Masjid Kristal, Malaysia

in Arsitektur

“Bukan hanya sebatas menampilkan keindahan arsitekturnya saja, Masjid Kristal adalah masjid ‘cerdas’ pertama di Malaysia yang terintegrasi dengan Informasi dan Teknologi (IT). Selain itu, seluruh kelistrikan masjid menggunakan sumber listrik yang berasal dari tenaga matahari (solar panel), jadi, selain berbasis IT, masjid in juga ramah lingkungan.”

–O–

Masjid Kristal di malam hari. Seluruh kelistrikannya menggunakan tenaga matahari. Photo: http://charismaticplanet.com

Di Malaysia, tepatnya di wilayah Trengganu, terdapat sebuah pulau buatan yang bernama Pulau Wan Man, salah satu hal yang menarik dari pulau ini adalah di sana terdapat sebuah masjid yang disebut dengan Masjid Kristal. Bangunan masjid merupakan salah satu bagian dari kompleks Taman Tamadun Islam (Islamic Heritage Park).[1]

Masjid Kristal merupakan salah satu bagian dari kompleks Taman Tamadun Islam (Islamic Heritage Park). Photo: http://charismaticplanet.com

Keunikan dari masjid ini berasal dari eksteriornya yang menarik. Masjid ini dilapisi dengan baja, kaca, dan kristal yang merupakan bahan utama pembangunan masjid ini, karena itulah masjid ini disebut dengan Masjid Kristal. Tampilannya yang ramping dan modern membayang ke permukaan sungai yang berada di sekitar masjid. Interiornya pun sama, penuh dengan kilauan yang berasal dari kubah-kubah kacanya. Masjid ini mampu menampung hingga 1.500 orang.[2]

Bayangan masjid terpantul dari permukaan air sungai yang berada di sekitar masjid. Photo: charismaticplanet.com

Dibangun dari sejak tahun 2006 dan selesai tahun 2008, masjid ini secara resmi dibuka pada Februari 2008 oleh Sultan Terengganu, Sultan Mizan Zainal Abidin. Arsitektur masjid ini mengadopsi gaya arsitek Moor dan Gothic.[3] Namun, apabila dilihat lebih detail lagi, beberapa elemen desain masjid ini juga mengadopsi gaya arsitektur khas China.[4]

Di tengah ruangan utama masjid yang menjadi tempat shalat, terdapat sebuah lampu kristal besar yang menjadi salah satu daya tarik dari masjid ini. Pada malam hari, masjid menjadi terang dengan tampilan lampu yang memukau yang dapat mengubah warna kubah dan menaranya menjadi merah muda, hijau, kuning, dan biru.[5]

Lampu kristal besar di tengah masjid, tepat berada di bawah kubah utama. Photo: Rithauddin
Suasana di dalam masjid. Photo: Time Travel Turtle

Masjid Kristal adalah masjid ‘cerdas’ pertama di Malaysia yang dibangun dengan desain infrastruktur yang terintegrasi dengan Informasi dan Teknologi (IT) dan koneksi WiFi, yang memberikan akses kepada pengunjung dengan internet yang difungsikan untuk membaca al-Quran elktronik dari gawainya masing-masing.[6] Selain itu, seluruh kelistrikan masjid menggunakan sumber listrik yang berasal dari tenaga matahari (solar panel), jadi selain berbasis IT, masjid in juga ramah lingkungan.[7]

Pada siang hari, apabila cerah, pantulan sinar matahari membuat masjid ini seolah-olah berwarna kuning, coklat, atau bahkan hitam. Apabila malam hari, dengan efek pencahayaannya yang megah, masjid ini seolah-olah terlihat seperti terapung di atas air. Bukan hanya sekedar tempat ibadah, para pengunjung juga dapat menikmati fasilitas wisata di sekitar masjid, yakni dengan menaiki perahu yang berkeliling di sekitar sungai.[8]

Tampilan masjid di siang hari. Photo: http://charismaticplanet.com
Warna masjid terkadang berubah menjadi kuning di siang hari apabila cuaca sedang cerah. Photo: Resakse/Flickr
Bahkan warnanya terkadang terlihat menjadi hitam. Photo: Irwandy/Flickr

Meskipun termasuk kawasan wisata, untuk masuk ke masjid ini kita tidak perlu membayar apapun. Apabila anda datang di akhir pekan, jumlah pengunjung yang hadir cukup padat.[9] Konon, biaya pembangunan untuk kawasan wisata ini, termasuk masjidnya, memakan biaya sampai 80 juta dollar. Taman Tamadun Islam juga menampilkan replika dari banyak masjid-masjid yang paling ternama dari seluruh dunia.[10]

Untuk mencapai kawasan ini, pengunjung dapat menggunakan pesawat yang menuju Bandara Sultan Mahmud. Apabila menggunakan jalur darat, pengunjung dapat menggunakan bus dari mana pun di wilayah Malaysia atau Singapura.[11] (PH)

Catatan Kaki:

[1] “Masjid Kristal (Crystal Mosque)”, dari laman http://www.itc.gov.my/mosque/masjid-kristal-crystal-mosque/, diakses 29 April 2018.

[2]  “Crystal Mosque, Kuala Terengganu”, dari laman http://www.wonderfulmalaysia.com/attractions/crystal-mosque-kuala-terengganu.htm, diakses 29 April 2018.

[3] Masjid Kristal (Crystal Mosque)”, Ibid.

[4] Atimian, “Crystal Mosque”, dari laman https://www.atlasobscura.com/places/crystal-mosque, diakses 29 April 2018.

[5] Masjid Kristal (Crystal Mosque)”, Ibid.

[6] Ibid.

[7] Masjid Kristal: Crystal Mosque, dari laman http://www.historyasia.com/content/crystal-mosque, diakses 29 April 2018.

[8] Masjid Kristal Trengganu – Ikon Pelancongan Kuala Trengganu, dari laman https://www.caridestinasi.com/masjid-kristal-terengganu-kuala-terengganu/, diakses 29 April 2018.

[9] Ibid.

[10] Atimian, Ibid.

[11] “Crystal Mosque, Kuala Terengganu”, Ibid.