Pertempuran Talas 751 M (1): Pertempuran Dinasti Abbasiyah melawan Dinasti Tang, Titik Balik Peradaban Islam

in Sejarah

Last updated on November 9th, 2017 07:19 pm

Mari kita bayangkan sejenak, seandainya minyak bumi yang selama ribuan tahun sudah ditemukan oleh manusia, namun revolusi industri tidak pernah berlangsung di Eropa, dan mesin-mesin inovatif yang rakus mengkonsumsi minyak bumi tidak pernah dibuat. Mungkin gerak laju peradaban kita tidak akan secepat ini.

Hal yang sama juga terjadi dengan “kertas”. Benda ini memang ditemukan oleh bangsa China pada tahun 105 M, oleh seorang sarjana yang bernama Cai Lun pada masa pemerintahan dinasti Han. Tapi bayangkan, bila kertas tidak pernah bertemu dengan masa keemasan peradaban Islam. Dimana manusia-manusia yang tamak ilmu lahir berduyun-duyun, menelurkan karya-karya agung yang membludak bak air bah. Dari tangan merekalah lahir penemuan-penemuan penting yang menjadi soko guru bangkitnya peradaban modern hari ini.

Semua karya-karya itu ditulis di atas kertas, yang teknologi pembuatannya mereka adopsi dari China. Menurut Eamonn Gaeron pertemuan bangsa Arab dengan teknologi pembuatan kertas, adalah salah satu titik balik terpenting dalam sejarah peradaban Islam dan Eropa di kemudian hari.[1] Dan momentum pertemuan ini terjadi pada bulan Juli 751 M, dalam sebuah pertempuran di daerah Talas, yang sekarang merupakan bagian dari wilayah Negara Kirgistan, di kawasan Asia Tengah.

Wilayah Talas dalam peta Negara Kirgistan sekarang.  (Gambar: freemapviewer.com)

Pada masa itu, daerah ini merupakan wilayah peri-peri/remote area bagi dua adidaya dunia, dinasti Tang di Timur, dan kekhalifahan Abbasiyah di Barat. Di tempat inilah bertemu irisan pengaruh Kekaisaran China dengan kekhalifahan Islam.[2] Bagi China, wilayah ini merupakan ujung terjauh dari kekuasaannya di barat. Demikian juga dengan dinasti Abbasiyah, wilayah ini adalah ujung terjauh dari wilayah ekspedisinya ke Timur. Maka bisa dibayangkan, kedua kekuatan besar ini bertemu dalam sebuah pertempuran yang berjarak ratusan bahkan ribuan kilometer dari ibu kota kekuasaan masing-masing.

Pertempuran antara dua kekuatan ini hanya terjadi sekali. Setelah itu tidak ada lagi catatan sejarah pertempuan antara dinasti kekhalifahan Islam dengan dinasti kekaisaran China. Menurut Eamonn Gaeron, mungkin ini hal yang membuat momentum pertempuran Talas menjadi luput dari perhatian sejarawan barat. Ditambah lagi, setelah pertempuran selesai tidak ada lagi upaya balas dendam ataupun permusuhan yang sifatnya berkepanjangan antara kedua negara. Bahkan hanya berselang 4 tahun setelah itu, Kaisar Tang sudah memohon bantuan kepada Khalifah dinasti Abbasiyah untuk memadamkan pemberontakan An Lushan yang mengganggu legitimasi kekuasaan Kaisar Tang. Membuat gaung pertempuran ini tak ubahnya letupan perselisihah kecil di pena para sejarawan barat.[3]

Meskipun jauh, namun pertempuran ini begitu krusial bagi kedua kekuatan adidaya ini. Sebab wilayah Kirgistan terletak di Jalur Sutra, yang merupakan jalur lalu lintas penting masa itu. Berbagai anasir kebudayaan, teknologi dan informasi dunia bertumpuk disini. Disamping itu, wilayah ini dihuni oleh suku-suku kecil yang tidak terikat dalam unit persatuan yang solid, sehingga gangguan-gangguan kecil di satu wilayah kesukuan, sangat mudah menyebar dan akan sangat berpengaruh terhadap dinamika keamanan di kawasan tersebut. Ini yang tidak diinginkan oleh kedua belah pihak.

Kekaisaran China pada masa itu berada di bawah kekuasaan Dinasti Tang yang memerintah antara tahun 618-906 M. Dibawah pemerintahan Dinasti Tang, China menjadi kekuatan adidaya yang disegani. Hampir semua infrastruktur dan instalasi jaringan perdagangan global China yang dibuat beberapa generasi sebelumnya, diselesaikan pada masa pemerintahan dinasti Tang. Jalur Sutra yang dibuka pada masa pemerintahan dinasti Han abad ke 2 SM, telah terbuka lebar pada masa Dinasti Tang berkuasa.[4] Tidak hanya itu, Dinasti Tang bahkan berhasil menundukkan suku-suku dan kerajaan di sekitar kawasan Asia Tengah dan Utara. Hampir semua suku-suku di Asia Tengah pada masa itu merupakan koloni dari kekaisaran China, dan menjadi pasukan-pasukan yang berguna dalam melayani kebutuhan dalam negeri China.[5]

 


Ruang lingkup wilayah kekuasaan Dinasti Tang pada abad ke 7 Masehi. (Photo: Ian Kiu)

Dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, Dinasti Tang tercatat sebagai peradaban pertama yang membuat buku dalam bentuk cetak. Bukti arkelolgis tentang hal ini ditemukan oleh Sir Aurel Stein pada tahun 1907 di Dunhuang. Tempat dimana ia menemukan buku tercetak berupa naskah suci Budhis berjudul Sutra Intan.[6]

Salah satu halaman dari Sutra Intan. (Sumber Poto: Diamond Sutra. Cave 17, Dunhuang, ink on paper British Library Or.8210/P.2 Copyright © The British Library Board)

Namun sejarah berubah pada saat kekuatan Islam muncul di barat. Kekuatan Islam dengan sangat cepat merayapi wilayah-wilayah di Asia barat dan selatan. Satu persatu suku di kawasan Timur Tengah tunduk, bahkan kekaisaran Persia yang sudah berumur ribuan tahun pun berhasil dikalahkan. Gaung kemenangan Islam semakin tersiar kemana-mana, termasuk ke kawasan Asia Tengah. Dalam waktu singkat kekuatan baru ini sudah memiliki agregat kekuatan militer, nilai, kebudayaan, dan peradaban yang sejajar dengan China.[7] Hal ini membuat labil sikap koloni-koloni China di kawasan Asia Tengah. Pemberontakan pun bermunculan, dan ini mulai mengganggu stabilitas dan legitimasi kekaisan China. Maka meredam spectrum pengaruh kekhalifan Islam di kawasan ini menjadi salah satu hal krusial bagi China. (AL)

Bersambung ke:

Pertempuran Talas 751 M (2): Pertempuran Dinasti Abbasiyah melawan Dinasti Tang, Kekalahan Tang

Catatan kaki:

[1] Lihat, Eamonn Gearon, Turning Points in Middle Eastern History; Course Guidebook, United States of America, The Teaching Company, 2016, Hal. 52

[2] Lihat, https://www.thoughtco.com/the-battle-of-talas-195186, diakses 3 November 2017

[3] Lihat, Eamonn Gearon, Op Cit, Hal 53-54

[4] Lihat, https://www.britannica.com/topic/Tang-dynasty, diakses 2 November 2017

[5] Lihat, https://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Tang#cite_note-2, diakses 2 November 2017

[6] Lihat, Ivan Taniputra, History of China, Yogyakarta, Ar-Ruzzmedia, 2007, Hal. 346

[7] Lihat, https://www.thoughtco.com/the-battle-of-talas-195186, Op Cit

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*