Pertempuran Talas 751 M (3): Produksi Kertas Skala Besar, Adaptasi Teknologi dari China

in Sejarah

Pertempuran Talas, memang tidak berdampak besar bagi kedua belah pihak. Pertempuran ini tidak menandai berakhir atau bangkitnya sebuah dinasti atau kekaisaran. Hanya 18 bulan sebelumnya, Abbasiyah berhasil menumbangkan rival terkuatnya, yaitu dinasti Ummayah, dan menjadi kekuatan terbesar dalam dunia Islam, yang bertahan hingga lebih dari 500 tahun. Sedangkan di China, dinasti Tang masih terus berjalan hingga 150 tahun setelah peristiwa pertempuran Talas.

Secara politis, memang terjadi penurunan pengaruh dinasti Tang di China terhadap kawasan Asia Tengah. Setelah pertempuran ini, pengaruh Islam semakin kuat dan mengakar di kawasan ini. satu persatu Negara-negara koloni China menyatakan merdeka, bahkan tidak sedikit yang melakukan pemberontakan.[1] Adapun Abbasiyah sendiri, meski Islam tidak secara langsung meraih pemeluk yang banyak, namun pengaruh mereka meningkat secara gradual di kawasan ini. Hanya berselang 250 tahun setelahnya, sebagian besar suku Kristen, Hindu, Zoroaster, dan Kristen Nestorian di Asia Tengah telah menjadi Muslim.[2]

Tapi aspek penting dari bertempuran ini bukan terletak pada prakteknya, namun pada makna yang muncul setelah pertempuran itu terjadi. Menurut Eamon Gearon, ini adalah momentum pertemuan dua peradaban besar di titik terjauhnya. Wilayah Talas, merupakan titik terjauh ekpansi kekuasaan China ke Barat, demikian juga sebaliknya bagi Abbasiyah. Ini merupakan titik terjauh ekspansi kekuasaannya ke Timur. Di titik ini interaksi antar dua kekuatan adidaya ini bertemu dan saling mengenal.

Alih-alih memperpanjang perselisihan, setelah pertempuran Talas, kedua peradaban ini justru menjalin hubungan yang lebih baik. Hanya empat tahun setelahnya, saat Dinasti Tang kewalahan menghadapi pemberontakan An Lushan, Kaisar Tang meminta bantuan dari khalifah Abbasiyah untuk memadamkannya.  Dan setelah 40 tahun berlalu, hubungan kedua Negara menjadi sangat erat, yaitu ketika dinasti Abbasiyah diperintah oleh Harun Al Rasyid, seorang Khalifah yang menghormati dan sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan. Ia dikenal sebagai pelopor pembelajaran Islam. Pada masa pemerintahannya-lah perpustakaan Baghdad dan Bayt Al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) dibangun, sehingga Islam dapat dengan cepat menggapai masa keemasannya.

Ilustrasi kegiatan di Bayt Al-Hikmah. Sumber Gambar: https://www.whyislam.org/muslim-heritage/baghdad-libraries-house-of-wisdom/

Bayt Al-Hikmah merupakan terobosan sejarah yang monumental. Ini adalah lembaga penelitian pertama di dunia Islam. Disini berbagai literatur dunia dari setiap zaman dikaji, diteliti, dan dikembangkan. Naskah-naskah dari berbagai tempat penaklukan, ataupun negara sahabat dimasukkan ke dalam perpustakaan Baghdad dan dikaji di Bayt Al-Hikmah.[3] Tempat ini diisi oleh Penerjemah, Ilmuwan, ahli kitab, pengarang, Penulis, dan Penyalin. Adapaun Bahasa yang digunakanpun bermacam-macam, mulai dari Arab, Parsi, Ibrani, Aram, Syria, Yunani, Latin, dan India.[4]

Lantas, apa infrastruktur penunjang Bayt Al-Hikmah dan Perpustakaan Baghdad yang termasyur itu? Jawabannya tidak lain adalah “mesin produksi kertas”. Dan starting point nya tidak lain adalah Pertempuran Talas.

Menurut Eamon Gearon, dalam pertempuran yang berlangsung 5 hari tersebut ribuan pasukan China dan Abbasiyah tewas, dan ribuan lainnya menjadi tawanan. Adapun diantara pasukan China yang ditawan tersebut terdapat dua orang diantaranya yang memiliki pemahaman yang tinggi tentang teknologi pembuatan kertas.

Memang sebagian kritikus banyak yang mempertanyakan pertempuran ini sebagai momentum berkembangnya kertas di dunia Islam. Karena semua ini tampak terlalu sederhana untuk dapat berpengaruh sebesar itu. Namun Eammon Gearon membantah, sebab pada kenyataannya, sebelum terjadinya pertempuran ini, masyarakat Timur Tengah tidak banyak yang menggunakan kertas, dan bisa dipastikan mereka belum memiliki pengetahuan untuk memproduksinya.

Lebih jauh, pabrik pembuatan kertas yang pertama ditemukan dalam dunia Islam adalah di Samarkan, yang hanya berjarak 300 Mil dari Talas, dan waktu berdirinya pabrik ini sangat berdekatan dengan waktu pasca terjadinya pertempuran Talas. Dalam skala yang lebih besar, produksi kertas tercatat mulai berkembang di Baghdad pada tahun 793 M, di Kairo pada tahun 900 M, dan di Maroko pada tahun 1100 M.

Ilustrasi teknik dan alat pembuatan kertas. Sumber Gambar: www.1001inventions.com

Di Baghdad sendiri, mesin pembuatan kertas telah mencapai inovasi yang menakjubkan. Mereka sudah berhasil membuat kertas yang lebih kuat dan diproduksi dalam skala massif. Ini infrastruktur utama yang menunjang lahirnya zaman keemasan Islam, dimana kertas menjadi alat bagi ilmuwan Arab untuk menulis, menerjemahkan, menyebarkan, dan menyimpan kekayaan pengetahuan yang luar biasa, sehingga mereka dikenal di seluruh dunia.

Dua halaman folio (239b – 241b) dari manuskrip di Perpustakaan Universitas Leiden, yang mungkin merupakan naskah Arab tertua yang diketahui di atas kertas (tertanggal Dhu al-Qa’da 252 (866 M.) Sumber Gambar: Muslim Heritage: “Filling the Gap in the History of Pre-Modern Industry: 1000 Years of Missing Islamic Industry” by Professor Salim Al-Hassani

Menurut Eamon Gearon, “Sederhananya, pengenalan kertas ke Timur Tengah adalah momen revolusioner bagi dunia Muslim, dan akhirnya untuk peradaban Barat yang lebih luas. Hanya satu abad setelah Pertempuran Talas, kehidupan budaya, kesusastraan, dan ilmiah di Timur Tengah telah mengalami transformasi. Dari pertengahan abad ke-8 sampai sekitar pertengahan abad ke-12, orang-orang Arab mungkin dapat disebut sebagai orang-orang yang paling beradab di muka bumi. Semua itu, tidak lain karena tersedianya sarana penunjang yang fundamental, yaitu tersedianya kertas.” (AL)

Selesai.

Sebelumnya:

Pertempuran Talas 751 M (2): Pertempuran Dinasti Abbasiyah melawan Dinasti Tang, Kekalahan Tang

Catatan: Artikel ini merupakan adaptasi dan terjemahan dari buku: Eamon Gearon, Turning Points in Middle Eastern History, (Virginia: The Great Courses, 2016), chapter 7. Adapun informasi lain yang didapat dari luar buku tersebut dicantumkan dalam catatan kaki.

Catatan Kaki:

[1] Lihat, http://archive.aramcoworld.com/issue/198205/the.battle.of.talas.htm, diakses 10 November 2017

[2] Lihat, https://www.thoughtco.com/the-battle-of-talas-195186, diakses 10 November 2017

[3] Di tempat inilah tersimpan kitab-kitab semua agama dan naskah-naskah ilmuan terdahulu mulai dari Aristoteles, hingga Copernicus dan Thomas Aquinas. Lihat, http://sarahrose.com/wp-content/uploads/2009/04/for-all-the-tea-in-china-country-life.pdf, diakses 10 November 2017

[4] Lihat, http://www.abdullaeid.net/teaching/spring2015/files/TC2MA324Spring2015RA2G1.pdf, diakses 10 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*