, Op Cit. Dalam ungkapan yang agak berbeda Charles V mengatakan pada arsiteknya, “What you are building here can be found anywhere, but what you have destroyed exists nowhere”. Lihat, https://aet.co.id/islami/mezquita-cordoba-mesjid-yang-beralih-fungsi-menjadi-gereja-di-spanyol, Op Cit