Al-Akbar, Al-Quran Raksasa dari Palembang yang Mendunia (2)

in Kaligrafi

“Al-Quran Al-Akbar adalah satu-satunya dan pertama ada di dunia”

–O–

Alamat lengkap Al-Quran Al-Akbar berada di Jalan M Amin Fauzi, Soak Bujang, RT 03, RW 01, Kelurahan Gandus, Kecamatan Gandus, Palembang, Sumatera Selatan. Dari pusat kota Palembang menuju lokasi berjarak sekitar 9 km, apabila menggunakan kendaraan bermotor dapat ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit. Repoter Gana Islamika pada tanggal 16 November 2017 berkesempatan langsung datang ke lokasi.

Gandus bukanlah daerah pusat kota Palembang, dia berada di sekitar pinggir Sungai Musi, sehingga untuk menuju ke sana kita akan melewati beberapa perkampungan. Saat ini Palembang sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan dalam rangka menghadapi SEA Games pada tahun 2018 nanti. Menuju ke Gandus, kita akan melihat derap pembangunan sepanjang perjalanan, di antaranya adalah pembangunan jalur Light Rapid Transit (LRT) dan perbaikan infrastruktur transportasi komuter lainnya seperti jembatan, gorong-gorong, dan jalan-jalan. Maka bersiaplah berpacu dengan truk-truk besar di tengah jalan yang berdebu dengan perbaikan di sana sini.

Suasana jalan menuju Pesantren Al-Ihsaniyah/Al-Quran Al-Akbar. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika

Sampai di lokasi, pengunjung yang membawa kendaraan akan diarahkan menuju areal parkir di depan pesantren Al-Ihsaniyah. Lokasi gedung di mana Al-Quran Al-Akbar berada tepat di seberang areal pesantren. Untuk masuk ke dalam, pengunjung harus membayar tiket retribusi sebesar Rp 5000,- yang mana nantinya dana dari hasil kunjungan tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional dan pemeliharaan sehari-hari Al-Quran Al-Akbar. Dalam satu tahun pengunjung Al-Quran Al-Akbar dapat mencapai satu juta orang.

Struktur pengurus pesantren Al-Ihsaniyah. Beberapa nama tentunya sudah tidak asing lagi karena merupakan tokoh politik nasional. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika
Suasana di lingkungan pesantren. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika
Tiket masuk. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika

Di depan pintu masuk, sudah ada seorang petugas yang akan cek tiket masuk sekaligus mengarahkan pengunjung untuk menyimpan alas kaki di tempat yang telah disediakan. Ya, untuk masuk ke dalam pengunjung diwajibkan untuk melepas alas kaki. Sedari pintu masuk kita sudah dapat melihat sekelebat kemegahan Al-Quran Al-Akbar.

Masuk ke dalam kita akan dibuat takjub dengan besarnya Al-Quran yang ada di hadapan kita. Dia menjulang tinggi ke atas. Ayat-ayat Al-Quran dan ukiran khas Palembang berwarna emas memancarkan kemilaunya. Sehingga hanya satu kata yang ada di kepala: “indah”.

Al-Quran Al-Akbar. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika

Tinggi dari Al-Quran berikut ukiran-ukiran penghiasnya diperkirakan lebih dari 14 meter. Sedangkan lebarnya kira-kira 9 meter. Di bagian depan muka terdapat 30 lembar ayat Al-Quran dengan 5 baris dan 6 kolom. Pada masing-masing sisi lebar lembaran kayu tersebut terdapat poros pada bagian tengahnya sehingga dia dapat dibuka seperti daun jendela.

Tampak muka secara keseluruhan Al-Quran Al-Akbar. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika
Setiap lembar Al-Quran Al-Akbar dapat diputar, sehingga dapat dibuka seperti jendela. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika
Lembaran pertama surat Al-Baqarah. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika

Selanjutnya kita dapat masuk ke bagian belakang gedung, di sana terdapat akses tangga menuju ke-5 lantai tempat di mana lembaran-lembaran sisanya tersedia. Akses hanya dibuka sampai lantai pertama saja, karena pengelola khawatir ada anak-anak yang akan terjatuh apabila dibuka ke lantai selanjutnya. Di lantai satu kita dapat melihat semacam labirin di mana ayat-ayat selanjutnya terpampang pada lembaran kayu di sebelah kiri dan kanan pengunjung.

Bagian belakang gedung, terdapat akses tangga menuju 5 lantai di mana lembaran Al-Quran lainnya disimpan. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika
Lantai 1, di dalam tempat penyimpanan lembaran ayat Al-Quran Al-Akbar. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika

 

Saat ini, jumlah lembaran Al-Quran Al-Akbar yang dipajang baru sampai 15 juz saja, sementara 15 juz sisanya masih disimpan karena terkendala luas bangunan yang kurang memadai. Total lembaran kayu ayat-ayat Al-Quran tersebut adalah 630 lembar, di antaranya ada juga do’a khataman Al-Quran untuk pemula.

Jenis kayu yang digunakan adalah kayu Tembesu, kayu langka khas Palembang. Ustadz Syofwatillah Mohzaib selaku pendiri dan penggagas Al-Quran Al-Akbar mengatakan bahwa alasan penggunaan kayu tersebut adalah selain untuk kepentingan syi’ar agama ada juga kepentingan melestarikan kebudayaan setempat, yaitu menggunakan kayu Tembesu khas Palembang.

Al-Quran Al-Akbar terbuat dari kayu Tembesu, yang merupakan material utamanya. Kayu Tembesu merupakan kayu khas Sumatra Selatan. Photo: Panji Haryadi/Gana Islamika

Kayu Tembesu merupakan kayu-kayu yang biasa digunakan pada rumah-rumah limas tradisional Palembang yang banyak ornament ukirnya. Kayu tersebut memiliki daya tahan kuat yang dapat bertahan sampai ratusan tahun. Kayu Tembesu merupakan kayu terbaik di Sumatra Selatan, perbandingan kelasnya adalah apabila di pulau jawa setara dengan kayu jati. Secara teknis pembuatan, menurutnya kayu itu keras, namun mudah untuk diukir. “Ini bukan Trembesi ya, Tembesu, orang kadang bilang Trembesi, salah, (yang benar) Tembesu. Tulisnya biasa, T-E-M-B-E-S-U, Tembesu,” ujar Syofwatillah. Syofwatillah mengatakan bahwa Al-Quran Al-Akbar adalah satu-satunya dan pertama ada di dunia. (PH)

Bersambung ke:

Al-Akbar, Al-Quran Raksasa dari Palembang yang Mendunia (3)

Sebelumnya:

Al-Akbar, Al-Quran Raksasa dari Palembang yang Mendunia (1)