Penaklukan Andalusia (1)

in Sejarah

Last updated on May 7th, 2018 02:41 pm

Andalusia di awal abad ke 8 M, dipimpin oleh Raja Roderik yang tidak mengenal toleransi. Konflik, penderitaan, kemelaratan akibat ketidakadilan, dan penindasan marak terjadi. Kekuasaannya pun ada di titik berbahaya, militer lemah dan penduduk tidak setia.”

—Ο—

 

Wilayah yang terletak disekitar semenanjung Iberia dan membelah Benua Eropa dengan Afrika, daerah dikenal dengan berbagai nama. Sebelum abad ke 5 M, wilayah ini disebut dengan Iberia (atau Les Iberes) yang diambil dari nama bangsa Iberia (penduduk tertua di wilayah tersebut. Ketika berada dibawah kekuasaan Romawi wilayah ini dikenal dengan nama Asbania. Pada abad ke 5 Andalusia dikuasai oleh bangsa Vandal[1] yang berasal dari wilayah ini. Sejak saat itu wilayah ini disebut Vandalusia oleh umat Islam yang akhirnya disebut ‘Andalusia’.[2]

Semenanjung Iberia. Sumber Gambar https://id.wikipedia.org/wiki/Iberia

 

Beberapa Negara di Semenanjung Iberia. Sumber Gambar https://incubator.wikimedia.org/wiki/Wy/id/Iberia

Masyarakat Andalusia pada masa sebelum datangnya kekuasaan Islam berada dibawah Kerajaan Gothik atau Visigothik. Kerajaan ini menempati daerah yang kini menjadi Prancis barat daya dan Semenanjung Iberia sejak abad ke-5 hingga abad ke-8 masehi. Sebagai salah satu negara Jermanik penerus Kekaisaran Romawi Barat, kerajaan ini pada awalnya bermula dari pemukiman Visigoth di bawah raja Wallia di provinsi Aquaitaine di Prancis selatan oleh pemerintahan Romawi dan meluas melalui penaklukan di semenanjung Iberia.[3]

 

Wilayah Kerajaan Visigothik. Sumber Gambar http://leviathanangel.blogspot.co.id/2009/01/goth-siapakah-mereka.html

 

Wilayah Terluas Kerajaan Visigothic (berwarna Jingga dan Jingga Muda). Sumber gambar https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Visigoth

Pada masa kepemimpinan raja Roderic kondisi Kerajaan menjadi tidak kondusif karena ia dikenal sebagai penguasa yang tidak toleran terhadap kebhinekaan dan keanekaragaman agama dan kepercayaan masyarakat Andalusia.

Keadaan demikian memicu munculnya konflik, penderitaan, kemelaratan akibat ketidakadilan, dan tertindasnya masyarakat kelas bawah dan masyarakat yang tidak sefaham dengan kerajaan. Keadaan menjadi lebih tidak kondusif dengan dibuatnya kebijakan ekonomi kerajaan yang membiarkan tanah-tanah tidak digarap, pabrik-pabrik ditutup secara sepihak dan sarana transportasi tidak mendapatkan perhatian. Hal ini memicu lumpuhnya ekonomi masyarakat.

Pemerintahan Raja Roderick menjadi kacau setelah adanya perebutan kekuasaan antara dirinya dengan keturunan Witiza dan ratu Julian. Ini dikarenakan pada sekitar tahun 710 M Raja Visigothik pada waktu itu Witiza dikudeta oleh Roderick, dan Roderick menodai puteri dari Julian, gubernur Ceutia, Afrika Utara. Konflik tersebut ditambah dengan kebijakan politik Raja  yang otoriter serta sering membuat keputusan yang sepihak.[4]

Imbasnya kekuatan militer Roderick menjadi sangat lemah. Kondisi pasukan yang hanya dari kalangan budak melemahkan kekuatan militer yang pada waktu itu harus berhadapan dengan kekuatan umat Yahudi yang berkoalisi dengan tentara Islam.[5]

Yahudi meminta bantuan kepada tentara Muslim di Afrika Utara pada waktu itu karena ditekan oleh penguasa. Bukan hanya kaum Yahudi Julian pun meminta bantuan kepada Musa bin Nusair, kepada Khalifah Ummayah di Afrika Utara. Orang-orang Afrika saat itu dikenal sebagai bangsa Berber[6], yang memiliki kemampuan mahir dalam bertempur.[7] (SI)

Bersambung ke:

Penaklukan Andalusia (2)

Catatan Kaki:

[1] Bangsa Vandal adalah suku Jerman Timur yang yang datang ke Kaisaran Romawi pada abad ke-5 an menciptakan sebuah Negara di Afrika Utara, berpusat di kota Kartago. Bangsa ini pernah menetap sementara di Andalusia (Andalusia nama yang diberikan oleh bangsa Vandal). (Wikipedia)

[2] Lihat, Badri Yatim, Sejarah Peradaban Islam, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2011, hal 20

[3] Lihat, https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Visigoth

[4] Lihat, http://www.carakawisata.com/page/38/Sejarah-Andalusia

[5] Samsul Munir Amin, Sejarah Peradaban Islam, Amzah, Jakarta, 2010, hal

[6] Orang Berber atau bangsa Berber adalah etnis asli dari daerah Afrika Utara timur lembah Nil. Mereka tersebar dari Samudra Atlantik hingga Oasis Siwa di Mesir dan dari Laut Mediterania hingga sungai Niger. (Wikipedia)

[7] Lihat, Op.cit http://www.carakawisata.com/page/38/Sejarah-Andalusia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*