The British East India Company (1); Kuda Troya Kapitalisme Pertama Bangsa Eropa

in Sejarah

Last updated on November 30th, 2017 04:18 pm

The British East India Company, adalah awal mula hikayat imperialism dan kolonialisme bangsa Eropa di kawasan Asia dan Afrika. Bagi Timur Tengah, inilah pintu masuk, sehingga kemudian Inggris dapat memiliki kendali atas Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Irak, Yordania, dan Palestina, atau apa yang sekarang kita kenal Israel.”

 —Ο—

 

Mungkin kita pernah mendengar istilah multi national corporation (MNC’s). Sebuah perusahaan yang memiliki daya jangkau luas lintas negara. Dalam perkembangan hubungan internasional, MNC’s, karena demikian powerful-nya, sudah dianggap sebagai salah satu aktor penting yang diperhitungkan.

Adalah The British East India Company (BEIC), sebuah MNC pertama yang paling sukses, dan paling berpengaruh di dunia pada abad 17 Masehi. Demikian kuatnya pengaruh BEIC, hingga tindakan-tindakannya sudah berhasil mengubah wajah India, Afrika, dan Timur Tengah, bahkan mengubah arus sejarah dunia. Konstruksi politik dan ekonomi di kawasan Asia Selatan, Timur Tengah dan sebagaian Afrika hari ini, menyisakan jejak BEIC di setiap jengkalnya. Inilah pintu masuk, sehingga kemudian Inggris dapat memiliki kendali atas Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, Irak, Yordania, dan Palestina, atau apa yang sekarang kita kenal Israel.[1] Dan dalam konteks yang lebih khusus, mengubah wajah dunia Islam hampir seluruhnya.

Awalnya, BEIC adalah perusahaan biasa yang didirikan untuk melakukan perdagangan ke kawasan Asia hingga Asia Timur. Perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan banyak barang, termasuk teh, sutra, katun, garam, saltpetre (mineral, biasanya digunakan untuk bahan peledak), dan opium. Saham perusahaan ini kemudian meningkat pesat pada saat omset perdagangannya berkembang, dan menjadi salah satu tujuan investasi yang menjanjikan bagi bangsawan Inggris. [2]

Atas prestasinya ini, pada tanggal 31 Desember 1600, BIEC menerima Royal Charter dari Ratu Elizabeth I, yang secara resmi untuk pertama kalinya menjadi duta kehormatan perdagangan kerajaan Inggris ke India Timur (The Honourable Company of Merchants of London Trading into the East Indies (HEIC)). Kompensasinya, BEIC mendapatkan hak monopoli dalam semua jenis perdagangan di kawasan India Timur selama 15 tahun. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa BEIC adalah perusahan multinasional pertama yang secara resmi didirikan di daratan Eropa.[3]

Dengan adanya mandat dari Ratu, investasi pada perusahaan ini semakin diminati, dan secara otomatis menguatkan kemampuan ekspansinya. Pada paruh kedua abad 18, BEIC bahkan sudah bisa membiayai pasukan untuk mengamankan sejumlah bisnisnya di Asia. Tapi itu belum apa-apa, titik balik kemajuan perusahaan ini terjadi pada tahun 1765, ketika BEIC berhasil menundukkan kaisar muda Mughal, Shah Alam, dan memaksanya untuk memberikan mandat memungut pajak dari daerah kekuasaannya (Negara India sekarang).

 

Kaisar Mughal, Shah Alam menggenggam naskah yang kemudian diberikan pada Robert Clive, selaku Gubernur Bengal, yang menyatakan memindahakan hak pemungutan pajak di Bengal, Bihar dan Orissa kepada the East India Company. Ilustrasi: Benjamin West (1738–1820)/British Library

 

Lukisan di atas menunjukkan sebuah situasi di bulan Agustus 1765, ketika kaisar muda Mughal Shah Alam, yang diasingkan dari Delhi setelah sebelumnya berhasil dikalahkan oleh pasukan BEIC, menyerahkan kekuasaannya. Ia dipaksa melakukan apa yang sekarang kita sebut sebagai tindakan privatisasi yang tidak disengaja. Gulungan dalam lukisan di atas berisi perintah untuk mengganti aparatur kekaisaran Mughal di Bengal, Bihar dan Orissa, dengan aparatur BEIC yang ditunjuk oleh Robert Clive, gubernur baru Bengal. Pengumpulan pajak Mughal kemudian disubkontrakkan ke perusahaan multinasional tersebut, dan kegiatan pengumpul pajak ini dilindungi oleh tentara pribadinya BEIC. Sejak saat itulah BEIC tidak lagi menjadi perusahaan biasa. Ia sudah menjadi seperti negara dalam negara, dengan aparatur dan hukum sendiri, juga dengan tentara yang kuat dan mandiri.[4]

Tapi masa-masa keemasan BEIC sebagai perusahaan yang mandiri tersebut hanya bertahan 7 tahun. Akibat managemen yang kurang baik, dan strategi perencanaan ekspansi yang tidak matang, perusahaan ini mengalami kerugian yang fatal. Korupsi, penindasan terhadap penduduk, dan keserakahan menjadikan daya dukung ekonomi terhadap perusahaan ini berhenti. Dan pada tanggal 15 Juli 1772, direktur BEIC mengajukan dana talang kepada Bank of England sebesar £ 1 juta. Dengan pertimbangan yang sama seperti Lehman Brothers pada tahun 2008 di AS, BEIC juga terlalu besar untuk gagal (too big to fail) pada masanya. Terlalu besar ketergantungan kerajaan Inggris pada perusahaan ini, dan terlalu besar capaian perusahaan ini untuk bangkrut begitu saja. Dengan alasan ini, maka pada tahun 1773, BEIC diselamatkan oleh mega-bailout pertama dalam sejarah, yang dengan demikian kerajaan Inggris mulai mengambil porsi yang cukup besar dalam mengontrol dan mengelola perusahaan ini selanjutnya.[5]

Skema kekuatan di India awal abad ke-19. Sumber gambar: pinterest.com

 

Dengan suntikan dana segar dari kerajaan Inggris, dan didukung oleh managemen ekonomi yang lebih ketat, BEIC bergerak lebih progresif. Hanya berjarak kurang dari setengah abad kemudian, pada 1803 BEIC sudah menjelma menjadi perusahaan terbesar di muka bumi. Ia sudah menguasai separuh dari total perdagangan Inggris di dunia, dan sudah pula memiliki sekolah, pabrik,dan tentara swasta. Konon BEIC memiliki armada pasukan berjumlah 260.000 orang, dimana jumlah ini setara dengan dua kali lipat armada resmi angkatan bersenjata Inggris waktu itu, dan merupakan angkatan bersenjata terkuat di Asia. Dengan kekuatan sebesar ini, praktis pada akhir abad ke 18 itu, seluruh kawasan Asia Selatan sudah di bawah kendali BEIC. (AL)

Bersambung…

The British East India Company (2): Meraba Rute Perdagangan  

Catatan kaki:

[1] Lihat, Eamonn Gearon, Turning Points in Middle Eastern History; Course Guidebook, United States of America, The Teaching Company, 2016, Hal. 263

[2] Lihat, https://en.wikipedia.org/wiki/East_India_Company, diakses 24 November 2017

[3] Lihat, http://www.newworldencyclopedia.org/entry/British_East_India_Company, diakses 24 November 2017

[4] Lihat, https://www.theguardian.com/world/2015/mar/04/east-india-company-original-corporate-raiders, diakses 24 November 2017

[5] Ibid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*