Beberapa Sosok Penting Tanpa Nama di Dalam Al Quran (5): Zilkarnain (2)

in Studi Islam

Last updated on April 20th, 2019 12:23 pm

Ia seperti duta yang mengkoneksikan kisah satu peradaban dengan peradaban lainnya, sehingga ketika informasi tentang perjalannya dipaparkan, kita mampu mengkonstruksi pemahaman tentang tabiat peradaban manusia tahap demi tahap, dari terbit hingga tenggelamnya

—Ο—

Pada kesempatan sebelumnya sudah dijelaskan bagaimana sosok bernama Dzū al-Qarnayn ini diberikan Allah SWT karunia demikian besar. Mulai dari “jalan (untuk mencapai) segala sesuatu”, (QS. Al Kahfi: 84) hingga wewenang untuk memutuskan perkara kaum yang ditaklukkannya (QS. Al Kahfi: 87-88). Sangat wajar bila kemudian muncul dugaan bahwa sosok ini adalah seorang Nabi. Dalam ayat selanjutnya surat Al Kahfi, Allah SWT berfirman:

Kemudian Dzū al-Qarnayn mengikuti jalan (yang lain). Hingga tatkala dia sampai ke tempat terbit matahari, dia mendapati matahari itu menyinari suatu kaum yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah, dan sesungguhnya Kami meliputi segala apa yang ada padanya. (QS. Al Kahfi: 89-91)

Quraish Shihab, ketika menafsirkan ayat ini menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindungi mereka darinya”, adalah suatu kaum yang hidup dengan fitrah asli mereka, tidak ada penutup yang mengalangi mereka dari sengatan panas matahari, tidak pakain, tidak ada juga bangunan.[1]

Pada titik ini kita bisa melihat pada dua jalan yang diambilnya, Dzū al-Qarnayn mengikuti navigasi matahari, lentera tunggal yang menerangi bumi. Ia menemukan satu keadaan masyarakat ketika matahari itu tenggelam, dan menemukan masyarakat yang masih polos dengan fitrahnya di tempat matahari terbit. Seperti mengumpamakan tabiat suatu peradaban manusia dari terbit hingga tenggelamnya, dan kondisi-kondisi masyarakat tersebut ketika terbit, serta kondisi-kondisi mereka ketika terbenamnya peradaban tersebut.

Salah satu yang perlu dimenjadi catatan di sini, umumnya mufasir melihat semua petualangan Dzū al-Qarnayn sebagai perjalan di muka bumi. Dan demikianlah Allah SWT ketika mulai memperkenalkan sosok ini. “Sungguh, Kami telah menempatkannya di (muka) bumi…” (QS. Al Kahfi: 84) sehingga sangat wajar bila perburuan informasi mengenai jejak perjalanannya dicari dengan memperkirakan kondisi geografis bumi yang cocok dengan gambaran Al Quran.

Terkait dua tempat  terbit dan tenggelamnya matahari yang dicapai oleh Dzū al-Qarnayn, Rukimin, dalam jurnalnya, mengiutip M. Quraish Shihab, mengatakan bahwa berdasarkan informasi sejarah dan geografis yang sangat teliti berpendapat bahwa perjalanan Dzū al-Qarnayn yang ke Barat di mana dia menyaksikan matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam adalah kawasan hulu sungai Amazon di Brazil di Samudera Atlantik. Tidak ada satu kawasan yang lebih tepat dan dengan sifat-sifat semacam ini daripada kawasan sungai Amazon itu. Air sungai Amazon, mengalir secara umum dari barat ke timur pada suatu daratan rendah. Anak-anak sungainya mengalirkan jumlah yang sangat besar dari lumpur hitam dan tanah liat.[2]

Hanya sayangnya, tidak dijelaskan lebih lanjut bagaimana Dzū al-Qarnayn mencapai kawasan Amazon yang terkatung-katung di tengah dua samudera, Atlantik dan Pasifik. Dan pertanyaan mendasarnya, dimana titik nol Dzū al-Qarnayn memulai perjalanannya?

Lebih lanjut menurut Quraish Shihab, mengutip Muhammad Ghallab dalam bukunya Jughrafiyatul ‘Alam (Geografi Dunia), sedang perjalanan Dzū al-Qarnayn ke timur berakhir di suatu tempat dimana dia menemukan matahari terbit di suatu kawasan yang dihuni segolongan umat yang tidak terlindungi oleh cahaya matahari. Tempat yang dimaksud ini menurutnya adalah Pulau Halmahera di Maluku, Indonesia. Daerah itu dahulunya adalah hutan belantara, sehingga perumahan tidak dapat dibangun di kawasan itu, dan inilah – menurutnya – yang dimaksud oleh ayat tersebut dengan tidak ada bagi umat itu sesuatu yang melindunginya dari cahaya matahari.[3]

Lagi-lagi penentuan tempat tersebut membingungkan. Mengingat, satu-satunya tempat yang cocok dengan penggambaran, sebuah ruang hidup yang “tidak terlindungi oleh cahaya matahari” hanyalah gurun dan steva. Penggambaran hutan belantara, justru menunjukkan bahwa tempat tersebut sangat kurang disirami sinar matahari.

Tapi terlepas dari polemik mengenai dimana persisnya tempat yang dicapai oleh Dzū al-Qarnayn, dari rangkaian ayat di atas setidaknya kita bisa menarik asumsi bahwa ia adalah seorang hamba yang Allah SWT karuniai kekuatan luar biasa hingga mampu menjelajah ke segala arah. Ia menemukan suku-suku terjauh yang tinggal di segala pelosok bumi, dari ujung Timur hingga ujung Barat. Ia seperti duta yang mengkoneksikan kisah satu peradaban dengan peradaban lainnya, sehingga ketika informasi tentang perjalannya dipaparkan, kita mampu mengkonstruksi pemahaman tentang tabiat peradaban manusia tahap demi tahap, dari terbit hingga tenggelamnya.

Dan salah satu yang sangat istimewa dari hamba yang disebut sebagai Dzū al-Qarnayn ini adalah firman Allah SWT yang berbunyi, “Kami meliputi segala apa yang ada padanya.” (QS. Al Kahfi: 91) Ketika menafsirkan ayat ini, Quraish Shihab mengatakan, bahwa ini bukan saja penegasan bahwa Allah Yang Maha Mengetahui, tetapi agaknya Dia juga bermakna Allah mengawasi dan membimbing Dzū al-Qarnayn dalam langkah-langkahnya. Di kisahkan pula dalam Al Quran, bahwa Dzū al-Qarnayn menjadi solusi bagi setiap negeri yang dijumpainya. Dengan kata lain, Dzū al-Qarnayn dengan segenap jejak perjalannya yang luar biasa tersebut adalah karunia Allah SWT bagi setiap kaum dan negeri-negeri yang dilaluinya. (AL)

Bersambung…

Beberapa Sosok Penting Tanpa Nama di Dalam Al Quran (5): Dzū al-Qarnayn (3)

Sebelumnya:

Beberapa Sosok Penting Tanpa Nama di Dalam Al Quran (5): Dzū al-Qarnayn (1)

Catatan kaki:

[1] Lihat, Rukimin, Kisah Dzulqarnain Dalam Al-Quran Surat Al-Kahfi: 83-101 (Pendekatan Hermeneutik), PROFETIKA, Jurnal Studi Islam, Vol. 15, No. 2, Desember 2014, hal. 150

[2] Ibid

[3] Ibid

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*