Zaha Hadid: Muslimah yang Menjadi Salah Satu Arsitek Terbesar di Era Kontemporer (1)

in Arsitektur

Last updated on October 8th, 2019 08:09 am

Zaha Hadid, seorang Muslimah berkebangsaan Inggris. Dalam dunia arsitektur, nama Zaha Hadid bukan hanya menjadi jaminan kualitas, tapi juga menjanjikan terobosan yang berani. Desain arsitekturnya yang visioner dan radikal, menjadikan karya-karya Zaha Zahid sebagai acuan bagi para arsitek lain untuk mengenal capaian kemajuan dunia arsitektur kontemporer.

Pada 25 September 2019 lalu, Presiden China Xi Jinping meresmikan sebuah bandara baru bernama Beijing Daxing International Airport (PKX), di Beijing. Dia sengaja datang beberapa hari sebelum peringatan ke-70 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Oktober 2019, hanya untuk meresmikan bandara yang dinobatkan dengan terminal terbesar di dunia itu.

Bandara ini dibangun selama empat tahun di atas areal seluas 700.000 meter persegi atau setara dengan 100 lapangan sepak bola. Total anggaran yang dihabiskan oleh pemerintah China untuk membangun bandara ini mencapai $17.47 Milyar. Bandara ini diproyeksikan melayani 45 juta penumpang setiap tahun, dan 100 juta penumpang setelah ekspansi lebih lanjut.[1]

Yang cukup menarik perhatian adalah model desain bandara ini yang berbentuk bintang laut (starfish). Setiap cabangnya adalah gerbang, dengan total jumlah gerbang yang dimiliki oleh bandara tersebut sebanyak 79 gerbang.[2]

Design Beijing Daxing International Airport (PKX) tampak dari atas yang menyerupai bintang laut. Sumber gambar: Pinterest.com

Tapi meski terlihat sangat luas, gerbang keberangkatan terjauh hanya berjarak kurang dari delapan menit berjalan kaki dari pos pemeriksaan keamanan (checkpoint). Sebab desain futuristik bandara ini diilhami oleh prinsip-prinsip arsitektur tradisional Tiongkok. Dimana setiap ruangan yang dibuat akan terhubungan satu sama lain dan diatur agar mengelilingi ruang utama yang berada di tengah.[3]

Maket Beijing Daxing International Airport (PKX). Sumber gambar: Pinterest.com

Ditinjau dari sisi teknologi, bandara ini didesain dengan standar eco technology. Keseluruhan sistem energi yang digunakan dalam bandara ini terbilang ramah lingkungan. Untuk masalah kelistrikan, di seluruh bangunan dipasang panel surya, agar menekan suplay listrik sampai kebutuhan minimum 10 MW.[4]

Terkait pecahayaan, Bandara ini menggunakan atap transparan, yang memungkinkan sinar matahari memenuhi ruangan secara maksimal. Selain itu, Bandara Daxing juga dilengkapi dengan sistem penampungan air hujan. Air tersebut kemudian disimpan dengan cara alami, permease alami dan pemurnian alami hingga 2,8 juta meter kubik di lahan basah baru, dalam bentuk danau dan sungai buatan. Model ini, selain bisa memenuhi kebutuhan air bandara, juga bisa mencegah banjir, dan menstabilkan suhu wilayah ketika musim panas.[5]

Sumber video: youtube.com

Sang Arsitek

Zaha Hadid. Sumber gambar: wikipedia.org

Selain itu, yang tak kalah menarik dari fakta tentang Beijing Daxing International Airport, adalah arsitek yang merancangnya. Dia adalah Almarhumah Zaha Hadid, seorang Muslimah berkebangsaan Inggris.

Dia adalah wanita pertama yang meraih penghargaan arsitektur Pritzker (Pritzker Architecture Prize) pada tahun 2004. Penghargaan ini hanya diberikan kepada mereka yang memiliki kualitas talenta, visi, dan komitmen memproduksi karya secara konsisten, serta secara signifikan berkontribusi pada kemanusiaan dalam membangun lingkungan melalui seni dan arsitektur.[6]

Dalam dunia arsitektur, nama Zaha Hadid bukan hanya menjadi jaminan kualitas, tapi juga menjanjikan terobosan yang berani. Desain arsitekturnya yang visioner dan radikal, menjadikan karya-karya Zaha Zahid sebagai acuan bagi para arsitek lain untuk mengenal capaian kemajuan dunia arsitektur kontemporer. Atas semua kualitas dirinya tersebut, seabrek penghargaan bergengsii dunia sudah berhasil diraihnya.

Pada tahun 2010, Zaha Hadid mendapat penghargaan RIBA Stirling Prize (Royal Institute of British Architects Stirling Prize), dan meraihnya kembali pada tahun 2011. [7] Pada 2012, dia anugerahi Bintang Kerajaan Britania Raya (Order of the British Empire) dan berhak menyandang dengan gelar Ksatria, Dame Commander.[8] Dan pada tahun 2015, atau setahun sebelum kematiannya, Zaha Hadid kembali meraih Riba Gold Medal untuk namanya sendiri.

Selain Beijing Daxing International Airport yang merupakan karya terakhirnya sebelum wafat pada 2016 silam, beberapa masterpiece Zaha Hadid lainnya antara lain: Vitra Fire Station (1993), di Weil am Rhein, Jerman; The Mind Zone at the Millennium Dome (1999) Greenwich, Inggirs; A ski jump (2002) di Innsbruck, Austria; dan The Rosenthal Center for Contemporary Art (2003) di Cincinnati, Ohio, Amerika Serikat.

Selain menggeluti karir profesionalnya sebagai arsitek, Zaha Hadid juga terlibat akhir dalam dunia akademik. Beberapa di antaranya, dia memegang kursi dan jabatan profesor tamu di Universitas Harvard, Universitas Yale, Universitas Illinois di Chicago, Universitas Columbia, Universitas Seni Visual di Hamburg dan Universitas Seni Terapan di Wina.[9] (AL) 

Bersambung…

Catatan kaki:


[1] Lihat, https://daxing-pkx-airport.com/, diakses 6 Oktober 2019

[2] Ibid

[3] Lihat, Welcome to Daxing: The World’s Biggest Airport, https://www.weforum.org/agenda/2019/09/worlds-biggest-airport-bejing-zaha-hadid/, diakses 6 Oktober 2019

[4] Ibid

[5] Ibid

[6] Lihat, https://www.pritzkerprize.com/about, diakses 6 Oktober 2019

[7] Penghargaan RIBA Stirling Prize, memiliki kualifikasi penilaian berdasarkan serangkaian kriteria termasuk visi desain; inovasi dan orisinalitas; kapasitas untuk merangsang, melibatkan, dan menyenangkan penghuni dan pengunjung; aksesibilitas dan keberlanjutan (sustainability); serta seberapa cocok bangunan itu untuk tujuannya dan tingkat kepuasan klien. Lihat, https://www.architecture.com/awards-and-competitions-landing-page/awards/riba-stirling-prize, diakses 6 Oktober 2019

[8] Dame Commander adalah gelar Ksatria (Knight) wanita yang diberikan oleh Kerajaan Inggris Raya. Adapun untuk pria, gelarnya adalah “Sir”.Gelar Ksatria ini adalah penghargaan tertinggi dalam derajat penganugrahan Kerajaan Inggris.

[9] https://www.pritzkerprize.com/biography-zaha-hadid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*